
Rivandra terlihat ragu saat ingin menanyakan sesuatu karena ia takut Shifa akan kembali murung tidak seperti sekarang yang sangat bahagia karena sebuah gelang.
"Eemmm Shifa "
"Apa?" Tanya Shifa tanpa melihat Rivandra.
"Apa kau sudah memaafkan ku?" Tanya Rivandra dan Shifa pun menganggukan kepalanya seraya tersenyum kepada Rivandra.
"Kau serius"
"Iya ihh"Geram Shifa dengan cemberut.
"Benarkah Shifa?" Tanya Rivandra lagi memastikan kalau ia tidak salah dengar.
"Hisss" Shifa mengerucutkan bibirnya dan membuat Rivandra gemas.
Kemudian Rivandra mengangkat tubuh Shifa dan memutar-mutarkannya dengan bahagia.
Shifa pun tertawa saat Rivandra memutarkan tubuhnya dengan melingkarkan tangan di leher Rivandra. Dan ia teriak saat Oma Tutut dan Kakek Jacky menarik kaki Rivandra sehingga menyebkan Rivandra dan Shifa terjatuh ke dalam kolam renang.
Byurrr
"Arrgghhhh" Teriak Shifa saat ia merasa sudah menyentuh air tetapi masih dalam gendongan Rivandra, mereka terjatuh sampai kedasar kolam hingga Rivandra pun langsung bangkit dengan mengangkat Shifa.
"Oma..." Teriak Shifa saat melihat Oma hanya cengengesan dengan Kakek Jacky.
Oma dan Kakek Jacky hanya mengangkat kedua jari telunjuk dan jari tengahnya membentuk huruf V.
"Ahhh bajuku jadi basah" Rengak Shifa.
Shifa masih berada dalam gendongan Rivandra dengan melingkarkan tangannya di leher Rivandra.
"Kita tidak sengaja Shifa hehe" Kakek Jacky tersenyum unjuk gigi kepada Shifa dan Rivandra.
"Kaki ku masih sakit kalau aku tenggelam aku tidak bisa bangun" Gerutu Shifa.
"Tapi buktinya kau tidak tenggelam sendiri"
"Iiisshhh Oma..." Rengek Shifa.
"Jac udah yuk renangnya aku dingin" Ujar Oma Tutut dan Kakek Jacky pun membantu Oma untuk naik ke darat.
Kolam renang itu terdapat tangga yang menyatu dengan air sehingga memudahkan Rivandra berjalan dengan menggendong Shifa.
Rivandra membawa Shifa masuk menuju rumah besar itu.
"Dimana kamar mu Shifa?" Tanya Rivandra.
"Di atas di lantai 3" Ujar Shifa.
Rivandra pun sudah sampai di kamar Shifa ia memasuki kamar mandi yang berada di kamar itu Rivandra meletakan Shifa di meja yang menyatu dengan wastafel.
"Sebentar Shifa"Rivandra menarik handuk yang menggantun di sana kemudian ia memasuki bilik kamar mandi untuk membuka celananya tang basah Rivandra keluar dengan melilitkan handuk di pinggangnya.
" Shifa baju mu di mana?"
"Biar aku saja yang ambil tolong lah turunkan aku" Ujar Shifa.
"Tidak Shifa kau duduk saja biar aku yang ambil" Ujar Rivandra.
"Baiklah di ruangan itu buka saja pintunya" Ujar Shifa dan ruangan itu merupaka walk in closet.
Rivandra mengambil pakaian Shifa dan menyerahkannya langsung kepada Shifa.
"Ihh kau mengambilkan dalaman ku juga?" Tanya Shifa dengan wajah memerah saat Rivandra memegang dalamannya.
"Ya iyalah memangnya kau tidak akan memakai dalaman?"
"Hiiss memalukan sekali" Gerutu Shifa dan langsung merebut dalam itu.
"Kenapa harus malu apa dalamanmu robek atau jelek"
"Tidak, Ahh sudah lah tolong ambilkan handuk itu hehe" Titah Shifa kepada Rivandra.
Rivandra pun mengambilkan handuk yang di tunjuk Shifa kemudian di berikannya kepada Shifa.
"Sudah kau keluar saja aku bisa sendiri" Ujar Shifa.
"No! Shifa aku tidak akan meninggalkanmua"
"Ayolah Van aku bisa sendiri"
"Yasudah kalau kau menyuruhku keluar aku akan memakaikan mu pakaian itu" Ancam Rivandra.
"Ihh kau itu apa-apaan sih"
"Itu sama saja, itu bukan pilihan" Ujar Shifa dengan cemberut.
"Yasudah berarti kau ingin aku yang memakaikan pakaian ini ke tubuh mu baiklah" Rivandra mengambil pakaian kering itu dari tangan Shifa.
"Ehh tidak,baiklah kau tunggu di sini tapi menghadap kesana jangan melihat ku pejamkan matamu" Titah Shifa.
