
"Nah itu dia sudah datang" Ujar Oma dengan menunjuk pria yang di sebut pelatih renangnya.
"Dia pelatih renang mu Oma?" Tanya Shifa dengan berbisik.
"Iya tampan bukan?"
"Tidak biasa saja" Ketus Shifa dengan melirik pria yang sedang berdiri di depannya pria itu adalah Rivandra.
"Hai Shifa" Sapa Rivandra.
"Hai" Singkat Shifa dengan jutek.
Akhirnya aku bisa melihatmu Shifa. Gumam Rivandra dalam hati.
"Ayo Oma kau mau berenang sekarang atau nanti" Ajak Rivandra.
"Ah iya Van Apa Jacky akan kesini?"
"Iya dia sedang di perjalanan" Ujar Rivandra dengan menggandeng tangan Oma dan berlalu pergi dari sana menuju kolam renang.
Shifa yang melihat itu pun menjadi cemberut karena Rivandra tidak mengajaknya.
"Oma , apa Rencanamu akan berhasil" Bisik Rivandra.
"Apa kau tidak percaya dengan ku"Sewot Oma dengan melototkan matanya.
" Baiklah aku percaya padamu Oma"
Flasback On
(Beberapa hari yang lalu)
"Kek kau telpon Oma Tutut dan ajak dia untuk bertemu" Rengek Rivandra.
"Memangnya kau mau apa?" Tanya Kakek Jacky dengan curiga.
"Aku ingin meminta bantuannya" Ujar Rivandra.
"Tapi kau tidak akan merebutnya dari ku kan?"
"Ya tidaklah memangnya aku tidak laku sampai mengejar Nenek-nenek"
Plakkk
Kakek Jacky memukul paha Rivandra yang duduk di sebelahnya.
"Tutitura itu kembang desa tau" Ketus Kakek Jacky.
"Iya aku percaya" Ujar Rivandra.
Sesuai permintaan Rivandra Kakek Jacky pun menelpon Oma Tutut.
"Halo Jac ada apa kau menelponku pagi-pagi begini?" Tanya Oma Tutut.
"Aku ingin bertemu denganmu cantik"Goda Kakek Jacky.
"Baiklah kapan?"
"Siang ini"
Kakek Jacky pun menyebutkan tempat untuk mereka bertemu nanti siang.
Siang hari
Oma Tutut sudah menunggu Kakek Jacky di sebuah taman dengan membawa payung favoritnya yaitu payung dengan motif bunga-bunga kecil berwarna putih.
Taman tersebut adalah tempat Oma Tutut dan Kakek Jacky bertemu pertama kali dulu saat mereka masih sekolah.
"Tut..." Panggil Kakek Jacky yang berjalan tidak jauh dari tempat Oma Tutut duduk.
"Hai Jac kau bawa Cucumu?"
"Haha iya Tut"
"Hai Oma" Rivandra mencium tangan Oma.
"Hai Tampan"
"Aku tidak tampan?" Kakek Jacky terlihat cemberut karena Oma Tutut tidak menyebutnya tampan.
"Kau yang paling tampan di dunia ini Jac"
"Aaahh Terimakasih Tut"
Mereka pun duduk di sebuah kursi yang melingkari pohon di taman tersebut sehingga mereka tidak terkena sinar matahari siang.
"Ada apa kau ingin bertemu denganku?" Tanya Oma Tutut.
"Aku sangat merindukan mu dan juga Rivandra ingin berbicara dengan mu"
"Kau ingin berbicara apa?" Tanya Oma tutut.
Rivandra pun menjelaskan masalahnya dengan Shifa hingga kelakuannya pada Shifa saat di kantor tanpa terlewat pun kepada Oma Tutut.
Plakkk
Oma Tutut menampar Rivandra.
"Kau...." Tunjuk Oma Tutut dengan garang.
"Iya Oma,aku salah aku minta maaf"Ujar Rivandra dengan menundukan kepalanya.
" Berani-beraninya kau melakukan itu kepada Cucu ku, memangnya kau kira cucuku wanita murahan hahhh"Bentak Oma Tutut yang sangat emosi hingga wajahnya pun memerah.
"Sudah Tut kau tenang dulu nanti darah tinggi mu kumat" Ujar Kakek Jacky.
"Kau menyuruhku diam disaat Cucuku akan di lecehkan oleh Cucumu"
"Iya Tut aku ngerti aku juga marah dengan kelakuannya dan sekarang kau dengar penjelasannya.
" Baiklah"Oma Tututpun terlihat lebih tenang.
"Oma sekali lagi aku minta maaf"
"Kenapa kau meminta maaf kepadaku?"
"Karena aku sudah beberapa kali meminta maaf kepadanya tetapi ia tidak mau memaafkan ku, Oma aku mohon bantu aku" Rivandra mengatupkan kedua tangannya dengan berkaca-kaca kepada Oma.
"Kau seperti anak kecil" Ketus Oma.
"Kau menangis seperti itu seperti anak kecil saja" Ujar Oma dengan santainya.
