My Boss Be Mine

My Boss Be Mine
Bab 31. Pesta Freya



Mengadakan pesta di hari kerja merupakan hal yang sulit dilakukan. Tidak adanya tamu undangan yang hadir akan membuat penyelenggara pesta merasa sangat sedih. Itulah keadaan yang terjadi ketika orang biasa mengadakan pesta.


Tapi lain dengan kelyarga Reynand, kapanpun pesta diadakan, tamu akan selalu menghadirinya. Malam Selasa yang sangat ramai di taman rumah keluarga Reynand dengan tema Sexy Black digelar dengan suara musik yang sangat keras.


Sebagai penanggung jawab dekorasi dan makanan, Ayu membutuhkan banyak bantuan yang bisa dia dapatkan. Bahkan dariku. Aku membantunya membuat detail dekorasi karena Ayu terlihat kelelahan.


Berada di dalam pesta akan membuatku sangat tidak nyaman saat ini. Mereka adalah pelaku bisnis hiburan yang sengaja diundang untuk mempromosikan Freya. Aku memilih berada di dekat meja makanan dan mencicipi hampir semua jenis kue yang disajikan.


"Apakah kau yang memilih baju untuk Freya?" Suara pria ini terdengar sangat dekat dan benar saja, ketika berbalik aku melihatnya berada tepat dibelakangku.


"Nona Freya yang meminta desainer itu untuk membuatnya" Aku tidak mau disalahkan untuk selera Freya yang terlalu terbuka itu.


Gaun yang memperlihatkan semua anggota tubuh tidak mungkin kupilih. Lebih baik memakai gaun sederhana berbahan renda seperti yang kupakai saat ini.


"Apa kau mengalami kesulitan di Eropa?" tanyanya. Tentu saja aku menjelaskan semua kesulitan yang kualami karena ketidak hadirannya waktu itu. Masalah tiket, akomodasi dan tersesat merupakan hal yang kualami di ketiga kota itu. Membuatku merasakan lelah baik fisik maupun pikiran.


"Lalu kenapa kau tidak menghubungiku?" Pertanyaan yang bagus sekali.


"Pak Reynand sedang bersenang-senang dengan Nona Freya. Mana berani saya mengganggu" jawabku tanpa melihat wajahnya. Semoga hal ini tidak membuatku kembali dimarahi dan ditampar.


"Pipimu terlihat membaik" Dia tiba-tiba menyentuh pipiku dengan punggung tangannya. Kue yang berada di mulutku hampir saja keluar karena hal ini.


Sejak kedatangan Freya, dia tidak pernah mendekati atau mengajakku berbicara. Tapi sekarang dia semakin mendekatiku dan menyentuhku dengan tangannya. Aku tidak boleh terlena dengan kejadian ini, calon istrinya berada tepat di tengah-tengah pesta.


"Sebaiknya Anda kembali pada Nona Freya. Sepertinya dia mengalami kesulitan disana" Aku menunjuk Freya yang dikerumuni para pria karena baju seksinya.


"Apa kau cemburu pada Freya?" Dia yang selalu mendorongku menjauh dengan alasan bahwa dia memiliki calon istri. Dan kali ini dia ingin aku cemburu pada Freya?


Aku tidak ingin menjadi seseorang yang menghancurkan hubungan, sama seperti yang dilakukan mas Dimas dan Dina setengah tahun yang lalu.


"Tidak. Saya merasa bersyukur pak Reynand dapat menjalani kisah cinta yang berlanjut, tidak seperti saya" Kehancuran pernikahan dan penghinaan yang kuterima tidak akan pernah kulupakan.


"Percayalah padaku kalau kau tidak menginginkan aku menikahi Freya" Dia semakin mendekat dan membuat jarak antara kami menghilang. Aku merasa tidak nyaman karena kami berada tepat dihadapan banyak orang.


Ketika aku ingin menjauh, tangannya berada tepat di punggungku untuk menahan agar aku tidak bisa bergerak. "Saya akan berteriak" ancamku padanya.


"Aku ingin mendengar teriakanmu di tempat lain" Mataku melebar dan napasku terasa sesak ketika mendengarnya berkata seperti itu. Aku melihat wajahnya dan tidak percaya dengan kata-kata yang keluar dari mulutnya.


