
Sudah satu bulan sejak aku pindah ke bagian logistik. Menjadi satu-satunya pegawai perempuan di ruangan ini memiliki keuntungan dan kerugian . Keuntungannya adalah pegawai pria yang lain sangat perhatian padaku. Setiap pekerjaan yang tidak aku mengerti, mereka akan membantuku.
Dan kerugiannya adalah mereka menuntut kesempurnaan. Tidak ada kata salah karena kebetulan atau kebodohan. Karena tanggung jawab di bagian logistik sangatlah berat.
Sekarang aku tahu maksud pak Sanjaya mrmasukkanku ke bagian ini. Pekerjaan ini akan menyita seluruh tenaga dan pikiranku, menghindarkan aku untuk memikirkan hal yang lain.
Aku berangkat kerja seperti biasa ke kantor. Hingga saat ini ayah dan ibuku belum tahu tentang aku berada di bagian lain di perusahaan Reynand Property.
"Selamat pagi, Pak" sapaku pada semua pegawai di bagian logistik.
"Anna. Aku membutuhkan data isi gudang kita dan pengadaan barang untuk proyek di Jakarta Timur!" Sesaat setelah aku menginjakkan kaki di ruangan ini, aku disibukkan dengan pekerjaan.
Siang ini, aku harus pergi dengan salah satu staf untuk mendata penyimpanan barang proyek perusahaan properti Reynand di Jakarta sebelah Barat.
Kami diharuskan mengikuti rombongan Presdir yang datang kesana untuk berkunjung. Mungkin hari ini aku akan bertemu atasan yang mengusirku pergi.
Kami bersama pegawai keuangan dan desain mengikuti setiap kunjungan Presdir. Tapi ini adalah kali pertama aku melakukan pengecekan di lapangan.
Aku membawa semua daftar yang kubutuhkan. Dan itulah dia, Presiden Direktur yang lama tidak kulihat. Wajahnya masih saja tampan dengan aura kepemimpinan yang kuat. Dia sama sekali tidak melihat keberadaan kami sebagai staf dan masuk ke dalam mobilnya.
Ada seorang perempuan yang mengikuti dengan setia di belakangnya. Setelah bertanya pada staf bagian keuangan, ternyata dia menerima sekretaris baru setelah mengusirku.
Kabarnya perempuan itu cantik dan bekerja sangat keras sebagai sekretaris baru. Aku merasa sangat malu pada diriku sendiri.
"Anna, kau harus mengambil data barang di gudang lalu jangan lupa mengambil dokumentasinya" perintah Pak Gunawan, dalah satu rekan kerjaku.
"Baik, Pak" Aku segera melaksanakan pekerjaanku.
Gudang proyek sangatlah besar dan aku harus bertemu dengan penanggung jawabnya. Karena saat ini waktunya makan siang, mungkin hanya ada beberapa orang di gudang.
"Selamat siang, Pak. Saya staf logistik dari kantor pusat" sapaku pada satu-satunya staf yang berada di bagian gudang. Sekali lagi aku bertemu pegawai laki-laki di bagian ini.
Dia memberiku laporan mingguan dan harian tentang keadaan gudang. Aku berterima kasih dan berjalan ke pintu gudang. Tak lupa aku mengambil gambar keadaan gudang dengan berbagai sudut.
"Aku tidak berpikir akan bertemu denganmu disini. Anna" Aku terlalu berkonsentrasi pada laporan dan tidak melihat Presdir yang berada di depanku.
Terdiam sebentar, lalu membungkuk untuk memberi hormat. "Selamat siang, Pak" Aku melihat pak Graham dan wanita cantik itu di belakangnya.
Aku tidak mau melihat wajahnya lagi dan disinilah aku bertemu dengannya.
"Apa kau merasa senang bekerja di bagian logistik?" tanyanya.
"Kepala Bagian dan para staf logistik sangat baik dan membantu Saya selama satu bulan ini." jawabku.
Kami terdiam dan tidak berkata apa-apa, lalu sekretaris cantik barunya mengatur kepergiannya dari gudang.
"Selamat siang, Pak" Aku pergi dari gudang meninggalkannya ke teman kerja yang sudah menungguku di tempat makan karyawan proyek.
