My Beloved Boss

My Beloved Boss
Kelakuan Shifa dan Feya



Sesampainya di rumah Shifa langsung mandi dan berganti pakaian kemudian menuju ruang makan untuk makan malam bersama.


"Wahh yang baru kerja sudah pulang nih"Ucap Dafa sambil tersenyum kepada kakaknya.


"Wahh iya bagai mana pekerjaanmu nak" Tanya Pak Randi.


" Baik dan berjalan dengan lancar Ayah" Ycap Shifa.


Setelah selesai makan ia pergi ke kolam ikan koi yang berada di belakang rumah dan ternyata ia tidak sendirian karena Darvo mengikutinya.


"Hai Aunty aku tidak bertemu denganmu seharian ini apa kau begitu sibuk"Tanya Darvo Kepada Shifa.


"Ya aku sangat sibuk hari ini bahkan aku sangat lelah"Ucapnya.


"Ohh iya kau tahu Darvo..."


" Apa Aunty kau belum berbicara kepadaku mana mungkin aku tahu apa maksudmu" Ucap Darvo.


" Atasanku Darvo"


" Iya kenapa Aunty kau berbicara seperti ibu kota negara ini"


" Maksud mu??"


" Huhh kau berbicara dengan macet- macet seperti itu aunty kau seperti ibu kota negara ini"


"Kau juga tinggal di tempat itu sekarang darvo"Ujar Shifa sambil terkekeh.


"Uya juga sih ohh iya Aunty mau berbicara apa??".


"Kau tahu atasanku..."


"Tidak mana aku tahu aku belum melihatnya" Ujar Darvo.


"Heyy sebentar aku belum selesai berbicara" Ucap Shifa.


"Oke baiklah lanjutkan"


"Kau tahu dia adalah orang yang kita jahilin kemarin, dan kau tahu hari ini aku habis di di siksa olehnya aku lelah Darvo lelah " Ucap Shifa seraya mengguncang bahu Darvo yang kecil itu.


" Apa ada yang terluka" Ranya Darvo sambil melihat lihat tubuh Shifa.


" Tidak tapi aku sangat kesal"Ucap Shifa sambil merengek.


" Apa kau di pecat oleh nya Aunty" Tanya Darvo.


" No"


" Baguslah berarti dia masih mengampunimu " Ucap Darvo sambil tertawa kecil.


"Itu tidak mungkin dan tidak akan pernah. Dan aku lelah dengan Tuan kejam itu yang membuatku hari ini berlari dalam waktu tiga puluh menit, di siang hari dengan sinar matahari yang terik seakan akan panasnya itu membakar kulitku yang sangat mulus ini"Ucap Shifa seraya melihat kulitnya yang sedikit belang.


"Wahh kau hebat Aunty siang-siang kau lari tubuhmu akan terlihat sangat indah Aunty" Ucap Darvo.


"Agghhhh Darvo kau lihat kulitku belang " Shifa menunjukan pergelangan tangannya yang belang sebatas baju yang ia kenakan.


"Nanti juga hilang kau jangan lebay Aunty" Ucap Darvo


"Huaaa Darvo aku lelah aku mau tidur" Shifa beranjak dari duduknya dan pergi menuju kamarnya.


"Aunty tunggu kau jangan tinggalkan aku sendirian aku takut"Teriak Darvo sambil bergidik merasa seram sendiri.


Matahari masih sangat malu malu untuk menampakkan diri karena hari yang masih terlalu pagi tapi tidak dengan Shifa saat ini ia sedang mempompa balon di ruang keluarga.


" Aunty kau sedang apa" Tanya Darvo.


"Sudah bangun kau Darvo"


"Kalau aku belum bangun aku tidak akan ada di sini di depanmu"Geram Darvo.


" Ohhh gituu"Shifa mengangguk nganggukan kepalanya.


" Apa kau mau ulang tahun sekarang Aunty" Tanya Darvo.


"Tidak "


" Lalu ini untuk apa " Darvo menunjuk balon yang sudah Shifa pompa dan juga sudah diberi benang supaya tidak kabur.


"Ohh ini untuk ku bawa ke kantor" Shifa dengan santainya memompa balon tersebut.


" Hahhh apa atasanmu ulang tahun??" Tanya Darvo.


"Tidak ini untuk teman ku"


"Ohh yasudah aku minta satuya plisss" Darvo memohon kepada Shifa dan akhirnya Shifa pun memberikan satu balon kepada Darvo.


"Makasih Aunty ku tersayang muah" Darvo mencium pipi Shifa kemudian ia berlari menaiki tangga.


"Darvo kau belum cuci muka ini iler mu bau sekali"Teriak Shifa.


"Iya aunty aku belum cuci muka"Teriak Darvo dari atas.


"Huhh dasar anak itu" Ucapnya.


Sudah hampir dua minggu Shifa bekerja di kantor tersebut dan seperti biasa ia selalu di kerjai oleh atasannya yang kejam itu. Hari ini ia berangkat ke kantor pagi-pagi sekali bahkan di sana belum ada pegawai hanya ada OB yang berkeliaran untuk membersihkan setiap ruangan. Shifa melangkahkan kakinya menuju lift dengan membawa seikat balon .


"Mbak mau rayain ulang tahun di kantor ya"Tanya OB yang satu lift dengannya.


"Haha iya temanku sedang ulang tahun"Ucapnya.


Kemudian OB itu turun di lantai 20 sedangkan Shifa ia masuh harus berdiam diri di sana karena tujuannya berada di lantai paling atas.


Setelah sampai ia langsung duduk di kursinya sambil tersenyum-senyum. Sudah sepuluh menit ia duduk di sana. Lift pun terbuka menampakan seorang OB yang berjalan ke arahnya.


