My Beloved Boss

My Beloved Boss
Kedatangan keluarga Diana



Rivandra sedang berada di kamarnya ia duduk di tepi jendela dengan memegang sebuah kotak berwarna hitam.


Raut wajahnya terlihat sedih bahkan matanya pun memerah,Rivandra membuka kotak itu di dalamnya terdapat sebuah bingkai poto ia mengusapnya pelan poto tersebut.


"Rindu" Hanya itu yang bisa ia ucap kan saat ini.


"Suatu saat kita pasti akan bertemu" Ucapnya seraya mencium poto itu di susul dengan setetes air yang membasahi bingkai poto tersebut.


Hingga aktivitas itu terhenti saat ia mendengar ketukan pintu di sambung dengan teriakan.


"Om..." Teriak seorang gadis di depan pintu kamar.


"Om apa kau di dalam" Teriaknya lagi.


Rivandra langsung memasukan bingkai itu ke dalam kotak hitam lalu di simpan di tempat semula,kemudian ia membuka pintu.


"Ada apa Syla?"


"Om aku sangat merindukan mu" Gadis bernama Syla itu memeluk Rivandra dengan erat.


"Aku tidak percaya kau merindukan ku" Ucapnya.


"Om apa kau tahu aku baru pulang jalan-jalan sama mami" Ujarnya seraya melepas pelukan itu.


"Kau jalan-jalan kemana?" Tanya Rivandra.


"Thailand" Ujarnya seraya mengambil sesuatu dari tas nya.


"Mau apa kau ke Thailand"


"Ihh kau ini gimana kan aku sudah bilang kalau aku ke Thailand itu cuma jalan-jalan dan foto-foto"


"Ya ampun anak ini" Ujar Rivandra seraya mengacak Rambut Syla.


"Ini untuk mu Om"Syla menyerahkan gelang couple kepada Rivandra.


" Gelang couple?"


"Iya"


"Kenapa kau memberikanku gelang couple? Kau kan tahu aku sendiri masa iya aku memakai keduanya"


"Hihi bisa jadi seperti itu Om, Kau pakai kiri,kanan haha"


"Kau pikir aku tidak waras!"


"Haha kenapa tidak di berikan saja kepada wanita yang kau sukai"


"Wanita yang aku sukai" Ucapnya dengan tersenyum.


"Ya kau punya wanita yang di sukai" Tanya Syla Rivandra pun mengangguk dengan tersenyum.


"Jangan bilang kau menyukai si nenek lampir"


"Nenek lampir siapa?" Rivandra mengerutkan dahinya bingung.


"Itu si Diana" Ucapnya dengan kesal.


"Nauzubillah, ya bukan lah" Ujar Rivandra.


"Siapa dong Om, beritahu aku ya pliss..."


"Anak kecil tidak perlu tahu" Rivandra berjalan menuju ranjangnya di ikuti oleh Syla.


"Hiss Om aku itu sudah besar aku juga sudah punya pacar" Ujar nya.


"Baru juga 16 tahun sudah punya pacar! Nakal sekali kau" Ujar Rivandra.


"Jangan gitu dong Om emangnya aku ini Om yang sudah tua tidak memili pacar atau calon istri"


"Siapa bilang!"


"Emang udah punya?" Tanya nya dengan antusias.


"Kepo..."


"Hiss"


"Kalau kau punya pacar kenapa gelang ini tidak kau pakai saja"


"Aku tidak suka warna hitam, kalau saja ada warna pink aku pasti akan memakainya tetapi warnanya cuma ada satu dan barangnya pun terbatas" Jelasnya.


Gelang tersebut memang berwarna hitam dengan gantungan bergambar gajah khas negara Thailand.


"Emang pacar mu mau di di berikan gelang berwarna pink"


"Pasti mau dong dia kan sayang sama aku" Ujarnya dengan bangga.


"Masa kemarin Om lihat dia sedang nyanyi berdua di lampu merah"


"Emang Om kira pacar ku bencong!" Sewot Syla dengan memukul Rivandra.


"Haha siapa tahu kan" Rivandra tertawa terbahak-bahak sedangkan Syla ia hanya cemberut.


Hari sudah sore di rumah tersebut akan di adakan makan bersama antara keluarga Rivandra dan keluarga Diana sore ini.


Rivandra hanya memakai kaos oblong dengan celana jeans ia bahkan tidak mandi dan tidak bergaya sedikit pun.


