My First And Last 'Akbar'

My First And Last 'Akbar'
Permintaan



Sampai rumah, seperti biasa Arness melakukan ritualnya lalu duduk di ruang tamu sama Fathir.


“Papa kenapa belum tidur ?” tanya Arness duduk melipat kaki di bangku


“Mau nonton bola” jawab Fathir seadanya


“Halah.. bola 1 aja jadi rebutan, di warung banyak tuh pa” jawab Arness kesal


“Sana sana mending masuk kamar daripada gangguin papa nonton” usir Fathir tanpa menoleh ke Arness


“Udah kayak mama kalau lagi nonton drakor, nggak bisa banget di ganggu wlee” ledek Arness lalu kabur masuk kamar


**


Seminggu berlalu..


Para haters itu masih mem bully Arness dengan menyindir, melihat sinis, dan melabrak Arness, tapi Arness selalu sabar menghadapi mereka walaupun kedua tangannya sudah mengepal erat di punggungnya.


..


Hari ini jadwal anggota SPIRITUAL buat kumpul. Kali ini mereka kumpul di rumah Ibraa.


Pulang kerja Arness, Uma, dan Ibraa langsung ke rumah Ibraa, sedangkan Lucky yang hari ini libur janjian buat ketemu di rumah Ibraa langsung sama yang lainnya juga.


..


Sampai rumah Ibraa belum ada anggota yang datang karena nunggu yang punya rumah ada di rumah dulu. Arness, Uma, dan Ibraa masuk duluan di sambut sama orang tua Ibraa dan Abi.


“Assalamu’alaikum” salam Arness, Uma, dan Ibraa


“Wa’alaikum salam” salam kedua orang tua Ibraa dan Abi


“Sini masuk Ness.. Uma” ucap Mamanya Ibraa ramah


“Iya tante, makasih” jawab Uma


Setelah Arness, Uma, dan Ibraa cium tangan sama kedua orang tua Ibraa dan salaman sama Abi, mereka langsung naik ke atas.


Ibraa mengambilkan gitarnya dari kamar buat Arness mainkan sedangkan dia sendiri turun ke bawah buat siapin minuman.


“Uma, mau aku nyanyiin nggak ?” tanya Arness ramah sambil memetikkan senar gitar


“Mau dong maauuu” jawab Uma langsung senang


“Lagu apaan ?” tanya Arness datar


“Eum.. Virgoun, Surat Cinta Untuk Starla” jawab Uma dengan semangat berapi-api


“Nama kamu kan bukan Starla” ledek Arness


“Hih.. ayo nyanyiin, aku rekam” ucap Uma dengan cepat menaruh Hp nya di atas meja dan sudah siap buat ngerekam Arness


Uma yang tadinya duduk di samping Arness jadi pindah ke bangku lain biar nggak kena ke rekaman.


Ku tuliskan kenangan tentang caraku menemukan dirimu


Tentang apa yang membuat ku mudah berikan hatiku padamu


Tak kan habis sejuta lagu untuk menceritakan cantikmu


Kan teramat panjang puisi tuk menyuratkan cinta ini


Telah habis sudah cinta ini


Tak lagi tersisa untuk dunia


Karena tlah ku habiskan


Sisa cintaku hanya untukmu


Aku pernah berpikir tentang hidupku tanpa ada dirimu


Dapatkah lebih indah dari yang kujalani sampai kini


Aku selalu bermimpi tentang indah hari tua bersamamu


Tetal cantik rambut panjangmu meskipun nanti tak hitam lagi


Bila habis sudah waktu ini


Tak lagi berpijak pada dunia


Karena tlah ku habiskan


Sisa cintaku hanya untukmu


Bila habis sudah cinta ini


Tak lagi tersisa untuk dunia


Karena tlah ku habiskan


Sisa cintaku hanya untukmu


Karena tlah ku habiskan


Sisa cintaku hanya untukmu


Virgoun : Surat Cinta Untuk Starla


Uma langsung mematikan rekamannya setelah Arness selesai menyanyikan 1 lagu yang Uma minta itu lalu kembali duduk di samping Arness lalu memeluk hangat sahabatnya dari samping.


“Apa yang aku lewatin nih ?” tanya Ibraa sambil menaruh nampan berisikan 9 gelas kosong dan teko besar berisi es teh manis


“Aku dinyanyiin sama Arness dong” ucap Uma dengan bangganya


“Aku juga mau dong” ucap Ibraa setelah duduk di bangku depan Arness dan Uma


“Lagu apa ?” tanya Arness datar


“Apa aja” jawab Ibraa menunggu


Nggak lama, Ibraa menerima telefon lalu langsung turun, Arness dan Uma menyangka kalau sahabat-sahabatnya sudah datang, jadi mereka berdua nggak turun tapi nunggu di atas.


“Uma, aku mau WA kak Akbar dulu ya” ucap Arness sopan


“Iya gih, aku juga mau kabarin mas Hadi, nanti aku pulangnya sama kamu lagi ya” ucap Uma memastikan


“Iya nanti aku anterin pulang” jawab Arness sambil merogoh Hp dari dalam tas nya


“Kak, lagi ngapain ? aku lagi ngumpul dong sama sahabat SPIRITUAL aku” ucap Arness pamer seperti anak kecil


“Ah aku iri” jawab Akbar cemberut


“Hahaha.. pulang dong, nggak kangen apa sama aku ?” tanya Arness manja


“Kangen dong Little.. maaf ya aku nggak bisa pulang kalau libur soalnya nggak cukup juga waktunya” jawab Akbar sedih dan kecewa


“Ya lagian kan emang kelamaan di jalan kak, kasihan kakaknya nanti” balas Arness khawatir


“Ada kejadian apa selama aku tinggal ?” tanya Akbar tiba-tiba


Deg !!


