
Pagi-pagi sekali mereka sudah bangun Seperti perkataannya tadi malam mereka akan pergi ke rumah Oma nya Shifa.
"Aku harus pulang dulu kan gak lucu kalau pake baju bekas" Ucap Maya.
"Duhh gak usah pulang dulu mending pake baju aku aja" Gina menyerahkan baju kepada Maya.
"Iya May udah pake baju Gina aja"Ujar Shifa
"Kalau kamu Ifa emang bawa baju" Tanya Maya.
"Bawa dong. Sebentar ya aku ambil dulu" Shifa melenggang pergi keluar dari kamar Gina dan melangkahkan kaki menuju mobilnya.
Tidak berapa lama Shifa kembali dengan membawa tas yang di dalamnya terdapat Dress polos berwarna kuning kunyit dengan model sabrina.
"Aku mandi dulu ya" Setelah mendapat anggukan dari kedua sahabatnya Shifa langsung bergegas pergi ke kamar mandi.
Pada pukul 07.00 mereka sudah siap dan sedang sarapan bersama Bu Tara dan Pak Kenan.
"kalian mau pada ke mana" Tanya Pak Kenan saat acara sarapan itu telah selesai.
"Ini Om karena sekarang hari libur jadi kita akan pergi jalan-jalan" Jelas Shifa.
"Sepagi ini?"
"Iya hehe" Ucap Shifa,Maya dan Gina.
Setelah berpamitan mereka langsung berangkat dan Shifa yang mengemudikan mobilnya. Mereka bernyanyi di dalam mobil karena kebetulan Gina memutar musik untuk menemani perjalanan mereka.
Setelah beberapa puluh menit perjalanan mereka sampai di sebuah rumah yang terlihat sangat besar dan mewah bak istana. Dengan halaman yang luas.
Mobil memasuki gerbang rumah tersebut yang di jaga oleh beberapa orang penjaga.
"Ehh Non Shifa sudah lama tidak kesini" Sapa penjaga itu.
"Haha iya karena saya sibuk. Apa Oma ada di rumah?" Tanya Shifa.
"Ada beliau kalau jam segini sedang minum Teh di tepi danau"
"Baik lah terimakasih"
Shifa melajukan kembali mobilnya melewati halaman rumah yang sangat panjang dan luas.
"Halamannya besar sekali kayaknya bisa di pakai untuk belajar mobil deh haha" Canda Gina.
"Haha kamu bisa saja gin. Tapi emang iya loh dulu aja aku belajar mobil di sini tapi dulu tidak sepenuh ini sekarang banyak taman dan pohon-pohon kalau dulu ini seperti landasan pesawat haha" Jelas Shifa seraya tertawa.
"Benar kah?"
"Iya tapi enakan sekarang banyak pohonnya kalau dulu panas banget"
Shifa memarkirkan mobil nya di tempat khusus. Mereka pun turun dari mobil dan sudah di sambut oleh kepala pelayan di depan pintu yang mengetahui kedatangn Shifa.
"Assalamualaikum bi Yusi apa kabar"
"Baik Non. Non kemana saja kenapa baru kesini?"
"Aku sibuk bi, Boleh aku bertemu Oma"
"Boleh dong mari saya antar takutnya nanti kesasar lagi"
"Ahaha bibi tahu saja ehh kan ada peta nya bi"
"Ohh iya saya lupa maaf ya" Bi Yusi pun mengambil peta yang berada di samping pintu masuk dan membagikannya kepada mereka.
Mereka pergi ke halaman belakang di mana di sana terdapat sebuah danau dan juga Rumah pohon .
"Assalamualaikum Oma" Teriak Shifa saat melihat Oma nya sedang duduk dengan santai di tepi danau.
Oma pun menoleh melihat ke asal suara dan langsung memalingkan badannya seraya cemberut.
"Oma tidak menyapa aku Cup Cup" Shifa mencium kedua pipi Oma.
"Ngapain kamu kesini" Tanya Oma dengan ketus
"Aku sangat merindukan mu Oma makannya aku sini"
"Jangan bohong kamu sapi dasar Cucu durhaka"
"Oma tidak pernah berubah tetap saja memanggilku sapi nama ku itu kan Shifa. Emang aku terlihat besar seperti sapi" Ujar Shifa dengan mengerucutkan bibirnya.
