My Beloved Boss

My Beloved Boss
Berkumpul



Setelah mengantarkan kopi Shifa duduk di kursi nya seraya mengerucutkan bibirnya.


"Kenapa kamu Shifa?" Tanya Feya.


"Kenapa ya kita punya atasan nyebelin banget" Bisik Shifa.


"Iya ih ngeselinnya minta ampun apalagi dulu kalau ngasih kerjaan itu gak tanggung tanggung kamu tahu shifa aku pernah pulang pukul tiga dini hari" Ujar Feya.


"Ya ampun sungguh kejam dia" Shifa menggeleng gelengkan kepalanya.


"Iya terus udah gitu mata aku menjadi ungu dan besar ihh pokonya aku jadi jelek banget" ucap Feya.


"Sabar ya Fey kantor ini memang keras" Ujar Shifa.


"Kalian saya gaji untuk kerja bukan bergosip" Tanpa mereka sadar Rivandra sedang berdiri di ambang pintu.


"Ee..hh i...iya pak maaf" Gugup mereka dan langsung mengerjakan tugasnya.


Rivandra yang saat itu akan keluar karena ada urusan penting tapi saat ia baru membuka pintu ia melihat kedua sekretarisnya sedang bergosip apalagi sekeretaris itu sedang membicarakannya.


"Gaji kalian saya potong" Ujar Rivandra sambil melenggang pergi menuju ke arah lift.


"What... Gaji ku di potong Shifa" Wajah Feya terlihat memberengut setelah mendengar penuturan Rivandra.


"Sabar Fey nanti aku akan bicara sama dia kalau perlu aku akan mengancamnya" Shifa sudah bertekad akan melakukan itu dami Feya.


"Makasih Shifa kau memang teman terbaiku" Ujar Feya seraya memeluk. Shifa.


Setelah kejadian yang mengharukan tersebut mereka kembali ke pekerjaannya masing masing dan tanpa terasa jam istirahat pun telah tiba meraka pergi ke kantin untuk makan siang karena sampai saat ini atasannya itu belum datang juga.


"Hey Fey si tuan kejam kemana dia bukannya hari ini dia gak ada jadwal ?" Tanya shifa.


" Alah palingan juga ketemu si lintah atau sahabat sahabatnya yang ngeselin" Ujar Feya.


"Lintah ? " Tanya Shifa.


" Itu si Diana"Ketus Feya saat menyebutkan nana wanita yang paling ngeselin.


"Diana yang...." Ucapan Shifa di potong oleh Feya.


"Iya yang kemarin bertengkar sama kamu" Ujar Feya.


"Kok kamu tahu Fey kalau aku berantem sama si lintah ?" Tanya shifa karena ia tidak ingat kalau kemarin saat ia bertengkar sama si lintah ia sedang melakukan Live streaming di akun sosial medianya.


"Ya iya kah kan aku lihat di sosial media kamu kemarin malah banyak yang mengomentari kata kata negatif untuk si lintah tapi keburu udahan gue nontonnya cuman sampai dia ngejambak rambut kamu" Ujar Feya yang madih kecewa ingin melihat kelanjutannya.


"Haha iya kemarin ponsel aku mati karena batrainya habis" Ucap Shifa sambil tertawa.


"Terus udah itu apa lagi ?" Tanya Feya.


"Udah itu aku pingsan dan udah ada di ruangan tuan kejam" Jawab Shifa.


"Kok bisa"


"Ya bisa lah kan kepala gue kebentur jadi pingsan"Jelas Shifa.


" Kenapa lo gak ngelawan padahal lo kan berani"ucap Feya.


"Karena lagi banyak orang yang lihat siaran langsung yang aku buat jadi anggap saja itu untuk jatuhin dia secara tidak langsung hahaha" Shifa tertawa sangat puas seperti seorang psikopat yang telah membunuh dengan cara perlahan.


"Aku tidak menyangka ternyata kau licik juga Shifa" Ujar Feya sambil terkekeh.


Setelah makan mereka kembali ke pekerjaan masing masing karena jam istirahat telah habis sampai akhirnya waktu yang mereka tunggu tunggu pun tiba yaitu jam pulang kerja Shifa dan Feya berjalan menuju parkiran dengan canda tawanya.


"Sampai jumpa hari senin Shifa" Ucap Feya.


"Iya Fey pasti besok kau mau ngedate sama pacar mu kan ?" Tanya Shifa.


"Boro-boro ngedate pacar aja gak punya haha dah Shifa" Feya pun meninggalkan Shifa di parkiran.


"Gina dan Maya apa kabar ya" Gumam Shifa.


Shifa pun menaiki mobilnya dan saat di dalam mobil ia melakukan panggilan video kepada dua sahabatnya Gina dan Maya.


"Hay Ifa kamu lagi di mobil" Tanya Gina yang terlihat sedang duduk di ayunan.


"Iya aku baru pulang" Ujar Shifa.


"Maya kamu sedang apa ?" Tanya Shifa yang melihat Maya menunduk.


