
Sungguh ini sangat keterlaluan. Raja memanfaatkan kekayaannya untuk merebut Delicia dari tangan dingin Roni. Pikiran seperti itulah yang terus ada dalam benak Delicia. Delicia termakan hasutan Roni yang telah berbohong. Mood Delicia semakin hancur ketika ia mendapatkan hasutan dari Roni. Jangankan untuk mencintai Raja, berdamai dengan Raja pun Delicia rasa tak sudi. Delicia memendam rasa tidak menyenangkan terhadap Raja. Secepat mungkin Delicia bertekad untuk bercerai dari Raja.
Terdengar suara mobil yang tidak asing ditelinga Delicia. Mobil edisi terbatas parkir rapi di garasi. Sudah pasti Raja telah pulang dari kantor. Raja melangkah dan membuka pintu, Delicia tak sudi untuk menyambutnya. Raja hanya bersikap santai saja. Ia tak terlalu memusingkan Delicia yang bersikap dingin padanya. Namun Raja semakin merasa aneh dengan diamnya Delicia.
Raja memegang daun pintu kamar mandi dan membukanya. Raja membuka shower air mengguyur tubuhnya, kemudian ia menggosok sabun ke tubuhnya. Setelah benar-benar bersih, Raja membuka shower kembali untuk membilas tubuhnya agar benar-benar bersih dari sabun.
"Delicia," teriak Raja dari dalam kamar mandi.
Delicia yang sedang menonton drama merasa terusik dengan suara Raja yang terus memanggilnya. Dengan berat hati, Delicia melangkah tidak yakin.
"Ada apa?" tanya Delicia geram. Delicia ingin sekali meluapkan amarah dengan pria menyebalkan yang ada di depan matanya.
Raja membuka sedikit pintu dan mengeluarkan kepalanya.
"Tolong ambilkan handuk!" pinta Raja.
"Aku tidak mau," Delicia melipat tangannya dan memberikan isyarat penolakan.
"Kau ingin melihatku tanpa busana?" Tanya Raja dengan nada menggoda.
"Tidak!" ucap Delicia sambil melotot dan menelan ludah.
"Ayo ambil!" Perintah Raja tegas.
Dengan menahan marah, Delicia mencari handuk Raja. Ia tak punya pilihan lain. Tak mungkin mata polos Delicia melihat Raja tanpa busana. Itu sangat memalukan. Delicia menemukan handuk Raja. Setelah menemukan handuk tersebut, Delicia bergegas untuk memberikan handuk tersebut kepada Raja. Namun ketika hendak memberikannya, Raja langsung menarik handuk beserta Delicia juga untuk masuk ke kamar mandi. Hingga Delicia kembali melihat Raja polos tanpa busana. Delicia segera menutup matanya. Ini pengalaman memalukan untuk kedua kalinya bagi Delicia. Raja hanya menampilkan senyum tipis di bibirnya dan segera memakai handuk. Lalu, raja mengunci pintu kamar mandi agar Delicia tak lolos lagi.
Delicia perlahan membuka matanya. Ia melihat apakah Raja sudah pakai handuk atau belum. Ketika Delicia memastikan bahwa Raja memakai handuk. Delicia memberanikan diri membuka penuh matanya. Bukannya menjawab Delicia sibuk untuk menarik daun pintu untuk segera keluar dari kamar mandi.
"Delicia, jawab! Ada apa denganmu?" Raja menyandarkan tangannya di dinding untuk menghalangi Delicia lari.
"Tidak ada," jawab Delicia ketus.
Raja sudah tidak tahan dengan sikap dingin Delicia. ia menggendong Delicia dan membawanya ke kamar.
"Aku sudah tidak tahan," ucap Raja kemudian mengunci pintu kamar.
Raja sibuk mencurahkan hasrat yang sudah sangat lama ia pendam.
"Aku menginginkanmu, Delicia.."
"Aku mencintaimu,"
"Biarkan aku memilikimu, maka akan kuberikan segalanya untukmu.."
Delicia mendengar kalimat-kalimat dari bibir Raja. Entah apa saja yang Raja katakan. Raja memberikan sentuhan, ciuman hingga Delicia terperangkap dengan apa yang Raja lakukan hingga Raja berhasil melucuti pakaian Delicia. Raja mendorong tubuh Delicia dan menindihnya. Kemudian memaksa Delicia untuk menatap wajahnya. Raja memgekplorasi tubuh Delicia hingga menimbulkan erangan yang semakin membuat Raja bergairah.
"Aku akan memulainya,"