My Beloved Boss

My Beloved Boss
Heboh



Sudah beberapa hari Shifa di rawat di rumah sakit hari ini ia sudah boleh pulang, ia pulang di antar oleh Gina dan Maya menuju rumah Oma Tutut.


Tadinya Shifa merasa heran dengan kedatangan Gina dan Maya ke Rumah sakit dengan hebohnya, karena ia tidak memberitahu mereka kalau ia kecelakaan dan ternyata mereka di beritahu oleh Rivandra.


Gina dan Maya yang di beritahu pun jelas sangat syok karena sahabatnya mengalami kecelakaan dan tanpa Rivandra suruh pun tentu saja mereka akan menemani Shifa.


Beberapa hari yang lalu keluarga shifa menelpon kembali kalau mereka akan di sana selama satu bulan kecuali Dafa yang akan pulang minggu depan karen ia ada tugas kuliah.


Shifa tidak bilang kepada keluarganya kalau ia kecelakaan karena takutnya mereka akan khawatir, selama di Rumah sakit ia di temani oleh Maya dan Gina.


Seperti yang Shifa minta Rivandra tidak pernah datang ke Rumah sakit untuk menjenguknya padahal dalam hati kecil Shifa ia ingin sekali bertemu dengan Rivandra, tetapi tanpa ia ketahui Rivandra setiap malam selalu datang kesana hanya untuk memastikan Shifa baik-baik saja.


Shifa sudah sampai di rumah Oma Tutut ia menaiki kursi roda karena ia belum begitu pulih tadinya ia ingin berjalan memakai tongkat tetapi Gina dan Maya memaksanya untuk menaiki kursi roda karena mereka sangat khawatir akan keadaan kaki Shifa.


Oma yang melihat Shifa naik kursi roda mendadak heboh apalagi saat melihat kening dan kaki Shifa di perban.


"Shifa Cucu ku kamu kenapa sayang?" Tanya Oma dengan heboh.


"Tidak kenapa-kenapa Oma aku hanya kecelakaan saja"


"Kenapa kau pulang kesini" Tanya Oma saat Shifa sudah memasuku rumah.


"Semua keluarga sedang menjenguk Tante Mery "


"Mery Kakak ibu mu?"


"Iya Oma"


"Ohh" Oma mengangguk-anggukan kepalanya.


Shifa di dorong menaiki lift karena rumah itu ada 4 lantai jadi pak Randi memasang lift supaya memudahkan Oma dan seluruh penghuni rumah untuk menuju ke atas.


Mereka memasuki kamar Shifa dan di ikuti oleh Oma di belakangnya.


"Eh Shifa jangan lupa pesan pempek ya"Ujar Oma saat Shifa sudah berada di tempat tidur.


"Iya nanti aku beritahu Ibu supaya membawa pempek"


"Sebentar Shifa kenapa kamu bisa kecelakaan?"


"Mobil ku rem nya blong " Shifa pun menceritakan semuanya kepada Oma kecuali yang berurusan dengan Rivandra.


"Shifa kita pulang dulu ya kamu cepat sembuh, nanti sore kita ke sini lagi"Ujar Gina.


" Iya Shifa nanti aku bawakan kue kesukaan kamu"Sambung Maya


"Ahh Maya tidak usah repot-repot"


"Terimakasih ya kalian sudah mengantar dan menjagaku"


"Iya Shifa sama-sama ini kan sudah kewajiban kita sebagai sahabat" Ujar Gina seraya memeluk Shifa di ikuti oleh Maya.


Mereka pun pergi dari rumah itu dan di dalam kamar hanya ada Oma dan Shifa saja.Tiba-tiba ponsel Oma berdering tanda ada panggilan video masuk.


"Siapa Oma"


"Kekasih ku"Ujar nya seraya merapikan rambutnya yang di sanggul.


"Ya ampun"Shifa menepuk jidatnya dan ia melupakan luka di sana.


" Awssh"Ringgisnya.


"Hai Jacky apa kabar"


"Hai juga Tutut aku sangat merindukan mu"


"Kau masih berhubungan dengan si kutu"


"Maksud mu Muti"


"Iya si Muti Nenek-nenek tua yang kecentilan itu"


"Tut kau sedang apa?"Tanya Kakek Jacky mengalihkan pembicaraan Oma tutut yang memaki Nenek Muti.


"Aku sedang bersama Cucu ku lihat lah bukannya dia sangat cantik"Oma Tutut mengarahkan kameranya kepada Shifa.


