My First And Last 'Akbar'

My First And Last 'Akbar'
Hari Pernikahan Uma (2)



“Umaaa” teriak Iza melihat Uma yang begitu cantik dengan gaun pengantinnya


“Hei girls..” jawab Uma tersenyum manis


..


Waktu sudah menunjukkan jam 5 sore, kedua Ibu pengantin sampai penerima tamu sudah selesai di rias.


Kini, giliran Arness, Ivy, Iza, dan Irsya di rias. Ivy dan Iza di dandani duluan karena sudah nggak sabar jadi Arness dan Irsya mengalah.


Sedangkan Uma khusus dengan perias pengantin yang lainnya.


..


“Arness, kenapa nggak pakai dress nya langsung kayak Ivy, Iza, sama Irsya ?” tanya Maya, mamanya Uma


“Aahh.. tante kan tahu Arness kayak gimana, dari rumah aja pakaiannya kayak gini, hehehe..” jelas Arness tertawa kecil


“Iya sih, kamu tomboy, tapi cantik loh” puji Maya


“Manis ma.. manis” protes Uma


“Hahahaha.. iya mama lupa” jawab Maya


“Arness, kamu harus foto sebelum sama sesudah di rias” ucap Irsya


“Ide bagus tuh Sya !” sahut Iza


“Buruan Sya fotoin Arness sebelum dia nggak mau di foto” tambah Ivy


Irsya menarik tangan Arness buat berdiri di dekat tirai jendela buat mendapatkan cahaya dan spot yang bagus tanpa menunggu jawaban Arness.


Arness yang cuma pakai tanktop di balut kemeja flannel nya, celana jeans, sepatu boots dengan rambut yang di ikat cepol asal cuma bisa menuruti keinginan sahabat-sahabat gila nya.


Irsya memfoto dan memberikan contoh gaya buat Arness, ada 10 hasil foto yang berhasil Irsya dapatkan tanpa buram, tanpa efek kamera.


“Jangan kirim ke grup dulu Sya” ucap Uma


“Loh, kenapa ?” tanya Irsya bingung


“Nanti aja sekalian pas Arness udah di dandanin” ucap Uma


“Ide yang sangat sangat cemerlang” sahut Iza


“Hei, kalian lagi di dandanin mending diem-diem aja” gerutu Arness sambil duduk di kursi sebelah Irsya dan mengeluarkan Hp nya dari dalam tas nya dan terlihatnya Akbar menelefonnya


“Assalamu’alaikum Arness” salam Akbar


“Wa’alaikum salam pak” salam Arness sopan


“Kamu udah di lokasi ?” tanya Akbar tenang


“Udah kok pak, kenapa ?” tanya Arness


“Nggak apa-apa, cuma nggak sabar aja mau lihat kamu” ucap Akbar


Irsya yang mendengar kata-kata itu langsung teriak histeris dan dengan cepat Arness menutup mulut Irsya dengan 1 tangannya.


“Pak, maaf.. agak repot disini, sebentar lagi Arness mau di dandanin, udah dulu ya, Assalamu’alaikum” ucap Arness lalu mematikan telefonnya sebelum Akbar menjawab salam


“Sya, kamu kenapa teriak ? aku kaget tauk” gerutu Iza


“Siapa yang nelefon kamu emangnya Ness ?” tanya Uma


“Heum.. firasat ku mengatakan Arness lagi deket sama cowok” sahut Ivy


“Kamu bener Vy !” jelas Irsya semangat


“Hah ?? seriusan ?” tanya Uma, Ivy, dan Iza bersamaan


“Kalian diem.. dandan dulu, nanti alis kalian tinggi sebelah jangan marah-marah” ucap Arness kesal


“Tapi kamu harus cerita Ness” ucap Uma


“Iya nanti” jawab Arness asal


..


Setengah jam kemudian, Ivy dan Iza sudah selesai di dandani.


Kini, giliran Arness dan Irsya yang di dandani.


“Muka kamu bagus kak.. nggak alergi kosmetik kan ?” tanya perias itu ke Arness yang kagum dengan wajah Arness


“Makasih kak, saya nggak alergi kosmetik sama sekali kok, cuma nggak suka make up aja” jawab Arness datar


“Tenang aja, saya make over pokoknya jadi cantik” ucap perias itu dengan semangat


“Manis kak.. manis” ucap Uma, Ivy, Iza, dan Irsya bersamaan dengan wajah datar


“Hahahaha.. love you girls..” ucap Arness senang


“Siaappp.. kamu tunggu hasilnya aja, pasti cantik.. eh manis” ucap perias itu


“Oke” jawab Arness datar


..


