
“Wwuuaahhh.. bagus banget ya suaranya” seru MC 1 yang naik ke panggung
“Kalau boleh tahu lagu ini buat siapa Ibrahim ?” tanya MC 2 yang sudah berdiri di samping Ibraa
“Dia sahabat saya.. seseorang yang penting buat saya” ucap Ibraa tulus dan matanya terus menatap Arness
“Bucin” gumam Lucky
“Kamu iri karena nggak bisa kayak Ibraa” gerutu Ivy
Makasih banyak Ibraa.. kamu juga termasuk salah satu orang yang penting di hidup aku.. -batin Arness
Ibraa turun panggung dan kembali duduk sama sahabat SPIRITUALnya.
Arness dan yang lainnya menyalami tangan Ibraa memberikan selamat.
Sedangkan Uma masih duduk di tempat tadi dia merekam Ibraa.
“Baiklah.. sekarang kita panggil peserta terakhir kita ya.. Arnneessss !!” sambut kedua MC dengan sangat meriah
“Apa-apaan !!” bentak Arness sedikit kesal
“Ness.. ayolah naik ke panggung, nyanyi 1 lagu ya..” ucap Iza memohon
“Iya Ness.. kita udah daftarin kamu, ayo dong Ness” ucap Ivy memohon
“Apa ? kamu juga mau mohon kayak mereka berdua ?” tanya Arness tajam melihat Irsya
“Tolong lah Ness, niat kita baik.. Ibraa juga nggak tahu tentang ini” ucap Raka
“Siapa yang daftar ?” tanya Arness kesal
“Aku, Ness” jawab Iza sedikit takut
“Ya udah sana kamu yang naik ke panggung” ucap Arness ketus
“Ness, nggak ada salahnya nyanyi juga, kalau aku yang jadi korbannya ngelakuin itu masa kamu nggak mau ?” bujuk Ibraa
“Lagian nggak malu-maluin kan suara kamu bagus, kamu juga jago main gitar” bujuk Lucky
“Aku nggak mau nyanyi.. percuma, karena lagu yang aku nyanyiin buat kak Akbar” jawab Arness ketus
“Little.. ayo nyanyi dong.. katanya buat aku.. aku nonton loh sesuai kata kamu tadi” ucap Akbar dari layar Hp Uma
“Hah ?” Arness kaget
“Aku udah VC pak Akbar buat kamu.. sana nyanyi, jangan bikin kita malu” ucap Uma yang berdiri di samping Arness
“Mana nih peserta terakhir kita ? kalau belum naik panggung juga kita diskualifikasi yaa” ucap MC 2
“Disini !! orangnya ada disini !!” teriak sahabat SPIRITUAL Arness
“Aku ngelakuin ini karena kalian dan pacar aku nonton ya !” ucap Arness tajam
Arness melepas waist bag nya lalu berjalan pasrah ke atas panggung dengan kedua tangan dimasukkan ke dalam kantong jaketnya.
“Arness ?” tanya MC 1 saat Arness sudah berdiri di atas panggung
“Iya” jawab Arness mengambil mikrofon dari stand
“Oke.. Arness mau nyanyi lagu apa ? biar kita siapin lagunya” ucap MC 2
“Saya akustikan” jawab Arness dengan pasti
“Wwoowww.. baru kali ini peserta cewek main gitar ya” ucap MC 1 meriah
“Lagu apa Arness ?” tanya MC 2
“Celengan Rindu, Fiersa Besari” jawab Arness datar
“Baiklah, silahkan di pakai strap gitarnya dan duduk di kursi yang sudah kami sediakan” ucap MC 2
Arness mengikuti arahan mereka. Mengalungkan strap gitar dan duduk di kursi atas panggung.
Mengibaskan rambutnya yang terjepit strap gitar dan membiarkannya terurai ke dada dan punggung Arness.
Manis banget Little Arnessta ku pakai jaket dan sepatu dari aku.. rambutnya astagaa.. harusnya dia lakuin itu kalau ada aku aja.. jangan sampai cowok-cowok mesum disana godain Little ku.. -batin Akbar
Para MC sudah turun panggung, Arness mengarahkan stand mikrofon agar pas ke bibirnya.
Arness mulai memetikkan gitar di pelukannya.
Dari sinilah para penonton mulai tertarik menonton gadis manis yang duduk di atas panggung sendirian ini.
Uma mengarahkan layar Hp nya ke Arness biar Arness dan Akbar bisa sama-sama melihat.
