
“Hahahahahahahaha..” tawa Arness terbahak-bahak dengan es krim yang masih ada di dalam mulutnya
“Kakak, hahahahahahaha..” ucapan Arness kalah dengan tertawanya lalu dia menelan habis es krim di dalam mulutnya
Akbar menciumi bibir Arness yang belepotan lalu mengarahkan es krim ke dalam mulut Arness, dan..
Ya, Akbar mentransfer es krim ke mulutnya dari mulut Arness dengan ciumannya.
Deg.. Deg.. Deg.. Deg.. Deg.. Deg..
Ini.. pertama kalinya.. Akbar nggak pernah lakuin ini sama aku.. aku mesti gimana ? enak.. tapi.. -batin Arness terputus
“Enngghh..” Arness mendesah karena ulah pacarnya itu
Nafas kamu nggak teratur.. kamu sampai mendesah Little.. apa segitu enaknya ciuman sama aku ? kamu bukan bikin aku berhenti, tapi malah bikin aku tambah liar tauk.. -batin Akbar
Ciuman mereka berhenti karena Hp Akbar berdering.
Harusnya aku getarin aja biar nggak ada yang ganggu.. -batin Akbar
Akbar membuka layar Hp nya dan melihat siapa yang mengganggunya.
“Hei Kak.. aku mau ke atas, mau ngomong sama kalian berdua, aku harap aku nggak ganggu kalian pacaran” ucap Gio di pesan WA nya
“Iya” balasan singkat, padat, dan jelas dari Akbar
“Siapa kak ?” tanya Arness sambil menghabiskan sisa es krimnya lalu mengelap bibirnya dengan tissue disana
“Gio, katanya mau ngomong sama kita” jawab Akbar sambil menuang air putih ke gelas Arness dan ke gelasnya
“Ngomong apaan ?” tanya Arness bingung
“Tungguin aja” jawab Akbar dingin
Sejujurnya, Akbar tahu apa yang akan adiknya itu bicarakan, tapi dia lebih memikirkan saat-saat penting baginya buat berdua dengan pacarnya itu malah terganggu sama adiknya.
..
“Kak..” panggil Gio dan duduk di depan Arness dan Akbar
“Kenapa ?” tanya Akbar dingin
“Aku mau minta maaf” ucap Gio menunduk malu
“Minta maaf kenapa ?” tanya Akbar datar
“Tadi aku bilang suka ke Arness” jawab Gio jujur
“Terus ?” tanya Akbar datar membuat Arness dan Gio bingung
“Kakak nggak marah ?” tanya Gio bingung
“Jawaban kamu apa Little ?” tanya Akbar menoleh ke Arness
“Aku nggak suka sama kak Gio” jawab Arness datar
“Gio, kakak cuma mau kasih tahu sedikit, kakak yang nunggu dia setahun lebih aja baru bisa luluhin hatinya yang keras ini, padahal saingan kakak berat-berat, 2 sahabatnya sendiri yang suka juga sama Arness lebih lama dari perasaan suka kakak ke Arness” jelas Akbar sedikit sombong
“Hah ??” Gio kaget mendengar penjelasan Akbar
“Kenapa Arness nggak terima salah satu sahabatnya itu ?” tanya Gio penasaran
“Karena aku nggak punya perasaan yang aku kasih ke kakak kamu” jawab Arness setelah meminum air putihnya
“Ya tapi kan kata kak Akbar mereka lebih dulu suka sama kamu, dan namanya aja sahabat, pasti deket banget kan ?” tanya Gio geram
“Iya.. aku juga suka sama mereka” jawab Arness spontan membuat kakak beradik itu melihatnya tanpa kedip
“Kenapa ? kalian berdua kaget ?” tanya Arness datar
“Buat ku, definisi suka sama sayang itu banyak.. aku suka sama kedua sahabat ku itu sebagai seorang sahabat, bahkan kalau bisa aku ngerasa mereka kakak aku sendiri, aku kagum sama mereka yang nggak nyerah sama perasaannya buat ku, sampai sekarang” jelas Arness datar lalu meminum air putihnya lagi
“Kok kamu nggak bilang aku ?” tanya Akbar kesal
“Aku bisa nanganin mereka sendiri.. kalau nggak percaya, tanya Uma aja” jawab Arness datar
