My Wife Is Mafia

My Wife Is Mafia
26. My Wife Is Mafia



Kania tahu itu akal-akalan Mamanya saja untuk membuat dia bertemu dengan Prabu. Beli di singapore sama di pasar juga tidak ada bedannya, semua bagian bawah rantang akan tertulis made in china.


Tiba-tiba ponsel Kania kembali bergetar dan nama yang paling Kania hindari telah tertera di layar,


..."Jam berapa kamu akan ke kantorku? aku ada meeting sebentar lagi"...


Pesan yang tertera di layar Hp milik Kania terasa membahagiakan, Kania tersenyum layaknya orang yang berbunga-bunga, istilah pucuk di cinta ulam tiba mungkin lebih tepatnya bisa di gunakan oleh Kania.


Kania dengan sangat bersemangat membalas pesan dari Prabu bahwa rantang yang berada di ruangannya tolong di titipkan ke sekretarisnya saja, Kania akan mengambilnya sejam lagi tepat Bram melakukan meeting pastinya, agar mereka tidak bertemu. Kania menghindari pertemuan itu.


Kania tersenyum lebar, dia telah berhasil melakukan poin satu dalam buku serbaguna, cara memutuskan pacar yang baik dan benar bahwa dia harus menghindari sbeuah pertemuan.


Tiba-tiba Hp Kania bergetar sebagai isyarat ada pesan teks yang masuk, Kania membukanya dan membaca kata per kata balasan dari Prabu tersebut.


..."Memangnya kau pikir dirimu siapa? seenaknya menyuruhku seenaknya? apa yang kau titipakan?"...


Kania serasa ingin mengerang sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dan menarik setiap helai rambutnya sebagai petanda dia sangat amat kesal dengan balasan pesan teks Prabu tersebut.


"Tentu saja aku boleh mengatakan itu, karena aku adalah calon isrimu bodohhhhh!" gumam Kania


Kania rasanya ingin mengubah Hp nya menjadi adonan bakso yang telah di cincang-cincang menggunakan pisau yang sangat besar dan snagat tajam, ah tidak. Harusnya Kania mencingcang daging Prabu saja karena kesal di buatnya.


Kania memutuskan untuk tidak membalas pesan tersebut untuk membuat pikiran warasnya kembali.


"Kania"


Kania yang mendengar seseorang memanggil namanya, kemudian berbalik dan celingak-celinguk mencari titik suara tersebut, tiba-tiba Kania keluar dari pintu mobilnya dan Ulfa sudah berdiri tepat berada di dekatnya.


Sperskian detik Kania kaget tapi dia berusaha untuk tetap tenang menghadapi Ulfa,


"Apa yang kau lakukan disini? bukannya kau masih menikmati masa cutimu?" tanya Ulfa


Kania yang menyadari tatapan Ulfa ke arah layar Hp nya dia dengan cepat memasukan Hp nya ke dalam saku celana bagian belakangnya. Kania berharap bahwa Ulfa tidak melihat isi dalam pesan teks yang berada dalam layar Hp tersebut.


"Iya bu, ada apa?" tanya Kania


"Kebetulan kau berada di sini, saya berencana untuk mngundang pacar saya untuk makan malam lagi" ucap Ulfa


Dia menjelaskan jika malam ini adalah ulang tahun kekasihnya , Ulfa menjelaskannya dengan sangat bahagia, raut wajah Ulfa yang selalu terlihat tegang dan tegas di hadapan Kania tidak lagi, dia menjadi sosok yang lain saat menjelaskan Prabu. Tidak ada lagi malu, ragu atau kalimat perintah seperti sebelumnya.


"Ulfa ingin menyerang Luna dengan cara mengundang Prabu untuk makan malam lagi?" batin Kania


Kania menggigit bibir bawahnya dan mengepalkan tangannya, seperskian detik Kania membayangkan acara makan malam Ulfa dan Prabu pasti akan sangat romantis, terlebih lagi itu adalah ulang tahun Prabu, hari yang sangat spesial.


