My Beloved Boss

My Beloved Boss
Pagi yang cerah



Rayshifa Julia Pranandi merupakan anak ke dua dari keluarga Pranandi. Ayahnya bernama Randi Pranandi dan Ibunya bernama Sophia Pranandi.Ia memiliki kakak perempuan dan satu adik laki-laki ia sering di panggil Shifa atau Ifa.


Ayahnya merupakan seorang pengusaha sukses ke dua di kota itu. Meski begitu Shifa tidak pernah sombong dengan apa yang keluarganya punya. Hari harinya di kelilingi dengan kesederhanaan tidak pernah memandang orang dari harta.


"Selamat pagi Ayah ibu " sapa shifa saat datang ke meja makan di sana semua keluarga telah berkumpul kecuali kakak nya yang sedang berada di London karena mengikuti suaminya.


" Pagi sayang " Ucap Ayah dan Ibunya.


" Aku gak di sapa nih kak" Adik Shifa menyebikan bibirnya karena kakak nya hanya menyapa orang tuanya dan dirinya seperti tidak di anggap.


" Oh hai adik ku" Shifa mengacak rambut adiknya.


"Dafa kamu itu kayak anak kecil aja"Ucap bu Sophia sambil terkekeh melihat anak bungsunya yang begitu manja padahal umurnya tidak berbeda jauh dengan Shifa hanya berbeda tiga tahun.


"Hahaha iya kamu itu kayak anak kecil Daf" Shifa terkekeh melihat adiknya tambah merajuk.


"Oh iya nak minggu depan kan kamu wisuda bagai mana kalau setelah lulus nanti kamu membantu ayah di perusahaan" Tanya Pak Randi.


" Emm gimana nanti saja yah tapi aku ingin memulai dari awal tanpa bantuan ayah" Jawabnya membuat Pak Randi Tersenyum Mendengarnya.


" Yasudah itu kan hanya saran ayah saja tapi kalau kamu ingin memulai nya dari awal ayah sangat setuju biar kamu merasakan bagai mana rasanya berakit rakit kehulu berenang renang ketepian bersakit sakit dahulu bersenang senang kemuadian " Tutur Pak Randi membuat mereka yang dimeja makan tertawa mendengarnya.


" Kenapa tertawa ?" Tanya Pak Randi.


" Engga yah cuman lucu aja sama ucapan ayah serasa masih Sekolah gitu mendengarnya hehe" Shifa berbicara sambil terkikik


"Hahaha tapi itu memang benar sayang" Ucap Pak Randi .


"Dan kamu Dafa yang rajin masuk kuliahnya biar cepat lulus dan mendapatkan nilai yang bagus serta maksimal" Tutur Pak Randi.


" Iya ayah" Ucap Dafa malas.


"Kalau kamu gak masuk kuliah lagi ayah jual motor mu itu" Ancap Pak Randi sambil menunjukan wajah garang nya.


" Hahh... jangan yah iya aku akan Kuliah dengan rajin" Dafa kaget mendengar penuturan ayahnya yang akan menjual motor kesayangan nya separuh hidup nya.


" Hahaha rasain kamu Daf " Bisik Shifa sambil tersenyum meledek pada Dafa membuat Dafa mendengus sebal.


" Iya dan kamu itu jangan pacaran terus Daf dan lagi kalau mau pacaran itu cari wanita yang baik baik bukan nya yang suka menguras habis dompet mu apa lagi kalau baik saat ada maunya " Ucap Shifa sambil menuangkan nasi goreng ke dalam piring nya.


" Hmmm" Dehem Dafa membuat Shifa tersenyum.


Setelah selesai sarapan Shifa dan Dafa berpamitan kepada kedua orang tua nya dan Shifa langsung menjalankan mobilnya menuju ke kampus meskipun sudah tidak ada tugas karena sebentar lagi ia akan wisuda tetapi tetap saja ia pergi ke kampus untuk sekedar membaca buku di perpustakaan atau janjian dengan teman teman nya untuk saling bercerita dan bercada ria.


Saat memasuki kampus banyak orang yang menyapanya , terlebih para pria yang sampai tidak berkedip saat Shifa melewati mereka.


" Pagi Shifa"


" Kamu cantik"


" Kamu manis "


" Mau gak jadi pasangan hidup ku kalau mau ayo kita langsung menuju ke KUA"


Seperti itu lah kata sapaan orang orang yang berada di kampus, meskipun kebanyakan adalah para lelaki dengan rayuan dan gombalan nya yang bukannya membuat Shifa tergoda malah membuatnya terkekeh sambil menggelengkan kepalanya.