Setelah selesai di dandani, Arness segera ganti baju dengan dress nya di kamar mandi lalu keluar kamar mandi dengan menenteng kemeja dan celana jeansnya.


“Ada gantungan lagi nggak ya ?” tanya Arness saat keluar kamar mandi


“Wwwuuuaaaahhhhhh..” gumam semua mata memandang Arness


“Manis banget Ness” ucap Uma yang melihat Arness tanpa kedip


“Ini bukan Arness yang kita kenal Uma” sahut Iza


“Hei ! aku nanya gantungan baju” ucap Arness membuyarkan lamunan mereka semua


“Ada kok, di lemari banyak” jawab salah satu perias


..


Arness menggantungkan kemeja dan celana jeansnya di dalam lemari bersama tote bag yang dia bawa tadi lalu duduk buat mengganti sepatu bootsnya dengan heels warna hitam yang cantik saat Arness pakai karena bentuk kaki Arness bagus dan bersih.


Arness berjalan ke perias tadi buat menata rambutnya yang hitam panjang dan tebal.


Perias itu menata rambut Arness sangat cantik dan membiarkan rambut panjangnya terurai dengan indahnya.


Nggak lupa Arness memakai jam tangan kulit kesayangannya di pergelangan tangan kirinya.


..


“Wwwuuaaahhhhhh, kakak manis bangetttt” puji Rere ternganga tanpa kedip


“Hahaha.. makasih Re” jawab Arness ramah


“Ness, buruan berdiri lagi di deket tirai, kita foto kayak tadi lagi” ucap Iza buru-buru


“Buruan Sya, fotoin Arness lagi” ucap Ivy


“Oh.. oke.. oke.. aku masih pangling lihat sahabat ku sendiri” ucap Irsya yang tersadar dari lamunannya


Setelah puas di foto sebanyak mungkin sama Irsya karena sahabat-sahabatnya itu tahu kapan lagi ada momen langka Arness memakai dress seperti ini.


“Permisi, kak, kalau boleh, apa saya dan tim saya boleh memfoto kakak ?” tanya salah satu perias yang merias Uma


“Buat apaan ya ?” tanya Arness heran


“Cuma buat foto di instagram kak, buat kasih lihat hasil dari make up kita” jawab perias itu


“Oh.. oke” jawab Arness sambil senyum


Perias itu memfoto Arness sambil duduk dengan berbagai gaya yang anggun.


“Kalau boleh tahu nama instagram kakak apa ya ? biar nanti pas kita upload kita tag nama kakak” ucap perias itu


“Oh.. ya udah sini Hp nya,” jawab Arness ramah


“Wuaahh.. Arness kita terkenal” ucap Iza yang masih pangling melihat Arness


“Jangan ngawur” ucap Arness memicingkan matanya dan menunjukkan wajah judesnya


“Hahahaha.. tetep aja walaupun udah di dandanin kelakuan masih tomboy” ucap Uma


“Daripada berantem, kita foto bareng yuk sama Uma” ajak Irsya


“Ide bagus !” sahut Ivy semangat


Mereka berlima foto-foto bareng dengan banyak gaya di Hp Irsya sepuasnya.


..


Waktu sudah menunjukkan jam setengah 7 malam, Arness, Ivy, Iza, dan Irsya turun ke ballroom duluan dan menunggu pengantin di sana.


Sebelum keluar kamar, Arness memakai parfum kesayangannya lalu memakai marble sling bag nya.


..


Saat mau masuk ballroom, Arness mau ke toilet, sedangkan Ivy, Iza, dan Irsya langsung masuk ke ballroom dan menunggunya disana dengan Lucky, Ibraa, Raka, dan Tristan.


Saat di lift sebelumnya, Arness sudah meminta Irsya buat jangan masukkan foto-fotonya ke grup chat sebelum mereka pulang, Irsya cuma mengiyakannya.


..


Arness yang memakai dress panjang yang fit dengan tubuhnya dan mekar itu ditambah aksesoris tas marble dan sepatu heelsnya membuatnya seperti angsa putih di sungai yang tenang.


**