
"Raja!" panggil Nick kepada anak semata wayangnya.
"Iya Ayah," Raja mendekati ayahnya.
"Ada yang ingin ayah sampaikan kepadamu," Nick menarik tangan anaknya agar duduk disebelahnya.
"Apa Ayah?" Raja menoleh kearah ayahnya.
"Ayah ingin tinggal di Indonesia," ujar Nick, ia mengambil secangkir kopi di meja kemudian meminumnya.
"Indonesia? Indonesia? Negara mana itu?" tanya Raja, Raja tidak begitu mengetahui tentang negara tersebut.
"Salah satu negara di Asia, Ayah adalah keturunan indonesia Belanda, jadi ayah sangat ingin tinggal di Indonesia. Ayah ingin menghabiskan masa tua ayah disana," ujar Nick Davidson.
"Jadi namaku Raja ada hubungannya dengan negara itu, ayah?' tanya Raja penasaran.
"Iya, tepat sekali," Nick menarik pelan tangan anaknya untuk ikut berdiri.
"Jadi ayah ingin sekali mengajakmu kesana," Nick menepuk pundak anaknya kemudian berjalan pelan.
"Apakah ibu setuju kita tinggal disana?" tanya Raja belum yakin.
"Ibu setuju Nak, ibu ikut ayahmu kemanapun dia pergi," ucap Irene menjawab pertanyaan yang seharusnya di jawab suaminya.
***
"Ini indonesia Ayah, ini tidak buruk," ujar Raja senang. Raja saat ini berusia 10 tahun.
"Iya ini indonesia, lihat kesana," Nick menunjuk sawah dan ladang yang luas.
"Wah.. Luar biasa," Raja menjadi girang, di Jerman ia tidak menjumpai sawah seperti di indonesia, jadi ini merupakan pengalaman pertama untukya melihat sawah.
"Tapi ketika kau sudah dewasa dan ingin sukses, ayah tidak melarangmu untuk kuliah di luar negeri," ujar Nick.
"Jadi kita meninggalkan segala kemewahan kita di Jerman?" tanya Raja polos.
"Iya, kau tak keberatan kan?" tanya Nick serius.
"Tidak ayah,"
Selama Raja tinggal di desa, ia menjadi pusat perhatian teman-teman sebayanya. Wajahnya yang kebaratan, hidungnya yang mancung, tubuhnya yang tinggi membuat dirinya paling tampan diantara teman laki-lakinya. Saat ini, Raja sudah mahir berbahasa indonesia. Ia juga tidak luput dari incaran para gadis-gadis desa. Berulang kali, banyak wanita yang menyatakan cinta padanya. Namun, Raja terus menolak. Tidak tahu pasti apa alasannya.
Umur Raja sudah menginjak 18 tahun, ia meminta izin kepada orang tuanya untuk kuliah di Inggris. Nick dan Irene menyetujuinya. Ketika ia kuliah di Inggris ia menemukan seorang gadis cantik yang sangat berbeda.
"Wajahnya, wajahnya terlihat seperti orang Asia." gumam Raja pelan.
Wanita tersebut mengibaskan rambutnya dan tersenyum cerah pada teman-temannya.
"Wah.. Dia cantik sekali," gumam Raja kagum.
Raja mengikuti wanita tersebut, "Siapa wanita itu?" Raja semakin penasaran.
Ia terus curi-curi pandang ketika wanita tersebut sedang menari hip hop. "Aku harus mendapatkannya," tekat Raja.
Setelah kejadian itu, Raja tak pernah berjumpa lagi dengan gadis itu. Raja tidak putus asa, ia terus mencari keberadaan wanita cantik itu. Ia bahkan belum mengenal siapa nama wanita tersebut.
"Mengapa aku tidak bisa bertemu denganmu lagi?" Raja menjadi sedih. Ia telah jatuh cinta untuk pertama kalinya. Ia jatuh cinta dengan wanita yang belum ia kenal. Ia juga tidak mengetahui sifat dari wanita tersebut. Tapi entah mengapa hatinya begitu mencintai wanita tersebut.
Hari-hari Raja semakin rumit, ia memendam kerinduan pada gadis itu. Kadar cintanya pada gadis cantik tersebut semakin bertambah, walaupun Raja tidak pernah berjumpa setelah pertemuan waktu itu.
Raja berusaha sekuat tenaga untuk melupakannya, akan tetapi itu sia-sia. Semakin Raja melupakannya semakin cinta pula ia pada gadis cantik tersebut. Apa yang harus Raja lakukan? Apakah dia harus berusaha membuang perasaannya atau dia harus mencari gadis lain untuk melupakannya?