Shifa sangat terkenal di lingkungan kampus bukan hanya karena kecantikan nya melainkan juga kepintarannya yang pernah membuat Kampus tersebut melonjak tinggi karena Prestasinya yang pernah mengikuti beberapa Lomba ke luar Negara mewakili Kampusnya.


"Ifaaaa....." Teriak Maya dan Gina yang merupakan sahabatnya.


" Haii gays apa kabar" Tanya Shifa sambil memeluk mereka .


" Kita baik kok bagai mana sama kamu?" Tanya Maya.


"Hahaha iya Ifa aku percaya " ucap mereka membuat Shifa terkekeh dengan ringan nya.


" Kalian kemarin kemarin ke mana aku ke kampus tapi kalian tidak ada" Tanya Shifa.


"Aku itu kemarin bere beres rumah karena para asisten sedang cuti semua. Gak tahu kenapa seperti di rencanakan gitu " Bingung Gina dengan muka polosnya siapapun yang melihatnya pasti membuat mereka tertawa.


" Mungkin dia bosan lihat wajah mu Gin" Ucap Maya yang sudah sedari tadi menahan tawanya.


"Wah benarkah tapi aku gak yakin soalnya mereka jarang melihat ku karena aku jarang bertemu mereka" Jelas Gina.


" Hahaha udah ah aku gak kuat melihat wajahmu Gin" Shifa pun yang sudah tidak dapat menahan tawanya lagi langsung tertawa terbahak bahak sontak saja membuat orang yang berada di sekitarnya menoleh pada ketiga orang itu.


"Oh iya kalau kamu May kenapa kemarin kamu gak ke kampus" Tanya Shifa


"Kalau aku kemarin itu bantuin ibu menjaga toko Rotinya karena cuman ada beberapa karyawan dan yang lainnya sedang pada cuti" Ucap Maya dengan santainya.


"Kita sekarang mau ke mana ke Perpustakaan atau mau jalan-jalan sekalian belanja ?" Tanya Shifa sambil tersenyum.


"Kayak nya kalau jalan jalan seru deh. Jalan jalan aja yu" Ajak Gina sambil cengengesan.


"Oke " Shifa dan Maya mengiyakan ucapan Gina.


Mereka pun berjalan menuju mobil milik Shifa karena kebetulan mereka tidak membawa kendaraan.


"Ifa kamu selama ini belum pernah main ke rumah aku kenapa ? .Aku aja sering main ke rumah kamu dan Maya tapi kalu Maya udah pernah sih main ke rumah ku" Ucap Gina yang kebetulan duduk di depan di samping Shifa.


"Iya lagian rumah kamu itu jauh tapi lain kali aku sempatin deh main ke rumah kamu" Ucap Shifa sambil tersenyum.


"Oh iya tadi kalian ke kampus naik apa" Tanya Shifa.


"Taksi"


"Di anterin Kakak" Ucap Gina.


" Tumben kamu di anterin Kakak mu Gin selama ini kan selalu bawa mobil sendiri atau di anatar supir" Ucap Shifa.


"Supir ku lagi cuti entah kenapa aku itu bingung deh semua para pekerja di rumah aku pada cuti yang memasak makanan aja mama dan tadi saat aku ingin berangkat tiba tiba mobilku mogok gak bisa dinyalain dan akhirnya ikut kakak deh itu juga karena satu arah kalau engga mana mau dia paling aku naik taksi atau angkutan umum" Jelas Gina dengan panjang lebar.


"Ohhh gitu ya Gin "Ucapa Shifa dan Maya.


"Ehh Gin ngomong ngomong kakak kamu itu yang mana sih kok kayaknya dia belum pernah nampakin diri di hadapan kita ya"Tanya Maya yang di angguki oleh Shifa dan membuat Gina menghela nafasnya.


"Ya yang itu lah! tapi wajahnya jauh dengan ku kalau dia tampan kalau aku cantik dan lagi aku gak punya poto dia soalnya sia itu pelit banget kalau aku ngajakin poto bareng dia itu gak pernah mau kan ngeselin" Ucapnya Sambil cemberut.


"Hahaha segitunya kah kakak mu Gin ?" Tanya Shifa sambil terkikik geli


"Ho oh" Gina menganggukan kepalanya.


"Ya iyalah mana mungkin kakak mu cantik kan dia laki laki bukan perempuan manja seperti diri mu Gin" Tutur Maya sambil tertawa


"Aaiiiissshhhh " Gina pun mengerucutkan bibirnya.


Mereka terus berbincang bincang sampai tidak terasa bahwa mereka telah sampai di sebuah Mall terbesar di kota ini dengan langkah yang semangat dan gembira mereka turun dari mobil dan memasuki mall tersebut dengan senyuman seakan akan mereka telah memenangkan lotre yang begitu menakjubkan.


πŸ€


πŸ€


πŸ€


Bersambung......