" Aku tidak menangis"
"Baiklah aku punya ide kau dengar ini ya..." Oma Tutut pun membisikan sesuatu kepada Rivandra dan Kakek Jacky kemudian di angguki oleh mereka.
Flasback Off
"Bi aku ingin nelihat Oma takutnya dia di tenggelamkan oleh orang itu" Ujar Shifa kepada pelayan itu untuk membantunya berjalan mengikuti Oma.
"Baik Non" Shifa mengikuti Oma dari belakang.
Oma sudah masuk kolam renang dan di susul oleh Rivandra yang membuka bajunya dan hanya memakai celana pendek sedengkul.
"Ahh kau seksi sekali" Ujar Oma yang melihat Rivandra telanjang dada.
"Oma..." Teriak Shifa.
"Apa Shifa kau menggangguku saja" Ujar Oma.
"Kau sudah tua jangan genit begitu tidak baik " Ujar Shifa, Raut wajahnya terlihat tidak suka dengan oma yang genit.
"Kau cemburu?" Tebak Oma.
"Em... Ti...tidak" Gugup Shifa.
Rivandra yang menuruni kolam renang pun menarik kedua sudut bibirnya dengan senang saat melihat kegugupan Shifa.
Shifa duduk di tepi kursi santai pinggir kolam renang itu.
"Bi Susi aku minta cemilan dan minuman ya" Ujar Shifa dan di angguki Oleh Susi.
"Baik Non saya akan segera mengambilnya"
"Hai...." Tiba-tiba Kakek Jacky datang dengan membawa dua buket bunga.
"Jac..." Teriak Oma dengan senang.
"Kau terlihat tampan" Teriak Oma Tutut dari dalam kolam renang.
"Hai...Kau pasti Shifa kan?" Tanya Kakek Jacky dengan duduk di samping Shifa.
"Ahh iya Kakek ternyata aslinya kau lebih tampan"
"Ohhh itu sangat pasti Shifa, Ini untukmu" Kakek Jacky memberikan Buket bunga kepada Shifa.
"Semoga cepat sembuh Calon Cucu"
"Ahh iya terimakasih atas do'a dan Bunganya Kek"
"Iya" Kakek Jacky tersenyum hangat kepada Shifa.
"Apa Kakimu sudah baikan?"
"Iya Kek sekarang sudah lebih baik dan aku sudah bisa menginjakannya"
"Syukurlah, Maaf ya Kakek baru menjengukmu"
"Tidak apa Kek"
"Jac kau tidak ingin renang?" Tanya Oma Tutut dari bawah.
"Iya aku ingin berenang" Ujar Kakek Jacky dengan antusias.
Kakek Jacky membuka bajunya dan langsung memakai pakaian renang di sana juga.
Kakek Jacky lompat dan otomatis air yang ada di kolam renang pun menyembur dan mengenai Shifa.
"Ahh basah"Teriak Shifa.
" Sini Shifa kau turun"Ujar Oma Tutut.
"Tidak Oma kaki ku sakit mana mungkin aku turun kesana" Ujar Shifa.
Mereka pun berenang dengan melatih Oma Tutut untuk berenang.
"Jac kau ajarkan aku berenang dong" Ujar Oma Tutut.
"Siap Tut"
Rivandra yang akan mengajarkan Oma pun tidak jadi karena Oma memilih di ajarkan Oleh Kakek Jacky.
Rivandra beranjak dari kolam renang dan berjalan mendekati Shifa yang sedang memakan cemilan dengan kesal.
"Hai Shifa"Shifa hanya mendelik sebal saat melihat singkat Rivandra.
" Shifa apa masih ada kesempatan untuk ku meminta maaf kepada mu"Shifa hanya diam saja seolah-olah tidak mendengar apa yang Rivandra ucapkan.
"Shifa..." Rivandra memegang tangan Shifa dan bejongkok di depannya"
"Ihhh basah" Ujar Shifa dengan melepaskan tangan Rivandra.
"Shifa aku minta maaf ya" Ujar Rivandra.
"Jika aku memaafkanmu kau akan memberiku apa?" Tanya Shifa.
"Aku akan memberikanmu ini" Rivandra meronggoh sakunya untuk mengambil sesuatu dan ternyata itu adalah gelang Couple dari Thailand.
"Ini untu mu" Rivandra menyerahkan gelang itu kepada Shifa dan Shifa langsung merampasnya.
"Ahhh gelang Thailand" Ujar Shifa dengan senangnya.
"Kau menyukainya?"
"Ya aku sangat menyukainya ini lucu sekali, Ahh gajah nya khas Thailand banget"Ujarnya dengan melihat-lihat keseluruhan gelang itu.
" Ini asli dari Thailand kan"Tanya Shifa dengan menaikan satu alisnya.
"Iya itu Syla yang bawa langsung dari Thailand"
"Benarkah"
"Iya"
"Gak modal banget" Ketus Shifa dengan memakai gelang itu di tangannya.
Rivandra terlihat ragu saat ingin menanyakan sesuatu karena ia takut Shifa akan kembali murung tidak seperti sekarang yang sangat bahagia karena sebuah gelang.