Only You Mine

Only You Mine
Aku Mencintainya



"Ini sangat menjijikkan," Delicia memungut satu persatu baju yang berserakan.


"Mengapa aku bisa tergoda sih?" Delicia mengomeli dirinya atas kecerobohan yang telah ia lakukan tadi malam.


"Seharusnya aku bisa mengendalikan diri," Delicia sangat sedih dan menyesal telah hanyut dalam rayuan raja.


Pagi hari yang cerah tak membuat hati Delicia cerah. Ia merenungkan takdirnya. Jika Delicia sampai mengandung anak Raja itu artinya Delicia semakin sulit untuk lepas dari Raja. Ini diluar ekspetasi Delicia. Delicia awalnya percaya diri bisa mengendalikan diri dari nafsunya, namun hari ini adalah bukti bahwa Delicia tak cukup mampu mengendalikan diri.


"Hoam.." Sinar matahari yang cerah menembus jendela dan menyilaukan mata Raja. Raja mengambil pakaian yang berserakan. Raja membuka pintu kamar mendapati Delicia sedang melamun.


"Delicia," panggil Raja penuh pesona. Delicia tak menjawabnya. Raja semakin mendekati Delicia. Raja menjentikkan jarinya di kening Delicia.


"Auh.." Delicia mengusap keningnya.


"Aku ingin minta maaf," ujar Raja penuh penyesalan.


Delicia tak memperdulikan kata maaf dari Raja Mia diam tak bersuara sepatah kata pun.


"Kau membenciku?"


"Sangat," Delicia menjawab cepat.


"Aku sangat membencimu!"


"Bisa tidak sih kau membuatku bebas?!"


Delicia meluapkan amarahnya. Untuk kesekian kali Delicia tak ingin diganggu oleh Raja. Raja tersenyum pahit dan pergi, ia memberikan Delicia waktu untuk sendiri.


"Apa yang salah denganku?" Raja memukul tembok. Mata Raja memerah namun ia masih mampu untuk tidak mengeluarkan air bening dari matanya. Namun kekecewaan Raja sangat amat dalam.


Pagi ini Raja sangat tidak fokus. Hampir saja ia menabrak wanita paruh baya yang sedang menyebrang. Delicia membuat mood Raja hancur. Bahkan ketika meeting penting, Raja tidak fokus sehingga apa yang ia katakan tidak sesuai dengan apa yang sedang di bahas.


"Bisa fokus tidak, Pak?" Tanya Investor kesal.


"Kita lanjutkan besok, aku benar-benar tidak fokus." ucap Raja sambil memijit dahinya.


"Baik, akan lebih baik jika Pak Raja lebih profesional." ucap investor dan pergi meninggalkan Raja sendiri.


"Raja, apa yang terjadi?"


Raja menggelengkan kepalanya. Pusing!


"Ayolah katakan padaku, apa yang terjadi?" David memaksa Raja untuk mengatakan sebenarnya.


"Aku benar-benar tidak ingin bicara,"


David menghela nafas panjang. Ia mendekati Raja dan menyentuh pundak Raja.


"Raja, aku ini sahabatmu. Katakan saja!" David kembali memaksa membuat Raja semakin terpojok untuk menceritakan apa yang terjadi.


"Aku tidak fokus," ujar Raja.


"Lalu?" David mengernyitkan dahinya.


"Apa yang kau katakan benar, Delicia tidak mencintaiku," ucap Raja frustasi.


David menahan senyumnya. Ia benar-benar geli mendengar penjelasan Raja.


"Seorang Raja sangat frustasi."


"Aku serius!" Raja tak terima direndahkan.


David kembali menahan tawa. Ia melihat jam di dinding kemudian menatap Raja dengan intens


"Apa yang ku katakan benar. Delicia itu wanita yang cocok dicintai tapi tidak cocok untuk dijadikan istri." David menerangkan. "Andai dulu kau mendengar kata-kataku,"


"Tapi aku mencintainya." ucap Raja yakin.


Kata-kata tersebut terdengar oleh Delicia. Delicia ternyata berada disini bersama Kayla. Kayla mengajak Delicia untuk menemui sepupu Kayla yang bekerja. Delicia tidak tahu bahwa ini adalah kantor Raja. Bukan hanya tidak tahu tapi Delicia enggan mencari tahu dimana Raja bekerja, apa kegiatan Raja, makanan kesukaan Raja, kehidupan Raja. Delicia tidak tahu itu dan tak pernah mencari tahu.


"Kau tahu David, aku mencintainya lebih dari 4 tahun ketika di Inggris. Mana mungkin aku menolak untuk menikah dengannya."