"Damn!, sudahlah Kania, bayangkan saja cek yang akan kau terima dari pekerjaan itu. Bayangkan tabnganmu yang menggunung dan nantinya kau akan berkuasa dengan menjadi Queen of the bloods" batin Kania


Kania akhirnya memberi anggukan permintaan Ulfa untuk melakukan hal yang sama, memasak menu masakan tradisional sebagai menu makan malam ulang tahun Prabu.


"Aku liat cutimu tidak akan lama lagi selesai"


Kania kembali mengangguk.


"Sebagai bonus, aku akan menambah cutimu kali ini" ucap Ulfa


Kania tersenyum, tidak ada hal yang membahagiakan selain libur, bersantai, rebahan tapi rekening banking terisi. Ulfa pun terlihat masih mengembangkan senyumnya. Kani yang melihat senyum Ulfa kembali memasang wajah datar.


Harus Kania akui bahwa Ulfa akan terlihat cantik dan manis saat dia menampilkan senyumnya. Ulfa kembali menyodorkan kartu-kartu untuk keperluan makan malam nanti tapi yang berbeda adalah tidak ada daftar menu makan di dalamnya, Ulfa percaya sepenuhnya dengan selera Kania bahwa dia akan memberikan menu yang terbaik, pikirnya.


Kania tersenyum kecil menerima kartu-kartu tersebut, dia sangat senang karena akhirnya dia memiliki alasan untuk tidak ke perusahaan Prabu untuk mengambil rantang tersebut, dia akan memberitahu Mama Sera bahwa dia sedang mendapat pekerjaan dadakan oleh bosnya.


Kania pun sudah bertekad bahwa dia tidak akan melakukan kesalahan yang sama untuk menyepelekan waktu, Prabu bisa saja datang lebih cepat jadi dia harus bergegas agar tidak bertemu Prabu lagi dan bisa menimbulkan kecurigaan.


Kania meraih Hp nya dan menelfon mama Sera dan menjelaskan masalah tersebut, Mama Sera terdengar menjerit di dalam sana, dia mengatakan jika jam tujuh malam, Kania akan di jemput Prabu untuk makan malam di rumah keluarganya.


Kania memutar matanya malas, dia merasa sangat banyak situasi dan kondisi mengharuskannya untuk bertemu. Kania berpikir,


"Dia kan akan makan malam bersama Ulfa malam ini, berarti dia nggak mungkin jemput aku, aku yakin dia memiliki rencana lain untuk membatalkan rencana menjemputku, kalau dia ke rumah ulfa makan malam, barulah aku kerumah dia bertamu dan menjelek-jelekan sikapnya di depan kedua orang tuanya" pikir Kania kemudian tersenyum licik.


Kania membalas ucapan Mama Sera bahwa tenang saja, Kania kan makan malam di rumah Prabu tapi setelah melaksanakan tugasnya dari Ulfa.


Mama Sera setuju dan terdnegar hembusan nafas yang lega dari ujung telpon sana, Mama Sera kemudian mematikan panggilan telpon tersebut.


Kania menelfon Gita dan sahabatnya yang lain dengan pangilan konfrens kemudian menceritakan kepada mereka semua bahwa satu persatu rencana untuk memutuskan pertunangannya telah di lakukan dan dia berharap itu akan berhasil,


"Ahh serius kamu Nia? padahal sekarang Prabu lagi di kantor aku di lantai tujuh lagi meeting sama pimpinan bank" ucap


"Kamu serius bantuin Ulfa untuk balikan sama Prabu dan kamu yang nyiapin semuanya?" tanya GIta


"Asataga, astaga, kura-kura imut kamu hempasin Nia" timpal Vivian


Kania mendengar itu merasa muak, dia membalas bahwa Kania akan menyiapkan makan malam super duper romantis untuk mereka berdua, keputusan Kania telah bulat untuk membatalkan pertunangan mereka.


"Jadi Ulfa dong pemenangnya"


"Yah, seperti itu. AKu akan membuat suguhan dagingnya dengan irisan terbaik, terlihat lembut tapi aslinya telah menjadi sebuah potongan dadu dan isian tiap adonan aku akan memasukan beberapa daging cincang lembut terbaik" timpal Kania.