Only You Mine

Only You Mine
Pertarungan 1



Hari ini adalah hari dimana Franz dan Reno akan bertarung. Acara dibuat semeriah mungkin. Arena pertarungan sudah disiapkan dengan sempurna. Masyarakat berbondong-bondong berdatangan untuk menyaksikan pertarungan sengit antara Reno Pujianto dan Franz Rivano orang yang sangat berpengaruh di daerah mereka masing-masing. Dilah Sanjaya sudah di dandani secantik mungkin untuk menarik semangat kedua pemuda yang akan memperebutkannya.


"Tuan-Tuan dan Nyonya-Nyonya. Hari ini dihadapan semua orang, Franz Rivano akan bertarung melawan Reno Pujianto untuk memperebutkan wanita cantik Dilah Sanjaya," setelah kata sambutan dari sang panitia semua orang bertepuk tangan riuh untuk menyaksikan pertarungan. Jarang sekali terjadi pertarungan diantara orang-orang yang paling disegani. Hal inilah yang membuat para penduduk berdatangan.


"Oke, peraturannya seperti ini, dilarang memukul, menendang atau melukai alat vital. Tidak boleh memukul kepala pada bagian belakang. Tidak boleh mengeluarkan kata-kata kotor atau caci maki. Kalian boleh bertarung seperti apa saja baik itu silat, karete, tinju, gulat atau lainnya sebagainya,"


"Sampai disini mengerti?" ucap wasit yang memberi instruksi.


"Mengerti!" ucap Franz dan Reno bersamaan.


Franz dan Reno membuka baju dan hanya mengenakan celana boxser. Para penonton khususnya wanita, terbelalak melihat pemandangan tubuh Franz dan Reno yang bagus.


"Sebelum kalian bertarung ada baiknya berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Berdoa dimulai!" mendengar instruksi wasit membuat semua orang hening dalam waktu 15 menit. Dilah juga ikut berdoa karena pertarungan ini menentukan masa depannya.


"Baiklah, dilihat dari kesiapan peserta. Peserta dinyatakan telah siap bertarung."


"Pertarungan ini akan dicatat dalam sejarah. Dimana pertarungan ini akan memperebutkan seorang wanita cantik anak semata wayang Menir Sanjaya siapa lagi kalau bukan Dilah Sanjaya," teriak pembawa acara dadakan yang ditunjuk secara asal oleh Darma Rivano.


"Harap kepala kedua kubu untuk saling memberi hormat," ucap wasit tersebut. Franz dan Reno saling memberi hormat. Reno tersenyum meremehkan seolah-olah ia sudah tahu akan hasilnya.


"Baik, pertarungan dimulai!" Panitia membunyikan lonceng. Para penonton dan pendukung kedua kubu bertepuk tangan dan bersorak memanggil nama orang yang ia dukung.


Franz Rivano dan Reno Pujianto berhadapan satu sama lain dan sikap kuda-kuda.


Reno memukul pipi Franz membuat Dilah tercengang. Baru satu pukulan pipi Franz langsung memar.


"Franz menghindar, fokus Franz!" teriak Darma selaku pelatih dadakan anaknya.


"Bagus Reno," ucap Galih tersenyum senang.


Franz dan Reno berhadapan, kini Reno menggerakkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri untuk mengelabuhi Franz. Satu pukulan kena di wajah Franz. Para pendukung Reno bersorak girang. Franz memegang wajahnya, kali ini ia belum dapat menyentuh Reno.


Reno tersenyum simpul, ia melakukan jurus. Entah apa jurus tersebut yang pasti cukup ampuh membuat ia berhasil memukul perut Franz. Franz memuntahkan darah. Dilah melotot melihat pujaan hatinya yang memuntahkan darah.


"Franz buat startegi baru!" teriak Darma, Darma menjadi khawatir pada anaknya. Ia juga takut Franz kalah, selain harga diri Darma yang tinggi akan jatuh. Ia juga takut Dilah menjadi milik orang lain. Tampaknya Darma sudah merestui Dilah dan Franz untuk menikah.


Lagi-lagi Franz dipukul habis habisan membuat Dilah berteriak ketakutan.


"Franz! bertahanlah!" ucap Dilah menyemangati.


"Diharap kepada Dilah Sanjaya yang merupakan objek hadiah tidak boleh berpihak kepada siapapun," ucap pembawa acara.


Cih, memangnya mengapa jika Dilah berpihak pada Franz. Jelas-jelas dia mencintai putraku. Batin Darma.