
Dan saat di depan pintu rumah di sana sudah ada bella yang sedang menyiram tanaman.
" hey kalian mau kemana" bella menghampiri mereka sesaat setelah mematikan keran air.
" kita mau beli bubur ayam yang di depan kakak mau nitip?" ujar shifa.
" hemm boleh juga dan itu kakak ingin surabi terus sama bubur kacang hijau ya" ucap bella sambil tersenyum.
" oke " ucap shifa.
" banyak sekali mommy gak takut perutnya pecah" ucap darvo sambil melirik bingung kepada ibunya.
" tidak lah kan ini untuk mommy sama adikmu" ujar bella seraya mengacak ngacak rambut anak laki lakinya itu.
" darvo kita kesana naik sepedah atau mau jalan" tanya shifa.
" naik sepedah saja" ucap darvo dengan wajah berbinar.
" oke" ucap shifa ia pun mengambil sepedahnya.
" ihh aunty ini terlalu besar untukku" ucap darvo sambil menghentakan kakinya.
" siapa bilang ini untukmu ini untukku kau ambil saja sendiri dan kau juga bisa memilihnya" darvo pun mengerucutkan bibirnya dan melangkah pergi untuk mengambil sepedah sedangkan bella hanya terkekeh melihat anak dan adiknya yang begitu akrab.
" oh iya kak apa dafa ada di dalam" tanya shifa.
" tidak baru saja dia pergi naik motornya" ucap bella.
" dia mau pergi kemana" tanya shifa.
" entahlah dia tidak bilang mau kemana"
" ohhhh" ucap shifa.
" memangnya kenapa ?" tanya bella.
Sebelum shifa menjawab tiba tiba darvo memanggilnya ia terlihat mengenakan sepedah kecil lengkap dengan helm dan pengaman sikut dan dengkulnya.
" aunty ayo nanti keburu panas" panggilnya.
" kalau panas sekarang sampai nanti jam sepuluh itu menyehatkan sayang jadi kau tidak perlu risau" darvo mendengus sebal sambil memutar bola matanya mendengat ucapan aunty nya.
" baiklah ayo , kak aku pamit dulu ya" ucap shifa seraya menaiki sepedanya.
" iya hati hati" bella melambaikan tangannya kepada anaknya yang lebih sering cemberut jika di dekat shifa .
" aunty kau bisa mengejarku"teriak darvo sambil tertawa senang.
" kau meragukanku darvo" teriak shifa.
" iya.... Hahahha" teriak darvo ia terlihat sangat senang.
" jangan kencang kencang darvo kau bisa jatuh" teriak shifa.
" baiklah " terik darvo dan ia pun membawa sepedahnya dengan santai.
Mereka menggoes sepedah dengan sangat santai dan kanrana mereka timggal di komplek yang terbilang sangat mewah sehingga jalanan nya pun sepi hanya ada beberapa ibu ibu yang memakai motor listrik saat mereka berada di perempatan jalan komplek itu tiba tiba mereka berhenti karena ada mobil yang diam saja di tengah jalan.
" aunty perjalanan kita terhambat" ucap darvo.
" ya kau benar sekali" shifa pun turun dari sepedahnya di ikuti darvo kemudian ia pun mengetuk mobil itu yang sepertinya sedang mogok.
Tok tok tok "hey tolong majukan mobilnya kau menghalangi jalan kami" ucap shifa.
Sudah beberapa kali ia mengetuk kaca mobil itu tidak di buka dan yang terakhir kali akhirnya di buka bukan kaca yang pemilik mobil itu buka melainkan pintunya sehingga pintu tersebut menabrak perut shifa yang tidak tahu akan di bukanya pintu itu.
Dari dalam mobil keluarlah seorang pria tampan dengan setelan jas yang sangat rapi dan tidak terlewat dia sangat tampan.
"Ada apa" ucap pria itu.
" hey kalau mau parkir itu yang benar jangan di tengah jalan" ucap shifa.
"Menyebalkan sekali " geruti shifa
"Aunty ayo cepatlah aku sudah sangat lapar" teriak darvo sambil mendekati mereka.
