My Beloved Boss

My Beloved Boss
Tuan kejam



Tok...Tok...Tok...


Bu Sri mengetuk pintu itu.Dan setelah mendapat sahutan dari dalam mereka pun langsung masuk. Dan betapa terkejutnya Shifa saat melihat wajah atasannya yang tidak begitu asing ia seperti pernah melihatnya.


"Maaf Pak ini Sekretaris dua yang Bapa minta, dan ini riwayat nya.Saya sudah memeriksanya dengan sangat detail" Ucap Bu Sri.


"Baiklah perkenalkan namanya"Ucap pria itu.


"Namanya Rayshifa jul.."Ucapan Bu Sri terpotong oleh pria itu.


"Biar dia sendiri yang memperkenalkan dirinya"Ucap pria itu yang masih tetap fokus dengan Dokumen-Dokumen yang sedang di bacanya.


"Perkenalkan nama saya Rayshifa julia " ucap shifa.


Su**aranya tidak terlalu asing seperti pernah mendengar . Gumam pria itu.


Ia pun mendongak dan saat itu juga ia membulatkan matanya betapa terkejutnya ia ternyata yang di depannya adalah wanita menyebalkan kemarin.


Pria itu menyeringai seakan ia mempunyai ide untuk balas dendam.


"Kau keluarlah" perintah pria itu kepada Bu Sri dengan menggerak gerakan tangan nya dan Bu Sri pun keluar di ikuti oleh Shifa. Saat sampai di ujung pintu Shifa di panggil oleh pria itu.


"Kau mau kemana sini..."Panggil pria itu dengan nada angkuh seraya beranjak dari duduknya dan keluar dari meja itu.


Shifa pun kembali dan berjalan dengan wajah tersenyum.


" Hahaha dunia begitu sempit rupanya" Ucap pria itu.


"Kau sudah tahu nama ku " tanya pria itu dan shifa pun menganggukan kepalanya.


"Oke perkenalkan nama saya RIVANDRA ZACHERY " Ucap pria itu sambil menekankan nama nya.


"Ehem baik Pak Rivandra saya sudah boleh bekerja"Tanya Shifa.


"Emm boleh, tapi buatkan saya kopi terlebih dahulu "Ucap nya .


"Baik akan saya buatkan sekarang juga" Ucap Shifa dengan sangat Profesional sambil tersenyum.


Rivandra menganggukan kepalanya kemudian ia duduk di kursi kebanggaannya sambil menumpangkan kaki kanan ke kaki kiri seraya tersenyum senang.


Saat di depan ruangan itu Shifa tersenyum kepada Feya.


" Mau kemana" Tanya Feya.


"Saya di suruh untuk membuatkan kopi" Ucap Shifa.


"Kopi?" Tanya Feya.


" Iya Bu "


"Bukannya tadi pagi dia sudah pesan kopi kenapa pesan lagi "Ucap Feya.


"Tidak tahu Bu saya permisi dulu" Ucap Shifa yang di angguki oleh Feya.


"Kau mengusik pria tampan sepertiku sama saja kau masuk ke dalam kandang Macan hahahaha" Rivandra tertawa tapi tawanya itu sangat menyeramkan.


" Akan ku buat kau menderita bekerja di sini hahaha"Ucapnya lagi.


"Siapa suruh kau dan Ponakanmu itu menjahiliku rasakan akibatnya "Ia terus saja bermonolog sampai ketukan pintu membuyarkannya.


Tok...Tok " Pak ini kopinya" Ucap Shifa sambil meletakkan kopi tersebut di meja.


"Kau yang buat atau office boy ? " Tanya Rivandra.


" Buatan saya pak"Ucap Shifa sambil tersenyum.


"Manis " Ucap Rivandra.


"Apanya Pak " Tanya Shifa.


"Kopi nya lah masa kamu!" Ucap Rivandra ketus.


" Tapi Bapak belum meminumnya" Ucap Shifa rasanya ia ingin sekali menertawakan atasannya tetapi ia bisa menahannya.


"Dari bau nya sudah tercium " Ucapnya.


" Baiklah apa boleh saya keluar sekarang dan apa tugas pertama saya?" Tanya Shifa.


"Kau tanyakan kepada Sekretaris yang duduk di depan pintu dan sana kamu boleh keluar " Usir Rivandra.


Shifa keluar dengan bersungut-sungut kesal di dalam hatinya ia menyumpah serapah pria menyebalkan yang merangkap sebagai atasannya.


"Halo Bu apa pekerjaan pertama saya" Tanya Shifa kepada Feya Sekretaris pertama.


"Ohh iya ini nih" Feya menyerahkan setumpukan Dokumen yang sudah di bagi dua dengan dirinya.


" Aku itu senang banget deh ada kamu jadi pekerjaan ku ada yang membantu biasanya aku mengerjakan ini sendiri kadang juga sampai lembur gara gara si Tuan kejam" Feya menekankan kata kata terakhirnya sambil berbisik


" Apa dia dari lahir sangat menyebalkan seperti itu" t


Tanya Shifa.


"Ya kau benar sekali, mungkin dia dari lahir sudah menyebalkan seperti itu ingin rasanya aku memukul kepalanya apalagi kalau sudah mengancam dengan memotong gaji"Ucap Feya dengan penuh emosi membuat Shifa terkekeh.


