
Sesampainya di halaman rumah mereka berdua langsung memasuki rumah itu Shifa berjalan dengan wajah penuh amarah dan Dafa ia berjalan dengan wajah lesu. Saat mereka memasuki rumah mereka di sambut dengan kedua orang tuanya yang sedang duduk dengan menonton televisi dan seketika wajah shifa berubah menjadi hangat.
" Ehh kalian sudah pulang tumben barengan? " Tanya Bu Sophia.
" Iya bu tadi kebetulan kita ketemu di jalan jadi kita barengan deh" Ucap Shifa sambil tersenyum.
"Ohh yasudah kalian makan dulu sana tadi kita sudah duluan karena kalian lama sekali pulang nya" Bu Sophia tersenyum pada kedua anaknya.
" Jya Bu nanti saja aku mau mandi dulu" Jawab Shifa.
"Ohh yasudah sana kalian mandi dulu" Ujar Bu Sophia.
Mereka pun menaiki satu persatu anak tangga untuk menuju kamar masing masing.
Setelah mandi Shifa turun ke bawah untuk makan malam setelah makan malam ia ikut berkumpul dengan Ayah dan Ibunya di ruang keluarga sambil menonton televisi tapi tidak dengan Dafa ia langsung melenggang pergi menuju kamarnya tetapi sebelum ia menginjakkan kakiknya di tangga suara Pak Randi menghentikannya.
" Dafaa.." suara tegas itu memanggil Dafa dengan lantang.
"Iya ayah" Ucap Dafa sambil menengok ke arah ayahnya.
"Mau kemana kamu? . Sini!!" pak randi memanggil sambil melambaikan tangannya.
Dafa pun memutar arah menjadi ke ruang keluarga sambil menerka-nerka hal apa yang akan di bicarakan ayahnya ia pun duduk di sofa single.
"Ada apa Ayah ?" Tanya nya.
" Tadi kamu masuk kualiah?" Tanya Pak Randi dengan wajah garangnya.
"Iya tadi aku masuk kuliah kok" Jawabnya.
"Kau tidak membohongiku Dafa!!" ucap pak randi dengan curiga.
"Tidak Ayah" Ucapnya.
" Baiklah kau boleh pergi ke kamar mu" Titah Pak Randi.
Dafa pun melanjutkan kembali niat awalnya untuk pergi ke kamar.
"Ibu ,Ayah aku juga mau kekamar ya sudah mengantuk"Ucap Shifa sambil mencium pipi Ayah dan Ibu nya.
"Selamat malam" Tambahnya.
" Malam juga sayang mimpi indah" Ucap mereka.
Shifa menaiki satu persatu anak tangga hingga sampailah di suatu pintu ia langsung masuk tanpa mengetuk terlebih dulu. Kamar itu mendominasi warna hitam dan putih sehingga ruangan itu terlihat sangat gelap meskipun sudah di tambah pencahaya lampu. Saat Shifa masuk ia mendengar adiknya sedang telponan dengan seorang wanita.
"Dafa pokonya besok kamu harus beliin aku tas itu yang aku kirim potonya kalau engga aku marah sama sama kamu. Dan kalau kamu tidak mengabulkannya lagi lebih baik kita putus" Ancam wanita sambil cemberut karena Shifa melihat mereka sedang melakukan panggilan video.
"Oke aku akan mengabulkannya terus apa yang akan kamu berikan sama aku sayang?" Tanya Dafa sambil mengedipkan matanya dengan genit.
" Besok kita pergi jalan jalan dan besok juga rumahku sepi jadi kamu bisa berduaan bersamaku kita senang senang berdua gimana kamu mau gak" ucap wanita itu dengan nada menggoda membuat Shifa yang mendengarnya menjadi jijik.
" Lebih baik kalian putus kalau hanya akan berbuat dosa" Saran shifa sambil berjalan ke hadapan Dafa untuk menutup jendela dan gordengnya yanv terbuka.
" Kalau mau masuk itu ketuk pintu dulu dong gak sopan"Ketus Dafa.
"Terserah dong ini rumah bukan hotel kenapa harus ada privasi"Ucap Shifa.
"Ya tetap saja masuk kamar orang denga cara seperti itu gak sopan!!"Bentak dafa dengan dengan nada tinggi.
" Kamu bentak kakak Daf ?? lagian emangnya salah kalau mau masuk ke kamar adik sendiri " Ucap Shifa.
Dafa diam tidak berkutik sedangkan Shifa langsung keluar dari kamar adiknya dan pergi ke kamarnya.
Setelah sampai kamar ia langsung membaringkan tubuhnya tidak berapa lama ia pun langsung tertidur.
Satu minggu setelah kejadian itu Shifa dan Dafa sudah kembali berdamai.Hari ini shifa sudah berdandan dan memakai kebaya berwarna mocca ia terlihat sangat cantik dan anggun, di padukan dengan sepatu pantofel. Ya hari ini adalah hari wisudanya .
"Sayang kau sudah selesai" Tanya Bu Sophia saat memasuki kamar Shifa.
"Sudah bu apa kalian sudah siap" Tanya Shifa.
"Iya sudah nak Ayah juga sudah menunggu di bawah" Jawab Bu Sophia Seraya mengusap kepala Shifa.
Mereka pun turun ke lantai bawah di sana sudah ada pak Randi yang sedang duduk di kursi depan rumah.
"Wah anak Gadis Ayah cantik sekali" Puji Pak Randi dengan tersenyum hangat.
"Kita berangkat sekarang tuan ? " Tanya supir sesaat setelah keluarga tersebut mengakhiri perbincangannya .
"Iya" Ucap Pak Randi.
Mereka memasuki mobil. Shifa duduk di antara Ayah dan Ibunya.
