My First And Last 'Akbar'

My First And Last 'Akbar'
Cara Didik Anak



“Mama mau kemana ?” tanya Zanna saat Arness keluar rumah


“Mau ke warung, mama mau beli kertas kado” jawab Arness tersenyum lembut


“Zanna ikut ma” ucap Zanna langsung memakai sandalnya


“Kakak mau kemana ? Zayn ikut” rengek Zayn


“Kamu dirumah aja, kakak mau temenin mama ke warung” jawab Zanna lembut


“Jangan lama ya kak” ucap Zayn cemberut


“Iya, temenin papa sama kakek ya” ucap Zanna gemas


Arness berjalan keluar pagar rumahnya bersama Zanna. Di warung, Arness membiarkan Zanna memilih kertas kadonya.


“Arneeessss” teriak Ivy yang langsung memeluk Arness saat dari warung


“Kayak nggak pernah ketemu aja dasar” ledek Arness yang tetap memeluk Ivy


“Emang.. hei Zanna sayang” sapa Ivy


“Assalamu’alaikum aunty Vy” sapa Zanna mencium tangan Ivy


“Wa’alaikum salam sayang.. ke rumah aunty yuk main sama Yuda” ajak Ivy dengan gemasnya


Zanna menoleh melihat ke Arness seperti meminta ijin.


“Zanna mau tapi nanti aja ya aunty, Zanna udah ditunggu Zayn tadi dia minta jangan lama-lama ke warungnya” ucap Zanna tersenyum tipis


“Humm.. ya udah tapi nanti ke rumah ya” ucap Ivy mencium lembut kepala Zanna


“Kamu mau kemana ?” tanya Arness tenang


“Nggak kemana-mana, tadi aku denger suara Zanna aja jadi langsung keluar deh” jawab Ivy dengan senangnya


“Dasar.. ya udah aku mau bungkus kado dulu buat Alina” ucap Arness menunjuk kertas kado di tangan Zanna dengan dagunya


“Oke, nanti berangkatnya bareng ya, Vio sama Gio kesini jemput aku sama mas Vino” ucap Ivy melebarkan senyumnya


“Iya cerewet” ledek Arness mencubit pipi Ivy


..


Di dalam rumah, Zanna sudah duduk dibawah diikuti Zayn yang senang melihat kertas kado.


Arness mengambil kunci mobil lalu mengambil hadiah buat Alina di bagasi mobilnya dan kembali ke dalam rumahnya.


“Kalian ngapain ?” tanya Akbar bingung


“Zayn mau bantuin mama sama kak Zanna bungkus kado pa” jawab Zayn dengan gemasnya


“Kalau mau bantuin kenapa nggak ambil selotipnya sayang ?” tanya Fathir gemas


“Oh iya lupa” jawab Zanna yang langsung tepuk jidat dan mengambil selotip beserta dispensernya di bufet ruang tamu


..


“Ma, kadonya bagus banget” ucap Zanna dengan mata terpesona


“Iya dong, tapi jangan kasih tahu siapa-siapa ya isi kadonya” ucap Arness ke Zanna dan Zayn


“Siap bos” jawab Zanna dan Zayn sambil hormat ke Arness


“Papa seneng kalian didik anak kalian nggak salah” ucap Fathir terharu


“Alhamdulillah pa, dan untungnya dari Zanna sama Zayn sendiri pinter nggak ngerengek terus” ucap Akbar tersenyum lembut


Zanna dan Zayn benar-benar membantu Arness dengan serius. Karena takut luka jadi Arness nggak membolehkan anaknya memotong selotip dari dispensernya.


Zayn membantu memegang kertas kadonya sementara Zanna yang memasang selotip ke kertas kadonya.


“Yeayy selesai” ucap Zanna dan Zayn dengan senangnya


“Pa, kek.. lihat deh, bagus kan ? Zanna sama Zayn yang bikin loh” ucap Zanna memamerkan hasil bungkus kadonya ke Akbar dan Fathir


“Wah bagus banget sayang” puji Akbar mencium lembut kening Zanna


“Pinternya cucu kakek ini” ucap Fathir mencium kepala Zanna


“Kamu nggak mau ikutin kakak ?” tanya Arness ke Zayn yang memilih duduk di pangkuannya


“Nggak ma, Zayn mau kasih lihat ke mama aja karena mama yang ajarin Zayn sama kakak bikin ini” jawab Zayn langsung memeluk dada Arness


“Aww Zayn mama gemes banget” ucap Arness memeluk erat Zayn


“Mamaaaa” rengek Zanna yang langsung menyelak dan memeluk Arness


“Cemburunya papa nular ke kamu ya sayang” ledek Arness yang mencium lembut pipi Zanna


“Hihihi.. kak Zanna cembulu” ledek Zayn cekikikan


“Iya kak” jawab Zayn tersenyum lembut


Melihat Zanna dan Zayn memeluk erat Arness membuat Akbar dan Fathir tersenyum haru.