Aku kesal dengan jarak
Yang sering memisahkan kita
Hingga aku hanya bisa
Berbincang denganmu di Whatsapp
Aku kesal dengan waktu
Yang tak pernah berhenti bergerak
Barang sejenak
Agar ku bisa menikmati tawamu
Ingin ku berdiri di sebelahmu
Menggenggam erat jari-jarimu
Mendengarkan lagu Sheila on 7
Seperti waktu itu saat kau disisiku
Dan tunggulah
Aku disana
Memecahkan
Celengan rinduku
Berboncengan denganmu
Mengelilingi kota
Menikmati surya
Perlahan menghilang
Hingga
Kejamnya waktu
Menarik paksa
Kau dari pelukku
Lalu kita kembali
Menabung rasa rindu
Saling mengirim doa
Sampai nanti sayangku
Jangan matikan Hp mu
Kau tahu aku benci khawatir
Aku tak suka bertanya-tanya
Ingin ku bakar dia yang sering
Mention-mentionan denganmu di Twitter
Namun kau selalu meyakinkanku
Tuk tumbuhkan percaya.. Bukan rasa curiga
Dan tunggulah
Aku disana
Memecahkan
Celengan rinduku
Berboncengan denganmu
Mengelilingi kota
Menikmati surya
Perlahan menghilang
Hingga
Kejamnya waktu
Menarik paksa
Kau dari pelukku
Lalu kita kembali
Menabung rasa rindu
Saling mengirim doa
Sampai nanti sayangku
Fiersa Besari : Celengan Rindu
Mata Arness nggak pernah lepas menatap Akbar dari Hp Uma, dia banyak tersenyum saat menyanyikan lagu itu karena Akbar menontonnya.
Arness juga melihat Akbar ikut nyanyi karena setiap Arness nyanyi dia selalu minta Akbar buat ikut nyanyi.
Prok.. Prok.. Prok.. Prok.. Prok.. Prok.. Prok..
Tepuk tangan yang sangat meriah dari penonton yang menonton Arness memenuhi acara sampai ke seberang jalan dan indoor kafe.
“Makasih buat semuanya” ucap Arness sopan dan sedikit membungkukkan kepalanya
“Wwuuahhh.. kalau begini kita udah tahu ya siapa pemenangnya” ucap MC 1 yang berjalan naik panggung
Arness berdiri dan masih mengalungkan strap gitar itu di bahunya sambil memegang mikrofon di tangan kirinya.
“Kamu LDR ya ?” tanya MC 1
“Iya.. sementara” jawab Arness sambil tersenyum ke arah Akbar yang masih VC di Hp Uma
“Apa sama laki-laki yang ada di VC itu ?” tanya MC 2 memastikan
“Iya” jawab Arness tersenyum ramah
“Patah hati !” teriak salah satu penonton laki-laki
“Belum kenalan udah ada yang punya !” teriak penonton laki-laki lainnya
“Jangan marah.. aku bisa selesaiin sendiri” ucap Arness ke arah Akbar yang terlihat mulai kesal dan menandakan tanda OK dari tangan kanan Arness
Akbar tersenyum dan mengangguk senang melihat Arness yang memperhatikannya.
“Nyanyiin lagu lain !” teriak penonton laki-laki lainnya
“Nyanyi.. nyanyi.. nyanyi.. nyanyii !!” seru para penonton mau perempuan dan laki-laki
“Arness mau sumbang 1 lagu buat mereka ?” tanya MC 1
“Sebentar” jawab Arness cepat
“Aku nyanyi buat mereka boleh ?” tanya Arness ke Akbar tanpa bersuara
Akbar tersenyum dan mengangguk.
“Oke.. saya mau nyanyi 1 lagu buat semua penonton yang ada disini, terutama buat 2 cowok yang sangat perhatian dan sayang sama saya” ucap Arness mengedarkan pandangannya dan berhenti di Ibraa dan Lucky
Ibraa dan Lucky sama-sama bertukar tatap lalu tersenyum malu tapi senang, sedangkan Akbar bingung dan sedikit kesal karena ucapan pacarnya.
“Lagu apa yang mau kamu nyanyiin ?” tanya MC 2
“Cinta Yang Lain, Alm. Chrisye” jawab Arness datar
“Baiklah semuanya.. ini persembahan lagu dari Arness” seru kedua MC memberi tepuk tangan lalu turun dari panggung
Lagu itu buat siapa Little ? siapa yang kamu maksud 2 cowok yang perhatian dan sayang sama kamu itu ? apa itu buat 2 bocah itu ? -batin Akbar
Janganlah pernah kau harapkan aku
Untuk dapat mencintai dirimu
Coba renungkan dalam hati kita
Perpisahanlah yang mungkin terbaik
Lupakan aku
Jangan pernah kau harapkan cinta
Yang indah dariku
Lupakan aku
Ku punya cinta lain yang tak bisa
Untuk kutinggalkan
Mungkin suatu saat nanti
Kaupun akan mengerti
Bahwa cinta memang tak mesti
Harus bersama
Lupakan aku
Jangan pernah kau harapkan cinta
Yang indah dariku
Lupakan aku
Ku punya cinta lain yang tak bisa
Untuk kutinggalkan
Alm. Chrisye : Cinta Yang Lain
**