My Boss Be Mine

My Boss Be Mine
Bab 48. Pilihanku



Evan terpaksa membenarkan semua prasangka yang dimiliki ibunya waktu itu. Tidak akan mungkin menyembunyikan keberadaan Adam dari semua orang sekarang.


Malam ini setelah pulang dari mall, semua anggota keluarga Reynand dan Graham mengadakan pembicaraan yang sangat serius tentang Adam dan Anna.


"Jadi Adam lahir setelah kau menikah?" tanya Diana penasaran.


"Iya" jawab Evan.


"Apakah benar kalian pernah melakukannya?" Pertanyaan yang sangat tidak masuk akal dari ayahnya, Malik Reynand.


"Kami hanya melakukannya sekali dan suatu keajaiban Anna bisa hamil saat itu" jawab Evan.


"Itulah namanya takdir. Walaupun kalian berlari kesana kemari dan berselisih jalan. Akhirnya akan disatukan oleh Tuhan" Diana sangat senang mendengar cerita anaknya tentang Anna dan Adam.


"Apakah kau sudah memeriksa semuanya?" tanya Malik Reynand pada Graham, asistennya yang paling dipercaya.


"Saya melakukan tes dna tanpa sepengetahuan nona Hamid dan benar, tuan muda kecil adalah putra tuan muda" Graham memberikan semua berkas salinan buku kehamilan Anna, foto kelahiran dan semua catatan kesehatan Adam pada kepala keluarga Reynand.


"Lucu sekali. Dia sangat tampan walaupun masih bayi. Siapa yang memberi nama untuknya? Kenapa hanya ada nama kakeknya disana?" Diana sangat bersemangat melihat semua foto Anna dan Adam.


"Saya hanya memberi nama Adam dan secara tidak sengaja nona Hamid mengambil nama tuan besar sebagai nama tengah putranya" Diana kesal karena nama keluarganya tidak disebutkan oleh Graham kepada Anna waktu itu.


"Bawa cucuku kemari!" kata Malik Reynand setelah memeriksa hasil tes dna Adam.


"Aku akan menikah dengan Anna. Aku tidak akan pernah memisahkan mereka berdua" Tatapan tajam diberikan Malik Reynand pada anaknya.


"Terserah padamu. Aku hanya ingin cucu keturunan dari keluarga Reynand berada di rumah ini, bukan di rumah kecil seperti itu" Evan menarik napas lega setelah memiliki ijin dari ayahnya. Dia akan segera membawa Anna dan putranya ke Jakarta dan hidup dengan bahagia bersama.


"Sepertinya Anna akan sangat membencimu kalau kau memintanya menjadi istrinya" kata-kata Diana mampu membuat anaknya patah semangat.


"Dia akan berada dimanapun Adam berada. Dan aku akan memastikan Anna mau menikah denganku bagaimanapun caranya" Kali ini dia tidak akan pernah melepaskan Anna lagi. Anna akan menjadi miliknya untuk sekarang dan selamanya.


.


.


.


Ketika pak Graham akhirnya membuka pintu kamar tempat pak Reynand menunggu, aku melangkah masuk.


Aku melihat pria yang terus menyiksaku sejak lima tahun yang lalu. Kenapa dia tidak melepasku dan Adam pergi?


Dia bisa menikah dengan perempuan lain dan memiliki banyak anak lainnya. Adam adalah satu-satunya anakku dan kesayanganku. Bagaimana bisa dia tega mengambil Adam pergi?


"Duduklah"


"Kembalikan Adam. Saya mohon" Aku tidak perlu duduk ataupun yang lain. Yang kubutuhkan hanya Adam kembali ke pelukanku.


"Adam ada di Jakarta dan aku ingin mengajukan kesepakatan padamu" Bagaimana bisa dia mengambil anakku lalu menawarkan sesuatu. Apa dia pikir aku akan menukar anakku dengan hal lain?


"Saya akan memberikan segalanya. Rumah, toko, mobil dan perhiasan, tapi tolong kembalikan Adam" Tidak pernah sekalipun aku memohon atas semua yang kucapai dalam hidup. Tapi demi Adam aku akan berlutut bahkan mencium kakinya.


"Apa kau pikir semua itu berharga untukku?" Aku lupa kalau dia memiliki semuanya. Hartaku pasti tidak akan cukup untuk membuatnya melepas Adam.


"Apa yang Anda inginkan?" tanyaku.


"Aku ingin kau menjadi istriku, milikku." Ha??Aku merasa bingung dengan permintaannya.