Mereka sedang duduk di ruang tamu untuk menunggu keluarga Diana datang.


"Om kau yakin dengan penampilan mu?" Tanya Syla.


"Tidak Om aku melihat mu seberti baru bangun tidur"


"Emang iya"


"Benarkah"Syla terkejut dengan penuturan Om nya itu.


" Aku mendukung gaya mu Om"Bisik Syla.


"Kau memang ponakan ku Syla" Ujarnya seraya merangkul bahu Syla dengan sayang.


"Vandra cepat ganti pakaian mu jangan mempermalukan aku dengan pakaian seperti itu" Ujar Radithia yang baru saja datang ke ruang tamu.


"Jadi Ayah mempermasalahkan pakaian ku?" Tanya nya.


"Ya iya lah kau ingin membuat ku malu di depan pak Cipta!"


"Sudah lah Ayah kenapa kau mempermasalahkan pakaian Vandra" Ujar Tia ibunya Syla atau lebih tepatnya Kakak nya Rivandra.


"Iya Kakek kau selalu mempermasalahkan hal seperti itu" Ujar Syla.


"Yasudah tidak apa" Ujar Radithia.


"Kakek Buyut lain kali kau ikut jalan-jalan ke Thailan bersamaku dan Mami" Syla berjalan mendekati Kakek Jacky.


"Hey kau kan tahu, aku itu sudah tua mana sanggup jalan-jalan ke Thailand bersama mu" Ujarnya seraya mencubit pipi Syla yang seperti bakpau.


"Kau itu harus diet Syla mana ada yang mau sama kamu kalau kamu gendut" Ujar Kakek Jacky.


Syla duduk di samping Kakek Jacky dengan memeluknya "Kakek ku yang tampan,aku tidak gendut"


"Kakek memang tampan bahkan banyak wanita yang mengejar kakek" Ujarnya dengan bangga.


"Termasuk Oma Tutut"


"Maksud mu Tutitura"


"Iya , apa dia pacar mu"


Kakek Jacky melempar bantal kepada Rivandra seraya memelototkan matanya dan menyimpan telunjuknya di bibir dengan tanda menyuruh Rivandra diam.


"Apa jadi Kakek Buyut yang tua ini punya pacar " Sewot Syla.


"Ya ampun" Kakek Jacky menepuk keningnya.


Tiba-tiba Radithia datang dengan keluarga Diana.


"Ayo silahkan duduk" Radithia mempersilahkan keluarga Diana untuk duduk di sofa.


"Hay Vandra sayang" Diana duduk di samping Rivandra seraya memeluknya.


"Eyouh" Ujar Syla dan Kakek Jacky.


"Menjijikan sekali ya Kek" Bisik Syla dan Kakek Jacky pun menganggukan kepalanya.


"Hey Vandra kemana saja kau "Ujar Pak Cipta.


"Maaf Om saya sibuk " Ujarnya seraya tersenyum canggung.


"Kenapa masih memanggil Om sih panggil Daddy dong"


"Maaf Om tidak seharusnya saya memanggil dengan sebutan Daddy karena saya bukan anak Om" Ujarnya.


"Ya sudah kalau begitu segeralah menikah dengan Diana supaya kau bisa memanggil ku Daddy"


Diana menganggukan kepalanya antusias ia tidak melepaskan rivandra dalam pelukannya.


"Sayang meskipun penampilan mu seperti bagun tidur gini tapi kau tetap tampan, i love yo muah" Diana mencium pipi Rivandra tanpa malu.


"Eyouhh tidak tahu malu" Gumam Syla.


"Apa Kakek setuju jika Om Van menikah dengannya" Bisik Syla yang masih memeluk Kakek Jacky..


"Mana mungkin! 100% Kakek tidak setuju jika Vandra menikah dengan nya" Jawab Kakek Jacky dengan berbisik.


"Kakek,Syla diam" Bisik Tia.


"Ihh Mami" Syla mengerucutlan bibirnya.


Mereka pun langsung makan bersama, meja makan tersebut penuh dengan obrolan.Setelah selesai makan Diana berencara untuk mengajak Rivandra berbicara.


"Emm semuanya kita permisi dulu ya" Ujar Diana seraya menarik tangan Rivandra.


"Apaan sih" Ujar Rivandra dengan suara pelan.


"Ayo sayang ikut aku" Ujar Diana.


Diana membawa Rivandra ke taman belakang rumah itu.


.


.


.


Bersambung


Jangan lupa Like ,Komen dan Vote.