
Shifa pun berlari dengan kekuatan yang ia punya " Sungguh menyebalkan kenapa tidak dari tadi saja aku lari aku baru ingat kalau aku juara satu lomba lari waktu SD hihihi"Ucapnya sambil terus berlari sekitar lima belas menit ia berlari akhirnya ia sampai juga di tempat tujuan.
"Cepat juga aku lari cuman 15 menit berarti perkiraanku tadi salah dong " Gumam Shifa.
"Huhh dasar Bos kejam! mana dia gak ngasih aku uang lagi bilang aja kalau mau gratisan"Gerutu Shifa saat memasuki tempat itu dan ia pun langsung memesan makanannya.
Setelah selesai ia pun berlari kembali menuju kantor "Masih ada waktu 7 menit " Ucapnya sambil terus berlari dan ia pun sampai di lobi kantor dan waktu tersisa dua menit.
" Hahh dua menit itukan naik lift dari sini ke lantai paling atas" Gerutunya ia pun langsung menaiki lift dan ia sampai di ruangan itu dengan nafas yang terengah-engah.
"Tinggal lima detik" Ycapnya.
Ia pun langsung masuk ke ruangan atasannya tanpa mengetuk pintu.
Saat ia masuk.
" Telat tiga detik kamu harus mendapat hukuman " ucap pria kejam dan sombong itu.
"Apa... Sayakan cuma telat tiga..." Tiba- tiba ia ingat dengan ucapan Ayahnya bahwa ia harus profesional.
"Oke sesuai perintah Bapak dan saya siap menerima hukuman yang Bapa berikan "Ucapnya seraya tersenyum ramah .
Ini cewek gak ada ngelawan gitu perasaan dari tadi di kerjain di suruh ini itu tetap saja tersenyum memang aneh . Gumam Rivandra.
"Oke Bapak yang terhormat mau memberikan saya hukuman apa ??" Tanya Shifa.
"Oke kamu pijat saya " Ujar Rivandra seraya duduk di sofa.
"Sini kamu"Perintahnya.
Shifa pun menuruti kemauan atasannya nya itu ia mendekat ke arah sofa.
"Duduk di sini" Ucapnya sambil menepuk tempat duduk di sebelahnya dan Shifa pun menurutinya.
Ia duduk di sampin rivandra sambil tersenyum.
" Pijat kaki saya"Titah Rivandra sambil menaikan kedua kakinya ke pangkuan Shifa.
Akhirnya Shifa memijat kaki atasannya itu sambil terus tersenyum padahal dalam hatinya ia telah menyiapkan Bom yang siap meledak kapan saja sedang kan pria kejam itu ia memejamkan matanya untuk merasakan pijatan shifa sesekali ia mengintip dari meremnya itu dan tetap saja wajah wanita itu tetap tersenyum tidak berubah.
Shifa menggerutu dalam hati dan tanpa sadar ia memijat pria itu dengan sangat keras sehingga membuat atasannya berteriak.
" Aaggghh kau gila mau memijat atau mematahkan kakiku"Ucap Pria kejam itu.
"Maaf Pak tapi sepertinya urat yang ada di kaki Bapak salah arah dan dengan cara tadi saya bisa membalikannya" Bohong Shifa dengan raut wajah yang tidak pernah surut dari senyuman.
"Ohh baiklah kau luruskan saja" Ucapnya.
Hahaha dasat bodoh mana ada urat salah arah benerinnya kayak gitu tapi ini kesempatan untuk menyiksanya tanpa harus tanpa harus terang terangan. Guman Shifa.
" Aaagggghhhh ini sakit sekali" Teriak Rivandra.
" Tahan Pak memang seperti itu caranya"Ujar Shifa dengan nada meyakinkan.
" Aaagghhh" Teriaknya lagi.
Karena jam istirahat telah usai jadi Feya juga sudah berada di ruang kerjanya.
"Kenap tuh Tuan kejam yang tidak punya hati teriak-teriak jadi serem aku" Ucapnya sambil bergidik ngeri.
"Aggghhh"Teriakan itu yang seketika membuat bulu kuduk Feya berdiri ia pun mengusap kedua lengannya sambil mengedikan bahunya.
"Nah sudah Pak sekarang uratnya sudah ada di jalur yang benar"Ucap Shifa.
"Kamu tidak bohong"Tanya Rivandra.
"Mana mungkin seorang bawahan membohongi atasannya"Ucap Shifa.
