My Beloved Boss

My Beloved Boss
Belanja



Dengan wajah ceria mereka mulai memasuki Toko dari satu tempat ke tempat lain dan sekarang mereka sedang memilih beberapa pakain.


"Gimana bagus gak kira kira baju ini cocoknya sama rok atau celana" Tanya Shifa.


"Kayak nya sama rok deh Ifa biar lebih waww gitu " Saran Gina sambil memperhatikan shifa dengan sungguh-sungguh.


"Jangan gitu juga kali lihat nya seakan akan aku itu sedang di introgasi karena mencuri sepotong roti " Ucap Shifa dengan wajah pura-pura takut dan ternyata cara itu berhasil membuat Gina kaget dan langsung tersenyum.


" Apaan sih Ifa kamu itu ada ada saja masa ia aku seperti itu sama kamu" Gina cengengesan saat melihat wajah Shifa yang berubah menjadi bingung.


"Ngomong-ngomong Maya mana ya kok dia tiba tiba hilang " Tanya Shifa yang sempat bingung karena Maya hilang dengan tiba tiba.


"Ehh iya ya Maya ke mana jangan jangan hahh..." Gina menutup mulutnya.


" Jangan-jangan apa Gin" Shifa pun mendesak Gina untuk segera menjawab pertanyaan nya dengan menggerak gerakan bahu Gina.


" Jangan-jangan dia di culik Ifa... haduh gimana dong" Gina menggigit jarinya sambil berjalan bolak balik seperti setrikaan.


"Siapa yang di culik" Tanya seseorang di belakang mereka.


Sontak membuat mereka menoleh untuk melihat siapa wanita yang sedang berbicara di belakang mereka.


"Maya...." Heboh Gina sambil berlari dan langsung memeluk Maya sedangkan Shifa hanya menundukan wajahnya malu karena beberapa pasang mata melihat ke arah mereka dengan saling berbisik.


" Udah Gin malu" Shifa berbicara sambil merapatkan giginya dan membuat Gina mendongang menatap sekitar dan tiba tiba ia cengengesan gak jelas.


"Sorry aku kira gak ada siapa siapa hehehe" Gina menyengir kuda menunjukan giginya.


"Hadehh" Shifa menepuk jidatnya.


"Kamu dari mana May kita kira kamu di culik loh" Tanya Shifa .


"Ohh aku tadi dari toilet habisnya kalian sibuk banget pilih baju nya jadi aku takut mengganggu dan lagi aku itu sudah tidak tahan. Aku langsung lari saja tanpa pamit sama kalian hehehe maaf ya sudah membuat kalian khawatir " Maya menggaruk kepalanya sambil cengengesan.


" Iya gak papa May asal jangan di ulangi lagi" Ucap Shifa dan kembali memilih milih baju yang tadi sempat tertunda karena ke hebohan Gina.


"Kakak...." teriak Gina sambil melambai lambaikan tangannya dan keluar dari toko tersebut.


Seseorang yang di panggil itu pun berhenti dan menengok ke asal suara yang di kenal olehnya.


"Kakak sedang apa di sini" Tanya Gina sambil menggandeng tangan kakak nya.


"Ohh tadi habis ketemu teman terus kamu sedang apa di sini"Tanya nya.


"Aku sedang belanja sama sahabat ku" Ucap Gina sambil tersenyum.


"Ehh Gina kemana ya tuh anak lari sambil teriak teriak" Tanya Maya.


"Gak tahu kita susul saja yo" Ajak Shifa yang di angguki oleh maya.


Mereka berdua pun keluar dari toko tersebut dan berjalan mendekati seorang gadis yang sedang menggandeng seorang pria tinggi dan tampan.


" Gina sedang apa kamu" Tanya Shifa.


"Ohh iya gays ini kenalin kakak aku" Ucap Gina sambil menyikut kakaknya supaya berkenalan dengan sahabat nya.


"Ohh hey kenalin nama saya Rayshifa" Shifa mengulurkan tangan nya dan di sambut oleh kakak Gina.


"Kenzle bisa di panggil Ken" ucapnya sambil tersenyum.


" Maya " ucap Maya .


"Yasudah saya permisi dulu kamu jangan pulang terlalu malam Gin" ucap kenzle memperingati adiknya Gina.


" Iya kak" Ucap Gina sambil melambaikan tangannya saat Kenzle melenggang pergi.


"Ohh jadi itu kakak mu Gin" Tanya Maya.


