
"Aku serius Delicia, dia bukan laki-laki baik. Dia yang telah merebut kamu dari aku," Roni melancarkan hasutannya. Delicia hanya diam membeku ia tak mengerti mengapa Raja setega ini padanya.
"Delicia aku masih mencintaimu," Roni memberikan tipu daya untuk menipu Delicia dan menceraikan Raja. Kali ini Roni tak ingin kehilangan sumber keuangannya. Delicia adalah sumber pendapatan Roni. Dengan tipuan cinta Roni dapat meraup keuntungan dari Delicia. Namun semenjak mereka putus Roni kehilangan semua itu. Roni tak bisa terus seperti itu.
"Delicia apakah kau ragu dengan perkataan ku? Kita sudah 5 tahun bersama, apakah kau lebih percaya dengan orang asing dibandingkan aku?" Roni kembali memberikan pertanyaan untuk memojokkan Raja.
"Aku tidak ragu denganmu Roni. Tapi aku tidak tahu mengapa Raja setega itu padaku?" Delicia menahan rasa pedih.
Roni menyembunyikan senyum jahatnya. Roni merasa menang, mudah saja membodohi mantan kekasihnya itu.
"Delicia, dia hanya menjadikanmu permainan. Apakah selama ini dia pernah bilang cinta padamu?" Roni kembali menghasut Delicia. Delicia hanya menggelengkan kepalanya.
"Delicia kembalilah padaku. Bagaimana pun kita punya impian untuk hidup bersama kan?" Roni memberikan memori masa lalu. Delicia mengingat kenangan mereka ketika kuliah dulu hingga bekerja sebelum menikah dengan Raja.
"Delicia, aku berjanji akan terus mencintaimu," Roni mengumbar janji manis palsu hingga membuat Delicia tersentuh. Bagaimana pun Delicia masih mencintai Roni, dirayu sedikit Delicia pasti kembali dengan cinta pertamanya_Roni.
Delicia menganggukkan Kepalanya, pertanda ia mau untuk kembali dipelukan Roni. Delicia seakan tak ingat bahwa sudah memiliki suami. Delicia hanya ingin Roni dan hanya Roni yang mampu membuatnya bahagia
"Jadi kamu mau kembali samaku?" Tanya Roni kembali untuk memastikan Delicia benar-benar ingin kembali.
"Iya," jawab Delicia.
"Aku bahagia sekali hari ini. Akhirnya kita bersama lagi," ucap Roni sambil memegang tangan Delicia.
Delicia menanggapinya dengan senyuman manis penuh cinta sedangkan Roni menahan tawa jahatnya. Melihat kebodohan Delicia yang mudah sekali tertipu.
"Roni, aku mau kamu cepat sembuh," ucap Delicia sambil menggenggam erat tangan Roni.
"Iya Sayang, kamu datang ke sini saja telah membuatku semakin membaik." Roni tersenyum tipis. Delicia pun membalas senyuman Roni.
"Aku mau jagain kamu," jawab Delicia.
Roni merasa kesal, ia juga ingin bertemu Angelina pacar barunya. Pasti Angelina juga ingin menjenguknya. Jika Delicia masih ada di sini, kebohongan Roni akan diketahui.
"Delicia, aku takut Raja tahu hubungan kita. Raja orang yang berpengaruh di kota ini. Kalau dia tahu hubungan kita, dia akan menghabisi ku dengan para anak buahnya."
Delicia melihat kearah jam tangannya, sudah pukul 1 siang. Delicia tak tega meninggalkan kekasihnya sendirian dalam kondisi seperti ini. Delicia masih ingin menjaga Roni dan berbicara banyak hal. Namun apa yang dikatakan Roni itu ada benarnya. Delicia menghela nafas untuk menjauhi egonya demi Roni.
"Iya Roni, kamu benar. Aku pulang ya! Kamu jaga diri baik-baik," Delicia berpamitan.
Tak berapa lama setelah Delicia pergi dari ruangan Roni. Angelina datang menjeguk Roni.
"Sayang," ucap Angelina sambil mencium pipi Roni.
Roni menghela nafas, untung saja Delicia sudah pulang kalau tidak bisa habis rencana Roni.
"Sayang," panggil Angelina dengan wajah cemberut.
"Kamu udah engga sayang lagi samaku?" Tanya Angelina dengan nada kesal akibat di diamkan Roni.
"Aku sayang sama kamu, Angelina. Aku hanya memiliki sesuatu,"
"Memikirkan apa? Wanita lain ya?" Tanya Angelina kesal.
Roni menggelengkan kepalanya, "Bukan, aku memikirkan masa depan kita," Roni tersenyum tipis.
"Aaaa, Sayang." Angelina menyandarkan kepalanya di dada Roni.