
" Ahahaha aunty kau sangat cerdas plus jahil ahahaha" Darvo tertawa tanpa henti.
Sekarang mereka telah sampai di tempat tujuan dan sedang menunggu pesanan bubur ayamnya.
"Mau makan di sini atau di bungkus?" Tanya pedagang itu.
"Kau mau makan di sini atau di bungkus darvo?" Fanya Shifa
"Di bungkus saja biar barengan makannya sama Mommy" Ucap Darvo.
"Di bungkus saja" Ucap Shifa.
"Aunty mau beli dulu bubur kacang hijau sama surabi kau mau ikut? " Tanya Shifa.
"Ya aku ikut" Ucapnya.
"Bu saya tinggal beli dulu surabi ya ini uangnya" Ucap Shifa kepada penjual bubur ayam itu seraya memberikan uang kepada penjual bubur Ayam itu.
"Iya silahkan" Ucap pedagang itu.
Mereka pun membeli dulu surabi dan bubur kacang hijau.
"Aunty aku ingin kue itu " Tunjuk Darvo pada kue cubit yang berwarna hijau.
"Yang ini" Tunjuk Shifa pada kue cubit.
"Yes sama yang di atasnya memakai coklat meses" Ucap Darvo.
"Yang ini!. Maksudmu kue pukis " tanya shifa.
" Yes" Darvo menganggukan kepalanya dan tersenyum dengan senang.
"Bu pukis sama kue cubitnya ya " Ucap Shifa setelah ia membeli surabi dan bubur kacang hijau.
Setelah itu mereka mengambil bubur Ayam yang sudah di pesannya.Dan mereka pun pulang dengan membawa banyak kantung kresek makanan.
Sesampainya di rumah mereka langsung masuk dan menuju ke meja makan dengan membawa beberapa kantung kresek makanan.Di sana sudah ada Bu Sophia yang sedang meminum teh sambil membaca buku.
" Malian dari mana" Fanya Bu Sophia.
"Kita habis dari depan Bu " Ucap Shifa.
"Oh iya bu Kakak di mana?" Tanya Shifa.
"Dia lagi di kamar bentar ya Ibu panggilkan dulu " Ucap Bu Sophia sambil beranjak dari duduknya.
"Tidak Grandma biar aku saja" Ucap Darvo sambil beranjak dari duduknya.
" Baiklah"Ucapnya.
"Ibu sudah sarapan "Tanya Shifa.
"Ya tadi pagi setelah olah raga kita semua langsung sarapan dan tinggal kau saja sama Darvo yang belum"Ucap Bu Sophia
Darvo dan Bella pun datang di ikuti oleh Brayen di belakangnya.
"Hai Kak ini pesanan mu" Ucap Shifa sambil menyajikan makanan itu di piring.
"Wahh surabi terimakasih Adikku " Ucapnya sambil menyomot surabi yang ada di piring.
Mereka semua duduk sambil memakan jajanan yang di beli oleh Shifa dan Darvo.
"Kau juga membeli kue cubit dan pukis Ifa" Tanya Bella.
"Iya itu Darvo yang mau " Ucap Shifa sambil tertawa.
"Ayolah cepat kau coba sayang jangan cuma mau beli saja "Ucap Bella kepada Darvo.
"Sebentar Mom aku sedang memakan bubur Ayam " Ucapnya dengan mulut penuh.
"Kenapa kalian lama sekali" Tanya Bella.
Kemudian Shifa dan Darvo pun saling pandang tidak berapa lama mereka tertawa terbahak-bahak mengingat kejadian di jalan tadi membuat semua yang ada di meja makan bingung melihatnya.
"(alian kenapa?"Tanya Brayen.
"Ahahaha tadi kita... Ahahaha" Darvo yang ingin berbicara tetapi tidak bisa karena terus menerus tertawa.
"Cubit tanganmu supaya berhenti tertawa" Ujar abrayen yang ada di samping anaknya itu.
"Atau biar Daddy saja yang mencubitmu" Tambahnya.
Darvo dan Shifa pun mencubit kulit tangan mereka masing masing sehingga berhenti tertawa tetapi tetap saja saat mengingat kejadian itu membuat mereka tertawa lagi.
"Ohh iya Aunty kau melupakan sesuatu" Ucap Darvo dan Shifa pun mengerutkan dahinya.
" Apa ?"tanya shifa.
" Es krim " Teriak Darvo sambil beranjak tetapi di hentikan oleh Brayen.
"Hey kau mau kemana habiskan dulu makanan mu"Ucap Brayen sambil memelototkan matanya kemudian Darvo pun menurut karena melihat tatapan Daddy nya yang sangat menakutkan.
"Ohh kau mau es krim Darvo" ucap Shifa dan Darvo pun menoleh kearah Shifa sambil menganggukan kepalanya.
"Iya " ucap anak itu.
"Kau tenang saja di rumah ini juga kan ada es krim"Ucap Shifa sambil tersenyum kepada Darvo.
"Kenapa kau tidak bilang kepada ku" tanya Darvo dengan nada tinggi.
"Berbicara yang sopan dia Aunty mu" Ucap Brayen.
"Kenapa kau tidak bilang kepadaku Aunty" Ucap anak itu dengan nada sopan.
"Tadi kau bilang kita mau beli!. dan kalian juga tidak memberitahuku dari kemarin kemarin saat aku datang kemari " ucapnya.
" Huhh Darvo sayang kau tidak bertanya kepada kita"Ucap Shifa.
"Jadi tadi Aunty membohongiku supaya kau ada teman untuk membeli bubur ayam" Ucap anak itu sambil cemberut.
