
"Sophia ,Tara "Ucap nya sambil menunjuk kedua orang tersebut.
"Yasmin"Ucap Bu Sophia dan Bu Tara secara bersamaan.
Sedangkan Shifa , Maya dan Gina hanya terbengong melihat orang tua mereka.
"Hey Yasmin kemana saja kau menghilang seperti di telan bumi "Ucap Bu Sophia sambil memeluk sahabat dekat semasa sekolahnya.
"Hahaha ya asal kau tahu kan setelah kebangkrutan keluargaku dan meninggalnya suamiku aku hanya hidup berdua dengan anak ku Maya.dan ya begitu lah akhirnya kita pindah rumah karena semua aset di sita oleh Bank termasuk Rumah. dan di saat itu aku bertemu dengan Tara" Ucap Bu Yasmin dengan nada sedih.
"Aku tidak tahu itu ,kenapa kau tidak menghubungiku dan mengunjungiku saat itu"Tanya Bu Sophia.
" Aku akan menceritakan nya tapi jangan di sini kita cari tempat yang nyaman untuk berbincang bincang" Ucap Bu Yasmin.
Akhirnya mereka pergi ke sebuah cafe yang tidak jauh dari kampus tersebut di ikuti oleh Pak Randi, Shifa, Maya ,dan Gina.sedangkan Kenzle tadi ia pamit karena ada pekerjaan mendadak.
"Gimana ceritanya Yas. Yang aku tahu aku sempat mendengar perusahaan suamimu itu bangkrut tapi ya aku juga sembat mencarimu tapi nihil aku tidak pernah menemukanmu dan saat itu akhirnya aku pun menyerah menurutku biarlah takdir yang mempertemukan kita" Ucap Bu Sophia panjang lebar setelah mereka sampai di cafe dan duduk di kursi yang melingkari meja.
"Ya.. saat perusahaan mengalamu kebangkrutan suamiku terkena serangan jantung saat mendengar kabar bangkritnya perusahaan. dan saat itu pun aku ke hilangan anak pertama ku aku sampai terpuruk bahwa begitu banyak musibah dan cobaan yang harus aku hadapi. Saat itu juga maya masih berumur satu tahun kalau bukan demi maya saat itu... Hampir saja aku mengakhiri hidupku tapi takdir berkata lain di saat aku terpuruk Tara pun datang dan memberikan ku terapi karena ia seorang psikolog dari situlah akhirnya aku pun menyadari bahwa tindakan yang ku lakukan hanya akan merusak hidup anak ku"Cerita Bu Yasmin sambil berurai air mata.
"Kenapa kau tidak menghubungiku Yas dan aku juga sangat sulit mencari keberadaan mu " Tanya Bu Sophia sambil berurai air mata.
"Saat aku mencari tempat tinggal baru di tengah jalan aku di jambret sehingga barang pentingku hilang dan aku pun tidak dapat menghubungimu.Saat aku pergi kerumahmu ternyata kau sudah pindah ke rumah yang baru dan aku pun tidak pernah menemukan rumah itu"Jelas Bu Yasmin.
"Maafkan aku Yasmin andai saja aku bisa membantumu saat itu maafkan aku" Bu Sophia memeluk bu Yasmin sambil menangis terisak-isak.
"Sudah-sudah Phia sekarang aku sudah bahagia bersama anak meskipun sering tidak percaya bahwa anak pertamaku hilang entah kemana. Sudahlah itu kan kejadian dulu biarlah berlalu seiring berjalannya waktu "Ucap Bu Yasmin sambil tersenyum.
"Jadi Maya itu anak mu yas" Tanya Bu Sophia.
Bu Yasmin pun tersenyum" Ya dia maya anak yang ku kandung saat terakhir kali kita bertemu sekitar 21 tahun yang lalu"Ucap bu yasmin.
"Ternyata kita tidak pernah jauh ya kalau saja aku tahu bahwa Maya itu anak mu sudah dari dulu aku menemuimu" Ucap Bu Sophia.
"Ya jika aku mengetahui itu aku juga sudah mendatangimu dari dulu bertemu dengan mu. Shifa dan Gina itu sangat sering berkunjung ke rumah apalagi ke toko roti kami dia sering membantu ku untuk melayani para pelanggan" Tutur Bu Yasmin.
"Ternyata shifa itu anakmu Phia pantesan saat aku melihat wajahnya aku merasa tidak asing dengan wajah itu dan ternyata dia anakmu wajah kalian mirip sekali"Ucap Bu Yasmin.