"Iya Ayah aku ingin di kenal dengan cara kerja kerasku sendiri bukan karena aku anak ayah jadi kalau aku kerja di perusahaan ayah mereka hanya akan mengenalku dan menghormatiku karena aku anak pemilik perusahaan itu" Ucapnya sambil tersenyum seraya memegang tangan Ayah dan Ibunya.
" Baiklah kalau itu keputusanmu Ayah akan selali mendukungmu asalkan kau masih mematuhi peraturan keluarga kita"Ucap Pak Randi sambil mencubit pipi Shifa.
" Agghh ayah nanti makeup ku luntur" Ucap Dhifa sambil mengerucutkan bibirnya.
"Mau luntur mau tidak juga kamu tetap cantik karena kamu anak Ayah"Ucap pak randi sambil tertawa.
" Anak ku juga" Ujar bu sophia membuat semua yang di mobil tertawa termasuk supir membuat mobil itu menjadi riuh dengan gelak tawa.
"Tanpa bantuan ku dia tidak akan terlahir"Ucap Bu Sophia lagi.
"Sudah-sudah aku itu anak kalian berdua" Shifa menengahi perdebatan kedua orang tuanya.
Setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai di kampus tempat acaranya di selenggarakan mereka memasuki ruangan yang telah di sediakan Shifa telah memakai jubah toga dan atribut lainnya ia duduk di kursi VVIP bersama kedua orang tuanya karena ia termasuk salah satu siswa berprestasi di kampus tersebut.
Setelah menyanyikan lagu kebangsaan secara bersam-sama saat yang di tunggu tunggu pun datang yaitu pemanggilan nama-nama Mahasiswa dan Mahasiswi saat itu juga jantung Shifa seakan copot.
"Kepada calon Wisudawan-Wisudawati yang di panggil namanya di harapkan naik keatas panggung" ucap seorang MC Yang membawa jalannya acara tersebut.
"Untuk mahasiswi yang bernama Rayshifa Julia Pranandi dengan program studi manajemen bisnis di harapkan naik ke atas panggung" Ucap MC tersebut.
Dengan perasaan haru dan bahagia Shifa melangkahkan kaki nya menuju ke atas panggung untuk menerima Ijazah dari pimpinan Universitas yang membuat kedua orang tuanya merasa bangga sampai meneteskan air mata saat mendengar bahwa Shifa adalah salah satu mahasiswi yang berprestasi dan mendapatkan nilai paling tinggi. momen tersebut pun tidak luput dari dokumentasi sehingga akan ada suatu kenangan untuk masa depan.
Setelah momen mengharukan itu selesai sekarang saatnya mahasiswa dan mahasiswi berfoto ria dengan para sahabat orang tua dan kerabatnya termasuk Shifa yang saat ini menerima banyak buket dari para fans,keluarga, dan teman-teman nya yang begitu banyak. Sehingga ia kesulitan dan hanya membawa beberapa saja yang lainnya ia serahkan kepada supir dan asisten papanya untuk di masukan ke dalam mobil. Bukan hanya Shifa yang wisuda tetapi juga kedua sahabatnya ya mereka sama sama wisuda tahun ini dan mendapat nilai yang terbaik.
" Ifa kita lulus" Teriak Gina sambil memeluk Shifa dan Maya.
"Iya sekarang kita sudah wisuda gays" Ucap Shifa dengan masih saling berpelukan.
"Aku gak nyangka banget akan mendapatkan nilai yang tinggi sehingga membuat mamaku bangga ini semua berkat kalain kalau saja aku salah berteman mungkin aku sekarang belum lulus " Ucap Maya.
" Iya selamat ya May akhirnya kamu mendapatkan nilai yang di harapkan dan kamu juga gina ternyata kita cukup pintar ya haha " Shifa tertawa mendengar pernyataan dirinya sendiri yang membangga banggakan dirinya sendiri.
" Haha iya apa lagi kamu Ifa mendapatkan nilai yang paling tinggi dan merupakan salah satu siswi paling berprestasi" Ucap Maya.
" Iya ifa pasti orang tua mu bangga sekali" ucap gina sambil mengembangkan snyumnya dngan ceria .
"Kita juga bangga loh sama kalian " Jcap Bu Sophia yang datang bersama Pak Randi.
"Hai Maya, Gina mana orang tua kalian" Tanya Bu Sophia.
"Oh iya sentar mamaku lagi di toilet " Ucap Maya.
"Kalau orang tuaku mana ya "Gina menengok kesana kemari dan seketika ia tersenyum.
"Itu dia " Ucapnya saat dua orang pria dan wanita berjalan mendekati mereka.
" mam Kak sini" panggil Gina.
" Hai..." ibunya Gina datang dan menyapa mereka.
" Hai ibunya Gina? " Tanya Bu Sophia.
"Iya kenalin saya Tara ibunya Gina dan ini kakaknya Gina" Ucap Bu Tara tersenyum ramah seraya menjabat tangan Bu Sophia.
"Ohh hai salam kenal saya Sophia Ibunya Shifa" Ucap Bu Sophia.
"Kenzle tante" Kenzle menjabat tangan Bu Sophia kemudian menjabat tangan Pak Randi.
"Kenzle" Ucap nya kepada pak Randi.
"Randi. Kamu kanzle pengusaha muda itu kan "Tanya pak Randi sambil menerima jabatan tangan Kenzle.
" hahaha om bisa saja saya cuma nerusin"Ucapnya.
" Hai aku telat ya " Ucap seorang wanita paruh baya yang berjalan terburu-buru ke arah mereka.
🍀
🍀
🍀
🍀
Bersambung.
jangan lupa like,komen,dan vote nya ya supaya author semangat untuk melanjutkan ceritanya. terimakasih😁