My Beloved Boss

My Beloved Boss
Saling memikirkan



"Hahh hahh hahah Air air" Lirih Oma Tutut.


"Ya ampun Nyonya kenapa? Nih air minumnya" wanita itu menyerahkan air minum kepada Oma Tutut.


"Makasih Susi" Ujar Oma.


Susi adalah Asisten pribadi Oma Tutut yang mengurus semua keperluan Oma dan sebagai teman Oma juga.Usianya sekitar 37 tahunan.


Beberapa pelayan datang dengan membawa minuman untuk Shifa dan teman temannya.


"Oma emang sekarang di danau ada Buaya nya?" Tanya Shifa.


"Kata sipa?" Tanya balik Oma.


"Bukannya tadi kata Oma di danau ada Buaya"


"Enggak"Oma Tutut menggelengkan kepalanya.


" Terus kenapa Oma lari"


"Ohh Iya dasar Buaya darat nyebelin" Oma beranjak dari duduknya seraya menghentak-hentakan kakinya di tempat.


"Buaya darat??"


"Iya tadi sebelum kalian datang Oma sedang marah karena Pacar Oma selingkuh sama si kutu"


"Apa...Pacar" Teriak mereka bertiga.


"Ya ampun Oma ku kembali puber"Gumam Shifa.


" Huaa jacky kau menghianati ku"


"Siapa pria itu Oma biar aku habisi dia berani-beraninya menyakiti perasaar Oma ku"


"Kamu gak bakal tahu siapa di dan sekarang dia sudah kembali ke negaranya tanpa pamit terlebih dahulu sama Oma dia malah berduaan sama si kutu"


"Oma si kutu itu siapa"


"Kamu gak bakal tahu" Ketus Oma.


"Huffhh" Shifa menghembuskan nafasnya kasar.


"Hiks...hiks...awas saja kamu jacky dasar pria tua tidak tahu diri" Gerutu Oma Tutut.


"Sabar ya Oma" Shifa menyuruh Oma untuk duduk kembali karena khawatir dengan encok nya jiga terus berdiri sambil menghentak-hentakan kakinya.


"Maaf nyonya makan siang nya sudah siap. Apa anda ingin makan sekarang?" Tanya Susi.


"Ayo Oma kau harus Makan siang dulu kalau tidak nanti kau bisa sakit"


"Biarkan aku sakit "


"Oma apa kau ingin mati?" Tanya Shifa.


"Ya"


"Kalau kau mati si kutu akan bahagia karena tidak ada penghalang untuk mendapatkan Kakek tua jacky itu" Dan sontak perkataan itu membuat Oma berpikir sejenak.


"Baiklah Cucu-Cucu ku mari kita makan siang dan kalian bisa melakukan apapun di rumah ini".


Mereka berjalan menuju meja makan di sana sudah terhidang beberapa makanan yang sehat.


" Oma makan yang banyak biar tidak kurus seperti ini"Gurau Shifa.


"Oma tidak kurus kau lihat Oma sangat seksi seperti ini" Oma beranjak dari duduknya dan bergaya dengan berlenggak lenggok seperti model.


"Hati-hati Oma aku khawatir dengan pinggang mu"


"Aku sehat dan bugar tidak akan sakit ping...Awwss" Shifa yang kaget pun langsung menghampiri Oma Tutut yang terlihat sedang memegang pinggang nya yang kemungkinan encoknya kambuh lagi.


"Aku bilang juga apa Oma sih tidak bisa di bilangin" Ujar Shifa.


Setelah Oma kembali membaik mereka semua melanjutkan makannya.


Setelah makan Shifa, Maya dan Gina berkililing menyusuri setiap tempat di Rumah itu yang masuk ke dalam peta yang tadi di berikan kepada mereka.


Dan hari pun sudah mulai sore mereka berpamitan kepada Oma untuk pulang.Sebenarnya Oma memaksa mereka untuk menginap tapi karena mereka semua tidak pamitan kepada orang tuanya .Oma pun merelakan mereka untuk pulang.


"Oma kami pulang ya..." Shifa memeluk dan mencium pipi Oma.


"Oma jangan ber jingrak-jingkrak ya nanti pinggangnya sakit lagi"


"Iya"


"wassalamualaikum Oma sampai bertemu kembali"Ucap mereka


"Waalaikumsalam yang sering main ke sini ya"


"Siap Oma jika tidak sibuk"Ujar Shifa.


Mereka pun pulang dari rumah


Oma.Shifa mengantarkan Gina terlebih dahulu kemudian ia mengantarkan Maya.


" Terimakasih Shifa"Ucap Maya.


Sesampainya di rumah ia di sambut oleh keluarganya yang sedang bercengkrama di halaman rumah untuk menikmati sore.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam kamu baru pulang nak kemana saja?" Tanya Bu Sophia.


"Maaf Bu tadi aku sudah dari rumah Oma dan lupa tidak pamit sama kalian hehe"Jelaa Shifa.


