
Delicia iseng melambaikan tangan di depan wajah Raja untuk memastikan apakah Raja benar-benar tidur, namun Delicia tersandung kaki sofa yang menjadi tempat tidur Raja. Delicia terjatuh menimpa tubuh Raja. Sontak saja Raja dan Delicia terkejut. Jarak antara mata Raja dan Delicia berkisar 5 centimeter. Delicia langsung berdiri dan merapikan pakaiannya. Raja tersenyum nakal melihat kelakuan Delicia.
"Wah... Ternyata kau ingin mengambil kesempatan dikala aku tertidur," Raja tersenyum misterius.
"Tidak! Kau terlalu percaya diri," Delicia meremehkan Raja untuk menutupi kegugupan.
"Jangan bohong! Aku menyadari sejak tadi setelah aku mandi, kau memperhatikanku. Apakah kau ingin memperkosa ku ketika aku tidur?" Tanya Raja dengan nada menuduh.
"Kau ini sudah gila ya? Jika aku berniat seperti itu. Itu adalah mustahil. Aku akan menjadi orang yang dirugikan jika aku melakukannya." Bantah Delicia dengan cepat.
"Hemm..." Ucap Raja dengan nada tak yakin. Delicia semakin bertambah gugup.
"Lalu untuk apa kau disini, bukankah kau sudah seharusnya tidur di jam segini?" Raja skakmat Delicia. Delicia semakin bingung untuk menjawabnya. Ia benar-benar bertingkah bodoh mencari tahu apakah Raja benar-benar tidur atau tidak.
"Aku hanya ingin memastikan apakah kau benar-benar tidur. Aku tidak yakin CEO sepertimu bisa tidur di sofa." Delicia membalas Raja yang ingin memojokkan dirinya.
"Delicia, apakah kau sudah mulai perhatian padaku?" Tanya Raja dengan tatapan mata penuh cinta. Delicia hanyut dengan tatapan mata itu. Tatapan mata yang tidak pernah Delicia dapatkan bahkan dari Roni sekalipun.
"Kau memikirkan siapa?" Tanya Raja heran karena Delicia terlihat melamun.
"Roni,"
Sontak saja hal itu terdengar seperti petir yang menyambar. Raja merasakan hatinya yang tertusuk duri begitu cepat. Padahal Raja telah memberikan tatapan mata penuh rasa cinta.
"Oh..." Raja seperti kehilangan semangat hidupnya.
"Aku mau tidur," ucapnya sambil merebahkan tubuhnya dan menarik selimut.
"Seperti yang kau lihat," jawab Raja singkat.
Delicia merasa menang kali ini. Apalagi Raja tak meributkan kembali masalah Delicia yang tak sengaja menimpa Raja yang tertidur pulas. Delicia tak peduli mau Raja cemburu padanya atau tidak yang jelas keinginan Delicia ingin berpisah dari Raja. Entah apa yang membuat Delicia memiliki hati yang membeku hingga tak melihat cinta di setiap perlakuan Raja padanya.
Delicia kembali ke kamar satu-satunya yang mereka miliki. Delicia menyadari apa maksud dibalik satu kamar ini. Delicia tahu bahwa Raja ingin mengeksploitasi Delicia untuk melahirkan keturunan untuk penerus perusahaan Raja. Setelah itu, Delicia akan ditendang keluar. Itu sebabnya Delicia semaksimal mungkin untuk menghindari hubungan suami istri dengan Raja sampai Raja jenuh dan menceraikannya setelah itu Delicia bisa hidup bahagia dengan Roni. Namun sepertinya itu tidak mudah. Raja sangat luar biasa dalam merayu. Bahkan tadi Delicia kecolongan ciuman itu. Seharusnya ciuman tersebut tak pernah terjadi. Namun Delicia kecolongan tapi kali ini Delicia bertekad untuk tidak kecolongan lagi. Hingga Raja benar-benar menceraikannya.
Dring! Driing! Driiing!
ponsel Delicia berbunyi, Delicia mengambil telepon di laci dan mengangkatnya.
"Halo Delicia," suara dari balik telepon.
"Ya ada apa, Kayla?" Tanya Delicia heran.
"Apakah aku mengganggu?" Kayla balik bertanya. Ini sudah larut malam membuat Kayla merasa sungkan.
"Tidak," Delicia menjawab cepat.
"Serius, aku merasa sungkan menganggu malam panas mu dengan Raja," Kayla menahan tawa.
"Sudah katakan, ada apa?" Delicia memaksa Kayla untuk ke intinya saja.
"Roni kecelakaan," ucap Kayla.