
sore hari vanya menggeliat dari tidur nya merasakan tangan kekar melingkar di perutnya vanya pun mendongak mendapati angga yang tidur dengan damai,vanya pun memegang pipinya yang sedikit nyeri dan mengingat kembali apa yang terjadi pada nya tadi
'sialan tuh orang pake acara nampar geu segala,tapi tadi akting gue bagus juga kalau aja gue ikut lomba pasti bisa menangin piala oscar hihi..hihi..' pikir vanya sambil cekikikan
setelah beberapa saat vanya berusaha mencoba melepaskan pelukan angga tapi tak kunjung bisa tapi vanya tak menyerah vanya terus berusaha,sedangkan angga sejak tadi merasa tidur nya terganggu tapi tak ada niat untuk membuka matanya malah mempererat pelukvanya
"tu..tuan" panggil vanya
"biarlah seperti ini dulu" ujar angga sambil bergerak mencari posisi yang lebih nyaman
"tapi tu..." ucap vanya terhenti karna angga menyelanya
"diamlah..biarkan aku tidur lagi..." ucap angga sambil menyembunyikan wajah nya di cekuk leher vanya,karna merasa usahanya tak membuahkan hasil vanya pun pasrah dan kembali terlelap bersama angga,sedangkan angga yang merasa tidak ada perlawanan lagi dari vanya bersorak kemenangan dalam hati dan ikut terlelap kembali bersama vanya
mata mulai tenggelam dan digantikan bulan waktu sudah menunjukkan pukul 18.30 malam angga mulai mengerjap ngerjap kan matanya dan melihat ke depan nya terlihat seorang wanita cantik yang sedang tidur dengan wajah polos nya 'cantik...bahkan saat tidur saja kau tetap cantik... apakah aku benar benar mencintai mu...ku harap memang begitu...' pikir angga sambil membelai pipi vanya lembut agar sang empu tidak bangun
setelah beberapa saat angga pun bangit dari tidurnya dan berjalan menuju kamar madi untuk membersihkan diri,tak berselang lama vanya pun membuka matanya dan menoleh kesamping tapi sudah kosong 'kemana dia..' pikir vanya sambil bangkit ke posisi duduk dan mengumpulkan nyawanya, vanya mendengar suara gemercik air dari kamar mandi 'pasti di kamar mandi' pikir vanya langsung beranjak untuk menyiapkan pakaian suami nya dan turun kebawah untuk mengambil minum
15 menit kemudian angga keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang dililit di pinggangnya mata angga menuapu seluruh ruangan mwncari wanita nya tapi nihil wanita nya sudah tidak ada di dalam kamar teesebut,angga melihat pakaian sekcual yang sudah di siapkan istrinya itu di kasur ia pun gerega menyambar pakiannya dan mengenakannya dan menunggu vanya sambil mengecek email di hp nya
ย
sedangkan di bawah vanya berjalan menuju dapur dan mensapati para pelayan yang sedang memasak,bi ijah yang melihat nona muda nya di dapur pun menghamhampirinya
"ada yang bisa saya bantu nona.." tanya bi ijah
"ah..tidak ada saya hanya ingin mengambil air saja" ujar vanya berjalan ke arah kulkas dan mengambil air
"apa saya boleh membantu memasak.." tanya vanya
"tidak perlu nona ini sudah menjadi rugas kami..." jawab bi ijah
"
ย "ayolah aku sesang tidak ada kerjaan aku bosan jika harus dian saja " ujar vanya
"tapi nona kalau tuan muda tau.." ucap bi ijah sedikit takut
"ayolah tidak papa dia tidak akan marah lagi pula aku sudah pernah masak tapi dia tidak marah...ayolah.." ucap vanya sambil mengeluarkan wajah imut nya yang membuat semua orang salah dalam menilai sifat asli di balik wajah imut nya itu
'aduh nona wajah imut mu itu memvuat ku tak tega untuk menolak mu' batin bijah
"baiklah nona tapi nona harus tetap hati hati" ucap bi ijah dengan berat hati
akhirnya vanya pun ikut memasak bersama para pelayan,setelah satu jam semua makanan pun sudah siap vanya yang hendak menatanya di meha makan tapi di hentikan oleh bi ijah
"jangan nona biar saya saja yang menata nya lebih baik nona naik ke atas pasti tuan muda sedang menunggu anda.." ucap bi ijah
"baiklah kalau gitu vanya ke atas dulu ya bik.." ucap vanya
vanya pun berjalan ke arah kamar nya,sesampai nya di depan kamarny vanya segera membuka pintu dan mendapati angga yang sedang sibuk dengan ponselnya vanya pun berjalan menuju lemari mengambil pakaian dan hedak ke kamar mandi
"dari mana kau..." tanya angga masih fokus ke ponselnya
"tuan..saya dari dapur tuan mangambil minum.." jawab vanya menghentikan langkah nya
"emm..tadi saya membantu bibik memasak makan malam..."
"kenapa kamu yang membantu apa tidak ada pelayan lainnya..." tanya angga mulai bangkit dari tempat duduk nya
"tidak tuan...saya yang memang ingin membantu bibik..." jawab vanya
"lain kali jangan lakukan lagi bagaimana kalau kau terluka...lagian disini juga banyak pelayan,mereka di gaji bukan untuk diam saja.." ujar angga berjalan ke arah vanya dan memeluk nya dari belakang membuat vanya terkejut
"i..iya tuan" ujar vanya gugup
'duh ni orang kenapa tiba tiba berubah gini ya,ini juga jantung gue ngapain kaya mau loncat aja' pikir vanya dalam hati
"tuan..boleh anda lepas kan pelukan anda saya ingi mandi" ujar vanya,angga pun melepaskan pelukannya dan membiarkan vanya mandi
20 menit kemudian vanya keluar dari kamar mandi dengan setelan baju santai nya berjalan ke arah meja rias untuk mengeringkan rambut nya tiba tiba ada sebuar tangan kekar yang melingkar di peurut nya
"tuan.." panggil vanya
"hemm..." jawab angga sambil membenamkan wajah nya di cekuk leher vanya menghirup arona tubuh vanya yang menenangkan menurut nya
"tuan...apa yang anda lakukan" tanya vanya
"hemm...maaf" ucap angga
"untuk.." tanya vanya
"maaf untuk yang tadi siang...maaf aku tidak bisa menjaga mu..mulai sekarang aku akan selalu menjaga mu..dan mulai sekarang aku akan belajar menerimamu bisakah kau memberiku kesempatan.." ucap angga membuat vanya tertegun
'hah apa yang dia katakan..apakah tadi kepalanya mebrak sesuatu kenapa sikap nya berubah jadi aneh begini...tapi apakah gue bisa menerimanya ...ah sudahlah mending jalanin aja dulu kasian juga kalau di tolak' pikir vanya
'ekhemm..'
"apakah kau mau memberiku kesempatan untuk belajar mencintamu" tanya angga lagi
"hah..i..iya tuan" ucap vanya membuat angga tersenyum senang dan mengecup pipi nya
Cupp...
"terima kasih..mari kita turun.." ajak angga menarik tangan vanya
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
**JANGAN LUPA
LIKE
KOMEN DAN
VOTE YA
BAY BAY๐๐**