" Kau dari rumah Oma Shifa? Apa dia menanyakan kua?" Tanya Bella.


"Iya dia kira Kakak masih di London sehingga ia membanggakan mu tadi. Tapi tidak cukup sampai sampai situ saat aku memberi tahunya dia marah besar dia dia bilang kau adalah cucu durhaka"


"Oh ya ampun kau tidak bohong Ifa"


"Mana mungkin aku berbohong" Ujar Shifa.


"Yasudah besok aku Brayen dan Darvo akan mengunjungi Oma" Ujar Bella.


"Mom aku tidaj ikut ya"Ucap Darvo.


" Kenapa?" Tanya Bella.


"Besok kan hari minggu aku akan pergi ke taman hiburan bersama Aunty Shifa"


"Ohh benarkah"


"Ehem" Darvo menganggukan kepalanya.


"Baiklah jadi besok aku akan pergi berdu bersama Brayen"


"Tidak Nak kami juga akan ke sana"Ujar Pak Randi.


" Ohh yasudah kalau begitu"


Shifa masuk ke dalam rumah ia langsung mandi setelah itu ia membawa laptopnya dan membukanya di balkon kamar.


"Aku ingin menonton film india yang di ceritakan Feya" Gumam Shifa.


Shifa pun menonton Film india di balkon sambil duduk di ayunan gantung.


"Aunty apa kau di dalam" Teriak Darvo dari depan pintu kamar Shifa tetapu tidak ada sahutan membuat darvo membuka pintu itu dan masuk ke dalam kamar Shifa. Ia melihat pintu kaca yang menghubungkan kamar dan balkon itu terbuka dan Darvo sudah menyangka kalau Shifa berada di sana. Dan benar saja ia melihat Shifa tengah fokus memperhatikan laptopnya dengan memakai Airpods.


"Auty..." Teriak Darvo sambil mengguncang kaki Shifa.


Shifa pun melepas Airpods nya "Apa? Kay mengganggu saja" Ujar Shifa.


"Kau sedang apa Aunty?"


"Aku sedang menonton film india"


"Kau begitu menyukai film idia?"


"Ehem" Shifa menganggukan kepalanya.


"Boleh aku ikut menonton?" Tanya Darvo.


"Boleh"


Mereka pun menonton film india sampai malam saat filmnya sudah selesai Darvo pamit untuk pergi tidur.


Shifa pun membaringkan tubuhnya di ranjang ia tidak bisa tidur entah mengapa ia terus kepikiran seseorang yang telah mengambil ciuman pertamanya.


"Huhh ya ampun kenapa dia selalu berutar-putar di pikiran ku" Gumamnya.


Shifa mengingat kembali ciuman yang tanpa mereka sadari beberapa hari yang lalu kejadian itu tidak pernah hilang dalam pikirannya di mana ia merasakan ciuman yang begitu lembut.Ia masih ingat saat pria itu mendekapnya ke dalam pelukan dan aroma tubuhnya yang sangat menenangkan.


"Kenapa aku selalu merasa nyaman saat di dekat nya" Guman Shifa.


"Ohh ya ampun apa yang aku pikir kan" Ucap Shifa ia pun langsung memejamkan matanya.


***


Malam ini Rivandra sedang tidak bisa tidur karena ia terus memikirkan Shifa dan ia juga senang karena permintaan Darvo besok ia akan berdekatan dengan Shifa.


Sama hal nya dengan Shifa. Rivandra pun selalu meresa nyaman saat berdekatan dengan wanita itu entah ada apa dengan dirinya ia pun sangat bingung. Saat ia jauh dari Shifa hati nya selalu gelisah dan rasanya ia ingin cepat-cepat bertemu dengan Shifa.


Wanita itu adalah wanita pertama yang membuat dirinya merasakan perasaan seperti ini entah itu rasa cinta atau mungkin hanya sebuah kenyamanan. Tidak dapat di pungkiri perasaan itu datang secara tiba-tiba dan entah apa sebabnya.


Rivandra memang pernah mempunyai beberapa pacar tapi dari semua wanita itu tidak ada yang pernah membuatnya tertarik kecuali satu wanita yang pernah membuatnya sedikit tertarik ingat ya Sedikit.waktu itu ia pun sangat yakin bahwa wanita itu mencintainya tapi saat ia akan memberikan sedikit hatinya wanita itu meninggalkannya dan pergi entah ke mana. Di saat itu lah ia tidak pernah percaya kepada wanita-wanita yang selalu menggodanya.


bahkan saat berpacaran ia tidak memiliki perasaan lebih atau lebih tepatnya ia memiliki pacar hanya untuk menemani waktu luangnya.


ia pun mengetahui bahwa semua wanita yang ia pacari hanya mengincar hartanya saja jadi ia tidak pernah serius dengan wanita-wanita tersebut.


.


.


.


Bersambung


Jangan lupa Like, Komen Dan Vote.