"Pak Reynand sebaiknya pergi ke nona Freya. Dia terlihat sangat sulit menghalangi pria menyentuh badannya" Dia akhirnya melihat ke arah Freya dan berjalan menjauh dariku. Para pria yang berada di dekat Freya terlihat sangat mabuk dan tidak sadar telah menyentuh calon istri pewaris Reynand Property.


Sebelum pak Reynand mendekat, kerumunan itu membubarkan diri dan tersisa satu pria yang dengan berani memeluk Freya di tengah-tengah pesta. Sepertinya dia pemilik perusahaan hiburan terkenal di Singapura.


Pak Graham dengan sigap menarik pria yang memeluk Freya keluar dari tempat pesta. Freya terlihat bingung dilihat oleh tunangannya di depan banyak orang. Tapi tidak akan ada orang yang akan membuat semua yang terjadi menjadi rumor kecuali orang itu ingin hancur.


Pak Reynand mengajak Freya pergi dari pusat perhatian dan duduk di tempat mereka. Kapan aku bisa mendapatkan pria yang dapat menyelamatkan dari kejadian tidak menyenangkan seperti itu. Pasti banyak orang menganggap mereka sangat serasi sepertiku. Lebih baik aku pergi dan menjauhi pesta ini.


"Nona Hamid" Tidak terasa aku berada di taman luar tenda pesta selama tiga puluh menit. Untunglah pak Graham menghampiri aku yang tidak sadar sedang melamun.


"Apakah ada yang harus saya lakukan, Pak" Aku berdiri dan siap kembali ke dalam pesta.


"Tidak perlu, Nona bisa beristirahat disini" kata pak Graham ramah. Kebaikannya membuatku tersenyum dan kembali duduk di atas rumput melihat langit.


Tapi pak Graham tidak duduk bersama dan siap dalam posisinya. Aku merasa tidak enak dan berdiri di sebelahnya. "Nona Hamid ingin pergi? Tuan muda mengijinkan nona untuk pulang terlebih dahulu dan tidak menunggu pesta berakhir" Pak Reynand mengirimnya untuk memberi pesan seperti itu padaku.


"Saya akan mengajak Ayu untuk pulang, dia sangat kelelahan sekarang" Pak Graham mengangguk dan memberikan jalan padaku. Ayu berada di bagian makanan dan aku menariknya keluar. Setelah mengatakan alasannya, Ayu mengikutiku dalam diam.


Akhirnya kami berada tepat di jalan keluar tenda pesta dan melihat pak Graham mengambil mobil untuk mengantar pulang.


"Mau kemana kalian pergi?" Aku dan Ayu melihat kebelakang dan Freya berada disana.


"Malam semakin larut, saya dan Anna ingin pulang" jawab Ayu memberanikan diri. Freya tidak puas dengan jawabannya dan semakin mendekati kami.


"Ayu boleh pulang, tapi seorang asisiten pribadi tidak boleh meninggalkan bosnya sebelum pesta berakhir. Benar kan Anna?" Aku mencium bau alkohol dari tubuh Freya dan berpikir mungkin dia bisa membuat masalah menjadi besar.


Ketika pak Graham datang membawa mobil, aku menyuruh Ayu untuk segera masuk dan pulang. "Apa kau tidak apa-apa disini sendirian?" bisik Ayu mengkhawatirkan aku.


"Aku akan mencoba pergi ketika Freya tidak sadar nanti" Aku juga berbisik pada Ayu agar Freya tidak semakin berulah.


Aku mengikuti Freya kembali ke dalam pesta yang bising dan melihat beberapa orang mulai memutuskan untuk meninggalkan pesta. Merasa tidak senang, tamunya pergi tanpa berpamitan padanya, Freya berusaha membuat mereka kembali.


Tapi semua percuma, satu-persatu tamu beranjak pulang dan membuat pesta yang tadinya meriah menjadi sepi. Kukira Freya akan mengamuk melihat semua ini, tapi tidak. Mungkin karena dia adaĺah perempuan yang sering menghadapi kejadian tidak menyenangkan, Freya dengan tenang duduk di sebuah kursi dan terdiam.


Aku melihat sekeliling dan tidak menemukan pak Reynand di dalam tenda pesta. Mungkin dia mengantar tamu yang pergi sebagai tuan rumah yang baik.