
"Ehemmm Ahaha kalian ketahuan emang lagi ngapain sih"Ujar seorang anak kecil yang sedang terkikik di ambang pintu siapa lagi kalau bukan Darvo.
"Aghhh ini semua gara-gara kamu apa apaan sih main nyosor aja ngeselin!!" Shifa langsung melepaskan tubuhnya yang tadi sempat jatuh ke dalam pelukan Rivandra saat terpeleset.
"Ehehe aku sudah menyaksikan Uncle Van memakan bibir Aunty Shifa"Ujar Darvo dengan polosnya.
"Apaa..." Teriak mereka kaget dengan pernyataan yang di ucapkan Darvo.
"Ahaha aku memakan bibir mu Shifa tapi tidak habis haha. Hey Darvo kau lihat bibir Aunty mu masih utuh!! karena tidak ku telan"Ujar Rivandra sambil tertawa.
" Tidak tahu malu" Gerutu Shifa sambil memalingkan wajahnya karena tidak bisa di pungkiri wajahnya saat ini terlihat sangat merona merah karena menahan malu.
"Kamu apa apaan sih untung yang datang itu Darvo bagai mana kalau yang lain aghhh " Shifa memukul lengan Rivandra.
"Tapi ini bukan untung sama saja buntung dasar laki-laki tidak tahu malu jangan mentang-mentang bos ya jadi se enaknya aku ini sekretaris bukan wanita penggoda"Ucapnya lagi sambil terus memukuli Rivandra.
" Hehe maaf Shifa aku juga tidak sadar" Rivandra hanya cengengesan dan tidak menyadari ulahnya yang seakan-akan membuat jantung shifa loncat dari tempatnya dan mungkin saja sedikit bergeser.
"Huhhh Dasar tidak tahu malu dengan pura pura tidak sadar kau mengambil ciuman pertamaku yang akan ku serahkan kepada jodohku" shifa terus memukuli tubuh Rivandra terutama lengan.
Rivandra hanya tersenyum ia tidak menyangka bahwa dirinyalah orang pertama yang mencium shifa itu adalah suatu kebahagiaan baginya dan ia pun langsung tersenyum.
" Kalau kamu ingin memegang tubuhku bilang saja jangan mencari alasan " ujar rivandra seraya tersenyum dan menaik turunkan alisnya.
" euuuhhhhh " shifa menjewer telinga rivandra sehingga membuat rivandra meringgis dan telinganya terlihat memerah.
"Rasain " ketus shifa.
Dan tanpa mereka sadari yang ke dua kalinya anak kecil yang terabaikan itu sedang memvideo mereka berdua.
"Makannya jangan berduaan kalau gini kan yang ketiga adalah setan" Ujar Darvo sambil cekikikan.
"Kau setannya" Ujar mereka berdua.
"Ya ampun... Maaf aku mengganggu kalian" Ucapnya.
"Darvo kau merekamnya" Geram Shifa sambil berjalan mendekati Darvo dan ingin mengambil ponsel itu tapi Darvo sudah berlari masuk ke dalam kamar tapi sebelum menuju pintu keluar kamar dia sudah di halangi jalannya oleh Rivandra.
"Darvo hapus gak video nya" Titah Rivandra.
"Hehe kenang-kenangan Uncle" Darvo menyembunyikan ponsel itu di belakang tubuhnya.
"Sini ponselnya" Ujar Rivandra sambil mengulurkan tangannya.
"Tapi ada syaratnya "Ujar Darvo sambil tersenyum licik.
" Oke apapun yang kau mau akan aku berikan" uUar Rivandra.
" Janji" Ucap Darvo dengan polos.
"Iya" Ucap Rivandra meyakinkan Darvo.
"Oke nih " Darvo menyodorkan ponsel itu kepada Rivandra tapi saat ingin di ambil oleh Rivandra Darvo menariknya kembali membuat Rivandra geram.
"Tapi ada saratnya" Ucapnya lagi yang ke dua kali.
" Apa" Tanya Rivandra dengan malas.
"Nanti akhir pekan ajak aku jalan-jalan terus main di taman hiburan kemudian makan-makan dan terakhir pergi ke pasar malam. Gimana mau gak" Ujarnya sambil tersenyum licik.
"Apa.... kau kira aku tidak ada kerjaan hanya menemanimu jalan jalan tidak!!! Ajukan syarat yang lain" Ucap Rivandra.
"Yasudah kalau tidak mau gak papa" Ucap Darvo sambil memasukan ponsel itu ke dalam saku. "Permisi Uncle aku mau keluar dulu" Ujarnya seraya menggeser sedikit tubuh Rivandra tapi sebelum anak kecil itu keluar Rivandra suah mengangkatnya.
"Oke iya nanti kita jalan-jalan sini ponselnya" Darvo pun mengeluaran ponsel itu dari sakunya.
"Uncle turunin dong "Ujar Darvo.
