My First And Last 'Akbar'

My First And Last 'Akbar'
Es Krim (1)



Arness melingkarkan tangan kirinya di tangan kanan Akbar yang menggendong Arka dan berjalan keluar pagar rumahnya.


“Cocok banget udah..” ucap Andre


“Iya ya Ndre” sahut Ira lembut


“Biarin aja dulu, mereka kan baru pacaran, biarin mereka nikmatin masa-masa mereka pacaran” celetuk Roy


“Ya udah ayo masuk” ajak Andre ke kedua orang tuanya dan Istrinya yang menggendong baby Shira


..


Sedangkan itu, saat Arness, Akbar, dan Arka lagi melihat beberapa laki-laki memukul bedug tanda takbir, Akbar ketemu teman lamanya.


“Hei Bar.. udah lama” sapa laki-laki itu di temani seorang perempuan di sampingnya


“Hei Rel, kemana aja kamu ?” tanya Akbar sambil menyalami tangan temannya itu


“Ada, hahahaha.. ini istri sama anak kamu ?” tanya temannya itu sambil melihat ke Arness dan Arka bergantian


“Hahaha.. kenalin dulu aja lah” jawab Akbar


“Arness..” sapa Arness sopan ke teman Akbar dan perempuan di sampingnya itu


“Farel, ini pacar ku Tifany” ucap Farel sopan dan ramah


“Kok kalian nikah nggak ngundang aku ?” tanya Farel sedikit kesal


“Nanti di undang Rel” jawab Akbar datar


“Loh ? terus ini ? nggak mungkin kan ??” ucapan Farel menggantung kaget


“Mikir apa kamu ? Arness ini pacar ku, ini ponakan ku, anaknya kak Andre” jelas Akbar


“Hahahaha.. maaf maaf, aku mikir yang nggak-nggak” ucap Farel sambil menepuk-nepuk bahu Akbar


“Aunty.. aku mau es klim (es krim)” rengek Arka


“Ayo” jawab Arness ramah


“Ya udah Bar, aku duluan ya, lain kali kita ngobrol lagi” ucap Farel dan berlalu begitu saja


..


“Siapa yang mau es krim ?” tanya Akbar tersenyum


“Aku !” jawab Arness dan Arka bersamaan dengan semangat


“Hahahaha.. aunty ngikutin Alka” tawa gemas Arka meledek Arness


“Kenapa kamu ikut-ikutan minta es krim ?” tanya Akbar


“Pengen aja, udah lama nggak makan es krim, hehehe..” jawab Arness seperti anak kecil


..


“Mau es krim apa Ka ?” tanya Akbar saat sudah masuk ke minimarket dan berdiri di depan freezer es krim


“Ini om iniiii..” tunjuk Arka semangat


“Kamu mau yang mana ?” tanya Akbar ke Arness yang berdiri di sampingnya


“Eum.. ini aja” tunjuk Arness sambil membuka pintu kaca freezer es krim dan mengambil es krim pilihannya dan buat Arka


“Yakin mau ini ? nggak mau yang cone kayak Arka ?” tanya Akbar memastikan


“Nggak, aku nggak suka yang cone, aku mending es krim yang stik kayak gini kalau nggak yang di ember” jelas Arness semangat


“Alka juga suka yang di embel (ember) aunty” celetuk Arka


“Kenapa nggak yang di mangkok kayak gini ?” tanya Akbar sambil menunjuk salah satu es krim di mangkok


“Nggak suka” jawab Arness cepat


“Nggak enak” tambah Arka sambil menggelengkan kepalanya


“Kalian kerjasama ya ?” tanya Akbar bingung


“Hehehe..” tawa Arness dan Arka tipis sambil menyandarkan kepala mereka di bahu Akbar


“Aaww.. lihat deh sayang, kita nikah muda aja yuk, nanti pasti keluarga kita harmonis kayak mereka” ucap seorang perempuan yang menggandeng erat tangan laki-laki di sampingnya


“Makasih mbak” jawab Akbar dengan senyum lebarnya


Arness menaikkan satu alisnya menatap Akbar lalu tiba-tiba Akbar mencium keningnya di susul Arka yang nggak mau kalah membuat orang-orang di dalam minimarket itu langsung melihat iri dengan keharmonisan tingkah mereka bertiga.


Akbar menggendong Arka dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya merangkul bahu Arness. Dia menuntunnya ke kasir buat bayar es krim yang mereka minta.


