My Wife Is Mafia

My Wife Is Mafia
48. My Wife Is Mafia



Kali ini Kania menyadari dimana sosok bibinya yang selama ini meninggalkan rumah seperti tidak biasanya. Kania kembali masuk ke rumah dan menyadari bahwa sosok tubuh terlihat baru masuk dari pintu belakang, Mata Kania memicing waspada bahwa yang dia lihat adalah bukan sosok bibi nya.


Kania melangkah dengan pelan kemudian bersiul, tiba-tiba sosok itu melangkah mendekati Kania dari belakang dengan sebuah tongkat besi berada di tangannya, dia langsung memukul ke arah Kania. Orang tersebut sudah menantikan hari ini, terlihat dari serangannya akan membabi buta tapi sayangnya Kania menyadari kehadiran dan gerakan pria tersebut.


Kania maju dengan cepat kemudian menyenderkan tubuhnya di dinding dan berbalik dengan cepat dan memberikan tendangan kepada orang tersebut. Dia berhasil menghindar dari tendangan Kania.


Kania melihat sosok yang di hadapannya yang menggunakan topeng dan besi panjang di tangannya, Kania siap tidak siap dia sudah memperhitungkan arah serangan sebelum pria tersebut menyerang dengan ujung tongkatnya yang tumpul.


Pria tersebut ingin memukul tulang kering Kania karena tongkatnya terlihat terayun ke bawah. Kania kemudian melompat ke samping dan berguling ke arah pintu. Kania ingin melakukan perkelahian sengit itu di halaman belakang rumah nya karena tidak ingin isi rumah berantakan karena ulah mereka berdua, membuat bibi dan Mama Sera akan kerepotan.


Pria itu gesit, dia berlari ke arah Kania cepat dengan serangan, mereka akhirnya saling serang menyerang. Kania dengan gerakan menghadang juga memperhatikan postur dan gerakan pria tersebut supaya tidak kecolongan. Kania melangkah cepat ke arahnya dengan memegang tongkaat pria tersebut , meraih pangkal tongkatnya lalu menggenggam erat.


Genggaan Kania membentuk putaran, kuat dan bertenanga hingga dia berhasil merebut tongkat dari tangan pria tersebut.


Pria itu sangat kagum dengan kemampuan Kania,  dia berpikir bahwa Kania masih tetap sama, Kania dan Yolan tetaplah sama walau tinggal di tempat dan lingkungan yang berbeda. Berani dan sulit untuk di tebak. Pria tersebut tersenyum sinis, dia berpikir bahwa permainan itu semakin seru.


Tidak ada pilihan lain, pria tersebut sudah tidak ingin membatasi diri, Kania adalah Yolan si pembunuh sadis, putri mafia yang tidak punya hati.


"Aku adalah malaikat mautmu Yolan," pria tersebut membatin.


Lelaki tersebut mengambil langkah mundur dan beberapa detik kemudian dia menyerang Kania dengan memberi tendangan ke arah dada tipis Kania itu tapi naas, Kania dengan gesit bisa menghindarinya dan malah Kania memberikan tendangan ke arah kaki membuat pria tersebut dan membuatnya terjatuh.


Kania mendekatinya dengan cepat dan ingin membuka topengny tapi pria tersebut kembali dengan lincahnya bangun dari lantai dan menyerang Kania kembali, di sela-sela serangannya Kania bertanya,"Siapa kamu dan apa tujuanmu?",.


Pria tersebut masih tetap menyerang Kania membabi buta membuat Kania membenturkan kakinya di dinding yang berbalut sepatu boot, kemudian Kania menyerang kembali membuat pria tersebut mundur.


"Dia masih hebat walau kekuatan pukulannya sedikit menurun," ucap pria tersebut dalam hati.


Hari itu Kania dan pria penyerang itu sudah memasuki waktu petang, pencahayaan ruangan rumah Kania tiba-tiba gelap karena cahaya senja sudah tenggelam, membuat rumah begitu gelap.


Kania berusaha menjulurkan tangan meraba dan berhasil menyentuh tombol lampu tapi ketika di tekan tidak terjadi apa pun, lampunya tetap saja mati.