"Hai Mas mau membersihkan ruangan CEO" Tanya Shifa.


" iya saya mau membersihkannya" ucap OB tersebut.


" permisi mbak" ucapnya lagi sambil membuka pintu ruangan CEO.


Waktu sudah menunjukan pukul 07.40 dan waktu untuk masuk bekerja itu pukul 08.00


"Feya mana ya apa dia tidak masuk" Shifa bertanya tanya pada dirinya sendiri.


Tiba tiba dari arah lift muncul sosok Pria tampan dengan menggunakan jas berwarna abu senada dengancelananya. Pria itu berjalan dengan sangat keren dan gagah di ikuti seorang pria berjas hitam di belakangnya kemudian pria itu berhenti di hadapan meja Shifa.


"Pagi Pak" Shifa membungkukan badannya untuk menyambut tuan nya itu dengan senyuman khas yang selalu ia tampilkan di hadapan atasannya itu.


"Ngapain kamu bawa balon ke kantor" tanya Rivandra sambil menaikan satu alisnya.


"Maaf pak sebenarnya balon ini untuk..." Ucapan Shifa terpotong oleh atasannya itu siapa lagi kalau bukan Rivandra.


" Saya tidak berulang tahun hari ini jadi tidak usah memberikan saya balon seperti anak kecil saja"Ucapnya.


"Maaf pak tapi balon ini bukan untuk bapak melainkan untuk Mbak Feya " Jelas Shifa sambil mengulum bibirnya menahan untuk tertawa dan hal itu pun sama di alami oleh seseorang yang berada di belakang tuannya.


"Heeeuhhh " Rivandra membuang mukanya ia merasa malu karena terlalu GR tetapi ia berusaha menormalkan raut wajahnya.


"Ini Asisten pribadi saya kalau kamu ada pertanyaan bisa bertanya padanya jika tidak ada Saya"Ucap Rivandra.


" Ayo perkenalkan dirimu" Rivandra menoleh ke belakang.


"Baik Nona perkenalkan nama saya Raihan anda bisa memanggil saya Rai" Ucap Raihan seraya mengulurkan tangannya kepada Shifa sambil tersenyum dan di sambut ramah oleh Shifa.


"Rayshifa bisa di panggil Shifa" Ucap Shifa sambil tersenyum dan membuat Tuan kejam mengerutkan keningnya.


Beda banget senyumnya. Gumam Rivandra dalam hati.


"Kenapa saya baru lihat Pak Raihan ya?" Tanya Shifa sambil tersenyum.


"Iya karena dua minggu terakhir saya harus ke luar kota " Jawab Raihan.


"Ohh " Ucap Shifa.


"Kemana Feya kenapa dia belum datang"Tanya Rivandra Kepada Shifa.


"Tidak tahu pak mungkin dia kesiangan" Ucap Shifa.


"Kalau begitu saya ke ruangan saya dulu tuan untuk mengambil berkas yang harus anda tanda tangani"Pamit Raihan.


"Hmmm" Dehem Rivandra.


Setelah kepergian raihan di sana tinggal dua orang manusia yang saling berdiam membuat ruangan itu sunyi.


"Feya kan tidak ada kenapa tidak di buang saja balonnya"Saran Rivandra dengan wajah angkuhnya.


"Tidak pak karena itu adalah hasil karya saya dan tidak bisa di buang begitu saja biar nanti saja saya bawa pulang kan mending di berikan kepada ponakan saya daripada di buang " Tolak Shifa .


"Ponakan kamu yang waktu itu yang cerewet dan menyebalkan itu" Tanya nya.


"Iya karena saya cuma punya satu ponakan dan ponakan saya tidak cerewet dan menyebalkan"Ucap Shifa.


"Dan tadi apa katamu hasil karya? hasil karya gimana balon itu cuman di tiup atau di ponpa jadi bukan termasuk hasil karya kamu tapi hasil karya yang membuat balon tersebut" jelas Rivandra.


"Ya itu sama saja karena saya yang memompa dan memasangkan benangnya" Bantah Shifa.


" Huhh terserah" Tuan sombong itu masuk ke dalam ruangan nya.


"Mana ya Feya kok dia belum datang" Gerutu Shifa.


Tiba-tiba di ujung sana ada seorang wanita yang sedang berlari terburu buru mendekat ke arahnya siapa lagi kalau bukan Feya.


" Feya kamu kesiangan"Ucap Shifa.


"Iya Shifa aku tadi malam begadang nonton film india" Ucapnya.


"Ehh ngapain kamu bawa balon" Tanya Feya.


"Ini buat kamu Feya "Shifa mendekat ke arah Deya dan berbisik.


"Sudah lama kita tidak bergosip di sini jadi aku membawa balon untuk menutupi CCTV itu ya meskipun masih terdengar suaranya tapi gak papa kita kan bisa berbisik seperti biasa" Ujar Shifa.


"Waww brilian "Ujar Feya seraya tersenyum.


"Nih untuk kamu satu Shifa"Feya memotong benang bagian atasnya tepat di bawah CCTV supaya tepat sasaran.


"Yahh lepas Shifa gimana dong mana tinggi banget lagi" Ucapnya dengan pura-pura.


"Tidak apa lah Feya aku bisa memompanya lagi" Ucap Shifa.


"Yess berhasil" Ucap mereka sambil berbisik.


Dan hari itu pun mereka bisa bergosip tanpa bisa di lihat dari CCTV. Tapi saat hari berikutnya balon tersebut sudah tiada karena di bersihkan oleh OB dan mereka pun tidak bisa menggosipkan bosnya itu kalau di sana. Tapi tidak sampai situ sekarang mereka sering membicarakannya di kantin.


.


.


.


Bersambung


Jangan lupa Like,Komen dan Vote nya.