My First And Last 'Akbar'

My First And Last 'Akbar'
Belanja



Arness memanggil SPG disana, meminta dua ukuran dan dua warna, yaitu ukuran sepatunya dan ukuran sepatu Akbar dengan warna putih untuk ukuran sepatu Arness dan warna hijau tua untuk ukuran sepatu Akbar.


“Kenapa minta ukuran empat puluh tiga juga ?” tanya Akbar bingung


“Kenapa ? suka-suka aku dong” jawab Arness dengan senyum gemasnya


Arness duduk sama Akbar menunggu SPG itu kembali. Lalu membuka sepatu mereka dan mencoba sepatu yang tadi Akbar tunjuk.


“Gimana ? enak nggak ?” tanya Arness melihat Akbar sudah memakai sepatu barunya


“Enak” jawab Akbar sambil memperhatikan sepatunya


“Nyaman ? sempit nggak ? apa kebesaran ? mau ganti ukuran ?” tanya Arness dengan antusias


“Nggak, ini udah pas Little” jawab Akbar lembut


Arness dan Akbar membuka sepatu itu dan memakai sepatu lamanya lagi.


“Mbak, saya mau dua-duanya, tolong titip di kasir ya” ucap Arness ramah


“Iya Mbak, saya taruh di kasir dua ya” ucap SPG itu dengan sopan


“Iya, makasih ya” jawab Arness tersenyum tipis


..


Arness mengajak Akbar mencari sepatu boots lainnya buat Fathir karena dia ingat betapa irinya Fathir saat Arness memakai sepatu hadiah Akbar.


Sudah menemukan sepatu yang pas buat Fathir, Arness menitipkan lagi ke SPG lainnya buat ditaruh di sepatu tadi yang dia beli.


Pindah ke pakaian laki-laki. Arness mencari jaket yang lagi-lagi buat Fathir.


“Amore, cocokkan mana ?” tanya Arness memegang gantungan jaket di kedua tangannya


“Ini.. tapi kenapa kamu beliin buat papa doang ?” tanya Akbar bingung


“Iya iya nanti aku beli buat mama” jawab Arness cemberut


Arness sudah membawa jaket yang dia pilih buat Fathir di tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya sudah menarik tangan Akbar ke bagian tas perempuan.


Arness menelefon Viona setelah sampai disana, meminta Viona dan Gio buat datang menemuinya.


“Kenapa Ness ?” tanya Viona yang sudah sampai dengan beberapa gantung baju di tangan Gio


“Aku nggak ngerti tas beginian, coba tolong cariin yang cocok buat mama” ucap Arness mengangkat kedua bahunya


“Hemm, oke, ayo ikut” ajak Viona menarik tangan Arness


“Nggak mau, kamu aja lihat sendiri, kalau udah ketemu baru aku kesana” ucap Arness menolak


“Sana Little, ikut aja.. sini jaketnya biar aku yang pegang, aku sama Gio disini lihatin kalian” ucap Akbar mengambil jaket di tangan Arness lalu mendorong punggung Arness


Sepeninggalnya Arness dan Viona, Akbar dan Gio tetap mengawasi kedua perempuan itu dari tempat mereka berdiri.


“Kakak pengen beliin sesuatu buat Arness” ucap Akbar tiba-tiba


“Aku juga kak, mau beliin buat Vio tapi bingung mau beliin apa” ucap Gio menghela nafas berat


“Sama Gio.. kayaknya kita sama-sama nggak tahu apa-apa tentang mereka ya” jawab Akbar kecewa dengan dirinya sendiri


“Kak, boleh nggak kalau habis ini aku pinjem Arness buat cari apa yang Vio suka ?” tanya Gio penuh harap


“Eum.. boleh juga, kakak sama Vio ya” ucap Akbar dengan senyum puasnya


“Oke” jawab Gio dengan semangatnya


Arness sudah memilih salah satu dari tas yang Viona pilih lalu seperti sebelumnya, menitipkannya jadi satu ke belanjaan miliknya.


Kedua perempuan itu kembali ke kedua laki-laki yang menunggunya itu.


“Ayo Ness” ajak Gio tersenyum lebar


“Hah ?” tanya Arness kaget


“Vi, temenin kakak dulu yuk, sementara Arness sama Gio” ucap Akbar mengajak Viona ke arah lain dengan menggerakkan sedikit kepalanya


Arness dan Viona saling menatap bingung, lalu sama-sama menggelengkan kepalanya dan mengangguk pasrah.


