My Beloved Boss

My Beloved Boss
Kejutan



Sesampai nya di rumah Oma tutut Rivandra mengendarai mobilnya memasuki gerbang dengan halaman yang luas karena sebelumnya shifa telah memberi tahu alamat rumah ini.


"Kenapa sepi?" Tanya Shifa dan Rivandra pun menggeleng.


"Apa Oma separah itu sehingga semua penjaga tidak ada Hiks...Hiks" Ujar Shifa kemudian ia menangis kembali.


"Tenang lah Shifa mungkin mereka sedang ada keperluan"


"Tapi sebelumnya tidak pernah seperti ini"


"Sudah Aunty kau jangan nangis terus. Kau itu sangat lebay"Ujar Darvo.


" Diam Darvo apa kau tidak cemas dengan keadaan Oma kau itu Cucu buyut durhaka"Ujar Shifa.


"Aku tidak setega itu Aunty.Aku juga sama cemasnya dengan mu"


Mobil sudah berhenti di tempat khusus parkir mobil keadaan halaman itu sangat gelap begitu pun dengan rumah besar itu sungguh sangat menyeramkan.


Shifa turun dari mobil terlebih dahulu tapi itu sangat gelap ia tidak bisa melihat apa-apa sedangkan ponselnya masih ada di mobil Rivandra.


Rivandra pun turun di ikuti Darvo dengan membawa penerangan dari pensel.


"Ayo Shifa" Ajak Rivandra tetapi saat di tengah perjalanan menuju pintu utama ponsel Rivandra tiba tiba mati.


"Kenapa mati?" Tanya Shifa.


"Maaf Shifa lobet"


Mereka berjalan dengan mengendap-ngendap sampai mereka tidak menyadari bahwa si anak kecil Darvo tidak ada di dekat mereka.


"Oma" Teriak Shifa.Ia membuka pintu utama itu pintunya tidak di kunci.


"Kenapa semuanya gelap. Oma tidak punya uang untuk membayar listrik" Ujar Shifa di tengah tengah langkahnya menuju ke dalam rumah itu membuat seseorang mengepalkan tangannya dan mengumpat dalam hati.


Rivandra berjalan di samping Shifa dan menjaga Shifa supaya tidak jatuh atau tersandung.


"Oma...."


"Ya ampun aku takut sekali" Ucapnya seraya menggandeng tangan Rivandra.


"Kalian semua di mana" Teriaknya lagi.


Shifa teringat akan seramnya rumah itu ketika malam.


"Kau jangan pergi"Ucapnya pelan kepada Rivandra.


" Iya"


Trenggg


Suara benda yang jatuh menyentuh lantai membuat Shifa kaget.


"Aaaggghh apa itu" Shifa terlonjak kaget dan langsung memeluk Rivandra.


"Kau ini gimana gagal kan" Ucap seseorang dengan berbisik tapi Shifa bisa mendengarnya karena ruangan itu sangat hening.


"Ya ampun apa sekarang di rumah Oma setan nya bisa bicara" Lirih Shifa.


Tiba-tiba sebagian lampu di rumah itu menyala sehingga agak redup.


Supraissssss


Teriak mereka.


"Selamat ulang tahun Shifa...." Teriak mereka.


"Hahhh" Shifa kaget ia tidak mengetahui keadaan di rumah tersebut karena ia sedang bersembunyi di dalam jaket Rivandra.


"Shifa..." Bisik Rivandra.


Shifa membuka matanya dan melihat sekeliling di mana yang lain sedang tersenyum kepada nya tapi tidak dengan Oma.


"Selamat ulang tahun sayang" Ucap Bella.


"Apa...Ulang tahun aku tidak ulang tahun kan nanti masih la..."Ucapannya terhenti.


" Apa aku benar-benar ulang tahun?"Tanya nya membuat Darvo menepuk jidat nya.


"Ya ampun Aunty kenapa kau tidak heboh atau nangis-nangis gitu karena terharu tapi kau mala main peluk-pelukan dengan Uncle Van"


"Darvo kenapa kau di sana bukan nya kau..." Shifa mendongak ke belakang di mana tempat terakhir kali Darvo bersamanya.


"Happy brithday to you.... Happy brithday to you. Panjang umurnya panjang umurnya panjang umurnya serta mulia"Ujar Darvo dengan menyanyikan lagu ulang tahun.


"Aku bukan anak kecil..." Shifa mengerucutkan bibirnya.


"Hari ini... hari yang kau tunggu..selama satu tahun usia mu bahagialah kamu..."Belum selesai menyanyikannya Shifa sudah berteriak kegirangan.


"Kembar...." Teriak Shifa lalu memeluk Rezfan dan Rizfan.


"Selamat ulang tahun Ifa"


"Makasih kak"


Rivandra merasa kesal saat melihat Shifa memeluk laki-laki lain selain dirinya lalu Rivandra mengerutkan dahinya ia merasa tidak ada guna nya di sana tidak ada yang menyapanya dan ia merasa tidak di anggap kecuali anak kecil itu.


"Uncle" Darvo tersenyum kepada Rivandra.


