
Hari ini Arness masuk siang sama Ibraa. Arness mengendarai motor Akbar lagi karena masih kangen dan selalu kangen sama pemilik motor ini.
Kali ini Arness mengubah sedikit penampilannya, Arness membuka kaca helmnya biar orang-orang tahu kalau dia itu perempuan. Ya, itu termasuk perubahan dari penampilannya kan..
Ibraa menunggu Arness di pos basement tanpa janjian sama Arness lalu mereka berdua masuk mall bareng.
“Ness..” panggil Ibraa
“Apa ?” tanya Arness sambil berjalan di samping Ibraa
“Aku mau kamu sekarang selalu bawa Hp kamu kemana aja ya” ucap Ibraa sedikit memohon
“Kenapa ?” tanya Arness bingung
“Bawa aja, siapa tahu butuh” jawab Ibraa dengan senyum tipisnya
Aku cuma mau kamu jaga-jaga aja, nggak mungkin aku selalu ikutin kamu, tapi aku nggak mau kasih tahu alesannya apa.. aku nggak mau bikin kamu khawatir.. -batin Ibraa
“Tapi kan kamu tahu sendiri, aku paling males bawa Hp kemana-mana, apalagi cuma ke toilet, ngapain coba ke toilet aja bawa Hp” gerutu Arness merasa aneh
“Pokoknya kamu bawa Hp oke, ya walaupun nggak di pakai juga” ucap Ibraa menenangkan Arness
“Huuhh.. iya iyaaa” jawab Arness pasrah
..
Mereka berdua sampai di tempat kerja, bergantian buat ganti seragam, walaupun ada 2 ruang ganti, tapi Ibraa tetap menjaga Arness saat Arness ganti baju, dan saat dia ganti baju, dengan secepat kilat langsung menyelesaikannya karena nggak mau ninggalin Arness dari pandangannya.
..
Setelah briefing, Arness, Ibraa, dan karyawan lainnya mulai bekerja sesuai job desk mereka masing-masing.
Arness istirahat sekitar jam 8 malam karena mengalah sama Ines dan Tika, teman kerjanya di shift ini, mereka netral bahkan mendukung hubungan Arness sama Akbar.
..
Arness masuk ke ruang loker bareng Ibraa, karena pandangan Ibraa selalu ke Arness walaupun sambil bekerja.
Mereka makan berdua sambil ngobrol tanpa ada gangguan dari haters.
Selesai makan, Arness membuka loker buat mengambil tas make upnya. Namun Arness mengambil kertas yang asing dari dalam lokernya dan membacanya.
Ibraa langsung berdiri di samping Arness ikut membaca isi kertas itu.
Ini baru mulai ya cewek murahan !!
Baru 2 hari, dan 3 bulan itu masih panjang !!
Jangan bangga karena ngerasa dilindungin sama sahabat-sahabat norak kamu itu !!
Hidup kamu nggak bakalan tenang !!
Begitulah isi kertas itu. Arness menanggapinya dengan santai, dia melipat rapih kertas itu dan memasukkannya ke dalam tas nya, beda sama Ibraa yang langsung terasa aura gelap dari dirinya, tangannya sudah mengepal erat.
“Tenang Ibraa.. tenang” ucap Arness menenangkan Ibraa
“Kenapa kamu setenang ini ?” tanya Ibraa bingung dengan emosi yang masih meluap
“Tenang dulu.. atur nafas kamu, atur perasaan kamu” ucap Arness tanpa menjawab ucapan Ibraa
Arness duduk di samping Ibraa memangku tas make up dan Hp nya.
“Hadapin mereka jangan pakai marah kayak gitu Ibraa, itu malah bikin mereka makin seneng” ucap Arness mengelus punggung Ibraa
“Tapi kalau nggak ngelawan mereka juga seneng karena udah ngalahin kamu Ness” jawab Ibraa setengah berteriak
“Kata siapa ? aku cuma males ladenin orang kayak mereka, udah jelas kalau mereka beraninya keroyokan dan nyari tempat aman.. Mereka sadar diri kalau mereka nyerang aku selain di tempat kerja, mereka yang bakalan kalah” jelas Arness dengan tenang
“Kamu lemot tapi pinter juga Ness” ucap Ibraa mulai melembut
“Kamu ngehina aku apa puji aku ?” ucap Arness kesal
“Hahahaha.. puji kamu dong” jawab Ibraa tanpa salah
Arness make up lagi sementara Ibraa meminta kertas tadi buat di foto ke grup chat.