“Anaknya lucu banget mbak, umurnya berapa ?” tanya mbak minimarket dengan ramah


“3 tahun mbak” jawab Arness ramah


“Ganteng ya kayak papanya” puji mbak minimarket itu sambil meng scan es krim


“Makasih mbak, adiknya cewek cantik kayak mamanya” jelas Akbar senang sambil mengelus-elus bahu Arness


“Wah udah ada adik cewek ya.. kok nggak di bawa mas ?” tanya mbak minimarket itu


“Adik aku masih bayi aunty, nggak boleh kelual lumah (keluar rumah) sama mama papa” jawab Arka gemas


“Ih gemes banget” puji mbak minimarket dengan jawaban Arka


“Jadi berapa mbak ?” tanya Arness tanpa basa basi


“29ribu mbak” jawab mbak minimarket itu dengan ramah


Akbar merogoh dompetnya dari kantong celananya lalu membayar es krim Arness dan Arka.


Mereka bertiga keluar dari minimarket lalu berjalan pulang.


“Aunty.. Alka mau makan es klimnya (es krimnya) sekalang (sekarang)” rengek Arka sambil menyodorkan es krim conenya ke Arness


“Nanti aja di rumah, kalau di jalan nanti belepotan” jawab Akbar tenang


“Iya.. aunty juga makan es krimnya nanti” bujuk Arness


“Oke deh auntyy” jawab Arka gemas


..


Sampai rumah Akbar, Andre dan Intan sudah menunggu mereka di bangku teras rumah.


“Mau kemana kak ?” tanya Akbar bingung


“Mau ke rumah kak Septa” jawab Andre


“Kak Septa siapa kak ?” tanya Arness penasaran


“Kakak ku, Ness” jawab Intan


“Ohh.. kok sekarang kak ?” tanya Arness masih penasaran


“Iya, soalnya keluarga ku lagi ngumpul disana, biasa sebelum lebaran” jelas Intan


“Sini Arka sama papa” ucap Andre meraih Arka dari gendongan Akbar


“Wah Arka dapet es krim ya ?” tanya Intan senang


“Iya.. om Abal (Akbar) yang beliin” jawab Arka gemas


“Udah bilang makasih belum sama om Akbar ?” tanya Andre lembut


“Oh iya Alka lupa.. om Abal (Akbar) makasih ya” ucap Arka gemas


“Sama-sama jagoan om” jawab Akbar senang


“Seneng nggak jalan-jalan sama om Akbar sama aunty Ness ?” tanya Intan lembut


“Seenneenngg banget ma..” jawab Arka geregetan


“Lain kali kita jalan-jalan lagi ya” ucap Arness sambil mengelus pipi Arka


“Yeayyy” teriak Arka senang


..


Arness, Akbar, Andre, Intan, dan Arka masuk ke ruang keluarga dimana kedua orang tua mereka dan Gio menunggu sambil Ira menggendong baby Shira.


Andre sekeluarga pamit pergi dan melajukan mobilnya keluar dari pagar rumahnya.


..


Akbar mengajak Arness ke lantai atas buat ngobrol berdua meninggalkan kedua orang tuanya dan adiknya yang masih duduk di ruang keluarga.


..


Sampai atas, Arness duduk di ruang tamu, menyandarkan punggungnya ke tembok yang menghadap ke balkon.


Akbar turun lagi buat mengambil barang-barang Arness dan 2 gelas kosong beserta botol besar berisi air dingin.


..


Arness membuka es krimnya setelah Akbar sudah duduk di sampingnya, dia memakan es krim itu sendiri tanpa menawari ke Akbar yang jelas-jelas Akbar yang membelinya, bahkan dia nggak bilang makasih ke Akbar.


Lihat itu.. jilat es krim sampai kayak gitu.. apa iya dia udah lama nggak makan es krim.. bikin pengen jadi es krimnya aja.. -batin Akbar


“Kakak mau ?” tanya Arness polos dengan es krim yang sudah habis setengah dan bibirnya yang belepotan karena es krim


“Mau.. aaaa..” jawab Akbar seperti anak kecil yang membuka lebar mulutnya menunggu suapan


Bukannya menyodorkan es krimnya ke Akbar, Arness malah dengan sengaja menjilat es krimnya perlahan dan menghisap bagian yang mulai meleleh.


Arness melirik Akbar yang masih serius menontonnya makan es krim tanpa kedip, bahkan sesekali Akbar menelan ludahnya.


Lihat itu.. sengaja banget godain aku.. aku ini cowok normal Little.. gimana kalau aku langsung khilaf ? himana kalau aku gendong kamu dan bawa kamu ke kamar aku ? -batin Akbar di penuhi mantra setan


Setelah Akbar menelan ludahnya buat yang kesekian kali, Arness langsung menggigit es krimnya dengan gigitan besar dan membuat Akbar kaget dan refleks langsung merapatkan kedua pahanya dan menutup sesuatu di balik celana jeansnya itu dengan kedua telapak tangannya.


**