
“Enak ya kalau pasangan sama-sama bisa main musik” gumam salah satu tamu undangan
“Udah cantik ganteng gitu main gitar dan suaranya bagus banget ya” gumam tamu lainnya
“Bikin iri aja” gumam tamu sebelumnya
..
“Aku terharu sama mereka.. kenapa cocok banget sih hastaga” puji Uma gemas
“Doa ku semoga mereka selalu bahagia” ucap Raka tulus
“Dan cepet-cepet nyusul Uma punya anak” tambah Iza dengan nggak sabarnya
“Intinya jalanin aja sebahagia mereka” ucap Tristan lembut
Lagi sibuk memuji Arness dan Akbar, Defi menghampiri kelompok sahabat SPIRITUAL Arness bersama Dwi, Ari, Dedi, dan Ria.
Hadi mengenalkan mereka ke sahabat SPIRITUAL Arness. Sedikit ngobrol dan Ivy pamit setelah Vino mengisyaratkan dia mau ngobrol.
“Defi ini temen deketnya Arness waktu masih kerja satu kantor” ucap Dwi mengenalkan Defi
“Dan dia ini cewek tercerewet, kalau sama Arness, Arness milih pakai earphone daripada denger cerewetnya dia ini” ledek Ari
“Pak, jangan jelek-jelekkin aku dong.. bikin malu aja” gerutu Defi cemberut
Terlihat Ibraa menutup mulutnya dan memalingkan wajahnya menahan tawa, entah karena ucapan Ari atau karena sikap Defi.
..
Vino mengajak Ivy keluar ballroom. Berdiri menatap indahnya lampu-lampu kendaraaan dari sana.
“Ivy.. aku nggak tahu mesti bilang apa lagi, tapi kamu bener-bener cantik” puji Vino menatap Ivy dengan senyum tipisnya
“Makasih Vin, kamu udah bilang kayak gitu beberapa kali” jawab Ivy masih merasa malu
“Ya udah, gimana kalau.. apa kamu mau jadi pacar aku ?” tanya Vino setelah menjeda ucapannya
“Vino..” ucap Ivy tersenyum kaget
“Jawabannya apa ?” tanya Vino tersenyum penuh harap
“Aku mau ! aku mau jadi pacar kamu” jawab Ivy dengan senyum lebarnya
Vino memeluk Ivy, sama seperti Ivy yang langsung memeluk Vino.
Di kejauhan, Viona dan Gio melihat pemandangan itu. Keduanya tersenyum tulus, Gio merangkul bahu Viona lembut sementara Viona menyandarkan kepalanya di bahu Gio.
“Aku seneng akhirnya kak Vino nggak nunda perasaannya lagi” ucap Viona tulus
“Dan aku seneng Ivy bisa dapetin yang tulus sayang sama dia” ucap Gio tulus
Viona dan Gio masuk ke dalam ballroom lagi, membiarkan pasangan baru itu menikmati kebersamaannya sendiri.
..
Tamu undangan sudah pada pulang, menyisakan keluarga inti pengantin, teman rumah Arness, dan sahabat SPIRITUALnya.
Arness dan Akbar mengadakan makan malam bersama setelah acara pernikahan mereka.
Para sahabat Arness dan teman-teman rumahnya nggak ikut makan malam bersama, mereka hanya menunggu Arness dan Akbar ganti baju lalu pamit.
Arness puas foto-fofo bersama para sahabatnya, keluarga barunya dan suaminya.
Nggak lupa Arness meminta para sahabat SPIRITUALnya berfoto bersama teman-teman rumahnya lalu memposting di Instagram dan tag butik dimana Arness membelinya.
Arness membiarkan yang lain ganti baju duluan sedangkan dia masih sibuk foto-foto sama Akbar buat galeri Zahra.
Selesai yang lain ganti pakaian, giliran Arness dan Akbar dan ganti pakaian mereka.
Arness juga merubah riasan make up nya dengan natural seperti biasanya dan rambutnya dibiarkan terurai.
Akbar masuk ke ruang ganti Arness, menjemputnya dan bertemu kru galeri Zahra yang sedang merapihkan alat-alat mereka.
“Mbak Zahra ikut aja yuk makan bareng” ajak Arness ramah
“Makasih banyak Arness, tapi kita langsung pamit aja” jawab Zahra ramah
“Makasih banyak ya mbak Zahra, udah kasih kepercayaan ke kita buat pakai pakaian pengantin terbarunya” ucap Akbar tulus
“Terima kasih kembali Akbar.. saya dan kru pamit ya.. sekali lagi selamat menempuh hidup baru” ucap Zahra tulus
Arness dan Akbar menunggu Zahra dan kru nya bersiap meninggalkan ruangan, setelahnya mereka berdua berjalan bergenggaman tangan dengan bahagianya dan masuk ke ballroom.
..
Lagi-lagi para sahabat SPIRITUAL dan teman-teman rumah Arness dibuat kagum melihat pengantin baru itu.
“Kita harus foto, kapan lagi Arness pakai baju feminin gini” ucap Ivy nggak sabar
“Cih, kalian nge fans banget sama aku” ucap Arness dengan sombongnya
Arness banyak foto-foto bersama para sahabatnya itu lalu foto bersama kurcacinya.
