
“Maa.. Arness grogi.. gimana kalau nggak usah pakai resepsi ?” tanya Arness yang sudah keringat dingin
“Enak aja.. kamu udah rapih gini loh Ness, main batalin aja” gerutu Fera
“Pasti awalnya grogi Ness, tapi nanti juga nggak grogi lagi” ucap Ira lembut
“Arness VC Akbar ya ma” rengek Arness memelas
“Nggak boleh sayang.. sebentar lagi juga ketemu” jawab Intan lembut
..
Tiba lah saatnya Arness keluar ruangan setelah Akbar sudah keluar ruangan lebih dulu dan menunggu Arness di luar ruangan.
“Ah.. tuh kan.. batalin aja lah pa resepsinya, Akbar nggak mau orang-orang lihat bidadari Akbar ini” rengek Akbar menggesekkan pipinya ke telapak tangan Arness
“Bucin” gumam Roy
“Tuh kan ma, bukan Arness doang yang nggak mau resepsinya, tapi Akbar juga” keluh Arness cemberut
“Kita pulang duluan aja yuk Little” ajak Akbar dengan pikiran anehnya
“Jangan macem-macem ya Bar” ancam Roy tegas
Arness dan Akbar memasang wajah cemberut dan mengalah dengan kedua orang tua mereka.
Arness melingkarkan tangannya di tangan Akbar lalu Akbar mencium kepala Arness sebelum pintu ballroom dibuka. Kedua orang tua mereka mengiringi mereka di belakangnya sampai naik pelaminan.
Arness memakai gaun pengantin dengan warna cream yang megah dengan memamerkan bahu Arness yang indah itu terbuka.
Ditambah rambut yang dicepol bawah dengan hiasan dan kepangan kecil mengikat di cepolnya, dan beberapa anak rambut yang ditata menghiasi sisi wajah Arness, sebagai bonus juga kalung indah melingkar di leher Arness.
Akbar memakai jas yang warnanya senada dengan gaun pengantin Arness.
Dasi warna coklat terpasang rapih tertutup dengan rompi warna senada dengan jas yang dipakainya.
Rambut tersisir rapih, wajah bersih membuatnya serasi dengan Arness.
Semua mata terpana dengan sepasang pengantin baru ini. Fotographer yang disewa kedua orang tua Arness dan Akbar dengan fotographer dari galeri Zahra memfoto mereka dari berbagai arah sampai naik pelaminan.
Sekilas Arness melirik para sahabatnya, tersenyum haru melihat mereka menangis bahagia karenanya.
Disisi lain Viona dan Intan ikut menangis, Andre dan Gio menahan tangisan mereka dan melanjutkan untuk tersenyum.
..
Arness, Akbar, dan kedua orang tua mereka sudah naik ke pelaminan. Foto bersama lalu disusul keluarga Andre dan Gio ikut foto. Setelahnya foto bersama para sahabat Arness.
Foto-foto selesai, para tamu dipersilahkan memberikan ucapan selamat ke pengantin dan kedua orang tua mereka di atas pelaminan.
Rasa grogi itu menghilang dari diri Arness, kini Arness bisa senyum secerah matahari terbit dengan perasaan bahagianya.
Setelah para tamu sudah menyalami Arness dan Akbar juga menikmati jamuan, Arness, Akbar, dan kedua orang tua mereka bisa duduk tenang.
“Little.. aku pengen buru-buru selesai acara” bisik Akbar manja
“Kamu pasti mesum kan ? aku capek, pokoknya nanti aku bakalan langsung mandi terus tidur” bisik Arness ketus
“Cih, ini kan malem pertama kita Little” bisik Akbar makin manja
“Aku mau kasih hadiah buat kamu” ucap Arness mencium pipi Akbar
Arness bangun dari duduknya, melihat ke kedua pasang orang tuanya dengan senyum tipisnya lalu turun pelaminan.
“Kamu mau kemana ?” tanya Akbar menyusul Arness sebelum Arness turun
“Bantu aku turun, aku mau nyanyi buat suami aku” jawab Arness lembut
Akbar langsung tersenyum lebar, dengan cepat Akbar turun dari pelaminan lalu membantu Arness turun.
“Sana kamu naik lagi, lihat nih aku mau nyanyi buat kamu” ucap Arness seperti anak kecil
“Aku tunggu suara merdu kamu” ucap Akbar tersenyum tipis
Akbar mencium kening Arness lalu kembali naik ke pelaminan sementara Arness sudah berdiri di stand live music pernikahannya.
Arness membisiki pembawa acaranya lalu pembawa acara itu berjalan keluar dari frame stand bersama beberapa orang yang berada di stand itu.
Dia duduk di kursi lalu mengalungkan strap gitar dan menarik stand mikrofon kedekatnya.
“Selamat malam semuanya.. terima kasih sudah hadir dalam acara pernikahan saya dan suami saya tercinta.. saya mau menyanyikan sebuah lagu yang sebenernya khusus buat suami bucin saya, tapi kalau kalian juga bucin sama pasangannya juga nggak apa-apa.. selamat menikmati semuanya” ucap Arness dengan senyum lembutnya
Fotographer sudah bersiap di posisinya. Banyak orang yang melihat pertunjukan Arness. Bagi yang sudah tahu sangat menunggu nyanyian Arness.
