My Beloved Boss

My Beloved Boss
Mengajak secara paksa



"Ayo kita makan dulu tenang gratis kok" Ajak Kenzle.


"Tau aja lo ken" Ujar Kevin.


"Gue itu memang tahu kalau lo manusia paling pelit" Ujar Kenzle.


"Mereka masih ada " lirih Shifa.


"Iya kadang mereka juga suka nginep di sini tapi gitu kerjaannya cuma bikin berantakan doang" Ujar Gina.


"Hay cantik lagi pada makan nih" Sapa bagas.


Kevin yang melihat kursi di sebelah Maya kosong pun langsung duduk di samping Maya.


"Kelihatannya lagi apa? masa lagi BAB!!" Ketus Gina.


"Hey cerewet emang Kita menyapa kamu!! Orang kita menyapa dua wanita cantik ini. Kamu kan jelek iya gak Vin" Ujar Bagas.


"Berisik deh dasar jomblo" Umpat Gina.


Rivandra langsung duduk di kursi sebelah Shifa yang terlihat kosong.


"Hay Shifa kamu sedang makan mau disuapin gak" Goda Rivandra yang membuat Shifa tersedak.


Uhukk...Uhukk


Rivandra pun langsung menyodorkan minum kepada Shifa.


"Kalau makan itu hati-hati dong" Ujar Rivandra.


"Diam deh pak mengganggu ketenangan saja" Ujar Shifa.


"Iya kalian itu mengganggu ketenangan makan kita saja" Sambung Gina.


"Gimana Ken apa boleh kita makan" Tanya Kevin kepada Kenzle.


" Ya silahkan" Jawab Kezle.


Mereka makan malam bersama-sama dan ketiga wanita itu pun telah selesai lebih awal mereka pergi ke taman belakang untuk mengobrol setibanya di sana mereka duduk di sebuah kursi taman sambil melihat bintang yang bertebaran di langit.


"Maya kamu sudah pamit sama Tante Yasmin kalau kamu mau menginap di sini?" Tanya Shifa.


"Sudah tadi aku ngechat mama dan sudah di balas juga " Ucap Maya seraya tersenyum sambil melihat bintang.


"Kenapa ya aku jadi kepikiran bagai mana rupa wajah kakak ku" Ucap maya wajahnya terlihat sendu.


"Berdo'a lah May semoga kakak mu selalu di lindungi Allah dan semoga ia cepat mempertemukan kalian dengan kakak mu itu" Shifa berusaha memberikan ketenangan untuk Maya yang terlihat sangat sedih.


"Aku tidak menyangka kehadiran seorang kakak yang selalu aku impikan ternyata terkabul. Tapi sayang...Aku tidak tahu di mana keberadaannya" Maya meneteskan air matanya sontak Shifa dan Gina langsung memeluknya dengan sangat erat.


"Duarrrr" Bagas datang dengan pasukannya seraya mengagetkan ketiga gadis itu.


"Astagfirullah " Ketiga gadis itu mengusap dadanya.


"Dasar gila ngagetin aja" Umpat Gina.


"Kenapa pada melow gitu mukanya?" Tanya Kevin.


"Jangan kepo deh sana pergi" Usir Gina.


"Diam dasar bawel" Bagas menyumpal mulut Gina dengan daun daun di sebelahnya membuat Gina memukul lengan Bagas dengan kencang.


"Awwhhh"


"Rasain"


"Dasar cewek galak mana ada cowok yang mau sama cewek seperti itu dasar jomblo" Gerutu Bagas sambil mengumpat Gina.


"Kita ke sini itu ada niat baik. Kita mau ngajak kalian untuk jalan-jalan ke Bukit tempat yang sangat asri dan menyejukan" Ujar Bagas setelah selesai mengumpat Gina.


"Enggak kita itu cewek baik-baik nanti kita di lecehin lagi sama kalian" Gina menatap keepat pria itu dengan curiga.


"Sembarangan" Ucap para pria itu.


"Benar juga kamu Gin mending kita gak usah ikut takutnya nanti pulang-pulang perut kita memjadi busung"Ujar Shifa dengan becanda.


" Ihh serem ya terus kita sudah tidak suci lagi ehh Amit-amit ya Allah jauhkanlah hambamu ini dari hal-hal seperti itu"Maya berdo'a dengan sungguh-sungguh.


"Pokonya kalian harus ikut" Paksa Bagas.


"Kita tidak mau jadi budak nafsu kalian" Ujar ketiga wanita itu.


"Sudah deh jangan banyak berhalusinasi mau ikut gak" Kenzle pun berbicara kepada mereka dengan tegas.


"Iya termasuk kamu Shifa karena kamu sekretaris saya kamu harus ikut saya kemana-mana" Ucap Rivandra menegaskan.


"Maaf ya Bapak Rivandra yang terhormat saya hanya sebatas Sekretarid bukan celana dalam yang harus setia mengikuti majikannya pergi atau lebih tepatnya saya bukan Asisten pribadi." Ucap Shifa membuat mereka tertawa.