"Ahaha tida aku hanya ingin menunjukannya kepadamu dan juga bukannya tadi di jalan sangat seru kita sudah.... ahahaha" Shifa tertawa di ikuti oleh Darvo.
" Ahahaha iya Aunty kau benar aku bahagia hari ini melihat wajah sombong itu ahahaha" Ucap anak itu.
" Sebenarnya kalian kenapa dan memangnya ada kejadian apa" Ganya Bella.
"Ahaha itu Mom tadi di jalan kita habis ngerjain orang "Ucap Darvo dengan polosnya kemudian Bella memberikan tatapan tajam kepada shifa.
" Kau mengajari anak ku untuk menjahili orang " Tanya Bella dengan tegas membuat Shifa menelan ludahnya dengan kasar.
" Ti..Tidak Kakak kita gak salah kok" Ucap Shifa yang di angguki oleh Darvo.
"Iya Mom kita gak salah orang itu yang salah masa ia memberhentikan mobilnya di tengah jalan kan menghalangi kita " Akhirnya darvo pun menceritakan kejadian itu dengan di bantu oleh Shifa.
"Ahaha pasti seru sekali aku jadi ingin seperti itu juga" Ucap Bella membuat Darvo dan Shifa saling pandang.
" Dia wanita atau pria" Tanya Bella.
" Pria" Ucap mereka barengan dengan wajah sama sama bingung.
" Masih muda " Ganya Bella lagi dan kali ini hanya di jawab oleh Darvo.
" Iya bahkan dia sangat tampan dan keren " Ucap Darvo .
"Benarkah Ifa ?? " Tanya Bella.
" Tidak biasa saja " Jawabnya dengan santai.
" Hmmmm" Dehem Bella.
Saat sore hari mereka berkumpul di taman belakang dengan menggelar tikar dan membawa beberapa cemilan dan jus semua keluarga lengkap tanpa kurang satu pun.
"Kau tidak ngidam yang aneh aneh nak" Tanya Bu Sophia kepada Bella.
" Tidak Bu cuma tadi pagi saja aku ingin sekali makan surabi " Ucap Bella.
"Kalau kau mau sesuatu bilang ke kita ya biar kita semua kabulkan"Ucap Pak Randi yang sedang duduk selonjoran sambil melihat Dafa dan Darvo yang sedang bermain bola .
" Asal jangan yanv sulit haha"Tambahnya seraya tertawa.
"Ihh iya Ayah Ibu emm... semuanya deh aku sudah di terima kerja mulai besok" Hcap Shifa sambil mengembangkan senyumnya dan mereka pun ikut tersenyum bahagia.
" Wahh selamat nak semoga betah" Ucap Pak Randi seraya memeluk shifa yang ada di sampingnya.
"Wahh Adikku selamatya" Ucap Bella dan yang lain pun mengucapkan selamat kepada Shifa.
Keesokan harinya pagi pagi sekali Shifa sudah berada di meja makan bersama keluarganya.
"Tumben kamu bangun pagi-pagi sekali biasanya setelah lulus kuliah kau bangun sering kesiangan"Ucap Bu Sophia.
"Ibu lupa sekarangkan aku sudah mulai masuk kerja " Tutur Shifa .
"Ohh iya Ibu lupa "Ucap Bu Sophia .
Setelah sarapan ia berangkat dengan membawa mobil sendiri saat sampai di perusahaan ia berjalan menuju lobi dan menanyakan ruang HRD pada resepsionis. Setelah itu ia pun melangkahkan kakinya ke ruang HRD.
Tok tok tok " Permisi" Ucap Shifa sambil mengetuk pintu ruangan tersebut.
"Masuk" Setelah dapat sahutan dari dalam ia pun masuk dengan langkah yang elegan ia memakai kemeja putih plus rok hitam dan di padukan dengan blazer warna hitam.
"Permisi Bu saya Shifa yang kemarin Ibu panggil"Ucap Shifa sambil tersenyum manis.
" Ya silahkan duduk" Ucapnya dengan ramah.
"Perkenalkan nama saya Sri kepala HRD di perusahaan ini " Ucapnya lagi.
"Baik Ibu Sri"Ucap Shifa Bu Sri pun tersenyum.
"Kamu sudah tahu kamu bekerja di bagian apa" Ranya bu Sri.
" emm sebagai sekretaris ? " Tanya Shifa.
" Baiklah kamu bekerja sebagai sekretaris dua pimpinan perusahaan ini atau CEO perusahaan ini" Ucap Bu Sri.
"Baik Bu Sri" Ucap Shifa sambil tersenyum.
"Mari saya antar ke ruang kerja kamu sambil memperkenalkan diri kepada Pak Rivandra CEO kita" Bu Sri beranjak dari duduknya di ikuti oleh Shifa.
Mereka menaiki lift untuk menuju ke lantai 48 lantai paling atas sekitar kurang lebih dua menit mereka telah sampai di lantai atas dan setibanya di ruangan itu mereka di sambut oleh seorang sekretaris yang tersenyum ramah.
" Bu Feya CEO kita ada?" Tanya Bu Sri.
" Ada dia sedang menunggu kalian silahkan masuk saja"Ucap Feya seorang Sekretaris pertama.
Tok...tok...tok...Bu Sri mengetuk pintu itu dan setelah mendapat perintah dari dalam mereka pun masuk dan betapa terkejutnya Shifa saat melihat wajah atasannya yang tidak begitu asing ia seperti pernah melihatnya.
π
π
π
π
Bersambung