Only You Mine

Only You Mine
Menjenguk Roni



"Serius! Bagaimana keadaannya sekarang?" Tanya Delicia khawatir. Delicia seketika berkeringat ketika mendengar kabar Roni kecelakaan.


"Aku tidak tahu, dia berada di rumah sakit," jawab Kayla.


"Apakah kau belum menjenguknya?"


"Iya belum," jawab Kayla.


Kayla merasakan keanehan dengan Delicia. Delicia sepertinya masih mencintai Roni. Walaupun status Roni adalah eks kekasih Delicia.


"Delicia, apakah kau masih mencintai Roni?" Kayla memberanikan diri untuk bertanya. Walaupun dengan nada sedikit gugup.


"Mengapa kau bertanya seperti itu?" Delicia merasa aneh dengan pertanyaan Kayla.


"Aku merasakan bahwa kau masih mencintainya," ucap Kayla.


"Kayla, jangan bahas masalah ini. Yang terpenting itu adalah kesehatan Roni."


"Baiklah Delicia, aku hanya takut kau selingkuh dengan Roni." Ucap Kayla dengan nada pelan hingga tak terdengar Delicia.


"Hah!" Delicia tak mendengar dengan jelas disebabkan suara Kayla yang pelan.


"Delicia sudah dulu ya aku mau tidur,"


Kayla mematikan sambungan telepon. Delicia sangat khawatir bahkan ia tak bisa tidur. Delicia ingin segera menjenguk Roni namun sudah larut malam dan tidak memungkinkan. Hingga pagi hari Delicia bangun dan segera menyiapkan sarapan untuknya dan si menyebalkan Raja.


"Ada apa?" Tanya Delicia ketika Raja terus saja memandangnya. Delicia meletakkan roti ke piring Roni.


"Kamu cantik," ucap Raja cepat.


Delicia hanya terdiam, ada debaran aneh yang terasa di hatinya. Namun Delicia tak memperdulikan hal itu.


"Raja, aku ijin pergi ke rumah sakit," ucap Delicia meminta ijin untuk pertama kalinya.


"Siapa yang sakit?" Raja melihat kearah Delicia. Membuat jantung Delicia berdetak kencang. Ia ragu untuk mengatakan ingin menjenguk Roni.


"Ada temanku sakit," jawab Delicia.


"Perlu aku mengantarmu?" Raja menawarkan jasa untuk Delicia.


"Apa yang kau sembunyikan dariku?" Tanya Raja mulai curiga.


"Tidak ada," jawab Delicia.


"Aku harap setelah menjenguknya kau kembali ke rumah." pesan Raja. Raja berdiri dari tempat duduknya.


"Apakah dasi ku sudah rapi?" Tanya Raja sambil menunjukkan dasinya. Delicia merapikan dasinya sedikit.


"Sudah," jawab Delicia.


Raja mengambil tasnya dan segera berangkat. Raja mengecup kening Delicia membuat Delicia membeku. Raja mengambil kunci dan masuk k mobil. Kemudian mobil edisi terbatas milik Raja melaju menuju kantor. Belakangan ini Raja terlalu banyak memberikan kesan romantis tapi itu belum cukup untuk mengurangi cinta Delicia pada Roni. Bagi Delicia, Roni yang terbaik untuknya walaupun Roni telah memutuskan hubungan mereka berdua.


Delicia bersiap untuk menjenguk Roni. Delicia memesan taksi online menuju rumah sakit. Kemudian Delicia menuju ruangan Roni. Delicia meletakkan parsel berisi buah untuk Roni.


"Bagaimana keadaanmu, Ron?" Tanya Delicia dengan nada dingin. Delicia mulai berjaga jarak semenjak mereka putus.


"Sudah mulai membaik," Roni tersenyum.


"Syukurlah kalau begitu,"


"Apa yang terjadi hingga kau kecelakaan?" Delicia kembali bertanya.


"Mobil menabrak motorku," ucap Roni berbohong. Padahal Roni pada saat itu mabuk dan menabrak mobil membuat dirinya berakhir di rumah sakit.


"Ron, aku tidak bisa berlama-lama disini. Aku ingin kembali pulang," Delicia berpamitan namun tangan Roni menghalangi Delicia.


"Delicia, kenapa kau begitu dingin padaku?" Tanya Roni berpura-pura menahan sakit membuat Delicia iba.


"Aku masih seperti biasa Roni," jawab Delicia.


"Delicia, aku masih mencintaimu." ucapan Roni membuat gelora cinta Delicia membara. Delicia kembali mendapatkan angin segar.


"Lalu kenapa kau tak menolongku dari pernikahanku dengan laki-laki aneh itu," Delicia tampak kesal.


"Karena dia membayar ku, dia menjebak mu agar menikahinya." Roni lagi-lagi berbohong untuk mendapatkan Delicia kembali. Delicia yang awalnya mulai memaruh hati kepada Raja kini telah sirna