Kania mungkin bisa mengalahkannya tapi dia tidak akan bisa melihat dengan jelas wajah pria tersebut. Kania memiliki ide untuk mencari kunci mobilnya dan menggunakan pencahyaan lampu mobil sekaligus memacing pria tersebut meninggalkan ruangan tamu tapi sayang, kunci mobil tersebut Kania lupa menyimpannya di mana.


Dulu biasanya Kania hanya menyimpan kunci mobil di mobil tapi sekarang di Indonesia, kebiasaan itu berubah. Kania akan membawa kunci mobilnya masuk karena kasus tingkat pencurian di indonesia sangat tinggi.


Pria tersebut tidak memberi kesempatan kepada Kania bergerak. Pria tersebut berhasil menabrak dinding dan membuat Kania tahu gerakan tersebut. Benar saja, setelah itu kaki pria yang lainnya melayangkan sebuah tendangan ke arah kepala Kania tapi Kania berhasil menunduk dan berlari ke arah pintu. DIa berharap si pria penyerang itu mengikutinya.


Kania tersenyum dengan sangat menawan ketika pria tersebut mengikuti Kania. Tiba-tiba Kania memberi jeda agar pria tersebut menjangkaunya dan benar saja dia berhasil memukul pundak Kania dan membuat Kania terjatuh.


"Dasar bodoh, dia pikir bisa mengelabuhiku," batin Pria tersebut.


Pria tersebut kemudian mengeluarkan sebuah tali yang berada di bawah lengan bajunya. Posisi Kania saat itu sedang tersungkur dan berusaha merangkak menjauh tapi pria itu. Melihat keadaan Kania pria itu tersenyum dan merasa memiliki kesempatan yang lebar.


"Hmm, dia bukan Yolan, dia adalah Kania si gadis rumahan biasa sekarang,' batinn Pria penyerang lagi.


Pria tersebut melingkarkan talinya ke leher Kania.


Kania sesak nafas seketika. Kedua tangan Kania berusaha memegang tali sekuat tenaga, berusaha menahannya agar tidak menjerat terlalu kencang namun talinya terus saja di tarik, tenaga pria tersebut sangat luar biasa.


Susah payah Kania berdiri kemudian menarik tarik tersebut dengan satu hentakan keras dengan tehnik kaki yang benar, Pria tersebut merasakan kakinya oleng kemudian tubuh tinggi besarnya terhuyung maju dua langkah ke depan Kania.


Kania mengambil kesempatan, menyerangnya dengan tendangan ke arah ginjal. Lelaki tersebut terpental mundur ketika pria tersebut masih limbung, Kania melompat ke arahnya dan mengeluarkan belati keclnya dan memeberi gerakan sayatan ke area lengan dan pundak pria tersebut, tiba-tiba pria tersebut bergerak namun Kania bisa menghindar dan kembali melayangkan dua pukulan tinju sekaligus di mata pria tersebut dan ke ulu hatinya hingga pria tersebut kembali jatuh terduduk.


Kania kembali ingin menyerang tapi pria tersebut menangkis serangan Kania lau kembali berdiri tegak dan tegap seakan tendangan, pukulan dan sayatan yang Kania berikan tidak pernah ada. Kania akhirnya menggunakan senjata terakhirnya tapi si Pria penyerang tersebut dengan  cekatan melempar sebuah benda tepat di kening Kania dan membuat kepala Kania pening. Kania terjatuh dengan posisi terlentang.


Kepala Kania pening tapi dia masih bisa melihat apa yang pria tersebut lakukan, dia mengeluarkan senjata yang lainnya untuk menyerang Kania tapi Kania masih bisa berguling dengan cepat untuk menghindari serangan pria tersebut.


Kania kembali bangkit dan menstabilkan dirinya. Ketahanan fisik Kania dan caranya mengatur nafas selalu mengagumkan. Bibir yang terus mengatup itu membuat pria tersebut terheran-heran. Dia adalah wanita, bagaimana bisa dia tidak mendesis karena sakit akibat serangannya yang brutal.


Pria tersebut berpikir sejenak tanpa bantuan mulut mungkin saja Kania memang sudah di latih sedemikian rupa untuk mengatur nafasnya hanya melalui hidung walau dengan rasa sakit yang parah.