“Hulk ku berubah jadi putri dongeng.. kamu bukan manis lagi Ness, kamu cantik banget” ucap Viona gemas yang memeluk Arness dari samping
“Tapi walaupun aku udah berubah jadi putri dongeng, kamu nggak berubah dari kurcaci ku, hahahahaha..” ledek Arness mengacak-acak rambut Viona
“Ness, sekali lagi selamat ya” ucap Ikbal menjabat tangan Arness
“Nggak nyangka aku di duluin sama kamu” ledek Ali menjabat tangan Arness
“Iya, aku pikir kamu nggak bakalan nikah, hahahaha..” tambah Panji dengan tawanya
“Sama-sama Bar, Arness kan kayak adik kita sendiri” jawab Ali mewakilkan yang lain
Arness, Akbar, Vino, dan Viona mengantar teman-teman rumah Arness sampai lift lalu kembali lagi.
Giliran para sahabat SPIRITUAL Arness yang pamit. Anehnya Ivy nggak ikut pamit membuat semuanya curiga.
“Ness, mereka udah jadian” bisik Viona
“Hah !” ucap Arness kaget
“Ivy, jangan bohong.. ayo bilang sama kita semua” ucap Arness menggoda Ivy
“Vio, pasti kamu ngasih tahu yang nggak-nggak kan ?” tanya Ivy curiga
“Ada apaan sih Vy ?” tanya Iza penasaran
“Udah ayo bilang, apa aku suruh Vino yang bilang ?” goda Arness lagi
“Tunggi tunggu.. kalau ada hubungannya sama Vino..” ucap Uma menggantung
“.. Itu artinya kamu sama Vino jadian ?” tanya Irsya melanjutkan pertanyaan Uma
Ivy mengangguk malu.
“Aaaaaaaaa..” teriak Arness, Uma, Iza, dan Irsya
Mereka berpelukan merayakan kebahagiaan Ivy. Bergantian memeluk Ivy dan mengucapkan selamat.
Setelahnya Arness, Viona, Ivy, dan Vino mengantar sahabat SPIRITUAL sampai depan lift.
“Kita jalan duluan, buruan” ajak Viona menarik tangan Arness
“Sabar kurcaci” gerutu Arness karena dia memakai heels
Vino menggenggam tangan Ivy dan mengisyaratkan buat nggak jalan buru-buru.
..
“Hulk, kenapa kamu jadi cantik banget sih ?” tanya Viona penasaran
“Itu bonus.. aslinya aku manis dari lahir” jawab Arness datar
“Kenapa sih kamu ngeselin banget ? aku kan nanya baik-baik” gerutu Viona memukuli bahu Arness
“Mau mati ya ! dasar kurcaci” ucap Arness merangkul leher Viona lalu mengacak-acak rambutnya
“Huulllkkk.. aaaaaaa.. ttoolonggg.. hulk ngamuk” teriak Viona sambil berusaha memberontak
“Lihat tuh pasangan kalian, hastaga.. kayak kalian banget” ledek Andre tersenyum tipis
“Enak aja, aku nggak kayak Vio yang ngalah gitu aja” protes Gio
“Oh ya ? kamu tuh selalu kalah kalau sama kakak” ucap Akbar melakukan hal yang sama seperti Arness ke Viona
“Kakaakkk.. kak Andre tooloonggg.. kak ampuunnn..” teriak Gio memberontak
“Hahahahaha.. kalian sama persis.. hahahahahahaha..” tawa Andre terbahak-bahak
Iseng, Vino yang sudah kembali ke ballroom bersama Ivy langsung memfoto kelakuan empat orang itu.
“Hulk gila” ucap Viona yang langsung berlari menjauh dari Arness setelah Arness melepaskan tangannya
“Kak Akbar udah nggak waras” ucap Gio yang berjalan menjauh dari Akbar setelah Akbar melepaskan tangannya
Viona dan Gio sama-sama mengadu, saling meledek Arness dan Akbar lalu ngambek.
“Kurcaci” ledek Arness lembut
“Udah dong Ness.. kasihan Vio" ucap Fathir tersenyum tipis
“Hehehehe.. aku bakalan kangen tidur sama kamu” ucap Arness memeluk Viona
“Aku juga, kangen bangeeettt” ucap Viona yang memeluk Arness
“Mereka lucu ya, baru habis berantem langsung baikan lagi” ucap Ira tersenyum tipis
“Bener-bener kayak Akbar sama Gio kan ma ?” tanya Andre memastikan
“Iya bener..” jawab Ira yang baru kepikiran
“Jadi Arness sama Vio versi ceweknya Akbar sama Gio ?” tanya Fera tersenyum tipis
“Hahahahahaha.. iya juga” jawab Roy tertawa terbahak-bahak
Arness dan yang lainnya keluar ballroom lalu pindah ke ruangan lain dimana mereka menyiapkan makan malam keluarga.
Sepanjang jalan Arka minta dekat sama Arness dan Akbar.
Maklum seharian ini Arka dilarang dekat sama Arness dan Akbar.
Mengeluh pegal, Akbar menggendong Arka dan berjalan berdampingan.
“Mereka cocok banget pa” ucap Fera tersentuh
“Kita tunggu aja junior dari Arness dan Akbar” jawab Fathir lembut
Menunggu lift, Arness, Akbar, dan Arka sudah lebih dulu sampai meninggalkan rombongannya masih berjalan di belakangnya.
**