
"Dasar wanita keras kepala sok berani lihat lah ini hasih keberanianmu itu" Ucap Rivandra.
Kemudian datanglah Raihan dengan seorang Dokter. Dokter itu memeriksa keadaan Shifa.
"Bagai mana keadaannya" Tanya Rivandra.
"Ia sepertinya terkena benturan tetapi beruntung karena ia melindungi kepalanya jadi tidak terlalu parah " Ucap Dokter itu .
"Terus kenapa dia pingsan?" Tanya Rivandra lagi.
"Itu karena rasa pusing yang menyerangnya setelah benturan itu" Jelas Dokter.
"Dan ini obatnya berikan ini setelah makan "Ujar Dokter tersebut sambil menyerahkan obat kepada Rivandra.
"Baiklah Terimakasih " Ucap Rivandra dan Raihan pun mengantarkan kembali Dokter itu ke lobi.
" Heyy sadarlah " Rivandra mengguncang pelan pipi shifa.
Perlahan mata itu ngerjap-ngerjap dan sedikit demi sedikit langsung terbuka kemudian rivandra pun langsung mengambil air yang ada di meja dan meminumkannya kepada Shifa.
Saat Shifa ingin beranjak ia di tahan oleh Rivandra.
"Diam dulu kau belum pulih" Cegah Rivandra yang saat ini sedang memegang tubuh Shifa seraya menidurkannya kembali.
"Tapi aku tidak apa apa"Bantah Shifa.
"Jangan membantah tidurlah dulu sebentar lagi makan siang nya datang" Ucap Rivandra.
"Hahh terus Meeting dengan para investor " Tanya Shifa.
" mereka memundurkannya menjadi pukul 13.00" Ucap Rivandra.
"Huhh Syukurlah" Shifa menghela nafasnya seraya tersenyum.
Dan di saat itu juga Raihan datang dengan membawa makanan.
"Ini tuan makanannya"Ucap Raihan dan kemudian Raihan pun memanggil OB untuk membawa piring dan menyajikan makanan itu setelah tersaji raihan dan OB itu keluar dari ruangan atasannya.
"Buka mulut mu"Ujar Rivandra.
"Tidak untuk apa ?" Tanya Shifa.
"Cepat buka mulut mu kau harus makan supaya cepat pulih dan bisa menemaniku meeting". Akhirnya Shifa pun menurut dan saat Rivandra ingin menyuapinya ia bangun dan menolaknya.
"Biar saya sendiri saja pak " Ucapnya.
"Diamlah menurut saja" Ujar Rivandra.
Akhirnya dengan rasa tidak enak Shifa pun menerima suapan dari Rivandra dan mereka makan dalam satu sendok.
"Terimakasih" Shifa tersenyum dengan sangat tulus kepada Rivandra membuat Rivandra terdiam melihat senyuman itu.
Rivandra merasakan jantungnya berdetak dengan kencang saat melihat senyuman yang sangat manis dan tulus itu kepadanya karena senyuman yang biasa ia terima adalah senyum terpaksa.
"Pak..." Shifa melambaikan tangannya di depan wajah Rivandra tetapi tetap saja tidak ada respon dan ia pun mengguncang pundak atasannya itu.
"Pak...Bapa kenapa " Panik Shifa saat melihat Bos nya itu terbengong.
"E..Ehh tida saya sedang berlatih bengong tidak berkedip untung challenge nanti" Ucapnya dengan gugup.
"Ohh syukurlah saya kira kenapa" Ucap Shifa sambil tersenyum.
" Pak saya sudah sehat sekarang dan sudah tidak pusing lagi apa kita mau berangkat sekarang ?" Tanya Shifa.
" Iya ayo kita berangkat sekarang" Jawab Rilvandra.
Mereka pun melangkahkan kaki menuju lift di ikuti oleh Raihan di belakang mereka.
Saat di lobi Shifa dan Rivandra menunggu Raihan yang sedang membawa mobil. Setelah mobil datang mereka langsung melangkahkan kakinya menuju mobil saat Shifa membuka pintu depan karena ia berniat duduk di samping Raihan tetapi di hentikan oleh Rivandra.
" Mau ngapain kamu" Tanya Rivandra.
"Ya mau masuk lah Pak" Jawab Shifa.
"Di sini saja" Rivandra menarik tangan Shifa untuk duduk di kursi belakang bersamanya.
"Tapi Pak..."Shifa berusaha menolak perintah Bos nya itu.