Setelahnya isi grup itu langsung ramai.
Selesai Arness make up, dia membalas grup chat dengan tenang.
Arness juga mengabari Akbar sebelum kembali bekerja lagi.
..
“Nunggu siapa Ness ?” tanya Aji
“Nunggu Ibraa pak” jawab Arness sopan
“Kamu nggak selingkuh kan Ness ?” tanya Aji kaget
“Hahahaha.. Arness tuh orangnya setia pak” jawab Arness menahan tawa
“Ness, yuk !” ajak Ibraa yang sudah ke ruang office
“Ayo.. bapak mau bareng ?” tanya Arness ke Aji setelah bangun dari tempat duduknya
“Kamu mau nungguin dulu ?” tanya Aji
“Nunggu sampai semuanya udah pulang ?” tanya Ibraa
“Iya” jawab Aji datar
“Nggak apa-apa kan Ibraa ?” tanya Arness memastikan ke sahabatnya itu
“Nggak apa-apalah Ness, yang penting bareng kamu” jawab Ibraa sambil tersenyum senang
“Move on sana, cari pacar, kasihan itu hati nggak ada penghuninya” ucap Arness datar tapi sangat menusuk hati
“Aawww..” keluh Aji refleks memegang dadanya
“Sakit banget Ness” keluh Ibraa memelas dan memegang dadanya
“Lebay dih.. pak Aji, Ibraa, Arness ijin WA sama kak Akbar ya sambil nunggu yang lain pulang” ucap Arness sopan
“Iya Ness” jawab Ibraa tenang
Arness sudah menggenggam Hp nya dan sibuk WA sama pacarnya itu.
“Kenapa harus minta ijin dulu ?” bisik Aji ke Ibraa
“Emang Arness begitu pak, masa bapak nggak tahu ?” tanya Ibraa bingung
“Kayaknya pernah sih, cuma lupa aja kayaknya” jawab Aji masih mencoba mencari jawaban sendiri
..
Setelah semua karyawan sudah keluar outlet, Aji mengunci pintu office, memeriksa koridor lalu mengunci pintu outlet.
Mereka bertiga turun ke basement sambil ngobrol dan bercerita.
Aji meminta buat keluar basement bareng sampai arah pulang mereka berbeda.
Aji dan Ibraa sudah menunggu Arness di pos tempat biasa Uma di jemput.
..
“Wwuuahhh..” Aji kaget melihat Arness mengendarai motor Akbar
“Kenapa pak ?” tanya Arness bingung
“Kaget.. sana jalan duluan” ucap Aji tapi matanya masih kaget melihat Arness
“Pak, nanti pisahnya dimana ?” tanya Ibraa memastikan
“Perempatan lampu merah kedua, kalian lewat situ kan ?” tanya Aji
“Iya, tenang aja, Arness sama Ibraa lewat situ pak” jawab Arness di balik slayer dan helmnya
“Jalan duluan Ness, aku sama pak Aji di belakang kamu” ucap Ibraa
“Oke” jawab Arness datar dan menuruti kata-kata Ibraa dan Aji
Ness.. setomboy ini kah kamu aslinya ?? nukan ngerendahin kamu, tapi apa yang Akbar suka dari kamu ?? saya bener-bener bingung sama pilihan Akbar karena mantan-mantannya 180 derajat dari kamu..
Saya sampai bingung juga kenapa Ibraa sama Lucky sampai sekarang masih suka sama kamu ? apa kamu tahu kalau Ibraa, Uma, sama Lucky sampai memohon ke pak Tyo buat di jadwalin masuk satu shift sama kamu ?? -batin Aji
..
Saat di perempatan lampu merah kedua, Arness dan Ibraa pamit ke Aji lalu berpisah disana.
**