Arness dan Gio pergi beda arah sama Akbar dan Viona.


“Ada apaan Gio ?” tanya Arness bingung


“Aku mau kasih Vio hadiah, tapi nggak tahu apa, kamu bantuin aku ya” ucap Gio dengan senyum lebarnya


“Aku aja yang bawa Ness” ucap Gio merasa nggak enak


“Nggak usah kayak gitu, aku nggak suka lihat orang repot sendiri” ucap Arness tersenyum tipis


“Hemm, makasih Ness.. tadi kita lama di parfum, kayaknya ada yang dia suka deh wanginya” ucap Gio mencoba mengingat lagi


“Ya udah ayo kesana” ajak Arness mendorong punggung Gio


..


“Kak, ada apa sih ?” tanya Viona bingung


“Kakak mau beli hadiah buat Arness tapi nggak tahu harus beli apa” ucap Akbar menghela nafas berat


“Kak, bagi Arness, kalau dari orang penting kayak kakak, dia pasti terima” ucap Viona menepuk bahu Akbar


“Tapi apa ?” tanya Akbar makin bingung


“Kakak mau beliin Arness apa ? eum, mungkin ada yang kakak mau dia pakai apa milikin gitu ?” tanya Viona mencoba menjelaskan


“Mau Arness feminin, pakai mini dress kayak waktu itu” jawab Akbar dengan senyum tipisnya


“Ya udah ayo kesana.. Arness udah beli sepatu belum ?” tanya Viona sambil berjalan ke bagian pakaian perempuan


“Udah, dia beli sepatu boots” jawab Akbar dengan tenangnya


“Warna apa kak ?” tanya Viona lagi


“Putih” jawab Akbar lembut


“Haha.. kesampaian juga dia beli boots warna putih” gumam Viona


“Kenapa Vi ?” tanya Akbar bingung


“Ya anak itu udah dari dulu banget mau beli sepatu boots warna putih tapi selalu nggak cocok sama yang dia mau.. kakak tahu Arness udah koleksi sembilan pasang sepatu boots, ada yang warnanya sama tapi modelnya beda” jawab Viona menggelengkan kepalanya


“Aku nggak hitungin sih berapa banyak, tapi kelihatan di rak sepatu punya dia semua” ucap Akbar tenang


“Emang itu punya dia semua kak, itu rak sepatu khusus punya dia, dikamarnya juga ada, khusus buat sepatu boots sama beberapa sepatu kets yang dia suka aja” jelas Viona lagi sambil memilih baju buat Arness


“Terus yang di rak sepatu di teras itu ?” tanya Akbar kaget


“Sepatu harian menurut Arness, yang menurutnya masih biasa aja” jawab Viona sesuai fakta


“Hah ? itu banyak loh Vi” ucap Akbar kaget


“Emang dia begitu kak, om sama tante udah capek bilangin Arness buat nggak beli sepatu terus, tapi emang dasar Arness hobi dan lagi emang sepatunya juga dipakai bukan cuma buat pajangan doang jadi om sama tante udah pasrah aja” jawab Viona masih fokus mencari pakaian buat Arness


Akbar menggelengkan kepalanya merasa kaget sekaligus nggak sangka.


..


Arness dan Gio sudah menemukan hadiah yang pas buat Viona, begitupun Akbar dan Viona.


Mereka berempat berjalan ke kasir dan membayar belanjaan mereka masing-masing.


Tentu saja belanjaan Viona yang paling banyak, tapi buat harga, belanjaan Arness yang tertinggi.


“Kamu belanja apaan aja sampai segitu banyak harganya ?” tanya Gio kaget


“Nih, cuma beli sepatu, jaket, sama tas” jawab Arness menunjukkan belanjaannya


“Banyak banget Ness” keluh Gio lagi


“Lihat belanjaan Vio tuh, dia niat beli apa laper mata doang ? semua diborong” sindir Arness


“Ini tuh kebutuhan Ness namanya” ucap Viona membela diri


“Kebutuhan apaan banyak gitu, emang udah pasti dipakai ?” sindir Arness lagi


“Udah Little.. biarin aja Vio mau beli apa” ucap Akbar melerai keduanya


“Cih” gumam Arness dan Viona


Arness membawa satu paper bag besar berisi tas dan jaket buat kedua orang tuanya, sedangkan Akbar membawa sepatu-sepatu yang Arness beli dan nggak lupa hadiah buat Arness.


Beda sama Viona yang belanjaannya penuh di tangan Gio semua.


**