Only You Mine

Only You Mine
Pertarungan 3



Mendengar kata-kata sang pujaan hatinya, Reno menjadi tak fokus dan mengendurkan kuncinya. Sedangkan Franz mengambil kesempatan untuk keluar dari kuncian tersebut.


"Sudah aku katakan, kau dilarang berpihak pada salah satu kubu Nona," geram pembawa acara.


Dilah diam saja, ia duduk elegan akan tetapi bibirnya basah karena berdoa.


Setelah mendengar pengakuan cinta dari Dilah Sanjaya, Franz semakin bersemangat. Ia memukul Reno dan mengubah taktik baru. Reno menjadi kewalahan, kini keadaan mulai berbalik. Wajah Darma mulai memancarkan cahaya positif sedangkan Galih meremas wajah kesal. Berulang kali, ia memperingatkan putranya untuk mengubah starategi namun setiap kali Reno mengubah strategi, Franz dapat membaca keadaan dengan baik.


"Reno! Fokus! Kalahkan Franz, lawan dia seperti tadi!" teriak Galih memberikan instruksi.


Reno tak bisa mendengar teriakan ayahnya. Cukup banyak yang bersorak dan riuh. Reno mengganti taktik baru, ia memutar tubuhnya lalu menendang Franz. Franz tersungkur, namun Franz cepat-cepat bangun ia membalas lagi. Ia berdiri, menendang Reno dan Reno pun tersungkur.


"Tunggu apa lagi tuntaskan!" teriak Darma menggelegar.


Franz membersihkan lukanya dengan sekali usap. Kini Reno sudah kehilangan kekuatan. Franz tak berani melawan orang yang tak berdaya. Hati lembut Franz membuat ayahnya bertambah geram. Selain itu, Reno juga belum dinyatakan kalah.


"Tunggu apalagi, Franz? Tuntaskan! Dia sudah tidak berdaya," ucap Darma berteriak kembali.


Fraz mendekati Reno yang masih tergeletak. "Apakah kau masih kuat?" tanya Franz, Franz membantu Reno untuk berdiri. Reno tersenyum tipis. Ia mengira Franz akan menuntaskannya tapi malah menolongnya. Membuat dia mengingkari kebaikan Franz. Setelah berdiri Reno memukul Franz sekuat tenaga hingga Franz jatuh tersungkur.


Para penonton mengucapkan, "Hah?" mereka bingung mengapa Franz menolong musuh sendiri. Jika tadi Franz menuntaskannya mungkin Dilah Sanjaya akan menjadi istrinya.


Ya Tuhan, Franz mengapa kau begini? Apakah kau Rela melihatku menikah dengan Reno?


Tapi diluar dugaan, Franz dapat membalikkan keadaan. Ia lepas dari kuncian Reno, justru malah Franz yang balik mengunci Reno. Reno benar-benar terhimpit. Tubuhnya menjadi tak berdaya. Nafasnya tak beraturan, rasa sakit makin tak bisa didefinisikan. Akhirnya Reno menyerah, ia memukul tanah tiga kali membuat Franz melepaskan tubuhnya.


Dengan cepat wasit mendekati Franz dan mengangkat tangan Franz. Hal tersebut menunjukkan bahwa Franz lah pemenangnya. Reno masih terkapar tak berdaya sedangkan Franz mengangkat tangannya. Franz mulai berpidato singkat.


"Dihadapan semua orang telah jelas akulah pemenangnya. Kalian semua sebagai saksi bahwa akulah yang akan menikahi Dilah Sanjaya," teriak Franz membuat sorak dan tepuk tangan beriringan terdengar di gendang telinga.


Galih datang ke arena pertarungan, dan mendudukkan anaknya yang masih lemah tak berdaya.


"Ini tidak adil, aku tak bisa menerima semua ini. Dilah Sanjaya akan tetap menikah dengan Reno Pujianto." teriak Galih.


"Apa maksudnya ini? Ini tidak adil, jelas-jelas Franz yang menang." bisik para penonton tapi terdengar seperti teriakan.


"Huuu......" para penonton bersorak merendahkan.


"Menir, bukankah kita bersepakat untuk menjodohkan anak kita?" teriak Galih yang masih tak terima kekalahan.


"Itu dulu Galih, tapi putramu sendiri yang menerima tantangan pertarungan ini. Jadi keadaan sudah berbeda." ucap Menir dingin.


"Jadi apa maksudmu?" tanya Galih berteriak.


"Aku merestui putriku menikah dengan Franz,"