
di tempat angga
mobil yang dikendari oleh angga sudah sampai di depan cafe dimas pun lanhsung keluar membukakan pintu untuk angga dan mengikuti nya berjalan masuk je dalam cafe,sesampai nya di di dalam angga langsung di sambut oleh pelayan cafe
"selamat siang...dengan tuan angga pratama?.." tanya pelayan cafe itu
"iya nona..." jawab dimas
"oh..mari saya antarkan ke tempat duduk anda.." ucap pelayan tersebut
angga pun berjalan mrngikuti pelayan tersebut begitu juga dengan dimas yang mengekor di belakang nya,sesampai nya di meja terlihat seorang pri paruh baya yang sedang menunggu nya dan di samping nya terdapat seorang wanita cantik berpakaian yang bisa di bilang kurang bahan menyambut nya
"selamat datang tuan angga" ucap adit(pemilik J'K GROUP) sambil mengangkat tamgan nya berniat berjabat tangan dengan angga namun tak mendapatkan respon dia pun kembali menurunkan tangan nya
"mmm...silahkan duduk tuan" ucap adit angga pun langsung duduk sementara dimas tetap berdiri di samping angga
"sebelum itu perkenalkan ini putri saya jenifer cold...dia baru saja pulang dari london untuk menyelsaikan kuliah nya dan sekarang dia bekerja sebagai sekretaris saya dia juga anak yang baik dan penurut.." ucap adit berusaha membuat adit tertarik dengan putri nya sedangkan jenifer hanya duduk dengan tampang malu malu nya
"maaf saya tidak tertarik saya sudah menikah..." ujar angga langsung membuat jenifer merasa kesal
angga melirik dimas memberikan kode dimas yang mengerti kode tersebut lang angkat bicara
"maaf bisa langsung di mulai rapat nya kami tidak memiliki banyak waktu luang.." ucap dimas dengan nada dingin nya
"ah baiklah kita mulai...jadi begini ....bla.....bla....bla....bla" jelas pak adit dimas pun mendengarkan dengan cermat apa yang di sampaikan oleh pak adit
sedang kan angga sedang menyapu pandangannya ke seluruh isi cafe tersebut dan pandangannya terhenti saat melihat gadis cantik yang yang sangat ia kenali siapa lagi kalau bukan istri nya vanya sedang tertawa bebas bersama seorang gadis lain yang mungkin adalah temannya,tanpa sadar kedua sudut bibir nya sedikit terangkat hingga membentuk sebuah senyum yang sangat tipis hingga tak ada seorang pun yang melihat senyum nya
'dia sangat manis ketika tersenyum,tapi kenapa saat di depan ku dia hanya menunduk apakah aku sanagt menakutkan hingga dia tak mau melihat ku' batin angga berbicara sambil terus memerhatikan vanya yang sedang asik mengombrol dengan teman nya itu sedangkan jenifer sedari tadi sibuk curi curi pandang kepada annga sambil tersenyum
'aku harus mendapat kan mu apapun cara nya meski aku harus membunuh istri mu,aku adalah jenifer cold yang harus mendapatkan apapun yang ku mau dengan cara apapun' ucap jenifer dalam hati sambil terus memnadangi wajah tampan angga
kembali ke meja vanya
vanya dan sarah sedang sibuk mengobrol entah apa yang mereka bicarakan hingga membuat vanya tertawa dengan lepas mengingat vanya adalah sosok yang dingin dan jarang sekali terseyum kepada siapapun kecuali keluarga nya,lama mereka mengobrol vanya pun pamit untuk ke toilet
"eh sar...gue ke toilet dulu ya kebelet nih gara gara dari tadi ketawa mulu" ucap vanya
"iya deh sana dari pada loe kencing di sini kan nggak etis masa iya seorang que....upss" ucap sarah terhenti menutup mulut nya dan mendapat tatapan tajam dari vanya
"kalau punya mulut di tu dijaga..mau gue robek mulut loe hah.." ucap vanya menatap tajam sarah
"eh..jangan dong...sorry deh kan geu nggak sengaja...udah sana cepet katanya mau ke toilet..sana..sana" ucap sarah mengalihkan pembicaan
"yuadah kali ini gue maafin tapi kalau untuk yang kedua kali nya nggak...gue ke toilet bentar" ujar vanya berjalan ke arah toilet
"jangan lama lama" ujar sarah namun tak di dengar oleh vanya
vanya berjalan menuju kamar mandi tapi langkah nya terhenti di depan kamar mandi karena sebuah tangan kekar menghrmentikannya vanya pun mendongak ke atas
"singkirkan tangan anda dari hadapan saya sebelum anda menyesal" ucap vanya dengan nada dingin dan muka datar nya
"ayolah jangan sok jual mahal deh..." ucap sang pria mencolek pipi vanya membuat vanya emosi dan langsung memelintir tangan pria tersebut membuat pria itu menjerit
"akhh...sakit lepaskan aku dasar kau wanita tak tau di untung" jerit pria itu
vanya pun melepaskan saat hendak melnjutkan serangan nya vanya mendengar suar langakah kaki dan dengan cepat vanya membalik keadaan seolah olah dia ingin di per***a
"tuan tolong lepaskan saya tuan saya mohon" ujar vanya pura pura memohon,melihat itu pria itu pun melongo tapi dengan cepat dia menghampiri vanya dan menampar nya
Plaakkk...
tamparan keras mendarat di pipi mulus vanya hingga meninggalkan bekas kemerahan
"ampun kau bilang setelah apa yang kau lakukan pada ku...heh.." ujar pria itu memegang dagu vanya erat
'sialan nih orang pake nampar pipi gue segala,lagian siapa sih yang dateng ke aini ganggu aja..' ujar vanya dalam hati merasa kesal
"tolong...tolong....tuan tolong lepaskan saya" ujar vanya memohon dengan air membanjiri pipi nya
author:"halah tipu lah kau vanya....vanya"
vanya:"sirik aja lu thor..biarin aja napa dari pada identitas gue kebingkar.."
author: "emang loe siapa pake rahasia rahasiaan segala..."
vanya:"emang nya loe nggak tau thor gue inikan queen mafia angel date dan juga pemilik perusahaan terbesar no.1 di dunia.. dasar author kudet"
author: "sombong amat lu van..van"
vanya"biarin...wle..๐"
author: "udah ah..mending kita lanjut ceritanya.."
skipp
"lepaskan kau bilang jangan harap" ujar pria itu langsung merobek lengan baju vanya,pria itu mendekatkan wajah nya hendak mencium vanya tapi
"heeiii....." teriak seseorang dan
bughh...
HAI READES KARNA KEMARI AUTHOR TELAT UP NYA HARI INI AUTHOR TAMBAHIN **EPISODE YANG AGAK PANJANG YA MUMPUNG OTAK AUTHOR NYA LAGI JALAN๐๐
KALAU KALIAN SUKA JANGAN LUPA TEKAN TOMBOL FAVORITE,LIKE,KOMEN,DAN VOTE YA
SAMPAI JUMPA DI EPISODE SELANJUT NYA๐๐**