"Hey Van maaf kita tidak melihat mu" Ucap Bella sambil teekekeh.


"Oma apa Oma masih sakit" Shifa memeluk dan mencium Oma Tutut.


"Diam kamu! itu semua hanya sandiwara" Ucapnya sambil menghunuskan tatapan tajam kepada Rivandra. Rivandra mendapatkan tatapan tajam dari Oma Tutut pun menelan ludahnya kasar.


Kenapa Oma nya shifa menatap ku seperti itu apa dia tahu tentang kejadian tadi pagi. Pikir Rivandra.


"Awas kamu" Oma melepaskan tangan Shifa dari tubujnya.


"Oma mau kemana" Ucap Shifa.


Oma berjalan menghampiri Rivandra dan langsung memukul lengan Rivandra dengan sendal antiknya.


"Siapa Oma?" Tanya Rivandra.


"Itu si Jacky"


"Ohh iya benar Oma saya Cucunya Kakek Jacky"


"Kamu bilang ke pada Kakek mu yang tua itu kalau dia tidak meminta maaf atas perselingkuhannya dan juga kepergiannya tanpa pamit kita putus"


"Apa..." Teriak semua orang yang berada di rumah itu.


"Mami punya pacar?" Tanya Pak Randi.


"Iya" Ketusnya.


"Ya ampun Mami kembali puber" Ucap Pak Randi.


"Maaf Oma tapi kakek tidak pergi kemana-mana" Ujar Rivandra.


"Kau jangan bohong lihat ini dia pergi di antar ke bandra sama si kutu" Ucapnya sambil menunjukan poto di sebuah ponsel.


"Oma itu poto lima tahun yang lalu bahkan yang mengambil fotonya itu aku" Jelas Rivandra.


"Apa.. jadi wanita tua itu membohongi ku"


"Sudahlah Oma jangan merusak suasana ulang tahun Shifa" Ujar Bella.


"Selamat ulang tahun sayang" Bu Sophia memeluk dan mencium Shifa begitu pun dengan Pak Randi dan yang lainnya.


" Selamat Ulang tahun Kakak"Ujar Dafa.


"Iya terimakasih Dafa"


Setelah memotong kue mereka semua duduk di meja makan untuk makan bersama termasuk Rivandra.


Setelah selesai makan mereka duduk berkumpul di sebuah sofa yang luas.


"Darvo jadi kau sudah tahu rencana ini?" Tanya Shifa.


"Iya tadinya aku akan mengajak Aunty jalan-jalan berdua tapi karena ada Uncle Van jadi sekalian saja aku ajak dia untuk membantu ku"


"Jadi kau juga tahu?" Tanya Shifa kepada Rivandra.


"Tidak aku baru tahu tadi saat di taman bermain.


Flasback On


Shifa berlari ke toilet sedangkan Darvo dan Rivandra menyusulnya dan menunggunya di luar.


" Uncle bantu aku ya pliss"


"Bantu apa?"


"Hari ini Aunty Shifa ulang tahu dan semua keluarga akan memberikan kejutan di rumah Oma. Jadi mau ya kau bantu aku untuk menjalankan sandiwara nanti, Karena ini sudah di rencanakan jauh-jauh hari"


"Sandiwara apa?"


"Nanti juga akan ada"


"Ohh baik lah"


Flashback Off


"Jadi ini sudah di rencanakan jauh jauh hari untuk memberikan kejutan di rumah Oma?"Tanya Shifa.


"Tadinya tidak tapi karena kebetulan hari ini kita mengunjungi Oma yasudah kita adakan di sini saja" Jelas Bella.


"Kak kembar kalian juga ke sini demi aku?" Tanya Shifa.


"Tida Shifa kami ke sini untuk mengunjungi Oma, Kita hanya kebetulan saja ikut merayakannya"


" Oh" Ucap Shifa yang sudah GR.


"Tapi kamu tenang saja ini kado dari kita" Rezfan dan Rizfan memberikan dua kotak kado kepada Shifa.


"Aaahh makasih kembar" Ucapnya seraya tersenyum.


"Nak Rivandra makasih sudah mengantarkan Shifa kemari"Ujar Pak Randi.


" Ahh tidak masalah Om"Ucapnya.


Setelah semuanya selesai Rivandra pun pamit lulang sedangkan keluarga itu menginap du rumah Oma karena sudah sangat malam.


Shifa mengantar Rivandra ke depan pintu.


"Pak makasih ya" Ucap Shifa seraya tersenyum.


Rivandra pun membalas senyuman itu "Ia sama sama Shifa kalau gitu aku pamit dulu ya" Ucapnya.


"Sebentar" Shifa mendekati Rivandra.


Cup


Shifa mengecup pipi Rivandra


"Hati-hati di jalan" Ucapnya dengan tersipu malu lalu berlari memasuki rumah.


Rivandra terbengong sambil memegangi pipinya yang di kecup Shifa seraya tersenyum dan masuk ke dalam mobil.


.


.


.


Bersambung


Jangan lupa Like,Komen Dan Vote.