"Sudah kamu di sini saja temani aku" Ujar rivandra sambil mendorong tubuh Shifa untuk segera duduk dan kemudian Shifa pun menurutinya.
"Oke" Ucap Shifa ia pun duduk di sebelah Rivandra.
"Selamat siang pak Rivandra" Sapa orang tersebut seraya menyalami Rivandra.
"Siang" Hjar Rivandra seraya tersenyum.
Setelah sekian lama akhirnya meeting itu pun selesai mereka keluar dari ruangan itu .
" Setelah ini apa lagi jadwal ku" Tanya Rivandra.
" Bertemu sahabat" Jawab Shifa.
"Ohh ya sebentar" Rivandra mengambil ponselnya dan menelpon salah satu sahabatnya setelah itu ia pun mematikan telpon itu.
" Ayo " Ajaknya seraya menarik tangan Shifa.
" Kemana pak bukannya saya harus kembali ke kantorya " tanya shifa.
"iya tapi temani saya dulu nanti kita ke kantornya barengan setelah bertemu dengan teman saya dan juga kamu mau ke kantor naik apa Raihan baru saja pergi di jemput oleh supir kantor untuk pergi ke perusahaan cabang " Ucapnya.
"Ya saya kan bisa naik taksi Lak" Ucap Shifa sambil terkekeh.
"Saya tidak akan membiarkan kamu pulang naik taksi nanti kalau kenapa- napa kan aku juga yang repot"Ujar Rivandra seraya menarik tangan Shifa untuk mengikutinya.
"Tapi saya mau ke toilet dulu pak nanti saya menyusul" Ucap Shifa seraya melepaskan tangannya dari genggaman Rivandra.
" Yasudah perlu aku temani" Tawar Rivandra .
" Ee..Eehh tidak perlu pak saya bisa sendiri" Jawab Shifa sambil tersenyum kikuk.
"Oke nanti kamu datang ke sebelah sana nomer 30 ya" Ucap Rivandra.
"Oke siap Pak .Saya permisi dulu" Shifa melenggang pergi meninggalkan Rivandra yang masih berdiri memperhatikan punggung Sekretarisnya yang mulai menjauh.
Rivandra pun melangkahkan kakinya menuju meja tempat para sahabatnya berkumpul.
" Heyy bro lo datang sendiri"Ucap temannya yang bernama Kevin.
"Engga gue kesini sama Sekretaris gue sekalian tadi habis meeting" Jawab Rivandar dengan santai.
"Sekretaris lo yang jutek siapa namanya?? kalo gak salah Feya ya nah iya itu feya" Ucap Kevin.
" Bukan gue ke sini sama Sekretaris ke dua" ucap rivandara.
" Lohh lo punya dua Sekretaris hebat dong di kelilingi wanita setiap hari " Ujar bagas ikut menimpali.
" Gak biasa aja "Ucapnya.
Setelah keluar dari kamar mandi Shifa melangkahkan kakinya menuju tempat yang di tunjukan oleh Rivandra tadi tapi saat di tengah perjalanan ia bertabrakan dengan seseorang.
Brukkk
Shifa terjatuh ke lantai karena yang menabraknya seorang pria sehingga ia terhempas.
" Ehh maaf ya saya tidak sengaja" Ucap Pria itu seraya mengulurkan tangannya untuk membantu Shifa.
"Tidak apa-apa "Jawab Shifa ia pun mendongak ke atas di mana seorang Pria tampan sedang mengulurkan tangan kepadanya .
"Kak Kenzle " Ucap Shifa seraya tersenyum dan menyambut uluran tangan dari Kakak sahabatnya yaitu Kakaknya Gina.
"Ehh Shifa ya " Ucap Kenzle seraya tersenyum.
"Kamu tidak apa-apa" Tanya Kenzle seraya memutar tubuh Shifa.
"Haha tidak Kak aku tidak apa apa kalau begitu aku permisi dulu " Ucap Shifa.
"Emangnya kamu mau kemana" Tanya Kenzle.
"Mau ke meja yang di arah sana " Ucapnya sambil menunjuk meja yang ia tuju.
"Yasudah kita bareng saja kebetulah saya juga mau ke tempat yang kamu tunjuk itu" Ucapnya mereka pun melangkahkan kakinya beriringan sambil membicarakan Gina sambil tertawa di sepanjang perjalanan.
.
.
.
Bersambung
Jangan lupa Like, Komen dan Vote