
Andre langsung menyuruh bawahannya menyeret kedua laki-laki itu ke kantor polisi sementara Andre kembali ke dekat Arness lagi, berdiri disamping Akbar. Gio memeluk Viona begitu juga Vino memeluk Ivy dari jarak yang cukup aman.
“Little.. kenapa masih jambak rambut mereka ?” tanya Akbar khawatir
Arness melempar ketiga perempuan itu dengan kasarnya ke aspal.
“Arness !!” teriak Vino kaget
“Siapa sebenernya perempuan itu ?” gumam Gio penasaran
Arness jongkok di depan perempuan yang tadi berlari ditengah, memegang erat rahangnya dengan tatapan tajamnya.
“Aku mau kasih tahu.. cewek ini yang namanya Lulu” ucap Arness dengan dinginnya
Deg !!
Lulu orang yang ngebully Arness ? -batin semuanya kaget
“Lepasin dasar cewek murahan !” bentak Lulu
Arness melepaskan tangannya lalu memukul rahang Lulu dengan tangan kirinya.
“Little, udah” ucap Akbar langsung menarik tangan Arness bangun dari sana
“Lepasin” ucap Arness tajam
“Nggak bisa ! ayo pulang” ajak Akbar tegas
“Oke aku janji aku nggak pukul mereka” ucap Arness dengan kesalnya
Akbar terpaksa mengalah dan melepaskan tangannya dari tangan Arness. Viona dan Ivy langsung memegang tangan Arness dan membujuk Arness tapi Arness tetap keras.
Lulu dan kedua perempuan lainnya berdiri dengan merintih karena lututnya terluka saat tadi mereka terjatuh.
“Ness, udah yuk, biar kakak yang selesaiin ya” bujuk Andre merangkul bahu Arness
“Nanti ya kak.. Vi, Vy, inget apa yang pernah aku bilang ke kalian ?” tanya Arness masih menatap Lulu tajam dan mengepalkan tangannya
“Ka.. kamu bilang kalau ada cowok yang ganggu a.. aku.. kamu bakalan rontokkin giginya” jawab Viona ketakutan dan kembali kesamping Gio
“D.. dan kamu.. bilang kalau cewek.. k.. kamu bakalan bikin mereka.. nggak bisa make up tebel-tebel lagi” jawab Ivy yang langsung mendekat Vino dan dipeluk hangat sama Vino
“Hahahahaha !! maaf ya aku nggak bisa rontokkin dua laki-laki tadi soalnya keburu suami ku dateng.. dan mereka, masih bisa nggak ya make up tebel-tebel lagi ?" tawa jahat Arness dilanjut gumaman Arness membuat mereka semua merinding
“Istri kamu serem banget Bar” bisik Andre
“Hemm, sini tas kalian” ucap Arness datar dan menjulurkan tangannya
“T.. tapi.. buat apa ?” tanya Lulu ketakutan
“Aku bilang sini ya sini !” bentak Arness tegas
“Adik ipar kakak serem banget” bisik Akbar
Lulu dan kedua temannya langsung memberikan tas nya ke tangan Arness dengan gemetaran.
Arness berjalan menjauh dan berhenti di depan Viona dan Ivy lalu tersenyum lembut membuat Viona, Ivy, Gio, dan Vino ketakutan.
“Lihatin cara aku ya, habis itu kalian lakuin” ucap Arness memberikan ketiga tas itu ke tangan Viona dan Ivy
Arness mengambil lipstik dari salah satu tas mereka lalu mencoret-coretkan ke aspal sampai patah dan nggak bisa dipakai lagi.
Lalu mengambil bedak dan melempar ke tempat sampah.
“Lakuin itu.. buang semua make up mereka ke tempat sampah” ucap Arness tersenyum hangat
Melihat kesempatan yang seru, Viona dan Ivy langsung melakukan apa yang Arness suruh.
“Kamu kejam Ness” ucap Gio menggelengkan kepalanya
“Hei, mereka yang kejam bikin aku hampir meninggal” protes Arness dengan datarnya
“Ness tolong maafin kita Ness.. kita nyesel Ness” ucap Lulu berlutut di depan Arness
“Ness, udah yuk pulang” ajak Andre khawatir
“Ness, ini apaan ?” tanya Viona mengeluarkan bubuk didalam plastik obat dari dalam tas salah satu perempuan di depan Arness
Andre langsung berjalan mendekati Viona dan ..
“Ini kokain ! siapa yang punya tas ini ?!” tanya Andre tegas
Lulu maupun kedua temannya langsung tertunduk takut.
Andre langsung memeriksa ketiga tas itu dan ditemukan beberapa obat terlarang disana dan pengaman laki-laki. Dia menelefon bawahannya buat menjemput Lulu dan kedua temannya itu ke kantor.
