
Perbincangan para orang tua itu selesai Shifa dan keluarganya pun pulang saat sampai di rumah Shifa begitu terkejut melihat seseorang yang selalu ia rindukan.
"Supraisss" Teriak orang itu seraya merentangkan tangannya.
"Kak Bella...... Aku sangat merindukanmu" Teriak Shifa sambil masuk ke dalam pelukan Kakaknya.
Ya Kakaknya mendadak pulang dari London hanya untuk memberi ucapan selamat kepada adiknya.
"Selamat sayang sekarang kau sudah wisuda"Ucap Kakanya sambil mencium pipi Shifa.
"Ahhh Kakak.."Shifa kembali memeluk Kakaknya.
"Heyy Darvo how are you" tanya shifa kepada ponakan satu satunya.
"I am fine aunty"Ucap anak laki-laki itu dengan tersenyum senang.
" Heyy dia itu sekarang sudah bisa bahasa indonesia loh"Ucap Bella memberitahu Shifa.
"Benarkah" Tanya Shifa kepada Darvo.
"Yes aku sudah bisa bahasa indonesia" Ucap Darvo sambil tersenyum lucu.
"Darvo kau tidak mengundangku ke acara ulang tahunmu yang ke 7 tahun" Ucap Shifa sambil mencubit pipi anak itu.
"Awwuhhh sakit Aunty .Habisnya kau tidak memberikan kado kepada ku" Darvo mengerucutkan bibirnya seraya mengusap pipinya yang di tarik oleh Shifa.
"Aku mau bermain dulu bersama Uncle Dafa dahh" Ucap Darvo ia pun berlari ke taman belakang untuk mengunjungi Dafa.
"Dafa di belakang ? " Tanya Shifa kepada Kakaknya.
" Iya dia sedang membuat Rumah untuk laba-laba" Jawab Bella seraya duduk di samping suaminya.
"Laba-laba apa ?" Tanya shifa yang merasa bingung setahunya Dafa itu tidak memiliki laba-laba.
"Itu laba-laba punya Darvo dia kan mau tinggal di sini jadi dia ingin membawa laba laba kesayangannya itu"Ucap Bella sambil bersandar di pundak suaminya yang membuat Shifa memutar bola matanya.
"Hey kak Brayen makin tampan saja" Gurau Shifa kepada kakak iparnya.
"Bisa saja kau Shifa kau juga semakin cantik dan pintar tentunya" Ujar Brayen seraya mengacak ngacak rambut adik iparnya sambil tertawa.
"Kalian sudah makan" Tanya Bu Sophia.
"Sudah bu tadi kami sudah makan" Bella memeluk Bu Sophia sambil mencium punggung tangan nya kemudian beralih kepada Pak Randi dan di ikuti oleh Brayen.
" Oh iya Shifa ini buat kamu " Bella memberikan buket yang di dalamnya terdapat Boneka wisuda.
" Uhh Kakak terimakasih hari ini sungguh banyak yang memberikanku buket ahaha" Ucap Shifa sambil tertawa.
"Wah benarkah" Tanya Bella dan tidak berapa lama seorang supir dan beberapa pelayan datang dengan membawa banyak buket bunga.
"Maaf non ini buket nya mau di simpan di mana" Tanya Pelayan tersebut.
" Simpan diruangan yang ada didepan kamarku saja bi" Ucapnya dengan ramah.
" Baik non permisi" Ucap pelayan itu.
" Waww banyak sekali dulu saja kakak tidak sebanyak itu Ifa" Ucap Bella.
" Dari siapa saja itu Ifa?" Tanya Bella.
" Ahaha biasalah maaf bukannya sombong ya itu dari para fans fans aku hahaha" Shifa pun tertawa menertawakan dirinya sendiri.
" Wahh aku tidak menyangka ternyata adikku sungguh sangat sombong"Ucap Bella seraya tertawa terbahak bahak.
"Yasudah kak aku mau ganti baju dulu ya gerah " Ucap Shifa sambil meninggalkan mereka dan pergi ke kamarnya.
Sesampainya di kamar ia pun langsung membersihkan diri setelah itu ia langsung kebawah untuk berkumpul dengan keluarganya Shifa memakai T-shirt waran hitam dengan gambar panda dan memakai celana panjang ia terlihat sangat cantik dan imut.
"Darvo kau tidak lelah " Tanya Shifa yang melihat darvo terus bermain bersama dengan Dafa.
" Aku tidak pernah lelah Aunty aku selalu kuat" ucapnya sambil mengangkat kedua tanganya dan menunjukan otot di lengannya.
" Ahaha kau sangat lucu Darvo" Shifa terlihat gemas dengan ponakannya itu sehingga ia pun mencubit kembali pipi Darvo dengan sedikit gereget.
"Auwhh Aunty kau jahat sekali bagai mana kalau pipiku menjadi melar " Darvo mengerucutkan bibirnya.
"Haha itu sangat tidak mungkin sayang"Shifa berbicara sambil menyatukan giginya dengan gemas kemudian ia mencium pipi keponakannya itu.
Cup
Cup
Cup
"Huhh untung Aunty cantik kalau jelek aku tidak sudi untuk di cium" gerutu Darvo.
" Hey Darvo kau sombong sekali masa ia kau mau di cium hanya oleh orang yang cantik" Ucap Shifa.