"Semoga kamu betah ya supaya aku ada teman" Ucapnya.


Tida terasa jam istirahat pun telah tiba. Sedangkan Shifa dan Feya masih tetap berkutik dengan tumpukan dokumen nya dan tiba-tiba Feya bangkit sambil meluruskan otot ototnya.


"Nama kamu Shifa kan kalau gak salah" Tanya Feya.


" Iya benar itu Ibu tahu" Ucap Shifa seraya tersenyum kepada Feya.


" Hey kau jangan memanggilku Kbu emang kau pikir aku sudah tua kau panggil Ibu" Feya terkekeh pelan.


"Kamu panggil nama ku saja gak usah pake embel-embel ibu segala haha" Tambahnya seraya Tertawa.


"Ohh oke Feya" Shifa tersenyum unjuk gigi.


" Ayo ah kita makan siang dulu bisa mati kita kalau terus terusan bergumul dengan berkas berkas dan dokumen yang membuat kepala rasanya akan pecah" Ajak Feya.


" Tapi atasan kita belum keluar"Ucap Shifa.


"Ngapain ngurusin dia ayo ah" Ajak Feya sambil menarik tangan Shifa.


" Yasudah ayo "


Shifa mengambil dompet dan ponselnya kemuadian ia mendekati Feya tapi saat langkah kedua mereka menghentikan langkahnya. Di saat itu telpon yang ada di meja Shifa berbunyi.


" Huhh siapa ini kan jam istirahat" Gerutu Shifa.


"Yasudah sana angkat dulu aku tunggu kamu di sini " Ujar Feya.


Dengan langkah gontai ia pun mendekati telepon itu dan mengangkatnya.


"Selamat siang dengan Shifa di sini ada yang bisa saya bantu" Ucap Shifa dengan ramah.


M**asuk kamu. Ucap seseorang di dalam telepon.


"Maaf ini dengan siapa dan masuk ke mana ??" Tanya Shifa.


Saya atasan kamu cepat masuk. Teriak orang itu yang ternyata Rivandra atasan Shifa.


"Ohh mohon maaf pak saya tidak mengetahuinya" Ucap Shifa dengan ramah saat berbicara tapi tidak dengan mimik wajahnya yang terlihat sangat kesal ia pun mengepalkan tangannya.


"Iya pak segera saya ke sana" Seraya tersenyum sambil memutar bola matanya setelah telpon itu mati ia mendekati Feya.


" Ayo " Ajak Feya seraya berjalan tetapi tanganya di tarik oleh Shifa.


"Kamu sendiri saja ya aku di panggil sama Tuan kejam " Ucap Shifa.


"Huhh memang dia itu sering sekali menyiksa kita seorang bawahan"Ucap Feya .


" Yasudah sana semoga tidak sial"Ucap Feya sambil menepuk pundak Shifa.


" Amin" Ucap Shifa seraya berbalik dan berjalan menuju pintu ruangan atasannya.


Tok... Tok... Tok...


"Permisi Pak boleh saya masuk " Ucap Shifa dari luar.


"Hemmm" Dehem Rivandra dari dalam.


Setelah mendapat sahutan dari dalam Shifa pun masuk dengan mencoba menormalkan raut wajahnya supaya terlihat Profesional,bahagia dan tidak tertekan.


"Iya Pak ada yang bisa saya bantu" Tanya Shifa.


"Hmmm belikan saya makanan jepang dengan jalan kaki" Ucapnya.


"Baik jalan kaki ya ??" Ucap Shifa seraya tersenyum.


"Hmm tunggu apa lagi sana" Usir Rivandra sambil menggerak gerakan tangannya seraya mengusir.


" Baik mau apa lagi biar sekalian"Tanya Shifa.


" Sudah itu saja cepat sana saya sudah lapar dalam waktu 30 menit harus sudah tersaji di sini " Perintahnya.


" Baik Pak saya permisi" Pamit Shifa seraya melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu dengan raut wajah tersenyum ramah dan dan terlihat sangat iklas tapi tida setelah keluar dari ruangan itu.


"Pria menyebalkan mana bisa dalam 30 menit harus tersaji di sini mana jalan kaki lagi awas saja lain kali kalau ada kesempatan habis kau Tuan kejam paling... kejam" Gerutu Shifa di sepanjang perjalanan.


"Ya ampun restoran jepang dari sini jauh banget bisa sampai 25 menit parah memang ada ya manusia kejam banget sumpah"Ucapnya kemudian ia pun tersenyum sambil lihat kanan kiri


"Dia kan gak bakal tahu kalau aku naik kendaraan haha"Saat ia ingin menghentikan taksi tiba tiba ada pesan masuk.


Kalau kamu berani naik kendaraan kamu akan menyesal. ~Rivandra~


"Sungguh kejam Manusia satu ini dia kira aku The Flash apa. Yang bisa bergerak dengan super cepat " Gerutunya.


Shifa pun berlari dengan kekuatan yang ia punya "Sungguh menyebalkan kenapa tidak dari tadi saja aku lari aku baru ingat kalau aku juara satu lomba lari waktu SD hihihi" ucapnya sambil terus berlari sekitar lima belas menit ia berlari akhirnya ia sampai juga di tempat tujuan.


.


.


Bersambung


Jangan lupa Like, Komen dan Vote nya ya.