“Hahahahaha !! cewek murahan !!!!” tawa Arness jahat
“Ness maafin kita Ness tolong Ness..” mohon Lulu diikuti rengekkan kedua temannya
“Bangun” ucap Arness datar
“Kenapa kamu nyuruh mereka ngebully aku ?” tanya Arness datar sementara Akbar dan Andre sudah memegang erat kedua tangan Arness
“A.. aku.. suka sama pak Akbar” jawab Lulu masih menunduk takut
“Dimana kenal sama Akbar ?” tanya Arness dengan tangan mulai mencengkram erat
“D.. d.. di.. tempat kerja.. d.. dulu aku jadi OG waktu pak Akbar belum jadi Chief” jawab Lulu mencengkram bajunya sendiri
“Dan kalian kenapa mau aja disuruh Lulu ?” tanya Arness berusaha sabar
“K.. kita.. diancem” jawab salah satu temannya
“Cih..” gumam Arness tersenyum sinis
Bugg !!
Arness menendang perut Lulu sampai terlempar dan terjatuh merintih memegang perutnya.
“Little !” bentak Akbar
“Arness !” ucap Andre setengah berteriak
“Aku nepatin janji, aku nggak mukul mereka” jawab Arness dengan tenangnya
Arness menghempaskan kedua tangan Akbar dan Andre tapi mereka tetap memegang tangan Arness erat. Arness melangkahkan satu kakinya ke belakang dan memutar kedua tangannya kebawah dan akhirnya terlepas.
Arness langsung berjalan dengan langkah besar ke arah Lulu lalu menginjak telapak tangan Lulu membuat pemiliknya berteriak kesakitan.
Akbar langsung berlari dan menggendong Arness dengan kepala Arness berada di punggung Akbar, menjauh dari sana dan memasukkan Arness ke dalam mobil Andre lalu menguncinya dan membuka sedikit kaca mobilnya agar Arness nggak kehabisan nafas.
..
Pasukan Andre datang, Andre sibuk menjelaskan barang bukti dan yang lainnya ikut fokus mendengar penjelasan Andre.
Lulu dan kedua temannya berusaha kabur tanpa suara dengan kaki terluka, tapi Arness yang melihatnya langsung membuka kaca mobil lebar-lebar dan berhasil kabur dari dalam mobil dan berlari cepat mengejar ketiga perempuan itu dan sempat mengambil borgol yang dipegang salah satu bawahan Andre.
Sontak semuanya langsung refleks melihat Arness berlari mengejar ketiga perempuan itu dan memborgolnya.
Para bawahan Andre pun langsung membantu Arness membawa ketiga perempuan itu berjalan ke mobil polisi.
“Dasar cewek murahan !” bentak Lulu berhenti dan menatap Arness kesal
“Bukannya kamu yang murahan ?” tanya Arness dengan senyum sinisnya
“Kamu nggak tahu kan apa aja yang dilakuin pak Akbar di Bandung ? pakaiannya, mess dia, muka pas tidurnya.. aku tahu semua itu karena aku ikutin pak Akbar kesana !” jelas Lulu dengan senyum sinisnya
Bugg !! Bugg !!
Arness memukul rahang dan hidung Lulu tanpa ampun. Kedua tangannya sudah mengepal erat sampai gemeteran.
“Brengsek !!” bentak Arness menyeret Lulu dari kedua polisi yang memegang Lulu tadi ke tempat sampah
Kepala Lulu kini berada di dalam tempat sampah membuat tubuhnya bau dan makin kesal menatap Arness.
Dia terus saja mengoceh memanas-manasi Arness, saking kesalnya, Arness menendang ulu hati Lulu dan saat Lulu membungkuk memeluk dadanya, Arness berputar dan memukul punggungnya dengan ujung sepatunya membuat Lulu menyerah.
Andre langsung memerintahkan bawahannya buat membawa Lulu dan kedua temannya ke kantor polisi.
“Arness.. jangan lakuin itu lagi ya.. kakak khawatir sama kamu” ucap Andre memeluk Arness erat
Arness menghela nafas panjang dan mulai melonggarkan kepalan tangannya yang sedari tadi terkepal erat karena ucapan panas Lulu.
“Kak, sebentar lagi Arness udah nggak kerja, apa kakak mau ajarin Arness latihan ?” tanya Arness serius
“Iya sayang.. kakak bakalan ajarin kamu.. sekarang, nih kamu simpen” ucap Andre memberikan borgol beserta kuncinya ke tangan Arness
“Arness nggak mau ini kak” ucap Arness menyodorkan ke tangan Andre lagi
“Mau kamu apa ?” tanya Andre mengernyitkan dahinya
“Bantuin Arness bujuk papa biar nggak minta Arness lahirin sepuluh cucu buat papa” bisik Arness mengerucutkan bibirnya
“Pffttt.. hahahahahaha..” tawa Andre terbahak-bahak membuat semuanya bingung
“Nanti kakak bantu ya sayang.. sekarang kakak harus ke kantor lagi, selesaiin masalah tadi.. dan kamu tenang aja, kamu aman kok” ucap Andre mengelus lembut kepala Arness
“Oh iya kak, mobil van itu tempat manusia-manusia tadi sembunyi, aku belum lihat dalemnya ada apa, mungkin ada petunjuk lain” jelas Arness dengan lembutnya
“Makasih banyak ya sayang” ucap Andre mencium lembut kening Arness
“Kak.. Arness punya ku” rengek Akbar menarik tangan Arness ke pelukannya
“Cih, bucin” gumam Arness dan Andre lalu tertawa bersama
Sepeninggalnya Andre dan sisa bawahannya, Arness dan yang lainnya berjalan kembali ke kafe buat mengambil motor mereka.
**