
"Rivandra sayang" Teriak Orang itu seraya memeluk Rivandra dengan genitnya membuat Shifa ingin muntah kembali.
"Ngapain kamu di sini Diana?" Tanya Rivandra.
"Aku sedang bermain bersama ponakan ku" Ucapnya.
"Ponakan atau anak mu" Ketus Rivandra.
"Ponakan dong kan aku masih perawan dan juga belum menikah masa ia aku punya anak kamu ini ada ada saja sayang" Ucapnya seraya mencium pipi Rivandra.
"Tapi aku mau kok jadi ibu dari anak-anak mu" Ujar nya dengan manja membuat shifa memutar bola matanya.
"Kalau kamu sedang apa di sini sama Sekretaris gila sayang mendingan kamu jalan-jalan sama aku yu" Ajaknya dengan nada menggoda.
"Kau yang gila" Sewot Shifa.
"Apa kau dasar Sekretaris rendahan rakyat jelata" Umpat Diana.
"Kau yang rendahan" Teriak Shifa.
"Dasar j***** kau itu selalu menggoda Rivandra kan mangkannya dia mengajak mu kemana-mana.
" Sembarangan aku bukan kau ya.Dasar tidak punya sopan santun "Ujar Shifa yang terbawa emosi.
" Kau itu pasti janda kan atau kau hamil tanpa suami sehingga menghasilkan mahluk seperti dia"Tunjuk diana kepada Darvo.
Darvo yang tidak mengerti apa-apa hanya diam saja.
"Cukup diana dia calon istri ku dan ini anak aku dan Shifa" Ujar Rivandra.
"Apa kamu bohong Van kamu itu hanya milik ku" Ucapnya.
"Ayo darvo kita naik taksi saja" Ajak Shifa dan melenggang pergi dengan bersungut-sungut kesal.
"Sebentar shifa tunggu kamu mau kemana" Teriak Rivandra.
"Aunty Uncle Van memanggil mu"
"Biarin" Ketus Shifa.
"Tapi Aunty kenapa kita harus naik taksi"
"Sudah ikuti saja"
"Tapi..."
"Kau itu ponakan ku bukan kenapa kau tidak mau menurut kepadaku" Bentak Shifa yang terbawa emosi.
"Aunty maaf hiks...hiks..." Darvo yang belum pernah di bentak Aunty nya pun kaget dan ia langsung menangis.
"Ehh Darvo maaf aku tidak bermaksud untuk memarahimu maafkan Aunty sayang" Shifa berjongkok dan langsung memeluk Darvo dengan sayang.
"Maaf ya sayang Aunty salah"
"Ia tidak papa Aunty aku mengerti"
Darvo mengikuti langkah Shifa menuju jalan raya.Di sepanjang jalan Shifa terus saja menggerutu dan mengumpat Rivandra.
"Dasar laki-laki tidak tahu malu tadi pagi dia mencium ku sekarang dia main peluk-peluk wanita lain di depan ku emang dia kira aku wanita murahan yang bisa dia permainkan" Gerutu Shifa.
"Shifa tunggu" Rivandra mendorong Diana dan langsung mengejar Shifa.
"Dasar Sekretaris sialan awas saja akan kubuat kau menyesal" Ucap Diana.
" Shifa kamu mau kemana"Shifa berlari sambil memegang tangan Darvo.
"Shifa..." Dan Rivandra pun berhasil mencekal lengan Shifa.
"Kamu kenapa"
"Kenapa kamu bilang?"
"Ya emangnya kamu kenapa"
"Pikir saja sendiri" Ketus Shifa.
"Shifa jangan gini dong"
"Gini gimana? Aku biasa saja" Ucap Shifa dengan judes.
Wanita ini kenapa. Gumam Rivandra dalam hati.
"Ayo kamu pulang sama aku" Rivandra menarik tangan Shifa.
Dasar tidak peka . Gumam Shifa dalam hati.
"Gak mau" Tanpa aba-aba Rivandra pun menggendong Shifa seperti membawa beras membuat Darvo melongo melihat semua itu.
"Ayo Darvo apa kau juga mau ku gendong seperti ini"
"Tidak"
Rivandra membawa Shifa ke parkiran dan memasukannya kedalam mobil dan Shifa pun pasrah. Ia duduk dengan Cemberut karena ia merasakan pusing ia pun tertidur dengan sangat pulas.