"Ini ih aku lagi ngupas kuaci tapi susah banget" Ucapnya sambil menoleh ke arah kabera.


"Kirain lagi ngapain taunya lagi ngupas kuaci" Ukar Shifa.


"Kalian sini dong main ke rumah aku" Ajak Gina.


"Ayo Gin aku juga belum penah main ke sana aku kangen banget sama kalian tahu" Ucap Shifa sambil mengerucutkan bibirnya kemudian melihat ke arah jalan.


"Males ah aku lagi gak punya uang untuk bayar ojek nya" Ujar Maya.


"Aku lagi di toko kue " Ujar Maya.


"Aku ke situ ya kamu tunggu saja"titah Shifa seraya melihat kembali ke arah jalan dan panggilan itu pun berakhir.


Shifa pun tiba di tokok kue Maya. Di sana ia di sambut oleh bu Yasmin.


"Ehh nak Shifa ayo masuk" bu Yasmin mempersilahkan Shifa masuk ke dalam tokok kue nya.


"Hay Shifa aku sudah siap nih" Sapa Maya .


" Tante aku ikut je toilet ya mau ganti baju masa iya main pake baju kantor gini hehe" Setelah mendapat anggukan dari bu Yasmin Shifa langsung berlari ke toilet sambil membawa paper bag berisi baju yang biasa ia bawa di mobilnya.


Setelah siap Shifa dan Maya berpamitan kepada bu Yasmin dan Maya pun terlihat membawa beberapa kotak kue.


Mereka pun tiba di rumah Gina yang terlihat sangat mewah Shifa memarkirkan mobilnya di samping mobil yang berjajar dj halaman rumah itu yang terlihat sangat luas dan rapi.


Shifa pun menelpon Gina untuk memberitahu bahwa ia dan Maya sudah berada di halaman rumahnya.


"Shifa, Maya aku rindu " Teriak Gina dari arah pintu dan langsur berhambur memeluk Shifa dan Maya.


"Aduh gin nanti kue nya ancur" Ujar Maya yang merasa kalau Gina memeluknya terlalu erat.


"Ah maaf May aku hanya senang saja karena bisa bertemu dengan kalian ayo masuk"Ajak Gina.


" Kayaknya rumah mu lagi rame ya Gin soalnya banyak mobil terparkir di halaman"Ujar Shifa.


"Iya tapi fak rame banget kok cuman teman-teman kakak aku" Ucapnya.


Mereka masuk ke dalam rumah itu dengan canda dan tawanya sehingga membuat kebisingan saat melewati ruangan yang terdapat sofa di sana mereka ber papasan dengan empat pria yang sedang mengobrol.


"Shifa..." Panggil salah satu dari pria itu Shifa pun menoleh ke asal suara dan langsung mendengus sebal.


" Apa " Sahut Shifa.


"Ngapain kamu di sini bukannya kerja malah ngikutin aku" Ujar Rivandra ya orang itu adalah Rivandra yang sedang mengobrol dengan sahbatnya.


" Jangan ke GR ran deh siapa juga yang ngikutin dan lagian ya bapak itu gak lihat kalau sekarang jam berapa masa ia harus kerja terus menerus"Ketus Shifa kepada Rivandra.


Dan seketika ketiga pria lainnya pun menertawakan Rivandra.


"Ayo Gin sekarang kita mau ke mana" Ajak Shifa.


"Mending kita ke kamar aku yu kita nonton " Ajak Gina dan mendapat anggukan dari Shifa dan Maya.


Saat mereka melangkahkan kakinya tiba-tiba kenzle menghentikan langkah mereka.


"kalian bawa apa itu" Tanya kenzle sambil mengarahkan matanya pada kantong plastik berlogo merek kue yang di bawa oleh Maya.


"Kakak mau ?" Tanya Maya.


"Aku maunya kenalan sama kamu" Bukannya Kenzle yang menjawab tapi Kevin membuat Maya mengerutkan dahinya.


"Nih kakak mau kue nya" Maya menyimpan satu kotak kue itu di meja.


"Makasih kenalin nama aku Kevin" Kevin mengulurkan tangannya kepada maya dan di jabat sebentar oleh maya.


"Maya" Ucap Maya sambil melepaskan genggaman tangan itu.


"Makasih maya kue nya kenalin aku bagas " Ujar bagas.


"Iya sama-sama" Ucap maya.


"Van lo gak mau kenalan" Tanya Kevin.


"Udah kenal" Ucap Rivandra.


"Masa kakak sudah kenal sama aku di mana perasaan kita belum pernah ketemu deh" ujar Maya.


"Emm engga juga tapi sudah bisa nebak pasti kamu yang namanya Maya" Ujar Rivandra.


"Gak jelas ah.." Ucap Maya sabil melangkah mendekati kedua sahabatya.


"Ahaha dia itu emang gak jelas May" Ujar Shifa membuat yang lain ikut tertawa.


Mereka bertiga pun berjalan menuju kamar Gina.


.


.


.


Bersambung


JANGAN LUPA LIKE ,KOMEN ,DAN VOTE NYA YA TERIMAKASIH.