Kak Akbar nggak tahu kan tentang aku di bully sama haters di tempat kerja ?? -batin Arness takut


“Ada deh.. yang pasti Lucky sama Ibraa seneng kamu pergi, hahaha..” jawab Arness mengalihkan obrolan yang serius


“Pastilah.. ngeselin emang 2 bocah itu” gerutu Akbar


“Kak, tahu nggak ? kakak nyebut mereka bocah, mereka nyebut kakak orang tua, hahahahaha..” balas Arness meledek tingkah 3 laki-laki itu


“Emang aku se orang tua itu apa, aku tuh masih cocok di panggil kakak, kayak kamu manggil aku” balas Akbar nggak mau kalah


“Berarti nggak cocok dong ya kalau di panggil sayang ? ya udah nggak jadi deh aku panggil sayang” goda Arness


“Ih jahat banget kamu.. bisa-bisanya ya bikin aku lengah sama godaan kamu itu” balas Akbar ngambek


“Hahaha.. sayang, udah dulu ya.. mereka udah dateng, nanti malem aja aku VC sampai kamu ketiduran lagi wlee” balas Arness sedikit meledek


“Iya Little.. salamin ke sahabat SPIRITUAL kamu dari calon suami kamu ya” balas Akbar dengan PD nya


Arness menyampaikan salam Akbar ke sahabat SPIRITUALnya dan ngobrol bercanda seperti biasanya lagi.


“Guys.. aku mau minta tolong boleh ?” tanya Arness hati-hati


“Kenapa harus nanya ? kita kan pasti tolongin” ucap Iza sedikit kesal


“Kenapa Ness ? apa masalah haters itu ?” tanya Tristan sedikit kesal


“Iya” jawab Arness singkat


“Kenapa ? kamu minta aku ngapain ?” tanya Lucky berapi-api


“Aku minta, kalian semua nggak kasih tahu masalah ini ke siapa-siapa, terutama kak Akbar” ucap Arness khawatir


“Kenapa orang tua itu nggak boleh tahu ? ini kan gara-gara dia !” bentak Lucky setengah berteriak


“Nggak Ky.. tolong ya jangan ada yang kasih tahu siapa-siapa, 3 bulan cepet kok.. aku bisa tahan..


Terutama kamu Uma, Lucky, sama Ibraa, kalian satu outlet sama aku, jangan sampai ada yang tahu, dan sekali lagi jangan kasih tahu kak Akbar” ucap Arness tegas


Uma, Lucky, dan Ibraa menelan ludahnya sendiri setelah mendengar ucapan Arness barusan.


“Ness.. di outlet ku juga ada haters, aku rasa mereka kerja sama sama haters di outlet kamu” ucap Ivy khawatir


“Di outlet ku juga ada Vy, mereka 2 orang, cewek juga tapi nggak pernah apa-apain aku sih” tambah Irsya


“Di outlet kalian ada berapa ?” tanya Ibraa melihat ke Ivy dan Iza


“2 orang cewek juga, gaya mereka selangit, aku lihat mereka juga gatel banget godain cowok-cowok di outlet ku, ya Vy ?” jelas Iza kesal


“Iya, dandanan mereka tebeeellllll banget berlapis-lapis kayak bika ambon” celetuk Ivy ketus


“Hahahaha.. nggak jauh beda ternyata sama di outlet kita ya Ness” ledek Uma menahan tawa


“Iya, di outlet ku ada 3 orang, mereka selalu bertiga dan nggak pernah negor yang lainnya, kecuali cowok ganteng” jawab Arness malas


“Iya, aku pernah di godain sama mereka, geli banget” sahut Ibraa


“Aku juga pernah di pegang-pegang sama mereka, bikin merinding” tambah Lucky


“Hahahahaha.. berarti kalian ganteng dong ?” ledek Ivy


“Aku emang ganteng dari lahir” jawab Lucky dengan PD nya


“Ness, kamu tenang aja.. kita juga bakalan kerjasama kayak para haters itu” ucap Raka serius


“Makasih Ka.. tapi aku minta tolong jangan sampai kalian kena masalah sama mereka ya” ucap Arness khawatir


“Iya Ness.. iyaaaa” jawab Iza malas


“Kita nggak bakalan kenapa-napa Ness” ucap Irsya menenangkan Arness


“Jaga diri kamu sendiri Ness, mereka nggak bakalan ganggu kita” ucap Ivy tenang


“Pokoknya ya ! kalau sampai kalian berempat kenapa-napa gara-gara aku.. cih, aku hancurin lapisan dandanan dari muka mereka sampai nggak bisa di dandanin lagi tuh muka !” ucap Arness tegas menatap Uma, Iza, Ivy, dan Irsya satu persatu dengan tatapan tajam dan memukul-mukul tangannya sendiri


Glek !!


Begitulah reaksi sahabat SPIRITUAL melihat Arness dari sisi ini.


Walaupun mereka nggak pernah lihat Arness berkelahi secara langsung, tapi mereka percaya karena postur tubuh Arness memang seperti perempuan yang bisa bela diri dan Uma juga beberapa kali bilang ke mereka kalau Arness suka menonjok dan menendang angin bahkan pernah menonjok dan menendang pilar mall saat kejadian Arness cemburu karena Akbar bilang nunggu pacarnya pulangnya kerja.


“Udahlah jangan dibawa serius, ayo kita seneng-seneng lagi” ucap Arness dengan nada langsung senang


Padahal kamu sendiri yang bikin suasana jadi tegang gini, dasar tomboy cengeng.. -batin sahabat SPIRITUAL


**