" Apa Aunty mu tidak pernah naik wahana seperti tadi"
"Bukannya tidak pernah dia sering naik begituan tapi setelahnya pasti seperti ini itu juga kata Momy sih hihi"
Hari sudah mulai malam mereka pergi menuju pasar malam dan Shifa pun wajahnya sudah segar kembali dan begitu pun dengan pikirannya sekarang ia tidak sejudes tadi kepada Rivandra.
"Aku hanya ingin membeli kembang gula"
"Apa hanya demi kembang gula kau memaksa ku untuk pergi kepasar malam kenapa tidak beli saja tadi di taman bermain kan di sana juga ada"
" Iya soalnya kata teman baru di dekat rumah kalau kembang gula di pasar malam itu beda"
"Huhh sudahlah terserah kau saja" Ucap Shifa.
Mereka turun dari mobil dan memasuki pasar malam tersebut dan pasar malam itu semakin malam semakin ramai.
Mereka membeli kembang gula untuk darvo tapi saat di perjalanan menuju penjual kembang gula Shifa melihat makanan yang membutnya menelan ludah.
"Kalian duluan saja ya aku ingin membeli seblak dulu"
"Apa itu seblak?" Tanya Darvo.
"Makanan yang sangat enak dan pedas" Ujar Shifa.
"Kau tidak boleh membeli seblak malam-malam gini nanti sakit perut" Ucap Rivandra.
"Diam jangan ikut campur sana temani Darvo membeli kembang gula" Judes Shifa.
"Kenapa dia menjadi galak sekali" Gumam Rivandra.
"Aku bisa mendengarnya"
Rivandra pun mengantar Darvo membeli kembang gula sedangkan Shifa ia sedang membeli seblak yang Extra pedas.
Sambil menunggu Darvo dan Rivandra membeli kembang gula Shifa memakan seblak tersebut di sebuah bangku yang berada di bawah pohon dengan lampu warna warni.
Rivandra dan Darvo pun datang dengan membawa beberapa bungkus kembang gula dan juga Air mineral.
"Aunty apa aku boleh mencobanya" Shifa pun menbiarkan Darvo untuk mencoba seblaknya.
"Huaaa makanan apa ini lidah ku rasanya sangat terbakar" Teriak darvo yang baru pertama mencoba seblak.
Rivandra pun mencobanya dan langsung meminum satu boto penuh air mineral.
"Hahh hahh makanan apa ini Shifa kau tidak boleh memakannya " Rivandra membuang seblak itu membuat Shifa cemberut dan menatap Rivandra dengan tajam.
" Kenapa di buang"
"Itu tidak sehat"
"Ini sehat"
"Awwssshh" Shifa memegangi perutnya yang terasa sakit.
"Tuh sudah ku bilang makanan itu tidak sehat"
" Hey diam lah aku sakit perut karena sedang datang bulan bukan karena seblak"Ujar Shifa.
"Pantesan Aunty marah-marah terus ternyata sedang datang bulan" Ujar Darvo.
"Kau tahu dari mana kalau wanita yang marah-marah sedang datang bulan" Tanya Rivandra.
"Kata Daddy karena waktu itu Mommy juga seperti itu"
"Ohh aku baru tahu" Ujarnya.
Tiba-tiba terdengar suara ponsel tanda ada yang menelpon di ponsel Shifa.
" Halo , Assalamualaikum Bu ada apa?" Tanya Shifa.
" Shifa kamu harus kerumah Oma karena Oma sedang sakit dan tidak sadarkan diri"
"Ya ampun Oma , Iya Bu aku akan segera kesana sekarang" Shifa menutuo telponnya.
"Ayo kita harus pergi sekarang" Ucapnya dengan panik.
"Ada apa Shifa?" Tanya Rivandra.
"Oma sakit" Ucapnya dengan terisak.
"Apa Oma sakit" Teriak Darvo.
Rivandra pun langsung melajukan mobilnya menuju kediaman Oma Tutut yang di kabarkan sedang sakit dan tidak sadarkan diri.
Di sepanjang perjalanan Shifa terus menangis dan Rivandra pun bingung bagai mana cara menghentikannya sedangkan Darvo ia terlihat biasa-biasa saja.
"Sudah lah Shifa Oma mu tidak akan kenapa-kenapa" Rivandra menyentuh bahu shifa.
"Diam! jangan sentuh sentuh dasar kurang ajar" teriak Shifa.
Apa wanita yang sedang datang bulan seaneh dan segalak ini?. Rivandra terus bertanya tanya dengan pikirannya ia tidak berani berbicara atau pun menyentuh Shifa karena keadaan Shifa sekarang sangat kejam dan galak.
.
.
.
Berdambung
Jangan lupa Like,Komen, Dan Vote nya ya.