My First And Last 'Akbar'

My First And Last 'Akbar'
Perang PS



Pintu pagar rumah Akbar terbuka, Arness duduk sedangkan Akbar berdiri ke balkon melihat siapa yang datang.


“Gio bawa Vio, Little” ucap Akbar memberi informasi


“Turun yuk” ajak Arness semangat


“Tapi aku masih mau berduaan sama kamu” rengek Akbar memeluk Arness seperti Arka


“Mesum.. ngapain peluk dada aku ? segala diusel-usel gitu mukanya” gerutu Arness memberontak


“Aku lagi jadi Arka, pelukin kamu kayak gini” jawab Akbar manja


“Lepasin Amore.. nanti Vio sama Gio lihat, kamu nggak malu ?” tanya Arness lembut


“Aku penasaran sama ini, kapan aku boleh lihat ?” tanya Akbar menyenggol dada Arness dengan bibir dan hidungnya tanpa menjawab pertanyaan Arness


“Iihhh, sana kamu” berontak Arness mendorong tubuh Akbar menjauh


“Kak ?” panggil Gio yang menaiki tangga


“Iya” teriak Akbar yang sudah duduk di samping Arness dan menyandarkan kepalanya di bahu Arness


Gio berjalan ke arah mereka sama Viona.


Dilihatnya kedua manusia bucin itu disana lalu duduk didepan mereka sambil membawa gelas minum mereka.


“Ness.. miss youuu” ucap Viona merentangkan tangannya mau memeluk Arness


“Kalian kan sebelahan rumahnya, apanya yang kangen ?” gerutu Akbar memeluk Arness tanda Viona nggak boleh peluk Arness


“Kita kan jarang ketemu kak, Arness makin sibuk, libur ketemu kak Akbar, kapan mainnya” gerutu Viona melipat kedua tangannya ke dadanya


“Sini sayang” ucap Gio memeluk Viona


“Cih, pamer” gumam Akbar


“Mending pamer apa manja kayak kamu ?” sindir Arness


“Iya iya aku lepas Little” ucap Akbar melepaskan pelukannya dari Arness


“Main PS yuk” ajak Gio semangat


“Aku nggak bisa main PS sayang” ucap Viona cemberut


“Ini beneran apa bohongan ? Arness juga bilang nggak bisa main PS tapi pas main malah menang terus” gerutu Gio memicingkan matanya


“Aku nggak bohong Gio, waktu itu cuma kebetulan aja” ucap Arness tenang


“Aku sama Arness udah berapa tahun nggak main PS” tambah Viona membuka fakta


“Arness bilang terakhir kali dia main PS waktu usia sebelas tahun, masa udah sebelas tahun nggak main PS tapi jago banget” keluh Akbar mencubit pipi Arness


“Yaa nggak tahu deh, tapi itu sih faktanya” jawab Viona menaikkan kedua bahunya


“Kita tanding aja gimana ? kamu sama Arness, aku sama kak Akbar” ucap Gio bersemangat


“Kok aku ikutan ?” tanya Arness bingung


“Kan pas Ness, ayolah” jawab Gio merayu


“Main aja Little.. aku pastiin kali ini aku bisa ngalahin kamu” ucap Akbar dengan sombongnya


“Vi, yakin mau lawan mereka ?” tanya Arness sedikit khawatir


“Iya ayo Ness.. walaupun udah lama nggak main PS tapi pasti kita menang deh” jawab Viona dengan PD nya


“Huh.. ya udah aku ikut” ucap Arness pasrah


“Yeaahhh !!” tos Akbar dan Gio bersemangat


“Kita tos juga Ness” ucap Viona mengangkat tangan kanannya


“Nggak usah lah, nanti aja kalau udah menang” ucap Arness mengibas-ngibaskan tangannya


“Jangan sombong kamu Little, aku sama Gio nggak bakalan kalah” ucap Akbar memicingkan matanya


“Iya iya Yang Mulia.. aku bakalan kalah deh” jawab Arness pura-pura sedih


Gio sudah menyalakan PS nya di TV besar itu.


Speaker juga sudah diperbesar volumenya agar terasa lebih tertantang.


“Taruhan ya, kalau kita menang kalian di dandanin dan nggak boleh nolak” ucap Viona menunjuk jari telunjuknya ke arah Akbar dan Gio bergantian


“Tapi kalau kita menang gimana ?” tanya Gio menantang


“Terserah” jawab Arness asal


“Aku mau minta cium yang banyak aja dari Little.. dipelukin juga, pokoknya dimanjain” ucap Akbar mengeluarkan jurus bucinnya


“Hastaga kak, kok hukumannya gitu ? aku juga mau Vi" ucap Gio yang berakhir semangat


“Gio kenapa jadi bucin sih ?” bisik Arness


“Ketularan kak Akbar kali” bisik Viona


Game pertama yang mereka mainkan yaitu fighting.


Gio melawan Viona sedangkan Arness duduk santai melihat permainan mereka yang wajahnya sudah tegang ditambah Akbar yang terus menerus memberikan arahan.


“Ness, kamu nggak mau bantuin aku ?” tanya Viona panik


“Aku percaya sama kamu” jawab Arness dengan tenangnya


“Hahaha.. kamu bakalan kalah sayang” tawa jahat Gio yang masih fokus ke layar TV


“Aku nggak bakalan kalah” jawab Viona kembali semangat


Viona kalah dalam permainan pertamanya. Giliran Arness dan Akbar yang main.