“Jadi kalau aku masih suka sama kamu, kamu bolehin ?” tanya Gio senyum semangat
“Mending langsung move on aja, udah tua langsung cari jodoh sana biar nggak ketuaan kayak kakak kamu ini” jawab Arness datar tapi menyakitkan hati kakak beradik itu
“Astaga, tajam banget kata-kata kamu Ness” jawab Gio ternganga sambil tangannya menggenggam kaos di dadanya
“Hah ?” jawab Gio kaget
“Jangan pamer, kamu baru kayak gitu aja langsung mau jatuh” ledek Arness datar
“Hei aku nggak mau jatuh, aku cuma kaget” jawab Akbar membela diri
“Tunggu ! jadi kakak pernah di tonjok sama Arness ?” tanya Gio kaget
“Iya” jawab Arness datar
“Gila kak !” ucap Kak Gio sambil menjambak rambutnya sendiri
“Udahlah, males ngomongin gituan lagi” ucap Arness malas
“Ness, sahabat kamu itu cuma 2 cowok yang suka sama kamu itu ?” tanya Gio penasaran
“Nggak, kita SPIRITUAL, anggota 9 orang sesuai hurufnya” jawab Arness sedikit semangat
“Nama yang aneh” jawab Gio malas
“Nggak apa-apa, anggotanya juga aneh-aneh kok, nggak ada yang normal” jawab Arness menambahi
“Ngapain kamu nanya-nanya sahabatnya Arness ?” tanya Akbar mulai kesal
“Mau kenalan aja emang kenapa sih kak ? emang sahabatnya Arness cowok semua ?” tanya Gio nggak mau kalah
“Ada ceweknya” jawab Arness datar
“Kapan-kapan aku ikut ya kalau kalian mau kumpul” ucap Gio semangat
“Mau ngapain kamu ?” tanya Akbar kesal
“Biarin aja kak” jawab Arness datar
“Terus kalau dia apa-apain kamu gimana ?” tanya Akbar kesal
“Aku bisa jaga diri kak” jawab Arness menenangkan Akbar
“Kakak tenang aja deh, aku cuma mau bertemen sama Arness, kali aja hati ku pindah ke cewek lain” jelas Gio
“Awas aja kalau kamu sampai rebut Arness dari kakak !” ancam Akbar
“Udah ah aku mau turun lagi, daahh” ucap Gio langsung berdiri dan pergi begitu saja
..
“Kenapa kakak marah ?” tanya Arness datar
“Gimana nggak marah, dia suka sama kamu, dia mau deket sama kamu dengan alibi mau kenal sama sahabat kamu” jelas Akbar kesal dengan wajah penuh emosi
Arness yang masih tenang itu memutar posisi duduknya menghadap Akbar, dan memaksa Akbar buat duduk menghadapnya juga lalu Arness menggenggam kedua tangan Akbar dengan lembut.
“Aku mau tanya” ucap Arness lembut
“Apa ?” tanya Akbar yang masih kesal
“Kenapa pas kak Gio bilang suka sama aku kamu biasa aja, giliran kak Gio mau deket sama aku kamu langsung marah kayak gini ?” tanya Arness tenang
“Ya.. ya.. aku kan mau tahu jawaban kamu dulu kalau Gio bilang suka sama kamu” jawab Akbar grogi dan memalingkan wajahnya dari Arness
“Kalau mau tahu jawaban aku dulu, kenapa pas kak Gio mau main sama aku kakak langsung marah ? kan bisa nunggu aku jawab sendiri” jelas Arness tenang dengan tatapan yang tulus dan dalam melihat Akbar
“Ya dia kurangajar.. dia tahu kamu pacar aku, kakaknya sendiri tapi dia berani nyatain perasaan sukanya ke kamu” jelas Akbar dengan emosi berapi-api
“Kakak mau jujur apa aku yang jelasin ?” tangan Arness memegang lembut kedua pipi Akbar
“Jujur apa ?” tanya Akbar melembut
“Pas aku di dapur sama kak Gio, kakak dimana ?” tanya Arness tenang
“Hah ?? a.. a.. aku di teras” jawab Akbar gagap
“Yakin ?” tanya Arness tenang tapi tangannya memegang pipi laki-laki itu agar tetap menatapnya
“I.. i.. iya” jawab Akbar masih gagap dan matanya melihat ke arah lain
**