Kami memeriksa sekali lagi keadaan gudang dan keamanannya sebelum pulang kembali ke perusahaan.
Dalam perjalanan, matahari bersinar sangat terik dan aku mulai merasa mengantuk. Mobil yang digunakan staf adalah mobil kantor yang nyaman. Aku menempel di jendela lalu mulai menutup mata.
Satu hari lagi terlewati setelah aku bekerja di bagian ini. Hari ini aku mendapat pesan bahwa gaji pertamaku telah dikirim ke rekeningku dalam jumlah yang membuatku bersemangat.
Aku membayangkan mengajak Manda ke pusat perbelanjaan dan membelikannya sesuatu. Tidak lupa aku akan membelikan ibu dan ayah, mungkin kaus couple cocok untuk mereka.
"Tidak bisa" jawab ibu ketika aku mengajaknya ke pusat perbelanjaan besok.
"Bagaimana bisa kau tidak memberitahu ibu, Diana akan mengadakan pesta merayakan pernikahan emasnya?" katanya dengan nada marah.
Diana??
"Maksud Ibu, Bibi Diana Harold Reynand?" tanyaku penasaran.
"Kau itu sekretaris Evan. Bagaimana bisa kau tidak tahu acara itu? Ibu diundang ke acara itu bersama ayah. Kau pasti sangat sibuk mempersiapkannya. Kita akan bertemu disana besok, ibu merasa tidak sabar." kata-kata ibu membuatku berdiri kaku tak berkomentar.
Sepertinya aku harus menceritakan semuanya pada ibu, sebelum mereka terkejut melihat aku tidak ada di pesta besok.
"Ibu aku ingin bicara sebentar" Aku merasa sangat gugup berbicara dengan ibuku sendiri.
"Aku tidak menjadi sekretaris pak Reynand lagi" kataku.
"Apa maksudmu? Kau dipecat?" Ibu khawatir melihatku.
"Tidak. Aku menjadi staf bagian logistik di perusahaan itu sejak satu bulan yang lalu" Aku menunggu reaksi ibu.
"Apa kau melakukan kesalahan?" firasat ibu sangat baik terkait masalahku.
Aku berpikir keras berusaha membuat alasan yang tidak membuatnya sedih.
"Aku membuat kesalahan yang sangat besar" Lebih baik mengatakan yang sebenarnya.
Mendengarku, ibu terdiam agak lama.
"Apakah kau lebih senang menjadi staf?" Terkejut aku mendengar pertanyaan ibu.
"Iya" jawabku tanpa banyak berpikir.
"Ibu akan mendukung apapun pilihan karirmu asalkan kau bahagia" Ibu memelukku dan itu meringankan perasaanku.
"Kau harus datang ke pesta besok. Ibu harus berterima kasih pada Evan karena dia tidak memecatmu" Sepertinya ibu tidak paham kalau aku tidak ingin melihat pak Reynand.
Aku berusaha keras merubah pemikiran ibu yang memaksaku hadir dalam pesta besok malam. Tapi semua cara tidak mempan terhadap sifat kerasnya.
Aku berakhir berada di salah satu toko gaun di pusat perbelanjaan dengan Ibu. Memilih baju dan aksesoris lalu segera pulang ke rumah untuk tidur.
"Anna, cepat" Ibu berteriak memanggilku keluar kamar.
Aku tidak mau bertemu dengannya lagi, lalu kenapa sekarang aku harus datang ke rumah keluarganya, untuk menghadiri pesta?
Ibu menarikku dari dalam kamar dan memasukkan tubuhku ke dalam mobil ayah. Kami berangkat ke rumah keluarga Reynand dengan perasaan yang berbeda. Ibu senang sekali, sedangkan aku merasa sangat kesal.
"Ayo cepat masuk dan sapalah mereka" Ibu menarikku masuk ke dalam pesta, sedangkan aku menolaknya.
"Anna kau cantik sekali malam ini" Bibi Diana memelukku di depan tamu yang lain. Ibu dan ayah merasa senang dan aku tidak.
"Selamat atas perayaan ulang tahun pernikahan Paman dan Bibi" Aku menyapa Tuan besar Reynand dan istrinya yang sangat cantik malam ini.