" Apa hukuman saya sudah selesai"Tanya Shifa.
"Belum kamu harus temani saya makan"Ucapnya.
"Tapi itu sangat tidak sopan Pak" Ucap Shifa dengan sopan.
"Ini perintah tidak boleh di bantah" Ujar Rivandra dengan tegas membuat Shifa kesulitan untuk menelan ludahnya.
Ternyata di balik sikapnya yang menyebalkan dan juga Arogan ada sikap baik yang mungkin jarang sekali untuk muncul.
"Baiklah kalau itu perintah"Ucapnya.
" Bagaimana pak rasa makananan yang di beli dengan cara berlari" Tnya Shifa.
"Sama saja cuman bedanya ini sangat dingin" Ucap Rivandra.
Gimana gak dingin saat lari aja makanannya terombang ambing. Gumam Shifa.
"Oke Pak karena ini sudah selesai boleh saya keluar" Tanya Shifa.
"Sebentar kamu harus membereskan ini dulu"Ucapnya sambil menunjuk bekas makanan di meja.
"Saya akan memanggilkan OB "Ujar Shifa.
"Tidak saya tidak mau merepotkan mereka"Ujar Rivandra.
Ia tapi kau merepotkan ku manusia kejam. Gumam Shifa.
"Baikalah" Shifa membersihkan bekas makan siang itu setelah selesai akhirnya ia pun bisa keluar dari sarang Macan itu.
"Hey Shifa kau dari tadi di dalam?" Tanya Feya.
" Huhh iya tapi sebelumnya aku lari selama 30 menit 3 detik" Ucap Shifa dengan wajah letih.
"Kok bisa ?"
"Heyy Feya Tuan kejam mu itu telah mengerjaiku aku di suruh membeli makanan jepang dengan berjalan kaki dan di beri waktu hanya 30 menit bahkan telat 3 detik pun aku masih tetap di hukum" Ucap Shifa sambil duduk di lantai dan menjambak rambutnya.
"D hukum apa ?"
" Nah itu sekarang aku sudah sangat puas dan bahagia..." Ucapnya seraya berdiri dengan wajah angkuhnya dan tersenyum senang.
"Puas??"
" Aku sudah berhasil mengerjai nya ahaha upsss kebablasan "Ucap Shifa sambil menutup mulutnya.
"Wah aku juga mau mengerjainya tapi tidak berani. Tapi sekarang aku senang akhirnya si kejam itu kena juga kau memang hebat Shifa" Ucapnya sambil tersenyum.
"Ohh iya dan tadi si Tuan kejam itu kenapa teriak-teriak " Tanya Feya.
"Hahaha itulah hasil kerjaku Feya" Ucapnya.
"Wahh kau hebat Shifa ulangi lagi ya sepertinya tadi itu dia sangat tersiksa terdengar dari teriakannya"Ucap Feya.
"Ya kau benar aku memijatnya dengan menekan keras kakinya dan aku bilang saja sama dia kalau urat kaki dia salah jalan "
"Ahaaha kau memang hebat Shifa " Puji Feya.
"Sudah ah kau mau di pecat cepat kerjakan tugas mu dan aku juga haha" Ujaf Shifa seraya tertawa.
"Feya...Feya.." Panggil Shifa dengan berbisik.
"Hmmn apa" Tanya Feya ia juga ikut berbisik dan menoleh pada Shifa
Shifa menunjuk benda yang ada di atas pintu dengan isyarat menaik turunkan dahinha kemudian Feya ingin menoleh ke atas tapi mendapat gelengan dari Shifa dan Shifa pun menunjukan cermin yang sedang ia pegang dn feya pun langsung mengerti ia melihat benda di atas pintu dengan menggunakan cermin.
"Haahhh" feya membekam mulutnya sendiri seakan tidak percaya bahwa di atas mereka ada CCTV.
"Sejak kapan "Bisik feya.
"Aku tidak tahu kau yang sudah lama bekerja di sini"Ucap Shifa sambil berbisik.
Dan setelah kejadian itu mereka tidak bergosip lagi sampai akhirnya jam pulang pun telah tiba.
"Dahh Shifa " feya melambaikan tanganya.
"Dahh Feya sampai bertemu besok"Shifa melambaikan tangannya kepada Feya seraya menaiki mobilnya.
.
.
.
Bersambung
Jangan lupa Like,Komen dan Vote nya ya.