"Ya sudah mulai dari sekarang kamu menjadi Asisten pribadi ku" Ujar Rivandra dengan entengnya.


"Wahh Bapak gak bisa main mindahin gutu saja dong saya kan makhluk hidup bukan barang" Protes Shifa.


"Pokonya kamu harus ikut karena ini menyangkut pekerjaan di sana"


"Pekerjaan apa mencangkul?" Tanya Shifa.


"Ya perkerjaanlah namanya juga orang paling kaya dan suses se Asia bisnisnya ada di mana-mana" Ucapnya dengan sombong.


"Kamu juga Gina harus ikut emang kamu mau di rumah sendirian" Tanya Kenzle.


"Kan ada mama" Jawab Gina.


" Bulan depan Mama akan ke Australia menjenguk Nenek"


"Aku bisa menginap di rumah Shifa atau Maya"


"Gimana mau iku gak?"


Shifa ,Maya dan Gina saling merangkul dan berbisik seakan sedang menimbang-nimbang keputusan.


"Oke kita setuju"


Semua pria tersebut langsung tersenyum entah apa yang mereka rencanakan sehingga memaksa ketiga gadis tersebut untuk ikut.


Yessss. Gumam mereka.


"Tapi ada syaratnya"


"Apa?"


"Aku ingin mengajak Feya" Shifa mengajukan syarat kepada mereka.


"Oke"


"Enggak! Ngapain harus bawa-bawa wanita itu enggak ah" Tolak Kevin.


"Yaudah... Kita gak ikut"


"Udah lah Vin gak papa juga dia ikut biar semakin rame" Ucap Rivandra.


"Yaudah gak papa" Ucapnya.


"Dan satu lagi" Ujar Shifa.


"Apa lagi?" Tanya mereka.


"Darvo..."


"Apa..." Rivandra syok saat mendengar anak itu anak yang terkadang jahil dan licik.


"Ya udah lah gak papa dia cuman anak kecil yang polos gak papa ajak aja" Ujar kenzle.


Polos apanya dia itu anak pengacau. Gumam Rivandra.


"Anak itu gak usah di ajak lah" Rivandra merasa keberatan dengan anak kecil yang penuh dengan ancaman itu.


"Tapi bukannya bapak sendiri yang membujuk orang tuanya supaya dia ikut" Shifa mengingatkan kembali yang kemarin di katakan oleh Rivandra kepada Bella dan Brayen.


"Kalau tidak nanti dia akan..." Shifa melototi Rivandra seakan mata itu mengatakan 'Dia akan membocorkan ulah mu' membuat Rivandra menyengir kuda.


"Iya ajak saja "


Pasti anak itu akan menyusahkanku. Guman Rivandra lagi.


"Yasudah Gin Kakak mau menginap di Apartemen Rivandra" Ujar Kenzle.


"Iya. Sana cepat kalian pergi ganggu saja" Ketus Gina.


Mereka sudah pergi dari rumah Gina dan hari sudah menunjukan pukul 22.00 WIB .Dan beberapa saat setelah para pria itu pergi ayah dan ibu Gina datang.


"Assalamualaikum"Ucap Bu Tara dan Pak Kenan.


"Waalaikumsalam" Ucap mereka ber tiga.


"Mama kenapa kenapa baru pulan" Gina langsung memeluk Bu Tara sedangkan yang lain langsung menyalami Pak Kenan.


"Halo Om"


"Kamu teman barunya Gina?" Tanya Pak Kenan kepada Shifa karena ia baru pertama melihat Shifa kalau dengan Maya ia pernah ketemu sebelumnya karena Maya pernah main ke Rumah Gina.


"Sudah lama Om aku teman kuliahnya Gina bisa di bilang kita sahabatan" Jelas Shifa.


"Ohh Kalau anaknya Randi yang mana?" Tanya Pak Kenan.


"Aku hehe" Ucap Shifa seraya tersenyum.


"Ohh kamu anaknya Randi sudah besar ya" Pak Kenan mengusap kepala Shifa.


"Hehe iya Om"


"Kalian yang betah ya anggap saja rumah sendiri" Ucap Pak Kenan kepada Shifa dan Maya.


"Iya Terimakasih Om" Ucap mereka seraya tersenyum.


"Hai Tante"


"Hey Kalian sudah makan malam?"


"Sudah Tan"


"Oh iya Tan tadi mama titip kue buat Tante" Ucap Maya.


"Terimakasih ya. Lebih baik kalian tidur ini sudah malam"


Sesuai perintah Bu Tara mereka pun pergi ke kamar Gina dan tidak berapa lama mereka langsung tertidur.


.


.


.


Bersambung.


**Hai jangan lupa Like, Komen dan Vote nya ya karena itu merupakan semangat bagi Author.


Terimakasih😀**