"Ah iya dia cantik sekali tetapi kenapa keningnya di perban?"


"Dia baru saja mengalami kecelakaan"


"Semoga cucu mu cepat sembut Tut"


"Iya Terimakasih Jac"


"Eh Tut aku matikan dulu ya nanti aku telepon kembali"Ujar Kakek Jacky saat ia mendengar suara langkah kaki memasuki ruang kamarnya saat ini.


"Iya Jac perbanyak lah istirahat kau sudah tua"


"Kau juga sudah tua Tut"


"Haha tapi aku masih sangat cantik, Dahh Jac"


Mereka pun mematikan panggilan video itu.


Hari ini Rivandra tidak masuk kantor dan ia memilih untuk berkunjung ke rumah Kakek Jacky karena Ayahnya sedang ada perjalanan bisnis ke luar kota jadi ia tidak akan sungkan untuk kerumah itu.


Rivandra mengetahui kalau Shifa hari ini pulang dari Rumah sakit dan ia tidak akan bisa melihat Shifa secara diam-diam lagi karena Shifa sudah pulang dari Rumah sakit.


"Kakek kau habis telponan sama siapa?"


"Tidak aku tidak telponan" Bohong Kakek Jacky.


"Aku sangat jelas sekali mendengar kau sedang mengobrol dengan Oma tutut kan ,hayo ngaku" Goda Rivandra.


"Iya aku barusan mengobrol dengannya"


"Bentar Van kenapa wajah mu jelek sekali"


"Apa maksud Kakek?"


"Kau sedang ada masalah?"Tanya Kakek Jacky dan Rivandra pun menganggukan kepalanya.


" Perusahaan?"Rivandra menggelengkan kepalanya.


"Teman?" Lagi-lagi Rivandra menggelengkan kepalanya.


"Wanita" Rivandra pun menganggukan kepalanya dengan malas.


"Sudah lah Kek mending kau bahas kekasih mu itu Oma tutut"


"Ahh iya si cantik kembang desa"


"Dia sedang apa Kek?"


"Dia sedang menemani Cucunya yang baru saja kecelakaan"


"Apa Cucunya wanita?"


"Ya dia sangat cantik"


"Kau hubungi lagi dia Kek" Ujar Rivandra dengan antusias.


"Tidak kau pasti mau meledek ku kan"


"Tidak Kek cepat lah kau hubungi dia"


"Baik lah"


Kakek Jacky pun menghubungi kembali Oma Tutut melalui panggilan Video.


"Hai Jac kau cepat sekali istirahatnya"


"Iya karena aku merindukan mu" Ucapnya dengan mengedipkan matanya genit.


"Ahh kau bisa saja Jac"


"Kau sedang apa itu Tut?"


"Apa kau tidak melihat aku sedang tiduran"


"Kau sendiri?"


"Tidak aku masih bersama Cucu ku ,Kau lihat lah aku bingung dengan dia dari tadi terus saja melamun"


"Kenapa kau tidak menghiburnya?" Tanya Kakek Jacky.


"Segala cara telah ku lakukan mulai dari jungkir balik,menari di depannya dan dia hanya tersenyum tipis"


Rivandra yang mendengar itu pun merasa sedih apa lagi saat ia melihat Shifa sedang duduk selonjoran dengan melamun.


"Oma apa kau punya pisau cutter?" Mereka yang mendengar pertanyaan Shifa pun menjadi panik.


"Apa dia mau bunuh diri Tut"


Oma tutut pun kaget dan ia langsung heboh"Shifa sayang kamu jangan bunuh diri Nak Oma mohon"


"Apa maksud mu Oma?"


"Kau pasti mau memotong pergelangan tangan mu kan, atau lehermu?"Hebohnya dengan menyimpan ponsel itu sembarangan dan ternyata ponsel itu kameranya menghadap kearah Shifa sehingga Kakek Jacky dan Rivandra pun bisa melihat dengan jelas.


Shifa terkekeh mendengar penuturan Oma"Tidak Oma aku hanya akan memotong benang yang menggulung di kalung ku"Tunjuk Shifa pada benang yang menggulung di kalungnya.


"Hahh Syukurlah Oma kira kamu mau bunuh diri"Oma pun bernapas lega termasuk Kakek Jacky dan Rivandra pun bernafas lega.


.


.


.


Bersambung


Jangan lupa Like komen dan Vote