" Iya gimana gantengkan" Ucap Gina sambil menaik turunkan alisnya.


" Ayo ah cepat nanti keburu sore lagi" Ajak Shifa .


Mereka pun kembali masuk ke dalam toko pakaian tersebut tidak terasa waktu berjalan dengan cepat sudah sekitar empat jam mereka di dalam mall tersebut dengan menjelajahi satu persatu toko yang ada di dalamnya.


"Kalian mau pulang sekarang gak udah hampir sore ini" Tanya Shifa sambil melirik jam yang berada di pergelangan tangan nya.


" Iya pulang sekarang aja "Jawab mereka.


Mereka pun melangkahkan kakinya menuju ke parkiran setibanya di sana mereka berpisah karena Maya ia ingin mengunjungi toko roti ibunya sedangkan Gina ia memilih naik taksi karena jarak rumahnya sudah tidak jauh dari mall tersebut dan tidak satu arah dengan Shifa.


Shifa pun pulang sendiri karena di dalam mobil sangat hening ia pun menyalakan musik untuk mengisi ke heningan itu dan hari pun sudah mulai gelap, karena jalanan macet ia pun memilih jalan pintas yang lumayan sepi.


Saat di tengah perjalanan ia melihat sosok yang tidak asing sedang berkumpul di pinggir jalan dengan ketawa ketiwi dan di temani oleh botol- botol minuman sontak Shifa pun membulatkan matanya dan wajahnya memerah penuh dengan amarah.


Shifa pun menghentikan mobilnya tepat di depan sekumpulan orang tersebut.


"Ohh jadi gini kelakuan kamu Daf ketawa ketiwi sambil meminum apa ini" Shifa mengambil botol itu dan menggebrak kan nya ke meja.


" Kamu habisin uang cuman untuk minuman seperti ini " Teriak Shifa.


"Ka...kaka sedang apa di sini" Tanya Dafa dengan gugup.


" Harusnya kakak yang tanya sama kamu ngapain kamu di tempat seperti ini dan meminum minuman apaan itu dari baunya saja sudah membuat enek" Ucap Shifa sambil meninggikan suaranya.


" Ampun kak jangan bilang ke Ayah ya kak pliss " Dafa memohon kepada kakak nya kalau sampai kakaknya itu mengadukannya ke Pak Randi pasti habis dia kena amuk dan yang di jadikan sebagai alat ancamannya pasti motor dan uang jajan.


" Kamu itu baru tadi pagi di peringati sama ayah dan sekarang kamu melanggar lagi kamu itu benar benar ya kapan kamu berubah Dafa..." Geram Shifa sambil memukul lengan Dafa.


"Pukul saja aku kak siksa aku asal jangan di aduin ke ayah ya kak pliss" Dafa mengatupkan tangannya.


" Gak Daf kamu itu harus di beri ketegasn biar kapok " Ucap Shifa.


" Tapi kak" Ucap nya.


" Diam kamu " Bentak Shifa.


" Dan kalian apa kalian gak mikir akibat apa yang akan kalian terima dengan meminum minuman seperti ini " Teriak Shifa kepada teman teman Dafa.


"Kita sudah biasa seperti ini karena gak pernah ada yang perduli sama kita" ucap salah satu teman nya Dafa yang sudah mulai mabuk.


"Nah karena itu lah kalau kalian berbuat baik semua orang juga akan perduli dengan kalin kalau kalian ingin ada yang perduli bukan seperti ini caranya" Ucap Shifa dengan tegas.


"Ayo Daf kamu pulang kamu harus jelasin ke ayah dan kamu harus berubah"Shifa menarik tangan adik nya untuk memasuki mobil.


"Kak plis jangan bilang ayah ya aku janji aku akan berubah dan menuruti kemauan kakak" Dafa kembali memohon kepada shifa.


"Kamu janji" Tanya Shifa.


" Iya kak" Ucapnya.


" Oke karena kamu sudah berjanji kakak gak akan bilang sama ayah tapi kalau kamu mengulanginya lagi kakak gak akan segan segan laporin kamu ke ayah" Shifa Memberi peringatan kepada adiknya.


" Iya kak" Dafa menundukan kepalanya.


" Yasudah ayo sekarang kita pulang" Ucap Shifa sambil melepaskan tangan adiknya yang sempat ia tarik untuk mengikutinya pulang.


🍀


🍀


🍀


🍀


Bersambung.


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya dengan cara like dan komen supaya author semangat untuk menulisnya Terimakasih😁