" Huhhh sudahlah kalau aku main sama Aunty banyak ruginya" Gerutu Darvo.
"Memang kenapa?" Tanya Shifa.
"Karna kau selalu gemas dengan ku Aunty...." Ucapnya sambil berlari mendekati Dafa yang sedang bermain game.
" Hay Kak ku dengar kau sedang mengandung lagi?" Tanya Shifa.
" Kau benar sekali Ifa "Ucap Bell.
" Tubuhmu semakin berisi kak terlihat sangat seksi" Ucap Shifa membuat Bella tertawa.
"Kapan kau nikah Ifa?" Tanya Bella.
" Apaan sih kak aku itu mau menggapai impianku terlebih dahulu sebelum menikah"Ucap Shifa.
" Nanti bulan depan kan kau ulang tahun mau di rayain dengan pesta seperti apa?" Tanya Bella.
" Itu tidak perlu aku tidak mau ada pesta hanya berkumpulnya keluarga seperti ini juga aku sudah sangat senang"Ucap Shifa.
"Oh iya aku juga sudah melamar kerja tapi belum ada panggilan" Ucapnya.
"Kamu melamar kerja di mana nak?" Tanya Pak Randi.
"Aku melamar kerja di perusahaan zachery company" Ucap Shifa.
"Emm boleh juga itu perusahaan paling sukses se asia kalau gak salah pemimpinnya masih muda " ucap pak randi sambil tersenyum.
"Kau melamar untuk menjadi apa nak" tanyanya lagi.
"Gak tahu deh sepertinya jadi sekretaris" Ucapnya.
"Oke bersikaplah profesional jika ada masalah apa pun jangan pernah melibatkannya dengan pekerjaan oke"Nasihat Pak Randi.
" Siap Ayah"Ucapnya sambil memberi hormat.
Di hari minggu shifa sedang joging bersama keluarganya mereka joging di taman belakang setelah selesai joging ia duduk di kursi taman bersama Darvo sedangkan yang lainnya sudah masuk ke dalam rumah.
" Darvo kau mau tinggal di sini?" Tanya Shifa.
"Hemmm yes aku mau sekolah di sini dan kata mom juga begitu " Jawab anak itu.
"Mommy mu juga mau tinggal di sini Darvo? " Tanya Shifa lagi.
" No Mommy harus ke London menemani Daddy di sana" Ucap Darvo.
"Ohh jadi kau di buang di sini ya"Shifa manggut-manggut sambil menahan tawanya.
" Huhh Aunty kau sangat kejam aku di beri pilihan sama Mom" Ucapnya.
" Pilihan apa saja" Tanya Shifa.
"Aku di suruh memilih antara tinggal di indonesia atau sekolah asrama di London" Ucap anak laki laki itu sambil menyandarkan punggungnya di sandaran kursi taman.
" Dan kau memilih tinggal di sini"
"Iya dan aku juga di ajarkan bahasa indonesia sama mommy pada akhirnya aku bisa tapi tidak semua" Ucapnya.
Tiba tiba ponsel Shifa berbunyi itu tandanya ada yang menelpon.
Apakah ini dengan nona Rayshifa. Tanya seorang wanita di balik telepon.
" Ya benar ada yang bisa saya bantu" Tanya Shifa.
tidak saya hanya memberitahukan bahwa besok anda sudah boleh bekerja di perusahaan zachery company dan besok anda datang dulu ke ruangan HRD jangan sampai telat. Ucap wanita itu.
"Apa itu artinya saya di terima ?" Tanya Shifa.
Ya betul sekali. ujar wanita itu.
" Baik terimakasih Bu"Ucap Shifa sambil tersenyum.
" Yeyy aku di terima yeyyy...." Shifa bangkit dari duduk nya sambil melompat lompat kemudian mencubit pipi Darvo.
" Kebiasaan" Gerutu Darvo.
"Hey Aunty kau kenapa? Gila..!!" Tanya Darvo.
"Sembarangan kau tau Darvo aku di terima kerja dan aku akan mentraktirmu es krim hari ini" Ucap Shifa dan Darvo pun berteriak senang karena akan di belikan eskrim.
"Waww selamat Aunty ayo kita beli es krim sekarang" Sorak Darvo sambil menarik tangan Shifa.
"Tapi kau belum makan bagai mana kalau kita beli bubur ayam yang ada di depan komplek sana" Saran Shifa.
"Pinggir jalan?" Tanya Darvo sambil mengerutkan dahinya bingung.
"Iya itu adalah bubur ayam paling enak" shifa tersenyum dan langsung kenarik tangan ponakannya.
" No Aunty no itu sangat kotor banyak debu" Ucap anak kecil itu sambil menggelengkan kepalanya.
" Kau salah skali Darvo di sana bubur ayam nya sangat bersih meskipun di pinggir jalan dan itu juga langganan keluarga kita" Jelas Shifa.
" Tapi..."
" Suttt sudah kau jangan seperti itu kalau mau tinggal di Indonesia" Shifa menutup mulut Darvo yang akan berbicara kembali.
"Sudahlah ayo nanti Aunty belikan eskrim setelah makan bubur ayam.
" Huhh baiklah" ucapnya dengan pasrah dan mengikuti langkah Shifa yang menuju ke gerbang rumah .
π
π
π
π
Bersambung