“Jangan fokus ke TV doang, perhatiin tombol yang aku pakai sama tombol yang Akbar pakai kayak gimana” bisik Arness ke Viona sebelum memulai permainannya


Permainan yang sama, game fighting cuma beda karakter.


“Sini Amore” ucap Arness lembut meminta wajah Akbar buat mendekat


“Kak jangan mau kalah cuma karena dicium gitu, Arness licik” gerutu Gio kesal


“Apaan sih Gio, orang cium doang” protes Arness tenang


..


“Terus Ness !!” semangat Viona


“Iya iya..” jawab Arness dengan tenangnya


“Kak jangan kalah dong” keluh Gio


“Susah Gio, lihat kakak nggak ada celah buat nyerang balik” gerutu Akbar yang masih panik melawan Arness


..


“Hahaha ! satu sama boys” tawa jahat Arness memenangkan permainannya


Permainan kedua, mereka main perang satu sama lain. Menggunakan pistol dan pisau dalam layar TV itu.


“Vi, aku tahu kamu takut deket sama musuh, pakai pistol aja, jangan buru-buru” ucap Arness tenang ke Viona yang panik memainkan permainan itu


“Bantuiinnn !!” ucap Viona makin panik


Arness membantu gerakannya, sampai akhirnya Viona menang.


Wajah Akbar dan Gio langsung kesal, mengernyitkan dahi dan memicingkan matanya, menatap seakan mengatakan ‘aku nggak mau kalah dari kalian cewek-cewek yang nggak main PS’.


Giliran Arness yang main sama Akbar.


Dengan mudahnya Arness memainkan permainan ini sambil tiduran di paha Akbar menghadap layar TV.


“Kamu nggak bakalan dapetin kebucinan itu Amore” ledek Arness setelah memenangkan permainannya


“Curang, kamu bikin aku nggak fokus” protes Akbar cemberut


“Ya udah nanti aku duduk jauh dari kamu” ucap Arness dengan tenangnya


Sekarang game balap mobil. Awalnya Viona masih kaku memainkannya tapi makin kesini dia sudah lancar walaupun tetap kalah sama Gio.


Giliran Arness, jangan ditanya, dia sudah pasti menang dari Akbar.


“Skor sementara empat-dua ya.. kalian mau main apa lagi ?” tanya Arness menantang


“Arcer, kalian pasti nggak bisa kan ?” ucap Akbar dengan berapi-api


“Panahan ?” tanya Viona memastikan


“Iya, kita main itu” jawab Gio dengan semangat membara


“Gampang Vi” bisik Arness meremehkan


“Iya lah, kita kan biasa mainin itu di game Hp” bisik Viona menahan tawa


Sudah dipastikan Arness dan Viona menang.


Bidikan mereka selalu mendapatkan nilai tertinggi, hampir mendekati sasaran.


Beda dengan Akbar dan Gio yang walaupun ada yang tepat sasaran tapi sisanya meleset jauh.


“Aku nggak terima !” protes Gio cemberut kesal


“Iya, aku juga.. aku nggak sudi didandanin” tambah Akbar sambil melipat kedua tangannya di dadanya


“Curang banget” gumam Arness memicingkan matanya


“Kita pulang aja yuk Ness, males main sama mereka lagi” ancam Viona yang sudah memakai tas nya


“Eh.. nggak sayang, bercanda” ucap Gio merayu Viona


Arness dan Viona tos semangat.


Kedua laki-laki itu duduk manis didepan mereka dengan wajah masam.


Berbanding terbalik dari Arness, Viona selalu siap membawa alat make up lengkapnya di dalam tas nya.


Nggak bisa protes atau membantah, Akbar dan Gio cuma bisa menghela nafas berat setiap Arness dan Viona mengambil alat make up lainnya.


Dengan serius dan menahan tawa, Arness dan Viona merias wajah pasangannya itu.


Bukan cuma dandan asal-asalan, tapi memang didandanin seperti biasa Viona mendandanin Arness, begitu juga Arness yang sudah mempelajari trik make up selama ikut pemotretan.


Terakhir, Arness menggulung rapih slayernya lalu dipakaikannya di kepala Akbar membuat bando.


Viona juga ikut memasangkan bando yang dia pakai di kepala Gio.


“Selesaiii !!” ucap Arness dan Viona dengan senyum lebar melihat hasil karya mereka


“Kita foto-foto yuk” ajak Viona semangat


“Ayo banget” ucap Arness ikut semangat


Pasrah, cuma bisa mengikuti apa yang pasangannya minta, Akbar dan Gio memaksakan senyumnya ke kamera sebanyak mungkin.


Puas foto berempat, Arness foto berdua Akbar, begitu juga Viona yang foto berdua Gio.


“Update story WA” gumam Arness serius dengan Hp nya


“Posting Instagram” gumam Viona serius dengan Hp nya


“Little.. kamu tega orang-orang bakalan lihat aku kayak gini ?” tanya Akbar memelas


“Kamu juga Vi, Instagram loh.. malu banget sayang” rengek Gio memohon


“Ness, kasihan juga sih” ucap Viona pura-pura sedih


“Iya Vi” tambah Arness cemberut


Yes !! batalin !! -batin Akbar dan Gio sudah senang


**