"Gak nanti kamu kabur ingat ya Darvo jangan bilang ke siapa-siapa kalau sampai ada orang yang tahu kamu akan terima akibatnya"Rivandra melotot kepada Darvo dan membuat anak itu menciut.
"Iya" Ucapnya.
Sebenarnya Rivandra tidak masalah kalau semua orang tahu tetapi ia memikirkan nasib Shifa yang pasti akan sangat malu saat semua orang mengetahui itu.
"Sudah nih awas ya kalau sampai kamu bocorin ini " Perintah Rivandra.
"Iya Uncle kau tenang saja asal kau memberikan imbalan kepadaku" ucap anak itu yang kadang polos dan kadang juga nyebelin.
"Hemm" Dehem Rivandra.
"Ohh tadi itu...."
Flasback on
"Kenapa Shifa lama sekali ya" ucap Bella.
"Iya mungkin dia BAB "Ujar Darvo yang sedang memainkan game di ponselnya.
"Isshh kau jorok sekali anak kecil membicarakan begituan"Ujar Bagas.
"Darvo coba sana kamu susul Aunty mu" Titah Bella.
Darvo pun berjalan menaiki satu persatu anak tangga saat sampai di atas ia menemukan dua pintu kamar. saat membuka pintu yang pertama ternyata sangat sulit dan ia pun membuka pintu yang kedua yang iya yakini itu kamar Rivandra karena ia melihat jas ,kemeja, dan celana yang berserakan.
Karena ia tidak menemukan siapapun di kamar itu ia pun pergi menuju kamar Mandi yang pintunya terbuka lebar.
Saat sampai di ambang pintu anak itu begitu terkejut saat menyaksikan aunty nya di dekap oleh Rivandra dan ia pun langsung merekamnya.
"Astaga mulut Aunty di makan Uncle Van" Gumam Darvo sambil menggelengkan kepalanya.
Flasback off
"Begitu ceritanya"Ujar Darvo.
" Dan kau ngapain ke kamar mandi telanjang seperti itu kau mau memperkosa ku" Sewot Shifa sambil menunjukan wajah permusuhan.
"Boleh kalau kau mau" Ujar Rivandra sambil mengedipkan matanya genit seraya tersenyum.
"Iiiiiissshhh ayo Darvo kita pulang" Shifa menarik tangan Darvo dan berlalu pergi keluar.
Setelah kepergian Shifa ia menutup pintu kamar dan menguncinya kemudian menjatuhkan tubuhnya di tempat tidur seraya tersenyum-senyum sendiri sambil berguling guling di tempat tidur.
"Menakjubkan aku tidak pernah merasakan bibir semanis itu apalagi bibir itu sangat natural"Ocehnya sambil tersenyum-senyum kalau ada orang yang melihat bisa saja ia di bilang tidak waras.
Saat tersadar ia pun kembali ke niat awal pergi ke kamarnya dan langsung masuk ke kamar mandi sambil terus tersenyum.
***
" Lama banget kamu Ifa"Ujar Bella.
"Iya tadi nungguin dulu Darvo BAB kak" Bohong Shifa.
"Aunty..." Darvo protes dengan wajah polosnya tapi Shifa langsung melototi Darvo seakan pelototan itu mengatakan Akhir pekan gak jadi jalanjalan. Dan itu berhasil membuat Darvo bungkam.
"Ahaha Darvo maaf ya aunty keceplosan" Shifa cengengesan seakan di sana Darvo lah yang di pojokan.
Dari arah tangga munculah Rivandra ia terlihat sangat tampan dengan menggunakan T-shirt warna putih sehingga otot-ototnya terlihat di padukan dengan jeans warna hitam dan jangan lupakan senyumnya itu dari tadi sampai sekarang senyum itu belum juga pudar.
"Hey Van kita mau pulang dulu ya" Ucap Bella.
"Ehh sebentar Bel ada yang mau gue omongin" Ujar Vagas.
"Apaan" Tanya Bella.
"Jadi nanti bulan depan kita akan liburan ke bukit kalian mau ikut gak" Tanya Bagas.
"Mauuu" Teriak Darvo dengan sangat semangat.
"Engga ah kau gak lihat aku sedang mengandung kalau ada apa-apa gimana" Ujar Bella.
"Iya kita gak ikut lain kali saja" Sambung Brayen.
"Aaggghh Daddy aku mau ikut"Darvo mengerucutkan bibirnya sembari melipat tangannya di dada.
"Kamu ini bagaimana lihatlah Mommy mu sedang mengandung kalau adikmu kenapa napa gimana. Kalau kamu ikut nanti gak akan ada yang jagain" Tegas Brayen.
"Uncle Van aku ikut ya" mohon Darvo kepada Rivandra dan Rivandra hanya diam saja sampai Darvo menarik tangannya menuju arah dapur.
.
.
.
Bersambung
Jangan lupa like komen dan vote nya ya terimakasih😁