"Kamu kira Oma power rangers yang bisa berubah"
"Eheh bisa jadi "
"Ya ampun Oma jangan nanti kalau aku di lempar Oma gak akan punya cucu gadis secantik aku"
"Oma masih punya Bella, kalau Bella Oma maklumi karena dia sedang berada di London jadi tidak memungkinkan untuk menemui Oma.Kalau kamu di dalam satu negara saja tidak mau menemui ku"
"Dia itu sekarang sudah jadi Ibu-Ibu jadi sudah tua. Dan Cucu Oma yang masih muda dan cantik itu cuma aku" Ujar Shifa seraya mengibaskan rambutnya.
"Ya iya lah karena semua Cucu Oma itu Pria cuma kamu, Bella dan Santi yang wanita"
" Haha apa Cucu kesayangan Oma sering main kesini?"Tanya shifa.
"Maksud kamu siapa?"
"Itu Kak Rezfan, Rizfan terus Kak Bayu dan Santi.
" Hmm semua nya melupakan ku yang hidup sendiri di dalam rumah sebesar ini"
"Bukannya dulu kak Santi sering berkunjung kesini?"
"Dia itu selalu sibuk kalau Oma telpon dia selalu bilang Nanti ya Oma aku mainnya kalau sudah punya pasangan. Setiap Oma telpon selalu bilang seperti itu"
"Apa dia punya pacar" Tanya Shifa.
"Oma dengar dia itu suka sama pengusaha muda tapi gak tahu dan kalau kata si kembar dia itu sering ngejar-ngejar Pria itu dan teman-temannya"
"Begitu kah Oma, aku waktu itu aku juga pernah bertemu dia tapi kenapa sekarang dia jadi sombong. Bahkan saat aku sapa dia malah memalingkan wajahnya"
"Gak tahu orang tuanya juga sudah bosan sama dia mereka bilang setelah Santi bilang suka sama si Pria pengusaha itu sifatnya jadi berubah entah apa yang membuatnya menjadi seperti itu"
"Kalau Kak Kembar dan kak Bayu dia sering jenguk Oma?"
"Si kembar itu paling sebulan dua kali kadang juga satu kali dalam sebulan Kalau si Bayu dia kan ada di Amerika tapi dia sering telpon Oma tidak seperti kamu yang datang ke sini semaunya"
"Enggak Oma jangan salah Paham dong sama aku aku tidak seperti yang Oma pikirkan"
"Kamu kira Oma percaya"
"Ya ampun"
"Ohh iya Oma gak tahu aja kalau kak Bella sudah ada di Indonesia sekitar beberapa minggu yang lalu"
" Apa... Jangan bohong kamu"
"Ya Allah Oma apa aku terlihat sedang berbohong"
"Kurang ajar.... Aku punya cucu semuanya durhaka tidak ada yang pernah mengingat ku apa lagi si Dafa mungkin dia sudah tidak ingat dengan wajah ku" Gerutu Oma dengan bersungut-sungut kesal.
"Ohh iya Oma ini kenalin teman aku namanya Gina dan Maya"
"Dan Gina, Maya kenalin ini Oma aku namanya Oma Tutut"
Plakkk
"Aawwshh Sakit Oma" Oma tutut memukul bokong Shifa dengan sangan kencang.
"Kamu itu sembarangan banget"
"Hai gadis-gadis cantik perkenalkan nama saya Oma Tutitura Pranandi.
" Hai Oma Tutut senang bisa bertemu dengan mu" ujar Maya dan Gina dengab tersenyum.
"Semua sama saja tidak ada bedanya" Gerutu Oma Tutut.
"Ya ampun Oma sama apanya"
"Sama sama nyebelin"Oma melempar batu ke arah Danau dan mendapat sahutan dari air danau tersebut.
" Ya ampun Buaya...."
"Apa... Buaya" Kaget Mereka dan langsung berlari dari sana memasuki rumah.
.
.
Bersambung
**Jangan lupa Like, Komen, Dan Vote nya ya.
Terimakasih**