" sebentar darvo bagai mana caranya kita lewat kalau jalan nya saja terhalang seperti ini " ucap shifa sambil menunjuk mobil yang berada di tengah jalan.
" hey uncle tolong majukan mobilnya kita mau lewat" ucap darvo kepada pria itu dengan nada ketus.
"Mau di majukan gimana orang mobilnya saja mogok " ucap pria itu itu dengan dingin.
Shifa dan darvo yang mendengar itu langsung menepuk jidatnya.
" kenapa tidak di dorong saja" teriak shifa dan darvo.
"Tidak " ucap pria itu.
" Tante sama ponakan benar benar menyebalkan tidak ada yang benar" gerutu pria itu.
" apaa... Wahh keterlaluan sekali dia darvo dia gak mikirya di sini kita yang di rugikan banyak watu kita yang tersita benar tidak " tanya shifa kepada darvo sambil menunduk dan berbicara di telinga darvo seperti berbisik padahal suaranya sangat kencang padahal itu sama saja dengan menyindir.
" yes aunty tampilannya saja keren tapi nyalinya seperti hello kitty ahahaha" darvo tertawa dengan di ikuti shifa.
" iya dan itu mobilnya saja yang bagus tapi mogok itu mah palingan juga mobil bekas " ucap shifa sambil tetap tertawa.
" ahahaha kau benar sekali aunty sekarang aku baru setuju denganmu" mereka tertawa sambil melakukan tos.
"Cepat dorong sudah siang nih keburu panas " teriak shifa sambil menutup wajahnya dengan tangan supaya terhindar dari silaunya matahari.
" ini juga sudah panas " ketus pria itu.
" maksud saya keburu panas mataharinya di atas jam sepuluh nanti kulit aku dan ponakan ku menjadi hitam " sewot shifa.
Dengan tatapan dinginnya akhirnya pria itu pun mendorong mobinya agak depan dengan sendiri sedangkan shifa dan darvo bukannya membantu mereka malah tertawa sambil menutup mulutnya ,setelah mendorong mobilnya pria itu pun bersandar di belakang mobil seraya melonggarkan dasi dan membuka tiga kancing kemeja bagian atasnya sedangkan jasnya sudah di buka sebelum mendorong mobil itu dengan keringat yang bercucuran seraya meminum ai mineral.
"Ohh iya darvo aunty lupa ternyata di belakang ada jalan pintas untuk sampai ke depan dengan cepat harusnya dari tadi kita lewat sana aunty sungguh melupakan itu darvo" ucap shifa sambil mengembangkan senyumnya.
" Benarkah " tanya darvo.
" iya ayo ikut aunty " shifa pun menaiki sepedahnya di ikuti darvo ia belok ke jalan yang berada di belakang mereka.
pria tadi pun hanya terbengong melihat kepergian duan orang tante dan ponakan itu yang pergi dengan begitu santai tanpa rasa bersalah.
" Gadis menyebalkan awas saja kalau sampai ketemu akan ku buat dia menyesal" geram pria itu.
Tidak berapa lama datang seorang pria berjas rapi yang merupakan asisten pria tadi dengan di ikutui oleh beberapa orang montir yang membawa peralatan lengkap.
" maaf tuan kami telat tadi jalanan sangat macet" ucap pria itu.
"Dan maaf tuan apa anda habis olah raga" tanya asisten itu saat melihat tuannya brcucuran keringat.
" saya habis mendorong mobil gara gara kau telat datang jadi mobilku menghalangi jalanan dan lagi tadi ada perempuan yang menyebalkan" ucapnya.
" maaf tuan" pria yang merangkap sebagai asisten itu pun menundukan kepalanya.
" gaji kamu saya potong bulan ini " ucap pria itu sambil masuk kedalam mobilnya untuk mengambil barang barangnya kemudian keluar dan masuk kedalam mobil yang di bawa asistennya.
" cepat antarkan saya pulang " teriak pria itu.
" baik tuan" asisten itu menganggukan kepalanya dan masuk kedalam mobil.
π
π
π
π
Bersambung