Arness mulai memetik senar gitar, memainkan intro lagu yang akan dia nyanyikan.
Hatiku berharap
Mungkin engkau kan berubah
Bisa mencintai aku
Seperti hati ku pada mu
Hujan badai kan ku tempuh
Bintang di langit kan ku raih
Bila harus ku kan merayu
Untuk cinta mu bagi ku
Cinta mu tlah menjadi candu
Cinta mu tlah membuat ku membisu
Cinta mu oh seindah lagu
Membuat ku tak bisa berpaling dari mu
Kau adalah belahan jiwa
Ku tau itu sayang sedari dulu
Kau cinta yang hembuskan aku
Kau adalah belahan jiwa
Aku cinta kamu sedari dulu
Dan aku tak kan berpaling dari mu
Sayang ku..
Hanya kamu huu uu uu
Cinta ku tlah berlabuh
Berhenti selamanya di hati mu
Akan ku kayuh menjauh
Biar ku rapatkan cinta ku pada mu
Cinta mu tlah menjadi candu
Cinta mu tlah membuat ku membisu
Cinta mu oh seindah lagu
Hanya diri mu satu oh cinta ku
Kau adalah belahan jiwa
Ku tau itu sayang sedari dulu
Kau cinta yang hembuskan aku
Kau adalah belahan jiwa
Aku cinta kamu sedari dulu
Dan aku takkan berpaling darimu
(Kau adalah belahan jiwa)
(Kau adalah belahan jiwa)
(Kau adalah belahan jiwa)
(Kau adalah belahan jiwa)
Kau adalah belahan jiwa
Ku tau itu sayang sedari dulu
Dan aku takkan berpaling dari mu
Kau adalah belahan jiwa
Ku tau itu sayang sedari dulu
Kau cinta yang hembuskan aku
Kau adalah belahan jiwa
Aku cinta kamu sedari dulu
Dan aku takkan berpaling dari mu
Hanya kamu...
Tompi : Sedari Dulu
Sepanjang bernyanyi, mata Arness seringkali menatap Akbar sambil menebarkan senyum manisnya. Lirik lagu yang dia nyanyikan juga sangat terasa bagi Akbar.
Tepuk tangan meriah menghiasi akhir Arness bernyanyi.
Arness melepaskan strap gitarnya lalu berdiri.
“Terima kasih banyak semuanya” ucap Arness ramah
Akbar sudah turun dan berjalan menjemput Arness. Menaiki tangga pelaminan mereka tapi Akbar tetap berada dibawah.
“Little.. bukan cuma kamu doang yang bisa, lihat aku ya.. aku juga mau nyanyi buat istri ku yang manja” ucap Akbar dengan senyum lebarnya
“Aku tunggu suami ku” jawab Arness mengelus lembut pipi Akbar lalu kembali duduk ke bangku pengantinnya
Akbar duduk di bangku dimana Arness tadi duduk lalu memakai strap gitar.
“Selamat malam semuanya.. seperti yang istri manja saya katakan, saya ucapkan terima kasih sudah hadir dalam pesta pernikahan kami.. saya juga akan membawakan sebuah lagu untuk para pasangan manja disini, khususnya istri saya sendiri Little Arnessta” ucap Akbar dengan senyum ramahnya
Akbar mulai memetik senar gitarnya dan memberikan senyum lembut ke Arness yang duduk menunggu suara indahnya.
Girl your heart, girl your face is so different from them others
I’ll say, you’re the only one that I’ll adore
Cause every time you are by my side
My blood rushes from my veins
And my geeky face, blushed so silly, yeah, oh yeah
And I want to make you mine
Oh, baby, I’ll take you to the sky
Forever you and I (You and I) (You and I)
And we'll be together till we die
Our love will last forever and forever, you'll be mine
You'll be mine
Oh-ooh, oh-ooh
Girl, your smile and your charm
Lingers always on my mind I'll say
You're the only one that I've waited for
And I want you to be mine
Oh, baby, I'll take you to the sky
Forever you and I (You and I) (You and I)
And we'll be together till we die
Our love will last forever and forever, you'll be mine
You'll be mine
And I want you to be mine
And I want you to be mine
Oh, baby, I'll take you to the sky
Forever you and I (You and I) (You and I)
And we'll be together till we die
Our love will last forever and forever, you'll be mine
You'll be mine
Oh, baby, I'll take you to the sky (Oh-uh)
(Oh-uh) Forever you and I (You and I) (You and I)
And we'll be together till we die (Oh-uh)
Our love will last forever and forever, you'll be mine
You'll be mine
Oh-oh-oh
You'll be mine
Petra ft Ben Sihombing : Mine
“Terima kasih banyak semuanya” ucap Akbar ramah
Tepuk tangan meriah yang nggak kalah dari Arness. Fotographer yang juga banyak memfoto pertunjukkan Akbar seperti Arness.
Akbar kembali duduk disamping Arness, saling mencium kening dan mengucapkan terima kasih mereka.
**