"Kita akan membesarkan Adam bersama sebagai orang tuanya kalau kau menikah denganku. Atau kau bisa kehilangan segalanya. Adam, rumah, toko, dan toko roti ayahmu akan hilang dalam semalam kalau kau tidak menyetujuinya" Dia semakin mendekat dan menahan aku di dalam pelukannya.


"Kenapa Anda melakukan semua ini?" Dia mencium leherku dan aku merasa geli.


"Aku mencintaimu. Dan selama empat tahun menunggumu untuk datang ke dalam pelukanku. Sekarang, bisakah kau berhenti berjuang sendirian dan menyerahkan dirimu padaku?" kata-kata yang sangat manis untuk didengar. Tapi semua hanyalah penutup untuk semua hal jahat yang pernah dia lakukan selama ini.


Pak Reynand perlahan melepas jas dan satu persatu kancing kemejaku. Dia melihatku dengan kedua mata birunya yang membuatku kembali teringat pada Adam.


Ketika dia meletakkanku di atas ranjang, aku membelai kedua mata birunya yang sangat indah.


"Apakah kau terkejut, melihat Adam memiliki mata biru saat lahir?" Aku mengangguk. Mata biru itulah yang membuat aku tertarik pada pria ini. Melihat matanya seperti membuatku berada di atas awan dan lupa diri.


Dia mulai menciumku dan membuka semua pakaian yang kugunakan. Sentuhannya membuatku teringat pada malam lima tahun yang lalu. Sebuah kesalahan yang berakhir indah untukku.


"Aaaahhh" jeritku. Rasanya sangat salah karena kami melakukan ini disaat aku berjuang untuk mendapatkan Adam. Tapi aku tidak akan bisa menang melawan kekuatan yang ada di balik pria ini.


"Kau sangat cantik. Aku sangat mencintaimu" ucapnya lalu menciumku dengan lembut.


Setelah melakukannya, dia memelukku dari belakang di atas ranjang. Sebuah cincin berkilau dipasangkannya di jari manis kiriku.


"Dengan cincin ini, aku mengikatmu menjadi istriku" Aku melihat cincin emas putih polos dengan dua alur yang melingkarinya. Bukankah cincin ini terlalu sederhana untuk lamaran seorang Evan Reynand?


"Kau tidak menyukainya?" Bagaimana aku harus menjawab pertanyaannya. Semua ini kulakukan hanya untuk bisa bertemu lagi dengan Adam. Tidak peduli menjadi apapun, aku akan tetap membuat Adam berada di pelukanku.


"Terlalu sederhana" kataku jujur. Setidaknya dia harus memberiku berlian sebesar telapak tangan karena aku melahirkan putranya.


"Kupikir kau tidak menyukai sesuatu yang terlalu mewah. Aku akan membelikan cincin yang kau mau besok pagi saat kita bertemu Adam di Jakarta" Aku menjadi bersemangat karena dia mengatakan aku akan bertemu Adam.


"Apakah saya boleh menelponnya atau setidaknya mengucapkan selamat tidur?" Saat aku terlalu bersemangat dan duduk di atas ranjang. Tidak kusadari, tidak ada sehelai pakaian di tubuhku.


"Tentu saja boleh. Tapi ... " Dia menarikku lagi dalam pelukannya dan memulai kembali sesuatu yang kami lakukan tidak lebih dari sepuluh menit lalu.


.


.


.


Ternyata tidak mudah merawat seorang cucu. Ketika orang suruhan Evan mengantar Adam ke rumah keluarga Reynand, tangisan mulai mengisi kedua telinga yang dimiliki Malik Reynand.


"Cepat suruh anak itu diam" perintahnya pada istrinya yang sedari tadi berusaha merayu Adam agar tidak menangis.


"Kau yang memerintahkan mereka membawa Adam kemari. Coba saja kalau kau bisa" Suara tangis Adam dapat merubah wanita paling lembut itu menjadi seorang monster yang memakan manusia.


"Adam Sayang. Besok pagi ibumu akan kemari dan membawakan banyak makanan. Malam ini Adam akan tidur di rumah kakek dan nenek" Suara tangis Adam tidak mereda, walaupun mendengar kata-kata Diana.


Setelah menangis selama satu jam, Adam perlahan mengantuk dan tertidur sendiri.


"Suruh Evan segera membawa Anna kemari. Kasihan kalau Adam terus menangis seperti ini" Malik Reynand tidak akan sanggup mendengar suara tangis itu. Dia dan istrinya merasa belum siap menjaga seorang cucu sendirian