..


Sepulangnya Fera dari pasar, Arness membantunya masak setelah memandikan Zanna, sementara Zayn dimandikan sama Akbar.


Zanna duduk di meja makan memperhatikan Arness dan Feta menyiapkan bahan masakan buat mereka makan sementara para lelaki bermain di atap rumah Egi bersama Egi, Vino, dan anaknya, Yuda.


“Kalau Zanna udah besar Zanna mau jadi koki terkenal” ucap Zanna dengan semangatnya


“Amiin ya sayang” ucap Arness lembut sambil mengupas wortel


“Amiin.. nenek doain semoga kamu jadi koki terkenal ya” ucap Fera yang terharu dengan cita-cita cucunya yang bukan mau jadi dokter apa guru di usianya itu


Selesai masak, Arness menyuruh Zanna memanggil ketiga lelakinya pulang karena waktu jam makan siang hampir tiba.


“Zayn.. udah waktunya makan siang” ucap Zanna menggunakan HT nya


“Oke kak, aku sama papa sama kakek pulang sekalang” jawab Zayn dengan gemasnya


Ya, Arness dan Akbar sengaja memberikan sebuah HT buat kedua anaknya karena tahu keduanya nggak mau jauh dan Arness sendiri nggak mau membiasakan kedua anaknya sudah memakai Hp karena takut kecanduan.


Arness menyuapi Zayn makan lalu barulah dia makan sendiri.


..


Arness menemani kedua anaknya tidur siang lalu duduk di ruang tamu bersama suami dan kedua orang tuanya.


“Gimana ? susah nggak ngurus dua anak ?” tanya Fathir menggoda Arness


“Awalnya aja pa, sekarang nggak kok malah seru aja karena mereka ngertiin Arness” jawab Arness yang menyandarkan kepalanya di bahu Akbar


“Asal Zanna nggak kamu ajarin berantem aja” ucap Fera ketus


“Ya nggaklah ma, Arness cuma mau ajarin cara jaga diri di usianya itu” jawab Arness dengan tenangnya


“Jangan berlebihan ya Ness, papa seneng kamu bisa jaga diri kamu sendiri sampai sekarang tapi jangan bikin Zanna setomboy kamu” ucap Fathir tegas


“Iya pa, Arness ngerti” jawab Arness mengalah


..


Sore hari setelah Arness sudah memandikan kedua anaknya dan sudah rapih dengan pakaian pergi ke acara ulang tahun Alina, Arness dikejutkan dengan teriakkan khas Viona.


“Arneeesssss” teriak Viona yang baru masuk pagar rumah Arness


“Itu udah pasti aunty Vio kan ma ?” tanya Zayn cemberut


“Udah pasti sayang” jawab Arness yang lagi menyisir rambut Zayn di kamarnya


“Nggak salah kalau Dira cerewet ya ma” ucap Zanna menganggukkan kepalanya


“Zannnaaaaaa” teriak Dira yang membuka pintu kamar Arness bersama Viona


Hastaga.. nggak anak nggak emak sama aja ngeselin -batin Arness menggerutu


“Kalau masuk tuh salam dulu Dira” ucap Zanna ketus


“Oh iya.. Assalamu’alaikum” salam Dira mencium tangan Arness


“Wa’alaikum salam..” salam Arness dan kedua anaknya


“Kenapa nggak bilang kalau nginep disini ?” tanya Viona yang memeluk Arness dari samping


“Ngapain bilang ?” tanya Arness ketus


“Kan biar aku ikut nginep dirumah ayah terus kita bisa ketemu deh” jawab Viona dengan senangnya


“Aku bersyukur nggak bilang kamu jadi kamu nggak nginep” ucap Arness dengan tenangnya


“Cih, masih aja ngeselin” gerutu Viona melepaskan pelukannya


“Sayang, kalian sama papa dulu ya, mama mau mandi” ucap Arness lembut ke kedua anaknya


“Siap bos” jawab Zanna dan Zayn hormat lalu mencium pipi Arness sebelum keluar kamar


Kedua anak Arness keluar kamar bersama Viona dan Dira lalu mereka ke atap rumah Egi berkumpul bersama keluarganya disana.


Selesai Arness mandi dan sudah rapih, dia menyusul keluarga besarnya karena Ira dan Roy ikut ke rumah Arness.


Keluarga Arness, Viona, dan Vino pamit ke ketiga pasang orang tua mereka yang melihat haru karena anak mereka sudah memiliki keluarganya sendiri.


Arness, Akbar, dan kedua anaknya naik mobil mereka sendiri sementara Vino di mobil Gio bersama istri dan anak-anak mereka.


**