Kesedihan dan hary pun berganti dengan keceriaan dan gelak tawa dari mereka semua.
"Ohh jadi mama sudah kenal sama tante sophia dan tante Tara"Tanya Maya.
"Iya nak tante Sophia itu sahabat dekat mama waktu sekolah dan tante Tara itu orang yang pernah mama ceritakan sama kamu bahwa dia yang menolong kita dan memberikan modal untuk kita membuka toko roti nak" Jelas Bu Yasmin seraya mengusap kepala anaknya.
"Dan tadi aku tidak salah dengar kalau aku itu mempunyai seorang kakak kenapa mama tidak pernah menceritakannya dan kemana sekarang kakak ku" Tanya Maya.
Bu yasmin menghela nafasnya "Entahlah mama juga tidak tahu di mana keberadaan Kakak mu dulu Kakakmu di culik dan mama juga sempat melaporkannya ke kantor polisi tapi ya sampai sekarang tidak ada informasinya . Saat ia di culik ia berumur 6 tahun dan entahlah dia ada di mana. Mama harap suatu saat takdir mempertemukan kita dengan kakakmu" Ucap Bu Yasmin sambil tersenyum.
" Jadi kalau sekarang masih ada ia berumur 27 tahun?" Tanya Maya.
"Ohhh jadi kakak ku itu laki-laki" Tanya Maya lagi.
"Iya nak dia laki-laki" Ucapnya.
" Heyy randi kau masih tetap seperti dulu tidak berubah dan wajah jutek mu itu hahaha membuat semua wanita menyebutmu menyebalkan kecuali ya itu" bu yasmin menunjuk bu sophia yang ada di sebelah pak randi dengan isyarat menggerak gerakan alisnya.
"Dan juga aku "Tambahnya sambil tertawa.
"Sotau kamu Yas"Ucap Bu Sophia.
"Ehh bentar deh Pak Randi ini kalau tidak salah Pak Randi Pranandi bukan ya soalnya saya pernah melihat anda saat sedang membahas bisnis dengan suami saya itu juga kalau gak salah sih hehe" Ucap Bu Tara sambil menyengir kuda.
"Seratus untuk mu Tara dia itu Randi Pranandi si jutek "Ucap Bu Yasmin yang langsung dapat pelototan mata dari Pak Randi membuat bu sophia terkekeh karena mereka berdua itu dari dulu tidak pernah akur bagaimana tidak dulu yasmin itu sikapnya seperti laki-laki iya sangat senang ketika mengganggu Randi yang wajahnya jutek dan dingin menurutnya itu sangat menantang untuk uji coba kejahilannya.
"Memang siapa nama suamimu"Tanya Lak Randi.
"Kenan Mahardika" Ucap Bu Tara.
"Ohh kenan hahaha si ceroboh itu jadi dia itu suamimu"Ucap pak randi sambil tertawa terbahak-bahak membuat Bu Yasmin melongo karena ia baru saat ini melihat pak randi tertawa terbahak-bahak.
"Maksudnya?" Tanya Bu Tara ia sedikit risih suaminya di sebut Ceroboh.
" Ahaha maksudku dia itu adalah sahabatku saat kuliah dulu dan dia itu selalu ceroboh untuk memutuskan sesuatu kecuali menikahimu. Dan aku baru tahu sosok istrinya karena saat hari pernikahan kalian dulu aku sedang berada di luar negri jadi tidak bisa datang" Jelas Pak Randi sambil menyeruput kopinya.
"Ohh seperti itu kirain Ceroboh gimana" Ucap Bu Tara sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Oh iya kenapa Kenan tidak datang ke acara wisuda anaknya sendiri? " Tanya Pak Randi.
"Emm itu dia sedang ada pekerjaan di luar negri dari satu minggu yang lalu jadi dia tidak bisa pulang hari ini dan mungkin ia akan pulang besok "Ucap Bu Tara.
Pak Randi pun menganggukan kepalanya .
Mereka pun terus berbincang-bincang dan mengulang kenangan masa lalu yang membuat Shifa,Maya dan Gina dengan serius mendengarkannya dan sekali kali mereka juga mempotret momen itu yang membuat mereka bahagia.
Tanpa mereka sadari di ujung sana ada seseorang yang mendengar ucapan mereka
"Yasmin tidak boleh tahu keberadaan anaknya " Gumamnya seraya mengepalkan tangan dan berlalu pergi dari restoran tersebut.
π
π
π
Bersambung.