"Baiklah"Rivandra membelakangi Shifa dengan memejamkan matanya sedangkan Shifa menutupi tubuhnya dengan handuk saat pakaian basahnya di buka dan juga saat memakai dalamannya dengan keadaan duduk.
" Kau yakin bisa memakai pakaianmu sendiri?"Tanya Rivandra.
"Iya aku yakin karena yang sakit hanya kakiku bukan tangan ku"
Shifa sudah selesai memakai kedua dalaman yang di atas dan di bawahnya kemudian saat ia akan membawa pakaiannya handuk itu jatuh ke lantai.
"Yahh jatuh" Ujar Shifa.
"Apa yang jatuh biar aku ambil"Rivandra hampir saja membalikan badannya tetapi Shifa langsung mengehentikan itu.
"Tidak-tidak kau diam lah jangan menengok ke belakang" Ujar Shifa.
Rivandra yang penasaran pun membuka matanya dan ia baru menyadari kalau di depannya terdapat cermin dan dengan jelas cermin itu menghadap ke arah Shifa membuat Rivandra menelan ludahnya kasar saat melihat Shifa yang setengah telanjang karena hanya memakai dalamannya saja.
Ya ampun kenapa dia seksi sekali. Guman Rivandra dengan melototkan matanya tanpa berkedip.
Lihatlah kulitnya yang mulus dan putih itu aku ingin sekali menyentuhnya, apalagi itunya terlihat sangat....Ya ampun apa yang aku pikirkan. Gumam Rivandra dan langsung mengusap wajahnya yang mulai keluar keringat.
Shifa tidak menyadari kalau Rivandra sudah melihat lekuk tubuhnya tanpa berkedip, kalau saja ia tahu pasti akan menyiksa dan memaki Rivandra habis-habisa mungkin Rivandra harus mengemis maaf lagi dari Shifa.
Shifa sudah selesai memakai pakaian nya ia hanya tinggal memakai celana yang baru ia masukan ke kaki hanya sampai betis.
"Van tolong turunkan aku"
"Iya" Sebelum Rivandra berbalik Shifa sudah berteriak.
" Wajahmu tegakkan ke atas jangan sesekali menurukan pandanganmu saat kau menurunkan ku.
"Iya kau cerewet sekali" Rivandra menurunkan tubuh Shifa dengan jantung yang berdetak dengan kencang ia bahkan merasa gerogi saat pikirannya kembali teringat akan apa yang ia lihat beberapa menit yang lalu.
"Sudah lepaskan, aku suah menyentuh lantai" Ujar Shifa.
Rivandra pun melepaskannya dan langsung berbalik kebali ke tempat semula.
Shifa sudah berhasil memakai celananya, Ia memakai baju santai dengan celana longgar baju dan celana itu terlihat serasi meskipun Rivandra yang memilihnya.
Shifa berjongko dengan satu kaki sedangkan kaki yang sakit itu ia luruskan,Shifa mengambil handuk yang terjatuh tadi saat ia ingin bangkit ia begitu kesulitan kemudian ia menyentuh kaki Rivandra untuk peganganya berdiri da refleks Rivandra pun langsung berbalik tubuhnya sehingga yang Shifa pegang bukanlah kaki melainkan handuk yang Rivandra pakai.
Shifa belum menyadari apa yang ia pegang sehingga saat ia bangkit dengan ringannya handuk itu melorot dan sudah berada di lantai dan itu membuat Shifa terkejut.
"Aggkkhh" Shifa berteriak seraya menutup matanya dan Rivandra pun langsung mengambil kembali handuk itu dan melilitkannya di pinggang.Shifa membuka matanya pipinya terlihat memerah
"Apa yang kulihat" Gumam nya pelan.
"Kau ingin melihatnya lagi Shifa" Goda Rivandra.
"Ahh tidak" Ujar Shifa dengan wajah yang sangat memerah karena malu untuk pertama kalinya ia melihat bagian itu orang dewasa selain anak kecil bahkan sangat jelas di depan matanya.
Rivandra terkekeh "Kau ingin melihatnya kagi Shifa"Goda Rivandra lagi.
" Tidak"jawab Shifa.
"Baikalah kau pasti sering melihat gituan kan?" Tanya Rivandra dengan mengangkat tubuh Shifa dan membawanya keluar dari kamar madi.
"Ti...tidak a..aku ba..baru melihat emm ii..itu gi.giitt..tuan" Gugup Shifa.
"Bohong kau pasti sering lihat di film- kan"
"Sembarangan" Ujara Shifa.
"Hahaha"Rivandra tertawa terbahak-bahak hingga ia tidak memperhatikan lantai yang ia injak.
Brukkkk
Lantai yang basah membuat Rivandra terpeleset dan otomatis Shifa pun ikut terjatuh dan keberuntungan masih berpihak kepada mereka karena mereka terjatuh ke atas kasur yang empuk.
.
.
.
Bersambung
Jangan lupa Like,Komen dan Vote.