Only You Mine

Only You Mine
Pertarungan 2



Franz sempoyongan akibat pukulan Reno. Sedangkan Reno tersenyum puas, ia merasa sudah menang.


Teng Teng Teng


Ronde pertama usai, Darma langsung membersihkan darah dari tubuh Franz. Sebenarnya di dalam lubuk hatinya, Darma tidak tega melihat anaknya terluka akan tetapi ambisiusnya untuk menjadikan anaknya sebagai pria tanguh membuatnya pasrah dan rela melihat Franz terluka.


"Franz, lihat ayah!" ucap Darma dengan nada tinggi.


"Iya Ayah," nafas Franz tersengal sesekali ia meringis kesakitan.


"Fokus Franz, lihat dimana letak kelemahannya." ucap Darma memberi instruksi.


"Dimana letak kelemahannya, Ayah?" Franz membersihkan luka pada bibirnya.


"Kau cari tahu sendiri. Kekuatan ada pada dirimu. Kau tak boleh kalah. Lihatlah wanita di sana! Ia sangat cemas bukan? Ia ingin sekali memelukmu, dan menyemangatimu seperti ketika kau latihan tapi dia tak bisa melakukannya sekarang," Darma menunjuk Dilah yang cemas.


Aku tak mau kau bersama Reno, Franz membatin.


Ya Tuhan, apakah aku akan berjodoh dengan Reno? Orang kejam dan tak punya hati itu. Engkau tahu apa yang ada di dalam hatiku, aku mencintai hambamu yang bernama Franz Rivano. Batin Dilah.


"Ayah, sungguh aku sangat mencintai wanita yang Ayah tunjuk. Doa kan aku Ayah untuk mendapatkannya,"


Darma dan Franz berdoa di dalam hatinya. Waktu istirahat selesai, Reno meregangkan otot-ototnya dan melakukan pemanasan begitu juga Franz.


"Hahaha, Darma! Darma! Mungkin kau bisa menang dengan Menir tapi tidak dengan diriku," ucap Galih menyombongkan diri.


"Jangan senang dulu Galih, kau tak tahu apapun. Kau tidak pernah melihat pertandingan di acara televisi. Biasanya pemenang kalah diawal," ucap Darma tanpa ragu.


"Lihatlah! anakmu sangat lemah, aku yakin di ronde kedua dia akan pingsan atau mungkin yang lebih parah yaitu pergi menuju alam sana, cuihhh!" Galih meludah kesembarang arah seraya meremehkan. Ia benar-benar diatas angin sekarang.


Darma mendengus kesal. Ia komat kamit membacakan doa. Ia tak pernah melakukan hal tersebut sebelumnya. Tapi, satu-satunya pertolongan yang ia punya adalah Tuhan.


"Ronde kedua dimulai!" ucap juri.


Reno tersenyum tipis dan menggerakkan jari telunjukknya dari Franz ke dirinya. Kemudian ia membalikkan jempolnya mengartikan kalau Franz lemah.


Franz mendegus kesal, ia memukul Reno membabi buta tapi masih mengikuti peraturan juri dan panitia.


Dilah yang cemas kini tersenyum. Darma yang tadinya meremas wajah kesal kini memancarkan cahaya positif. Sedangkan Galih kini mulai was-was. Menir terlihat bingung dan bertanya-tanya.


Mengapa putriku begitu senang melihat Franz bangkit? Apakah dia mencintai Franz? Apakah dia tidak suka dengan perjodohan yang aku lakukan? Ya Tuhan, ayah macam apa diriku ini? Aku menjodohkan putri kesayanganku dengan Reno, laki-laki kejam dan brutal. Setelah aku melihat kelakuan Reno belakangan ini, aku semakin yakin kalau putriku tidak cocok bersanding dengannya.


Sekarang keadaan berimbang, Franz dan Reno saling berbalas pukulan. Para penonton semakin geram, sorak dan teriak nyaring menjadi satu. Darma dan Galih berteriak memberikan instruksi.


Reno dan Franz semakin panas. Franz dan Reno saling berbalas pukulan.


"Franz lebih fokus, pukul sisi sebelah kiri!" teriak Darma, Reno membuat pertahanan di sisi sebelah kiri, Franz justru memukul sisi sebelah kanan.


"Bagus Franz," Franz sepertinya sudah tahu strategi untuk mengalahkan Reno. Tapi sayang, Reno memukul Franz dan Franz terjatuh. Reno langsung mengunci Franz.


"Franz bertahanlah dan kalahkan Reno!" teriak Dilah dan Franz masih meringis kesakitan.


"Franz, aku mencintaimu."